Chapter 2
Disclaimer:Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.
Naruto :The End?
Pair :Naruto x …?
Genre :Fantasy, Adventure, Action.
Warning :Typo, OCNaru, Alur berantakan.
Rate : M
" Halo " Berbicara
' Halo ' Batin
Ughh.. Kebanyakan dari kehidupan ku hanyalah sekumpulan dari bermacam-macam keanehan yang hanya menambah sakit kepala.
''ufufu~... Bukankah kamu terlalu menggemaskan. ''
Aku hanya menatap perempuan psiko itu dengan datar, untuk mengetahui sifat alaminya tidaklah sulit bagiku. Bukan seperti ini adalah kali pertama aku berjumpa dengan seseorang semacan dia.
Tapi serius, haruskah aku bilang semua kejadian ini adalah anugerah atau semacam kutukan yang turun temurun, aku memang berhasil ke dunia dimana manusia berada, hanya saja dengan bonusnya yang agak menjengkelkan, yaitu keberadaan sekumpulan makhluk-makhluk bodoh yang disebut monster.
Aku hanya ingin tidur dan malas-malasan ...sialan!!.
''Kurasa kalian sudah mengetahui sedikit situasi yang telah terjadi disini?. ''
Secara jelas aku tahu Putri, situasi yang jelas-jelas menjengkelkan untuk diketahui.
Aku mengalihkan perhatian ku kesekitar ruangan, mewah dan nyaman jelas kentara terasa bagi kami..., atau mungkin hanya diriku seorang.
Pembicaraan serius bukanlah gayaku, itu hanya bisa membuatku selalu menguap hampir setiap menit.
Persetan jika kalian bilang aku adalah semacam kemalasan berjalan, setidaknya aku tidak merugikan orang lain ... sebagian kecil sih.
''Dan apa situasi jelasnya yang dialami oleh dunia ini, sehingga Kerajaanmu mendatangkan empat Pahlawan sekaligus?. ''
Sekedar info saja Raja Ksatria, aku tidak termasuk sebagai Pahlawan seperti yang kalian perkirakan ,aku hanyalah sekedar bajingan yang kebetulan nyasar ke dunia ini.
''Dunia ini sedang dilanda oleh bencana yang disebabkan oleh makhluk yang Disebut Void, kedatangan mereka belum jelas diketahui darimana asalnya. ''
Penjelasan dari sang putri memang terkesan agak singkat, tapi kukira kami selebihnya mengetahui inti dari semua penjelasan singkat tersebut.
Void, makhluk yang telah muncul entah darimana asalnya telah menjajah dunia ini, keberadaan mereka hanyalah sekedar menghancurkan segala suatu bentuk kehidupan.
Aman mengatakan jika keberadaan mereka hanyalah membuat kehidupan disini begitu sengsara merana.
Tapi memanggil Tiga Pahlawan dan satu bajingan untuk menangani Void ini, apakah memang sepadan?.
''Ke-kejadain i-ini, sudah berlangsung be-berapa lama Putri?. ''
Yahh... pertanyaan bagus namun agak gugup darimu gaki.
Pandangan sang putri dialihkan pada kami semua dalam tatapan keseriusan yang memang cocok baginya.
''245 tahun lamanya ini semua telah terjadi, dalam tindakan putus asa inilah kami memanggil kalian untuk membantu kami, setidaknya mempertahankan kewarasan kami. ''
Kulihat pandangan semua orang begitu merenung, tidak termasuk bagiku dan psikopat itu.
Nah, kurasa kini bagian ku untuk bertanya.
''Apakah cukup hanya memanggil kami berempat? dan bagaimana tingakatan kekuatan yang kalian tempelkan terhadap para Void ini?. ''
Raja ksatria atau namanya adalah Arturia Pendragon mengangguk setuju akan pertanyaan ku, membuktikan bahwa ini adalah informasi yang sangat penting untuk kami ketahui.
''Untuk yang terlemah kami hanya memberinya dengan bintang 1, sampai yang selanjutnya bintang 7 dan...?. ''
Haruskah ada sebuah jeda, untuk memberikan efek yang begitu mendramatisir. kenapa tidak langsung disebutkan saja sekalian.
''... Tingkat END. ''
Pemandangan kebingungan dari mereka hanya membuatku malah ikutan bingung juga, tingkat END ini memang terdengar agak merepotkan jika diberitahukan dalam penamaanya.
''Ufufu~... walaupun begitu, bagaimana tingkatan kami jika dibandingkan dengan Void, apakah kami kuat secara jelas di duniamu ini?. ''
Kalian tahu siapa yang mengajukan pertanyaan tersebut.
Altair hanya bisa menghela nafas lelah, yang kurasa tidak cocok bagi sosok tegasnya.
''Untuk hal itu kami belum bisa mengonfirmasikan nya secara tepat, karena kami tidak memiliki alat yang ada untuk pengukuran tersebut. ''
Altair mulai bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dekat jendela, tatapannya bisa kuketahui begitu lelah.
''Namun, jika dilihat dari item yang kami gunakan untuk memanggil kalian, kurasa kalian berada pada tingkat Bintang 5 atau 6, yahh itu hanya tebakan kasar saja.''
Sungguh jawaban yang tidak pasti darimu putri.
Tapi jika aku rasakan kekuatan para Void ini dengan sensor ku, maka tahapan mereka bagiku memang kuat tapi tidak terlalu kuat bagiku... mungkin.
Mempertahankan kewarasanku itu penting loh, jadi aku harus beranggapan bahwa para Void ini hanyalah sekumpulan camilan di siang hari.
''Sungguh jawaban yang begitu ambigu. ''
Setuju dengan pendapat mu Art-chan, cara pola berpikir seorang Raja memang berbeda dari kebanyakan orang.
''Ja-jadi bagaimana ka-kami harus menangani Void i-ini. ''
Tatapan Altair di arahkan pada kami semua, tatapan yang begitu intens seakan-akan apa yang akan dia ucapkan sekarang ini adalah sebuah penyataan yang begitu serius.
''Kalian berpencarlah menuju kearah empat mata angin, disetiap titik tertentu suatu penjuru terdapat mitos bahwa ada sebuah Artefak mitos. ''
''Dengan kata lain, kami harus mengambil semua Artefak tersebut dan menyerahkannya pada kalian... Betapa indahnya. ''
Kurasakan semua tatapan menghujat dilayangkan padaku, hei aku hanya berpikir seperti selayaknya bajingan otodidak.
Kalian tahu, tatapan kalian hanya akan membuat bajingan ini merasa malu.
''Hahh... kurang lebih seperti itu, jika mitos tersebut terbukti benar, maka kami akan mengabulkan semua permintaan kalian sampai batas tertentu. ''
''ufufu~... batas tertentu yahh, sebatas apa?. ''
''Sampai batas menghidupkan kembali orang mati .''
Mereka bertiga terhenyak saat mengetahui batas permintaan yang dapat dikabulkan oleh Altair, menghidupkan orang mati dari alam kematian adalah hal tabu dan begitu terlarang .
Tapi... Sejak kapan manusia dapat menolak godaan tersebut.
''Ufufu~... menarik. ''
''Menghidupkan orang mati, kah... Baiklah aku setuju. ''
''a-aku juga setuju. ''
''...''
''...''
''...''
''...''
Menjadi bahan tatapan perempuan cantik memang dapat membuat kebanyakan laki-laki merona tak terhankan... Tapi sayangnya aku hanyalah seorang bajingan.
''Ngikut ajalah. ''
Semua perempuan hanya mengangguk setuju akan jawabanku, walaupun dengan enggan sebenarnya.
''Arturia Pendragon, keselatan adalah tujuanmu dan temukanlah Sebuah Artefak Pedang Mythic .''
Arturia menggangguk setuju.
''Kurasa pencarian ini memang cocok denganku. ''
''Tokisaki Kurumi, Utara adalah tujuanmu dan temukanlah Artefak Senapan Mythic.''.
''Ufufu~... Sepertinya Artefak ini memang cocok dengan setiap dari senjata yang kami gunakan. ''
Altair mengangguk setuju akan ucapan dari perempuan psiko itu.
''Dan timur adalah tempat yang akan dituju oleh Kaede honjou, temunkanlah Artefak Perisai mythic .''
Bocah itu hanya mengangguk kebingungan namun berani, tapi seriusan... orang waras mana yang melepaskan seorang anak kecil ke alam liar.
''Dan untukmu Ootsutsuki Naruto, keBarat adalah tujuanmu dan temukanlah... ''
Aku benci jeda ini.
''Sebuah busur, panah atau tombak kan?. ''
''... Artefak Kitab Mythic .''
Aku hanya bisa sweatdrop saat mendengar apa yang harus aku cari.
Kenapa hal yang aku cari berbeda dari mereka.
Tidak menginginkan hal semacam ini, lantas aku mengangat tanganku.
''Bisakah aku ganti tujuan?. ''
''Baiklah, persiapkan diri kalian dengan perbekalan yang telah kami sediakan. ''
''Oi... Jangan abaikan aku!!. ''
''Karena perjalanannya akan memakan waktu lama, jadi kami sudah menyiapkan perbekalan yang cukup.''
''Setidaknya tanggapilah ucapanku oi!!!. ''
''Aku percaya pada kekuatan kalian semua bahkan tanpa adanya tim pendukung dari kami. ''
''Apakah begitu sulit untuk menanggapi ucapanku!!. ''
''Musnahkan para Void dalam setiap perjalanan dan bantulah yang membutuhkan, semoga para Dewa memberkati kalian. ''
Kepalaku mulai tertunduk lemas karena diabaikan.
''Persetan dengan kalian!.''
TBC...
Semoga Chapter ini tidak mengecewakan bagi para Reader sekalian.
Silahkan berikan tanggapan dan saran dari kalian semua.
Jika cerita ini memuaskan bagi para Reader, maka saya akan tambah semangat dalam melanjutkan ceritanya.
Sekian dan Terimakasih~...
R
E
V
I
E
W
