My Famous Husband Jung

by LadySinner_25

.

.

.

.

.

Jaejoong duduk dengan nyaman dibangkunya sambil mendengarkan suara sang suami dari iPod miliknya. Tak lama berselang geng Tiffany mendatanginya dan mengambil iPod dari tangannya. Dia melihat Tiffany menyeringai padanya dan ke kedua rubah betina lainnya, Taeyeon dan Yuri. Jaejoong menahan napas dan berusaha untuk menahan amarahnya. Sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu untuk berkompromi dengan yeoja-yeoja genit disekitarnya sekarang.

Tiffany memasang headphone dikedua telingannya dan terkejut saat mendengar lagu yang sedang diputar di iPod Jaejoong. Dia menyeringai lagi ke Jaejoong dan Jaejoong hanya bisa melipat kedua lengannya didepan dada.

"Kembalikan iPodku Tiffany!" Kata Jaejoong dengan nada dingin tetapi yeoja genit itu tidak menghiraukannya.

"Oh! No way! Biarkan aku mendengar suara Yunho oppaku dulu!" Tiffany menutup mata, meletakkan kedua tangan di headphone dan mulai menganggukan kepala mengikuti alunan musik dari pemutar musik tersebut.

Jaejoong ingin sekali mengambil iPod dan melemparkannya ke wajah yeoja itu tapi dia menahan dirinya karena dia masihlah seorang pria yang tidak akan berbuat kasar terhadap seorang wanita. Taeyeon dan Yuri menarik Tiffany kembali kebangku mereka dengan membawa iPod Jaejoong.

Guru datang dan Jaejoong mendapati Changmin berjalan dibelakangnya. Dia melihat kearah Tiffany lagi tetapi yeoja genit itu terlalu menikmati musiknya sampai tidak menyadari kalau dia tengah diperhatikan oleh guru mereka.

"Nona Hwang berikan iPodmu, tidak tahukah kamu peraturan disekolah? Tidak ada gadget atau handphone diperbolehkan didalam kelas saat ada guru. Ambil iPodnya nanti di kantor saya. Sekarang saya sita."

Tiffany menghadap ke Jaejoong dan mempoutkan bibirnya, tetapi dalam penglihatan Jaejoong mata yeoja itu berbinar bahagia.

"Mianhae!" kata Tiffany dengan nada mengejek, sedangkan dua setan saudaranya ikut tersenyum mengejek. Jaejoong menggertakkan giginya. Para yeoja genit itu sungguh tahu bagaimana membuatnya jengkel.

Changmin yang duduk disamping Jaejoong menyiku lengannya. Jaejoong menoleh kearah Changmin dan mendapati sepupu suaminya itu menautkan alisnya. "Bukan kah itu iPod Yunho hyung?"

Jaejoong menghela nafasnya lalu menganggukan kepalanya.

"Kau ingin aku melawan yeoja genit itu hyung? Biar dia tahu dengan siapa dia berurusan". Changmin menatap tajam punggung Tiffany. Jika dengan sebuah tatapan dapat membunuh seseorang dapat dipastikan Tiffany dan teman-temannya sudah terbunuh sekarang.

"Jangan habiskan energimu untuk mereka, dia hanya mencari perhatian karena hanya itu yang bisa dia lakukan. Oh ya. . . ingatkan aku untuk mengambil iPod itu nanti di kantor."

"Baik hyung! Tapi tidakkah kau ingin mengatakannya kepada Yunho hyung mengenai hal ini?" Changmin merendahkan suaranya.

"Mengatakan apa Minnie?" Jaejoong balik bertanya.

"Mengatakan kepadanya kalau kau melalui waktu yang berat di sekolah!"

"Mengatakan kepadanya dan terus apa? Apa kau ingin sekolah ini menjadi arena konser? Tentu aku tidak akan mengatakan kepadanya. Hanya akan ada keributan besar jika hal itu terjadi." Jaejoong mulai mencatat setelah monitor dinyalakan oleh guru.

"Baiklah kalau begitu!" Tak ada suara lagi dari Changmin dan dia juga mulai mencatat.

.

.

.

Yunho sedang latihan saat dia diganggu oleh suara ketukan pintu dan dia melihat BoA berjalan menggoda ke arahnya. Yunho menyeringai. Yeoja satu ini memang tidak pernah letih menggodanya walau dia tahu kalau Yunho sudah beristri. Dia selalu menemukan cara untuk membuat sesuatu menjadi sulit. Yunho mencoba bersikap baik tetapi caranya menggoda membuat Yunho iritasi, jadi sebisa mungkin Yunho tidak mau berhubungan dengan yeoja itu kecuali jika berhubungan dengan pekerjaannya.

BoA adalah penyanyi yang bagus dan seorang dancer juga, tetapi hanya itu karena Yunho tidak pernah tertarik kepada yang lain kecuali Kim Jaejoong. Dia hanya melihat istrinya. Dia merasa BoA sedang menatapnya dan dia tersenyum kepadanya.

"Yunho-yah. . . bisakah aku minta tolong padamu?" Yunho menganggukan kepalanya malas. Kemudian yeoja itu berjalan mendekati Yunho dan merangkulkan tangannya ke bahu Yunho.

"Bisakah aku memintamu untuk menjadi partner danceku di MKMF award yang akan datang?" Yunho menautkan kedua alisnya. Ini yang selalu dihindari olehnya, bekerja sama dengan BoA terutama saat yeoja itu selalu meminta manajemen untuk memasangkan dengan dirinya dan melakukan sexy dance. BoA selalu melakukan itu untuk menggodanya. Yunho mendesah tidak suka.

"Tidak apa-apa Yunho. Aku bisa meminta Mr. Lee untuk membatalkannya. . ."

Nah itu dia! Selalu begitu, BoA selalu menggunakan kekuasaannya untuk mempengaruhi big boss mereka dan Yunho tidak berada ditempat dimana dia bisa menolaknya. Satu hal yang mengganggu bagi Yunho adalah Jaejoong. Istrinya itu tidak mau dia bekerja sama dengan BoA karena dia merasa kalau yeoja itu sedang menggoda suaminya.

"Aku tidak pernah bicara seperti itu BoA. Aku bisa menjadi partner dance kamu jika manajemen yang menginginkannya." Bisa dilihat oleh Yunho seringai BoA untuknya dan digelengkanlah kepalanya. Ini tidak mungkin untuk Jaejoong tidak melihat malam perhargaan yang prestisius dan dia yakin istrinya akan marah jika dia mengatakan kalau dia akan tampil dengan BoA.

"Gomaweo Yunho-yah." BoA tersenyum padanya dan Yunho terkejut saat BoA mendekatkan kepalanya dan memberikan ciuman dekat dengan bibir Yunho. Yunho ingin mendorong yeoja itu tapi dia tahu dia bukanlah orang yang seperti itu. Dia masih menghargai kata 'profesionalisme' tetapi dia juga tahu kalau BoA mengambil keuntungan tersebut untuk dekat dengan dirinya lagi setelah sekian kali gagal untuk memdekatinya. Dia harus lebih hati-hati kali ini, demi istrinya.

.

.

.

Yunho lelah setelah latihan hampir selama 4 jam tanpa henti. Dan ketika dia pulang waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Dia bertanya-tanya apa yang dilakukan istrinya saat ini, dia pasti sudah tidur, pikirnya.

Dia berjalan dengan pelan menuju ruang tamu setelah melepas sepatu dan jaketnya. Dia akan menuju kamar tidur mereka ketika mendapati lampu di dapur masih menyala dan dilihatnya sang istri sedang tidur. Kepala diatas meja dengan kedua tangannya yang ditekuk menjadi bantal. Hati Yunho meleleh melihat pemandangan itu. Jaejoong pasti sedang menunggunya karena makanan diatas meja sepertinya belum tersentuh sama sekali.

Perlahan Yunho berjalan menuju namja cantik yang tengah tidur dan dengan hati-hati menggendongnya bridal style menuju sofa terdekat di ruang tamu.

Jaejoong terbangun didada Yunho dan pelan-pelan mengangkat kepalanya, menatap suaminya. Jaejoong mengucek matanya yang masih mengantuk dan mencibilkan bibirnya kepada Yunho yang membuat idola seantero Korea itu terkikik.

"Kau terlambat lagi Yunnie!" Yunho mencium bibir mancung Jaejoong. Jaejoong berdiri dan duduk dipangkuan Yunho.

"Aku minta maaf sayang, aku sedang mempersiapkan musik video terbaruku dan latihan di studio. Aku tidak pernah ingat waktu. Kau belum makam malammu?" Yunho mencium kening Jaejoong sambil membelai wajah Jaejoong. Istrinya itu hanya mengangguk dan mencibilkan bibirnya lagi sebagai jawaban.

"Aku menunggumu Yunnie!" Dan Jaejoong memeluk Yunho erat yang sukses membuat suaminya heran dengan tingkah tiba-tiba istrinya.

"Apa yang mengganggu malaikatku?" Jaejoong menggelengkan kepalanya dan membenamkan wajahnya didada Yunho.

"Aku hanya merindukanmu hari ini, sepertinya kau selalu pulang terlambat tiap malam!" Yunho menghela napasnya. Dia merindukan istrinya juga. Dia merindukan saat-saat Jaejoong ingin berpelukan manja dengannya sebelum mereka makan malam. Dan Jaejoong akan merengek imut padanya dan duduk dipangkuan suami tersayang seperti yang terjadi saat ini.

"Aku minta maaf soal itu sayang, ada banyak kegiatan akhir-akhir ini dan penghargaan MKMF akan segera digelar, aku pikir aku akan lebih sibuk nantinya." Yunho ingin mengatakan kepada istrinya kalau dia akan tampil dengan BoA dan dia yakin Jaejoong akan jengkel. Tetapi apapun itu dia harus mengatakannya.

"Sayang aku ingin mengatakan sesuatu padamu!" Yunho mengangkat dagu Jaejoong dan Jaejoong memandangnya degan imut. Yunho tersenyum dan mencium bibir Jaejoong cepat.

"Mweo?"

"Manajemen mengatakan kalau aku dan BoA akan tampil di MKMF, aku masih belum tahu apa temanya tapi aku hanya ingin kau tahu sayang!" Yunho memandang Jaejoong lekat. Mendegar info baru dari Yunho membuat Jaejoong kembali mempoutkan bibirnya dan mulai memainkan kancing kemeja yang dipakai Yunho.

"Aku yakin kalian akan melakukan sexy dance Yunnie!"

"Kau bicara seperti kau sudah tahu pasti!" ujar Yunho menanggapi.

"Aku yakin itu, BoA sudah seperti lintah! Sebisa mungkin dia ingin selalu bersamamu. Jika aku bisa pergi kesana dan mencekiknya karena menggodamu, aku akan melakukannya!" Yunho terkikik. Dia suka ketika Jaejoong mulai cemburu, dia merasa sangat dicintai.

"My baby is jealous!" Yunho memeluk Jaejoong dan yang dipeluk melingkarkan tangannya ketubuh suaminya.

"Tidakkah aku mempunyai hak? Sungguh sulit mempunyai suami yang tampan dan keren sepertimu Jung! Karena kau selalu menjadi obyek fantasi banyak orang!"

"Tapi hanya satu orang yang dapat memilikiku," Yunho mencium Jaejoong lagi. "Sayang mereka bisa berfantasi tentangku, tapi Jung Yunho sudah menjadi milik Kim Jaejoong!"

Akhirnya Jaejoong tersenyum kemudian memeluk suaminya erat. "Gomaweo Yunnie! Aku sangat mencintaimu!"

"Aku juga mencintaimu sayang, dan aku lebih merasa tidak aman jadi jangan khawatir!" Yunho menggendong Jaejoong membuat namja cantik itu tertawa karenanya.

"Mau kemana kita?" Jaejoong menautkan tangannya di leher Yunho.

"Kau belum makan makan malammu kan? Ayo kita makan sayang aku akan menyuapimu!" Dengan Cepat Jaejoong mencium bibir Yunho.

"My Yunnie is so sweet!" Jaejoong tertawa kecil saat Yunho menariknya untuk duduk diatas pangkuannya.

.

.

.

.

.

tbc

.

.

.

.

.

Editor's Note:

EYD ga beraturan dan typo dimana-mana.

Hayaaaa akhirnya bisa kembali dengan membawa chapter 3. Maaf buat semua yang nunggu kelanjutan fic ini. Dan maaf juga kalau saya malah membuat aneh pas ngeterjemahinnya.

Thanks buat semua yang udah review, follow dan ngefavoritin fic ini.

Ditunggu review.. saran.. kritik.. tp yang membangun ya? ;)