.
Interstellar Nation Army Become a Merchenary
Chapter 16.1
Kota Pertama (Bagian 2)
.
.
.
Jika ada tempat di Kota Benteng Elgeroff yang dapat mengurangi kekecewaanku dan memungkinkanku untuk mengalami keindahan klasik serta elegan dari gambaran budaya asing, maka itu hanya terletak di distrik orang kaya yang terletak di bagian tengah utara kota benteng. Tempat itu memiliki beberapa jalan dan tembok pembatas yang memisahkannya dengan distrik luar yang lebih kumuh. Itu adalah tempat yang relatif lebih bersih dan tempat bagi 'orang-orang terhormat' tinggal.
Meskipun Elgeroff bukanlah kota terbesar yang ada di Kerajaan Bersatu Austinberg-Haurelia, orang-orang kaya yang tinggal di dalam kota benteng itu merasa bangga—mereka adalah orang-orang yang bebas dan mampu membayar pajak, memiliki pekerjaan yang layak di kota, dan mampu memiliki rumah yang layak di distrik tengah.
Hari ini, orang-orang terhormat itu sedang berdiri di balkon rumah mereka, beberapa dari mereka sedang mengeringkan bangkai makhluk hidup menyerupai ikan, serta mendiskusikan peristiwa acak yang baru-baru ini sedang terjadi dengan tetangga mereka yang ada di sebelah rumah. Meski posisi mereka agak jauh di atas balkon, namun berkat adanya peningkatan panca indra dari nanobot, aku mampu memperoleh beberapa informasi penting tanpa harus mendekati mereka.
Topik yang paling banyak mereka bahas adalah perang.
Kota Benteng Elgeroff dan daerah sekitarnya adalah tanah yng dipegang oleh Landlord Ferenc, dan wilayah Landlord Ferenc adalah wilayah yang memiliki perbatasan langsung dengan negara asing yang sepertinya sedang dilahap oleh api peperangan.
Ketika aku ingin menggalihnya itu lebih jauh, aku baru nyadari bahwa ada beberapa kata yang terdengar asing di telingaku. Meski begitu, aku masih bisa menangkap beberapa poin penting yang bisa saja aku gunakan di lain kesempatan.
Pertama, sekelompok orang yang diperkirakan merupakan para pengungsi yang berasal dari wilayah konflik, sedang ditampung di suatu tempat di wilayah ini. Ada juga rumor yang mengatakan bahwa wilayah ini telah terlalu banyak menerima para penggungsi daripada apa yang bisa mereka tampung. Sehingga otoritas setempat mulai mempertimbangkan untuk mengusir mereka jika seandainya jumlah mereka terus bertambah.
'Tidak ada makan siang gratis, huh?'
Berita mengerikan ini seperti kisah-kisah yang hampir selalu kudengar oleh para penyiar di televisi. Hampir setiap hari kami mendengar soal [Arachne] yang menyerang, membombardir, merebut, dan menjarah beberapa koloni-koloni manusia yang tersebar di seluruh sistem bintang yang dikuasai oleh Federasi. Mereka hampir seperti tikus, selalu menyerang selagi ada kesempatan dan kemudian menarik diri setelah puas mengacak-acak seluruh koloni yang sudah mereka kuasai.
Meski tak jarang bagi kedua belah pihak untuk berperang secara langsung dengan melibatkan banyak armada perang spaceship, namun skalanya tidak terlalu besar dan hanya terbatas di dekat sebuah planet atau di sekitar sabuk asteroid.
Ketika pikiranku sedang berkutak pada pengetahuan yang berasal dari tempat asalku, rombongan kami telah melewati beberapa rumah orang kaya dan mulai mendekati kediaman Zhave.
Terlepas dari betapa sulitnya kehidupan orang-orang miskin yang hidup di Kota Benteng Elgeroff, kediaman Zhave tampak selalu indah. Ini membuktikan bahwa Zhave berasal dari kelompok ekonomi menengah ke atas kerena sanggup membangun kediaman sebesar ini dari hasil jerih payahnya.
Haruskah aku mengatakan bahwa ini tidak adil? Entahlah, dulu sistem kapitalis juga awalnya dianggap sebagai sistem yang mampu menghilangkan batasan antara rakyat jelata dengan para bangsawan ketika peradaban manusia di masa lalu masih didominasi oleh monarki. Namun anggapan ini tidak bertahan lama semenjak manusia mulai mamasuki era revolusi industri di sekitar abat ke-16.
Ungkapan bahwa, 'Orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin bertambah miskin.' Bukanlah sekedar bualan semata. Bahkan setelah manusia mulai menjelajahi angkasa dan mulai mendirikan koloni mereka di bulan pada pertengahan abat ke-21, kapitalisme tetap menjadi racun bagi mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri mereka dengan perubahan zaman dan sekaligus madu bagi mereka yang mampu memanfaatkannya.
"Master! Master!"
Ketika kami melihat ke arah gerbang, kami melihat seorang anak perempuan yang kira-kira berusia tiga belas tahun yang terlihat berlari ke arah kami.
"Ah, Farena. Apakah kamu sehat-sehat saja? Maaf karena telah membuatmu khawatir. Aku yakin toko kita tidak mengalami masalah saat aku pergi, bukan?"
"Rena tidak berpikir begitu, tapi semua orang khawatir."
"Aku mengerti. Tidak apa-apa sekarang. Bagus kamu ada di sini. Tolong beri tau semua orang untuk mempersiapkan sambutan yang meriah untuk menyambut para tamu kehomatan ini. Aku sangat berhutang budi kepada mereka, jadi ayo kita beri mereka layanan terbaik sebagai bentuk rasa terima kasih kita."
"Baik, Master!"
Anak perempuan itu berlari kembali masuk ke dalam kediaman. Melihat bagaimana anak itu bereaksi, sepertinya Zhave sangat dicintai oleh orang-orang terdekatnya.
Setelah diizinkan masuk ke dalam mansion oleh para penjaga, seseorang yang terlihat seperti kepala pelayan lalu datang ke hadapan kami dan kemudian mengundang kami untuk masuk ke dalam rumah Zhave.
"Semuanya. Berhubung kita sudah sampai di rumahku, bagaimana jika kalian menyengarkan diri kalian di permandian yang ada di rumah ini? Saya yakin kalian pasti akan menyukainya."
Tidak memiliki alasan untuk menolak tawaran Zhave, kami lalu dituntun oleh kepala pelayan menuju pemandian yang berada di dalam mansion. Karena tempat ini memiliki beberapa tempat pemandian tersendiri maka tidak perlu bagi kami untuk bercampur di satu tempat—jadi teringat dengan pemandian air panas yang dulu pernah aku kunjungi sewaktu aku masih kuliah di Planet Bumi.
"Ah, nikmatnya. Ini pertama kalinya bagiku untuk masuk ke permandian mewah semacam ini." Ucap Ulazimir yang terlihat sangat menikmati waktu mandinya.
"Apakah ini kali pertamanya anda ke permandian?" tanyaku sambil meletakan pakaianku di ruang ganti. Setelah melingkari pinggangku dengan kain handuk, aku lalu pergi menuju area yang menyerupai kolam yang memiliki luas sekitar 12 meter persegi.
"Tidak juga, tapi ini adalah sesuatu yang sangat langka bagiku. Karena aku terlalu sibuk berdagang akhir-akhir ini sehingga aku sering lupa untuk memanjakan diri sekali-kali."
"Jadi, pada dasarnya anda adalah tipikal orang yang terlalu sibuk kerja sampai-sampai lupa untuk menghadiahi diri sendiri?"
"Saya tidak bisa menampiknya. Lagipula, dulu saya terlahir di keluarga yang serba kekurangan sehingga mau tidak mau aku harus bisa bangkit jika tidak ingin bernasib sama seperti orangtuaku."
Dari apa yang kudengar dari Ulazhimir, aku bisa menyimpulkan bahwa dia bukan jenis orang yang memperoleh kekayaan sejak lahir. Semua kekayaan yang dia peroleh saat ini merupakan hasil dari cerih payah yang dia keluarkan selama bertahun-tahun.
Tidak ada yang namanya instan, semuanya butuh proses. Begitulah makna yang ingin Ulazhimir sampaikan padaku.
…
