Chapter 0
Disclaimer:Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.
Naruto :The End?
Pair :Naruto x …?
Genre :Fantasy, Adventure, Action.
Warning :Typo, OCNaru, Alur berantakan.
Rate : M
" Halo " Berbicara
' Halo ' Batin
Syuuttttt!!
Duarrr!!!
Blaarrrrrrr!!!
Blaarrrrrr!!
''Hah.. hah.. hahh.''
Nafasku tersengal-sengal seperti memiliki penyakit asma, saat berusaha untuk Menghindari sebuah lesatan energi dengan kepadatan yang tinggi. Aku melihat kebelakang, dimana yang dulunya ada sebuah gunung tandus setinggi 2000 meter, kini lenyap tak bersisa setengah dari aslinya.
Saat merasakan bahwa akan ada serangan lagi, mengharuskan ku untuk melompat jauh kebelakang.
Darrr!!
Grooaaahhhhhh!!!
Pilihan ku untuk menghindar ternyata tepat, karena tempat ku berpijak tadi, kini sudah hancur dengan terciptanya sebuah kawah.
Dihadapanku ,kini terdapat sesosok makhluk dengan perwujudan seperti Singa dengan tubuh raksasa, namun memiliki sebuah Sayap yang membentang lebar dengan diameternya mencapai 15 meter, sebuah ekor dengan ujungnya seperti mata tombak, tanduk tunggal dikeningnya dan sebuah Kristal berwarna ungu dekat dengan tanduknya.
Mengedarkan pandanganku ke segala arah hanya untuk melihat bahwa banyak sekali, Lubang hitam yang mana jika aku masuk kedalamnya maka aku akan terlempar kesuatu dimensi. Pernah aku mencobanya sekali, dan alhasil tubuh ku serasa remuk semua dan berakhir terlempar kesini, bersama dengan monster sialan ini.
Sudah hampir 1 Minggu aku melawan Monster ini, dan bahkan masih belum selesai sampai sekarang ini. Pertarungan kami bisa dianggap seimbang satu sama lain, karena dia memiliki hampir semua apa yang aku miliki, seperti pola bertarung yang sulit diprediksi, Refleks yang begitu peka, kekuatan dengan daya penghancur tinggi, dan tubuh yang keras untuk ditembus.
Tetapi dia tidak memiliki satu hal dariku.
Yaitu bakat untuk menahan rasa bosan dan berusaha keras tanpa henti.
Ahhh.. itu dua hal.
Melihat bahwa monster itu mulai membuka mulut dan terkumpul suatu energi dengan amat cepat, lalu tanpa basa-basi langsung melesatkannya padaku, membuat ku harus bersiap-siap akan kemungkinan terburuk nya.
''Owww..Holly Shit.''
Karena kurangnya waktu untuk menghindar, membuat ku dengan cepat membuat HandSeal,setelah selesai lalu aku membanting kedua telapak tanganku ke tanah.
[KUCHIYOSE : GOJU RASHOMON]
Brak! Brakk! Brak! Brakk! Brakk!!
Seketika Dihadapanku, terciptalah lima gerbang dengan wajah iblis dan aura nya yang mencekam, bersiap untuk menahan serangan dadakan dari monster itu.
Syungggg!!!
Blaarrrrrrr!!!
Gerbang pertama hancur.
Syunggg!!
Blaarrrrrr!!
Blaarrrrrr!!
Blaarrrrrr!!!!
Gerbang kedua, ketiga dan keempat hancur total, sehingga hanya menyisakan pertahanan ku yang terkahir. Aku berkeringat dingin akan kekuatan penghancur dari monster itu, yang kini sudah berada dekat dihadapanku.
''Ughh.. Entah kenapa, semakin lama aku tahan energi monster ini, malah.. ughh... Semakin kuat.''
Bahkan dengan salah satu pertahanan terkuat pun, masih terasa begitu menyulitkan hanya untuk menahan serangan nya ini.
Krakk!!
Aku membulatkan mataku terkejut, melihat bahwa gerbang terkahir kini mulai retak, dan lebih mengejutkannya lagi ada air yang keluar dari mata gerbang iblisnya...Oyy, oyy, oyy.
''Wtf.. Siala-.. ''
Blaarrrr!!!..
Pertahanan terakhirku pun hancur, dan bahkan lesatan energinya masih belum berhenti, dengan terpaksa aku harus menahannya menggunakan kedua tanganku yang sudah dibanjiri dengan Chakra dalam jumlah besar.
Drttttt!!
Wushhh!!!
Angin besar dan lecutan-lecutan petir ungu, tercipta disaat aku menahan serangan dari monster itu, kekuatan dari monster ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Rambut Perak panjangku bergerak dengan liar karena angin yang begitu kencangnya, sebagian dari lecutan-lecutan petirnya bahkan ada yang mengenai tubuhku, hingga baju yang awalnya utuh kini hancur tak bersisa, dan selanjutnya mengarah ke celanaku.
''Oyy, oyy, oyy!!... Setidaknya sisakanlah celanaku sialannn!!.''
Grooaahhhhh!!
Kini tatapan ku teralihkan pada monster itu, yang kini mulai terbang dengan cepat kearahku, disertai dengan mulutnya yang mulai mengumpulkan energi lagi. Bahkan menahan yang satu ini saja begitu menyusahkan, dan dia berniat menambah nya lagi.
''Ughh.. Setidaknya bi-biarkan diriku i-istirahat lah.''
Jika seperti ini, aku tidak memiliki pilihan lain untuk menghadapinya, terpaksa aku harus menggunakan suatu Kinjutsu agar setidaknya bisa lebih unggul darinya, namun jika Kinjutsu ini gagal, maka nyawaku akan direbut paksa oleh Shinigami tanpa basa-basi.
Aku membuka mulut ku dan mengeluarkan sebuah uap dari sana, lalu aku menggertakan gigiku dengan kuat, sehingga yang awalnya uap biasa kini berupah jadi asap, lalu berubah jadi api merah yang menyala.
Mataku menatap tajam monster itu, yang kini telah melancarkan serangannya padaku.
Syuutttt! !!
Wussshhhhh!!!
''Aku, Ootsutsuki Naruto.
Mempertaruhkan seluruh nasibku di meja judi ini.
Menggunakan beberapa Chip untuk membuat taruhan yang putus asa.
Sebuah pertempuran yang tidak membuatku bersemangat.
Namun Gelisah akan kekalahan.
Dan keuntungan yang terduga adalah hal yang paling manis.''
[BANKAI]
Blaarrrr!!!
Serangan tersebut, dengan telak mengenai sasarannya hingga menciptakan ledakan yang begitu amat kuat, asap membumbung tinggi setinggi puluhan meter jauh ke atas langit sana.
Groaahhhhh!!!
Auman kemenangan terdengar jelas dari monster singa tersebut, beranggapan bahwa kemenangan sudah berada dalam genggaman nya.
Tetapi, bahkan dia tidak mengetahui bahwa makhluk yang sedang dia lawan, adalah.
Monster sejati.
Monster singa itu mulai terbang menjauh dari musuhnya.
''Oyy... ''
Singa itu menengok kebelakang sesaat setelah mendengar ada yang bersuara, didalam kepulan asap hasil ciptaannya yang masih tebal.
''Kau pikir mau pergi kemana?.''
Asap yang tadinya masih tebal, kini perlahan-lahan mulai terbakar dengan cepat hingga menciptakan api yang menyala-nyala.
Grrrr!!
Monster Singa itu menggeram marah kearah musuhnya yang masih selamat dari serangannya.
[KATON :...
Tidak ingin membuang-buang waktunya, Monster Singa itu kembali melesat cepat kearah musuhnya yang kini diselimuti oleh api yang masih membumbung tinggi. Kumpulan energi mulai tercipta kembali dari mulutnya dengan lecutan-lecutan petir, disertai dengan Kristal ungu dikeningnya yang kini ikut bersinar dan mulai memasok energi lebih banyak kearah serangannya, dia berniat menyelesaikan urusannya lebih cepat.
Syutttt!!
Wusshhhhhh!!
Udara terbelah karena tingkat kekuatan dari serangannya yang amat Dahsyat.
... TATSUMAKI]
Swwoooossshhhhhhhhh!!!
Tiba-tiba serangan dari Monster itu tertahan oleh sebuah Tornado api yang tercipta.
Wuussshhhhhh!!
BLAAAARRRRRRER!!!
DRRTTTTT!! DRRTTT!!.
Serangan dari Monster itu kini telah lenyap dimakan oleh api, Tornado api yang awalnya kecil, kini mulai membesar dan terus membesar hingga terus membesar hingga memenuhi daerah sejauh 250 Meter, tidak ingin terpanggang oleh panasnya api, Kristal ungu dikeningnya mulai bersinar kembali, Sayap lebar nya kini mulai membungkus bagian depannya.
Grooaahhhhhhh!!!
Bahkan dengan perlindungan semacam ini pun, masih membuatnya merasakan panas.
Tidak begitu lama, Tornado api pun berangsur-angsur mulai menghilang sepenuhnya.
Sejauh mata memandang, kini hanya terdapat tanah tandus yang masih terdapat api yang masih menyala.
Sayap lebarnya dia buka kembali, hanya untuk melihat bahwa musuhnya masih ada jauh di depan sana.
''Sudah saatnya menghentikan pertempuran ini.''
Kini diriku sudah berada dalam mode Bankai, rambutku yang awalnya berwarna perak, kini berubah menjadi merah menyala, Pupil mataku kini berwarna merah dengan kobaran api yang menyertainya, Jubah merah-hitam dengan ujungnya yang terbakar oleh api, dan celana hitam.
Saat ini, aku tidak boleh membuang-buang waktuku untuk pertempuran tak berguna ini, karena dalam mode ini aku tidak bisa terlalu lama, disebabkan pasokan Chakra ku yang kini sudah menipis.
Dengan cepat aku mulai berlari kearah monster itu yang juga melesat kearahku, jalur yang kupijak tadi kini meninggalkan bekas hangus terbakar.
Tangan kanan ku kini kutarik kearah belakang, dengan energi yang kini mulai menipis, kupaksakan dalam satu serangan tunggal ini harus menyelesaikan pertempuran ini, walaupun tidak akan semudah yang dipikirkan.
Nyala api mulai berkobar di tangan kananku, aku melihat bahwa monster itupun mulai melancarkan serangannya dengan berniat menyeluduk ku dengan tanduknya yang tajam dan panjang itu.
Saat sudah berada dalam jangkauan serangan Teknik ku, aku mulai melancarkan sebuah tinjuan dengan api yang kian menyala merah.
[DIVINE SMASH]
Blaaarrrrrrrr!!!.
Drrrttt!! Drttt!! Drtttt!!
Rooaaarrrrrrrrr!!!
Serangan kami saling berbenturan satu sama lain, lecutan-lecutan Api dan Listrik menyebar kemana-mana hingga menyebabkan kehancuran secara menyeluruh. Tanganku sudah bergetar sudah tidak kuat lagi menahannya, begitupun monster itu.
Blaarrrrrr!!!
''Agggrrrrrrhhh!!!...''
Karena kedua kekuatan yang begitu dahsyat saling berbenturan, menyebabkan terciptanya sebuah ledakan besar yang menghempaskan kami berdua kearah lubang hitam.
Mode Bankai yang aku gunakan sudah hampir mencapai batasnya.
Aku melirik kebelakang dimana adanya lubang hitam, aku mulai mengobarkan hampir semua dari Chakraku yang tersisa, untuk ditimpakan pada lubang hitam itu dan berharap dapat mengubah jalur lintasan dari perpindahan dimensi yang akan terjadi. Aku berharap bahwa dengan ditimpakan nya Chakraku, dapat mengirim diriku ke tempat yang terdapat kehidupan, seperti halnya ada Manusia.
Tubuhku kini sudah mulai masuk kelubang hitam ini, kobaran Chakra ku menyebabkan terjadinya suatu guncangan dan percikan-percikan petir yang tercipta.
Yahh.. Semoga aku berhasil tepat sesuai dengan dugaanku, karena jika aku gagal, maka Nasibku akan sesuai dengan judul diatas sana tanpa adanya tanda tanya (?).
.
.
.
T. B. C
Hallo~... Saya adalah Author baru.
Cukup sekian dari Chapter pembukaan ini.
Semoga menarik minat para Reader sekalian.
Silahkan berikan tanggapan dan saran dari kalian semua.
Jika cerita ini lumayan memuaskan bagi para Reader, maka saya akan tambah semangat dalam melanjutkan ceritanya.
Sekian dan Terimakasih~...
R
E
V
I
E
W
