(…. Siapapun itu, tolong selamatkan kapal ini beserta Kapten yang saat ini bertanggung jawab atas ISF 77….strssss….)
"KAPTEN! TRANSMISI ITU TERPUTUS!"
"HUBUNGKAN KEMBALI DAN SEGERA CARI TAHU DARIMANA DATANGNYA!"
Di anjungan starship, kepanikan mulai terjadi setelah mendapat transmisi tiba-tiba yang diklaim sebagai transmisi dari AI ISF 77.
Anehnya, setelah mereka menerima transmisi itu, kontak dengan markas pusat mulai mengalami gangguan serius sehingga mereka mengalami putus kontak untuk beberapa saat.
Kapten yang tengah sibuk dengan apa yang mereka temukan hanya bisa berharap jika transmisi itu adalah benar-benar transmisi dari ISF 77.
Setitik harapan pun mulai datang di dalam pikiran Kapten ketika memikirkan tentang kemungkinan dimana ia bisa melihat beragam wajah bahagia dari para kru kapal yang telah terdampar entah berapa lama di sana.
"Viola, berikan sinyal transmisi balasan secara acak, arahkan sinyal ke frekuensi rendah!"
"Aye-aye Captain!"
Ketika Kepala telah men-setting sinyal dan siap untuk memberikan sinyal transmisi balasan, ia berjalan pelan menuju layar monitor control utama yang ada di anjungan dimana para kru kapal melihat Kapten bersiap untuk memberikan sinyal balasan.
"Disini Kapten James Wilson Martin, Kapten dari Starship 65 Federasi Mars UNSA. Siapapun yang menerima tranmisi ini, anda di perkenankan untuk memperkenalkan diri anda, kami adalah tim ekspedisi penyelidik yang dikirim oleh Federasi Mars, jangan ragu untuk memberitahukan keberadaan kalian, kami tidak akan menyerang kalian."
"Jika ini benar…"
...
Kaguya POV
("Jika ini benar sinyal yang anda pancarkan dari ISF 77, berikan kami Nomor Seri AI anda dan konfirmasikan siapa yang bertanggung jawab atas kapal anda.")
Saat ini aku merasa kalau sistemku akan hancur karena mendengar ini… bukan hanya mendengar, tapi mendapatkan video transmisi langsung yang datang suatu tempat dari galaksi yang terpencil ini.
Apakah ini namanya bahagia?
Aku tidak tahu, yang jelas aku merasa kalau sistemku akan melompat kegirangan ketika mendengar ini.
Di video itu seorang pria dengan pakaian militer dari Federasi Mars berusia mungkin sekitar 45 tahunan berbicara dengan penuh kewibaan membuatku ingin sekali berteriak meminta pertolongan sekeras mungkin kepada mereka.
[Kapten! Kita akan pulang!]
Aku berusaha menahan diriku dari kesenangan ini ketika memikirkan jemputan kami, namun aku harus tetap menahan diri sebaik mungkin, karena aku tidak bisa membiarkan kesempatan ini hilang begitu saja.
...
Di anjungan kapal setelah mengirimkan sinyal tranmisi balasan ke sebuah transmisi misterius yang mengklaim dirinya dari ISF 77, Kapten mulai memerintahkan salah seorang prajurit ke tata surya yang berjarak sekitar 89 tahun cahaya dari lokasi mereka dimana kru meyakini dari sana sumber sinyal itu.
Prajurit yang dikirimkan adalah seorang Kolonel yang sangat terlatih diberbagai situasi pertempuran, di dek peluncuran dimana pod ship yang akan dikemudikan oleh Kolonel itu telah menunggunya, seorang prajurit dengan baju armor futuristik dengan beragam fitur berjalan dengan aura mencekam di sekeliling tubuhnya.
"Jadi itukah, 'The Killer Cage' yang di bicarakan itu?'
Beragam kicauan mulai terdengar, beragam kru menatap ke arahnya tak ada satupun yang berani menghalangi jalannya seolah-olah dia adalah manusia paling berbahaya.
Kolonel itu dipersenjatai dengan plasma canon yang terintegrasikan dengan baju armornya serta visor full face memberikannya pandangan 360 derajat sehingga tak ada satupun celah buta yang membuatnya bisa disergap dari titik yang tak ia duga.
Namun apa yang justru menarik perhatian dari beragam kru adalah fakta bahwa baju besinya terlihat sangat mencolok bahkan terlihat sangat tidak sesuai dengan standar seorang prajurit UNSA maupun ISF.
Jirah Augmenter itu rumornya telah digunakan kolonel itu sejak peperangan di planet Vulcan beberapa waktu lalu, rumor yang lain mengatakan bahwa kolonel itu adalah seorang laki-laki haus darah perawan yang tak berdosa, rumor itu sedikit diperkuat dengan bagaimana brutalnya ia membunuh bahkan tak berbelas kasih pada para pemberontak di planet 89 yang pernah berperang dengan UNSA.
Mengabaikan beragam rumor dan bisikan yang mengelilinginya, ia berjalan menuju kokpit pesawat angkasa yang akan ia kendarai.
Saat yang berada di dalam kokpit, ia mulai melakukan konfigurasi sekali lagi dan bersiap untuk berangkat sesaat setelah instruksi dari kapten ia terima.
[Incoming transmission.]
("Kolonel Vrataski. Disini Kapten berbicara, misimu kali ini adalah melakukan penyelidikan terhadap sistem bintang yang kami curigai sebagai sumber dari transmisi itu berada, ingatlah, aturan dalam menyerang sangat diperlukan dan usahakan untuk menghindari kontak bersenjata yang tidak diperlukan, paham?")
"Understood."
("Baiklah, itu saja. Semoga berhasil, Kolonel.")
Sesaat setelah transmisi berakhir, Kolonel itu mulai menyalakan system kapal miliknya dan bersiap untuk pergi sesaat setelah air lock telah di aktifkan.
[Air lock has been engaged.]
"…"
Sesaat setelah pengunci pesawat mulai diaktifkan dan airlock yang terhubung antara dek dan hangar pun telah tertutup rapat, pintu peluncuran pun terbuka.
[Ejecting.]
Decouple yang mengunci pesawat pun terlepas dan pesawat pun mulai mengaktifkan mesin utama dimana ia mulai menjauh dari pesawat dengan cepat.
"Memulai warp drive."
Pesawat yang ia naiki pun mulai menghilang dari pandangan semua orang, meninggalkan Starship yang masih mengorbit di tata surya asing ini.
'Semoga kamu berhasil, Rita. Nasib ratusan nyawa di ISF Kaguya ada di tanganmu.'
Ucap Kapten James dari anjungan ketika melihat kapal yang dinaiki oleh Rita Vrataski telah pergi menuju tata surya itu, Kapten tidak bisa meresikokan ratusan nyawa di dalam Starship untuk mendatangi lokasi suar itu. Disamping itu, kemungkinan bahwa sinyal itu adalah jebakan juga tidaklah nol. Sehingga dia hanya bisa mengirimkan salah seorang prajurit terbaiknya untuk mengambil resiko itu.
...
Di sepanjang perjalanan Rita hanya memandang layar kontroller-nya dalam diam, ia tak memiliki satu pun harapkan dari perjalanannya yang cukup membosankan ini.
'Tak ada yang berubah sejak aku bergabung dengan ISF 15 tahun lalu.'
Ia memandang kedua tangannya yang di lapisi jirah ini, namun ia sangat tahu sekali apa yang ada di tangannya ini.
Tangan penuh darah dan penuh dengan dosa yang tak termaafkan semuanya ada disana.
Kenangan buruk akan selalu menghantuinya dan itu tidak akan pernah berubah, mau sampai berapa kalipun ia berusaha melupakan masa lalunya.
Tak bisa lari dari nasib yang telah membelenggunya selama bertahun-tahun, membuatnya mau tidak mau harus menjadi budak perang yang selalu diselimuti oleh kabar miring tentang dirinya.
'Fuck off.'
Mata gelap yang sangat mati dibalik helm full face-nya tak ada satu orangpun yang tahu apa yang ia lihat ataupun apa yang ia ekspresikan, dan itu akan menjadi warisannya sampai ia mati
...
Perjalanan Rita Vrataski yang menurutnya sangat membosankan itu mulai terasa berakhir segera ketika ia melihat situasinya, ia mulai mendekati solar system itu dan sepertinya tak ada yang aneh dari tata surya tersebut.
Tak butuh waktu lama ia pun menghentikan warp drive dan tepat saat ia sampai di tata surya itu, hal pertama yang ia lihat adalah kebosanan dimana hal yang ia harapkan atau apa yang ia duga justru berbeda jauh dari apa yang ia pikirkan.
Tak ada satupun tanda-tanda Arachne maupun kontak bersenjata yang akan menyerangnya, malah ia melihat bintang yang dengan tenang melayang di ruang hampa dengan planet-planet mengorbit dengan sangat damai di sistem bintang ini.
"Tak ada yang aneh disini."
Rita mulai mengarahkan kapalnya ke planet ketiga yang berada di tata surya ini, dengan mengandalkan ion engine, ia bisa menghemat bahan bakar untuk kembali ke kapal Starship karena ion engine hanya mengandalkan energy matahari namun kekuatan dari mesin ini tidak terlalu menakjubkan.
Saat ia mulai mengatur kecepatan ia perlahan menangkap sesuatu di radarnya, sedikit penasaran, Rita pun mulai menaikkan kecepatan kapal dan menuju ke sumber radar itu.
'Sebaiknya aku menjaga kecepatanku atau jika tidak aku akan jatuh ke planet itu.'
Melihat planet itu memiliki kesamaan dengan planet bumi, menjaga kecepatan orbit sangat krusial untuk mempertahankan posisi nya, jika ia terlalu lambat maka ia akan de-orbit dengan sangat mudah dan berujung jatuh ke planet itu.
Untuk saat ini Rita hanya bisa terdiam mengamati benda itu yang sedang mengorbit planet itu, dari bentuknya jelas bahwa objek itu merupakan spaceship milik ISF yang telah dirumorkan hilang sejak beberapa bulan yang lalu.
'Apa mungkin?'
Ia perlahan mulai mendekatkan pesawatnya ke kapal angkasa itu, hingga cukup dekat untuknya bisa melakukan manuver docking dengan spaceship tersebut.
'Tidak salah lagi…'
Ia melihat dengan jelas kalau ini adalah ISF 77 Kaguya yang telah hilang itu.
'Sudah berapa lama kapal angkasa ini terjebak di sini?' Tanya Rita kepada dirinya sendiri.
Tak ada jawaban saat ia mendekatkan diri ke port-docking yang ada di sisi kapal, Rita mulai melakuan docking dengan spaceship memberikannya akses ke kapal ISF 77 dengan sangat mudah.
[Akhirnya.]
Sebuah suara menggema di koridor kapal ISF 77 ketika Rita mulai berjalan menyusuri kapal hampa ini.
[Akhirnya kau datang! Terima kasih.]
"Siapa kau dan berikan identifikasimu?!"
Tegas Rita ketika suara gema itu mulai terasa menyebalkan di telinganya.
[Aku adalah Kecerdasan Buatan dari kapal angkasa ini, kau pasti Kolonel Rita Vrataski, legenda dari peperangan planet Vulcan yang masih hidup itu, bukan?] Ucap suara itu.
[Kolonel, aku mohon segeralah ke pusat medis! Ada keadaan darurat, aku butuh bantuanmu.]
Rita yang masih curiga hanya bisa mengamati sekitarnya dengan visor helm berusaha melakukan pemindaian sekitar dan memastikan tak ada yang akan menyergapnya.
Namun tak butuh waktu lama untuknya bisa menyadari kalau kapal ini benar-benar kosong, kecuali...
'Escape pods?'
Ia berjalan menuju medical bay yang terletak di buritan kapal, saat ia mendekati pods itu ia melihat dengan jelas apa yang ada disana.
'Mungkinkah ini yang tadi melintasi kapal kami saat berada di tata surya?'
Di dalam escape pods terdapat dua orang manusia berjenis kelamin wanita, mereka kembar, keduanya juga terlihat baik-baik saja untuk saat ini. Namun Rita masih belum bisa mengatakan apakah mereka benar-benar baik-baik saja atau tidak sampai ia bisa elakukan sesuatu terhadap status deep sleep keduanya.
Sejauh ini Rita masih harus mengumpulkan beragam informasi tentang kapal ini sebelum ia memutuskan untuk menyelidiki planet ini tentang adanya kemungkinan kalau para korban selamat berada di planet ini.
...
