.
The Interstellar Nation Army Become a Mercenary
Chapter 9
Tinggal Untuk Sementara Waktu (Bagian 3)
.
.
.
Piña POV
Setelah selesai makan, kami berdua lalu melanjutkannya dengan sesi belajar bahasa Salvi.
Seperti biasa, dia membuatku selalu takjub.
Tuan Osbern telah menghafal sedikitnya 750 kata dan frasa umum dalam bahasa Salvi. Dia juga sudah cukup mampu menguasai dialek tingkat tinggi dan aksesnya pun nyaris sempurna. Jika bukan karena fakta bahwa Tuan Osbern bukan berasal dari Benua Utama, aku pasti akan mengira bahwa dia merupakan salah satu dari penduduk Kekaisaranku.
Sesudah sesi belajar, aku lalu mengajak Tuan Osbern untuk membicarakan tentang hal yang ada yang di dalam pikiranku selama beberapa hari terakhir ini: bagaimana bisa lengan dan kakiku bisa tumbuh kembali?
Menurut Tuan Osbern, dia memanggil makhluk spiritual kecil yang tidak terlihat dengan mata telanjang yang berada di dalam dirinya dan membuat mereka masuk ke dalam tubuhku. Dia kemudian meminta mereka untuk menyembuhkan diriku dari dalam.
Sejujurnya, jika aku mendengar hal yang tidak masuk akal seperti itu dari seseorang selain Tuan Osbern, kemungkinan besar aku pasti akan meragukan mereka.
Tentu saja, aku benar-benar percaya pada keberadaan familiar roh. Tapi sesuatu seperti menampung roh di tubuh seseorang itu benar-benar bertentangan dengan akal sehat.
Meskipun begitu, aku masih percaya kepada Tuan Osbern. Orang hebat dan mulia seperti dia tidak mungkin kurang disukai oleh Dewi.
Tuan Osbern tampaknya memperhatikan beberapa kekhawatiran dari ekspresiku. Dia dengan tiba-tiba mengeluarkan pisaunya dan menyayat lengannya sendiri. Tindakannya sangat cepat sehingga aku bahkan tidak punya kesempatan untuk menghentikannya.
Namun, hanya satu atau dua tetes darah yang keluar dari luka tersebut, dan itu sembuh dengan kecepatan yang sangat mencengangkan.
Beberapa saat kemudian, tidak ada satupun goresan yang tertinggal di sana.
Ini benar-benar tidak mungkin, bahkan dengan penggunaan sihir penyembuhan tingkat tinggi sekalipun.
Yah, ini tidak mungkin seperti sihir penyembuhan biasa!
Luar biasa! Dia benar-benar disukai oleh Dewi dan para roh!
Apakah aku juga menerima berkat yang sama seperti Tuan Osbern? Aku tidak meragukannya sedikit pun pada saat ini, tetapi entah bagaimana aku ingin mencobanya sendiri.
Tanpa pikir panjang, aku mengambil pisau itu darinya dan kemudian menyayat tanganku dengan cara yang sama: Tuan Osbern tidak bergerak untuk menghentikanku.
Awalnya memang terasa sakit, namun rasa sakit itu segera hilang secepat itu datang.
Lukaku juga langsung menutup dengan cepat! Sungguh luar biasa!
Ooh! Aku juga telah menerima berkat roh! Aku gemetar karena kegirangan.
Tuan Osbern kemudian bertanya kepadaku tentang apa yang ingin aku lakukan dengan roh-roh itu setelah anggota tubuhku sembuh. Dia berkata bahwa dia bisa meminta mereka untuk meninggalkanku atau membuat mereka tetap terus tinggal di dalam diriku.
Tentu saja, aku memilih agar mereka tetap di dalam diriku.
Sebagai seseorang yang telah menghabiskan sebagian sisa hidupnya di medan perang. Aku cukup terampil dalam menilai sebuah peluang yang akan mendatangkan keuntungan bagiku di masa depan.
Potensi dari kekuatan ini begitu besar, mungkin akan ada banyak pihak yang menginginkan kekuatan ini.
Dan jika seandainya itu jatuh ke tangan yang salah, maka keseimbangan dunia ini akan runtuh dan semua orang akan dilempar ke dalam api peperangan.
Bertentangan dengan kecemasanku, Tuan Osbern justru malah mengangguk setuju seolah itu hanya hal yang biasa-biasa saja.
...
Naruto POV
Besok harinya.
Aku, Naruto Osbern, telah memutuskan untuk tidak pergi berburu hari ini karena persedian makanan kami yang masih cukup melimpah.
Demi mengisi waktu luangku yang kosong, aku lalu berencana untuk membuat sabun dari bahan-bahan yang kutemukan di alam.
Dengan adanya sabun, kami bisa membasmi bakteri-bakteri yang menempel di kulit dan mengurangi resiko jatuh sakit. Sehingga penting untuk segera membuatnya.
Bahan-bahan baku yang diperlukan untuk membuat sabun mandi adalah kulit kerang, lemak hewan, arang kayu dan air.
Hal pertama yang aku harus kulakukan adalah memanaskan lemak hewan ke atas wajan. Kemudian campuran itu dengan air. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah minyak dan mencegah minyak tersebut agar tidak gosong.
Berhubung proses untuk memanaskan minyak membutuhkan waktu yang lama, aku kemudian beralih ke kulit kerang.
Kulit kerang mengandung kalsium karbonat (CaCO3), salah satu bahan yang umum digunakan dalam proses pembuatan sabun.
Untuk mempermudah proses pembuatannya, aku lalu menggiling kulit kerang tersebut menjadi bubuk yang lebih halus.
Setelah itu, masukan bubuk kulit kerang tersebut ke dalam wajan yang berbeda dan kemudian panaskan dengan api.
Proses ini dinamakan kalsinasi, tujuannya adalah untuk mengubah kalsium karbonat (CaCO3) menjadi kalsium oksida (CaO) melalui proses pemanasan hingga mencapai suhu yang tinggi untuk menghilangkan senyawa yang tidak dibutuhkan ke udara.
Perlu diingat bahwa selama proses kalnisasi, kalsium karbonat (CaCO3) akan melepas karbondioksida (CO2) ke udara. Jadi jika kamu tidak ingin pusing, maka ambillah jarak dan jangan terlalu dekat dengan api.
Setelah selesai dipanaskan, campurkan serbuk kulit kerang yang telah dikalsinasi ke dalam air. Langkah ini maksudkan untuk mengubah kalsium oksida (CaO) menjadi kalsium hidroksida (Ca(OH)2).
Kemudian, tambahkan bubuk arang kayu yang telah dihaluskan ke dalan larutan kalsium hidroksida (Ca(OH)2).
Kandungan yang terdapat di dalam arang kayu, kalium karbonat (K(CO)3) dapat bereaksi dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan membentuk senyawa baru, yaitu kalium hidroksida (KOH).
Kalium hidroksida (KOH) inilah yang menjadi bahan baku utama pendamping untuk asam lemak yang berasal dari lemak hewan.
"Anu, Sir Naruto. Kamu lagi sedang apa?"
Piña kemudian berjalan ke arahku dengan cukup lancar. Meski dia masih agak tertatih-tatih, namun kondisi kakinya sudah sangat membaik jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
"Oh, ini." Kataku menunjuk ke arah larutan kalium hidroksida (KOH) yang ada di tanganku. "Ini adalah larutan pembersih yang biasa digunakan oleh orang-orang yang tinggal di negaraku. Ini berkasiat untuk mencegah beberapa jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat."
"Anda bilang ini larutan pembersih?"
"Iya. Memangnya di tempatmu tidak ada yang seperti ini?"
"Tidak, kami biasanya mandi dengan cara menggosok kulit kami pada permukaan batu yang halus."
"Lalu bagaimana cara merawat kulit kalian agar tetap halus?"
"Kami biasa menambahkan wewangian yang didapat dari campuran beberapa jenis bunga dan rempah-rempah."
Di luar dugaan, ternyata orang-orang hidup di tempat asal Piña memiliki standar kebersihan yang sedikit lebih baik daripada kebanyakan orang-orang Eropa yang pernah hidup di abad pertengahan.
Ini berita bagus!
Jika ingin bertahan hidup di planet, aku harus menggunakan semua pengetahuan modernku demi memperoleh uang sebanyak-banyak dan memulai kehidupan baruku sebagai seorang pedagang yang sukses! Oh kawan, itu pasti bakal sangat keren!
"Ah, gawat! Aku lupa!"
Aku buru-buru menuju wajan yang berisi lemak hewan yang sebelumnya telah kupanaskan.
Syukurlah ini masih belum gosong, aku masih bisa menggunakan asam lemak ini untuk nantinya dicampur dengan larutan kalium hidroksida (KOH) yang sudah kubuat.
"Piña~ bisakah kamu bantu aku untuk mengaduk ini sebentar?"
"Serahkan padaku!"
Sementara Piña sibuk dengan asam lemak, aku kemudian bergegas ke arah wadah berisi larutan kalium hidroksida (KOH) yang sempat kutinggalkan tadi.
Tidak perlu waktu lama, aku sudah sampai di tempat Piña sambil membawa wadah yang berisi larutan itu dengan kedua tanganku.
"Sir Naruto, yang mengapung ini, mungkinkah bisa dimakan?"
Piña menunjuk ke arah gumpalan lemak yang mengapung di atas minyak.
"Hoh, ini. Ini adalah sisa dari minyak hewan yang sudah dipanaskan, memang bisa dimakan, sih. Namun aku tidak menyarankannya karena ini terlalu berminyak."
Lemak hewan memiliki dua jenis molekul: asam lemak dan griserol. Keduanya merupakan senyawa yang diperlukan dalam pembuatan sabun.
Berbeda dengan yang ada pada makanan, asam lemak, khususnya lemak jenuh, jika dikonsumsi melebihi batas yang diperlukan oleh tubuh maka dia akan memicu beberapa penyakit serius, seperti sakit jantung hingga stroke.
"Hihhh! Ogah ah, aku gak mau jadi sakit-sakitan karena makan ini."
"Yah... selama kamu memahami pentingnya menjaga pola makan yang seimbang, maka resiko terkena penyakit serius bisa aja dihinsari."
Karena sebentar lagi mau hujan, jadi kami mulai bergegas untuk menyelesaikan pekerjaan kami yang sempat tertunda.
Dimulai dari melarutkan kalium hidroksida (KOH) yang bersifat basa ke dalam minyak untuk memicu reaksi saponifikasi. Setelah selesai dicampur, lalu tambahkan lemak hewan secukupnya ke dalam larutan yang telah berubah menjadi garam asam lemak atau sabun sederhana.
Sebenarnya, aku bisa memilih untuk tidak menggunakan kalium hidroksida (KOH) dan langsung mencampurkan kalium karbonat (K(CO)3) dengan lemak hewan untuk membuat sabun.
Akan tetapi, alkalisasi kalium karbonat (K(CO)3) itu lebih lemah jika dibandingkan dengan kalium hidroksida (KOH). Sehingga opsi ini pun aku tinggalkan.
"Butuh waktu berapa lama agar larutan pembersih ini dapat mengeras?" Tanya Piña sambil menuangkan larutan sabun ke dalam cetakan yang sebelumnya sudah aku buat.
"Kurang lebih satu hari. Besok, kita sudah bisa memakainya saat mandi."
"...Apakah ini aman untuk kulit?"
"Aman. Percaya saja sama aku. Kamu pasti akan menyukainya, Piña."
Di masa depan, ketika aku sudah menjadi cukup kaya untuk membangun sebuah pablik. Aku berencana akan membuat berbagai macam produk unggulan yang berkualitas tinggi dan menjualnya secara luas ke berbagai lapisan masyarakat yang di seantero negeri.
Yah, impian itu masih sangat jauh.
Lebih baik aku memfokuskan diri pada masalah yang lebih mendesak daripada menghitung anak ayam yang masih belum menetas.
...
