My Famous Husband Jung
by LadySinner_25
.
.
.
.
.
Di pagi berikutnya, Jaejoong sedang berjalan di koridor sekolah dan dia menyadari bahwa para siswinya membawa majalah ditangan mereka dan mereka terkikik melihat salah satu halamannya. Dia bertanya-tanya apa yang sangat menarik di majalah itu hingga mereka lebih memilih untuk melihatnya daripada mengecek buku catatan mereka pagi-pagi.
Ketika sampai di kelas, dia melihat Tiffany dan kawan-kawannya yang suka berbuat iseng kepadanya. Dia menjumpai kondisi yang sama terjadi pada Tifanny and the gank, majalah dan bahkan dia melihat Tifanny mencium salah satu halaman majalah tersebut. Melihat hal tersebut hanya membuat Jaejoong mengendus diam-diam.
Jaejoong melihat keseluruh ruangan kelas dan teman yang dia punya hanyalah Changmin tetapi sepertinya dia belum datang. Dia duduk di bangkunya, membuka buku tebalnya yang menyimpan foto suaminya secara tersembunyi. Teman-teman sekelasnya berfikir dia adalah nerd yang sesungguhnya karena dia selalu membaca buku, tetapi hal kecil yang tidak mereka ketahui adalah kalau sebenarnya buku tersebut berisi kumpulan foto-fotonya bersama sang suami. Sebelum Jaejoong dikejutkan oleh teriakan Tiffany.
"Oh My God! Kau lihat perutnya yang kotak-kotak seperti coklat? Dia sungguh HOT!" Tiffany mengipasi dirinya sendiri seolah-olah dia akan pingsan sungguhan.
"Yeah! Dia sungguh keren!" Taeyeon menyetujui.
"Aku yakin dia sudah mempempunyai seorang kekasih (perempuan)!" kata Yuri tetapi yang dia dapat adalah tatapan membunuh dari Tiffany.
"Andwae! Jika dia punya kekasih aku yakin aku lebih cantik darinya" Tiffany merapikan poni rambutnya dan mencibilkan bibirnya sambil berkaca di cermin yang ada ditangannya. Jaejoong hanya bisa memutar matanya. Dan kemudian dia melihat Tiffany yang berjalan menuju ke arahnya.
"Hey cupu! Kau sudah datang!"
"Apa yang kau mau?" Jawab Jaejoong dengan nada dingin. Dia tidak mau menghabiskan waktunya dengan yeoja pelacur itu.
"Kau mau melihat isi majalah ini?" Tiffany menggerak-gerakan majalah didepan wajah Jaejoong. Taeyeon dan Yuri menertawakan apa yang dilakukan ketua gengnya.
"Apa itu?" Jaejoong menggerakan alisnya keatas, penasaran.
"Lihatlah sendiri!" Jaejoong akan mengambil majalah dari Tiffany tetapi yoeja itu malah melemparkannya ke pintu, dua setan saudara pelacur itu tertawa lagi saat melihat Jaejoong mengambil majalah itu. Dia membuka setiap halaman majalah dan mulutnya terbuka lebar saat melihat abs sempurna Yunho yang tersaji di majalah.
'He's really hot! Yunnieku sungguh keren!' Jaejoong membatin. Saat dia akan membuka halaman berikutnya, tiba-tiba Tiffany mengambil majalahnya kembali.
"Sudah cukup! Aku tidak ingin My Yunho menjadi obyek kesenangan oleh seorang kutu buku"
'Apa yang dia bilang? My Yunho?' Jaejoong sangat ingin menyumpal mulut yeoja itu tetapi dia berusaha untuk menahan dirinya dan lebih memilih kembali ke bangkunya semula.
'Sejak kapan Yunho menjadi miliknya?' Jaejoong kembali melihat kearah mereka dan tanpa sadar dia tersenyum sendiri. 'Setidaknya aku punya Jung Yunho yang asli yang menungguku di rumah dan tidak di majalah'.
"Kau tersenyum sendiri lagi hyung!"
Jaejoong memutar kepalanya dan dilihatnya Changmin sedang memakan sebuah waffle.
"Dan kau makan lagi!"
Changmin menganggukan kepalanya setuju. "Kau tahu aku suka makanan hyung!"
"Kau tidak perlu mengatakannya padaku. Itu sudah terlalu jelas Minnie!"
"So . . . Kenapa kau tersenyum sendiri? Apa ini tentang Yunho hyung lagi?"
Jaejoong menganggukan kepalanya. Hanya Changmin yang tahu siapa dia sebenarnya. Karena Changmin adalah sepupu Yunho dan tidak seorang pun tahu mengenai hal itu juga! Changmin tidak ingin menimbulkan kegemparan di kelasnya setiap pagi hanya untuk dimintai tandatangan sepupunya oleh fansnya yang gila.
"Ugghh! Dia mendapat banyak perhatian dari para yeoja sekarang hyung, tidakkah kau cemburu?"
Jaejoong tersenyum kepada Changmin dan menggelengkan lepalanya. "Anio".
"Ya. . . Sepupuku itu sudah seperti orang bodoh yang sedang jatuh cinta, dia sangat mencintaimu. Bahkan kalian sudah hampir 3 tahun menikah."
"Dan aku sama bodohnya dengan dia".
"Aku bisa melihatnya! Bahkan dia memintaku untuk menjagamu disini, kau tahu aku tidak begitu ingin mendaftar di sekolah ini? Tapi dia meminta Appa dan Eomma dan menyuapku dengan persediaan makanan selama setahun. Siapa aku untuk menolak tawaran itu?"
Jaejoong melebarkan matanya. Dia tidak tahu semua yang dikatakan Changmin. "Dia melakukan itu semua?"
Changmin tergagap. Dia sadar kalau dia telah membeberkan sebuah rahasia kepada Jaejoong. Dia yakin Yunho akan membunuhnya.
"Minnie?"
". . . . ."
"Yah!" Jaejoong menatap Changmin sekarang dan yang ditatap menelan ludahnya. "Katakan padaku, apa itu benar?"
Changmin menganggukan kepalanya. "Hyung, jangan bilang Yunho hyung mengenai hal ini! Aku yakin akan mati!"
Jaejoong menyeringai. "Jangan khawatir Minnie, dia punya hukumannya sendiri nanti"
Changmin hanya bisa merinding membayangkan hukuman seperti apa yang akan diterima Yunho nanti. Bagaimana takdir saudara sepupunya nanti, ada ditangan Jaejoong.
"Tunggu aku Jung!" Dan Jaejoong menegakkan badannya di bangku yang dia duduki berbarengan dengan guru yang datang untuk pelajaran jam pertama.
.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan Jaejoong masih berada di ruang makan menunggu Yunho untuk pulang. Dia telah memakan makan malamnya tetapi belum ada jejak Yunho datang ke rumah. Dia menghentakan kakinya saat berjalan menuju tempat tidur mereka.
'Kau akan mendapatkannya nanti Jung, kau bahkan tidak repot-repot untuk menghubungiku hari ini!' gerutu Jaejoong. Dia naik ke atas tempat tidur dan berusaha untuk tidur tanpa suami disampingnya karena dia masih ada sekolah esok hari. Dia berbalik kearah lainnya untuk melihat jam. Jam menunjukan pukul 9.30 dan Yunho belum pulang juga. Dia menutup kedua matanya dan merelaxkan pikirannya agar dia bisa tidur dan tidak butuh waktu lama dia sudah berjalan-jalan di Neverland.
Yunho mengecek jamnya dan menunjukan pukul 1 dini hari. Dia baru sampai di rumah. Dia yakin istrinya sudah tidur sekarang. Dia membuka pintu rumah pelan-pelan dan melepas sepatunya dan menggantinya dengan slippers favorit Jaejoong yang ada gambar gajahnya. Pelan-pelan dia berjalan menuju kamar tidur mereka dan membuka pintunya. Dengan berjinjit, berhati-hati supaya tidak membuat suara gaduh. Dia melihat istrinya tidur dengan punggung yang menghadap kearahnya. Dia berjalan berjinjit lagi menuju tempat tidur dan terkejut saat Jaejoong tiba-tiba berbalik untuk menatapnya tajam.
"Woaahh. . . Sayang!" Yunho segera diam saat dia melihat aura gelap yang dipancarkan Jaejoong.
"Jam berapa sekarang Jung?"
"Ummm. . . Jam 1 pagi sayang!"
"Aku tahu! Idiot!"
Yunho menelan ludah dan berdiri ditempatnya seperti anak anjing yang hilang.
"Bukankah sebelumnya kau bilang akan berusaha untuk pulang tidak terlalu larut?"
"Ummmm. . . Sayang aku minta maaf, Direktur Choi berulang tahun hari ini jadi kami bersenang-senang sebentar dan aku diam-diam pergi keluar untuk pulang!"
"Hmmmm. . . Bersenang - senang? KAU BERSENANG - SENANG SEDANGKAN AKU DISINI MENUNGGUMU?" tanya Jaejoong dengan berteriak.
Yunho kembali terkejut dengan teriakan Jaejoong kepadanya. Dia tahu istrinya itu kadang-kadang bisa menjadi sangat menakutkan.
"Tapi aku sudah ada disini sayang! Seperti yang kau lihat!" Yunho berusaha memberikan senyumannya yang terbaik tetapi yang dia dapat hanyalah tatapan yang mematikan. Jaejoong membuatnya merinding.
"Apa kau tahu kau mempunyai seorang istri JUNG?"
"Pastinya sayang! Aku mempunyai istri yang cantik! Aku tahu itu."
"Jangan panggil aku sayang!" Jaejoong bangun dari tempat tidur dan Yunho gugup melihatnya. Jaejoong memegang dagunya dan menyeringai. Kemudian Jaejoong mulai mencium leher Yunho dan berhasil membuat suaminya menelan ludah. Jaejoong melingkarkan tangannya ke leher Yunho dan Yunho menggerakkan tangannya ke pinggulnya. Tetapi ditampik oleh Jaejoong.
"Ouch! Sayang?" Yunho mencoba semampunya untuk tidak menggerakkan tangannya atau dia akan mendapat tampikan lagi.
Jaejoong menggerakkan tangannya didalam kemeja Yunho sekarang. Yunho mulai terangsang. Dia melenguh saat Jaejoong mencubit nipplesnya. Dia bisa merasakan kalau juniornya mulai bangun sekarang. Jaejoong mencium dadanya dan tangannya pelan-pelan mulai memegang junior Yunho.
"Hmmmm. . . Sayang!" Yunho mendesah dan Jaejoong menyeringai.
"Apa kau mengirim Changmin ke sekolah hanya untuk menjagaku Yunnie?"
Yunho melebarkan matanya sedangkan Jaejoong melanjutkan mencium dadanya. Yunho pelan-pelan menjadi gila karena juniornya sudah keras dan Jaejoong tidak ingin disentuh.
"Ahhhh. . . siapa yang bilang itu sayang?"
"Changmin tentunya!" Jaejoong mencium leher Yunho lagi dan menghisapnya, membuat Yunho mengerang.
"Ya Tuhan Sayang! Hentikan! Berhenti menyiksaku?"
"Kenapa? Kau tidak menyukainya?"
"Aku menjadi keras sayang! Tolong aku!" Yunho mengiba.
"Bagus!" Jaejoong menyeringai lagi.
"Huh?"
"Kau bisa keluar sekarang!"
"Mweo?" Yunho membelalakan matanya saat melihat Jaejoong kembali keatas tempat tidur.
"Keluar! Kau akan tidur di sofa!" perintah Jaejoong.
"Sayang! Aku mohon!" kembali Yunho mengiba.
"Bukan sofa di kamar ini, sofa yang ada di ruang tamu!"
"Tapi itu terlalu kecil untuk ku!"
"Well. . . sesuaikan dirimu sendiri!"
"Kau sungguh kejam sayang! Jangan lakukan ini!" Yunho mencoba membujuk istrinya tetapi tidak mendapat respon. Jaejoong sudah membaringkan tubuhnya dan menghadap kesisi lain kamar mereka.
Yunho tidak punya pilihan selain mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih nyaman dan mengambil bantalnya, keluar dari kamar. Dia akan tidur di sofa malam ini. Uggggh!
Pukul 5 pagi, Jaejoong sudah bangun. Sesungguhnya dia tidak bisa tidur tanpa suami disisinya jadi dia keluar dari kamar dan mengintip suaminya di ruang tamu. Apa yang dia lihat melumerkan hatinya. Yunho tidak tidur di sofa tetapi dia tidur diatas lantai yang berkarpet dan tanpa selimut. Dia melihat bagaiama tubuh Yunho bergetar kedinginan dan dia merasa hatinya luluh sekali lagi.
Tanpa berpikir panjang, Jaejoong lari kembali ke kamarnya dan mengambil bantalnya dan selimut. Pelan-pelan dia berjalan menuju suaminya yang kedinginan dan menempelkan dirinya ke lengan Yunho. Yunho terbangun dari tidurnya dan membuka kedua matanya dan mendapati istrinya yang memandanginya dengan sayang. Yunho tersenyum dan mendapatkan ciuman dari Jaejoog.
"Maafkan aku sayang, aku tidak akan melakukannya lagi!" Yunho meminta maaf. Jaejoong menganggukkan kepalanya, memaafkan sang suami. Kemudian Yunho memeluknya erat.
"Kau tidak bisa tidur?" tanya Yunho. Sekali lagi Jaejoong menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu menempelkan dirinya sendiri kedada Yunho yang nyaman. Yunho hanya tertawa kecil melihat kelakuan istrinya.
"Kau bisa tidur sekarang sayang! Saranghae!" Yunho mencium kening Jaejoong dan mendengar suara lirih istrinya.
"Nado Saranghae Yunnie".
Akhirnya mereka tidur kembali diatas lantai berkarpet. Meskipun tidak terlalu nyaman mereka tidak peduli selama mereka berada disisi masing-masing, merasakan kehangatan yang mereka punya.
.
.
.
.
.
tbc
.
.
.
.
.
Editor's Note :
Hey datang lagi bawa ch 2. Special di YunJae's Day..
Di fic aslinya ch 1, 2 & 3 pendek2. Dan karena byk yg bilang ch 1 pendek, well... disini saya gabungin ch 2 & 3 biar jadi lbh panjang. Selanjutnya kalau memungkinkn utk digabung akn saya gabung. Kalau tidak ya ngikut fic aslinya.
n saya lupa.. ini fic MPREG!
Thanks udah baca, follow dan favoritin nie fic..
Dan yang terakhir.. HAPPY YUNJAE DAY!
Hari ini ditanggal yang sama 5 Februari, 29 tahun lalu adalah hari dimana Yun appa berpisah dengan Jae eomma di surga. Tetapi sehari kemudian mereka berdua kembali hidup bersama di bumi.
Semoga cinta YunJae tidak pernah padam.. dan kita semua bisa saling menghormati, menghargai dan saling menyayangi.
Love all my YJS chingudeul ~~~ ^^
