My Famous Husband Jung
by LadySinner_25
.
.
.
.
.
Hari senin dan Jaejoong dibuat heran dengan sikap setiap murid yang tampak panik pagi ini. Apa ada sesuatu yang terjadi dan dia tidak mengetahuinya? Jika ada sesuatu yang terjadi, dia yakin Changmin akan memberitahunya. Tetapi Changmin tidak memberikan informasi apapun.
Jaejoong melanjutkan langkahnya menuju koridor sekolah sampai dia mendengar salah satu siswi yang menjerit. Dia berjalan pelan-pelan agar bisa menguping apapun itu yang bisa dia dengar.
"Benarkah? Omo! Aku bisa melihat mereka di sini?" Jaejoong mendengar suara seorang yeoja, dan dia melihat kearah yeoja itu yang terlihat senang. Tapi dia masih belum mengerti apa yang membuat yeoja itu menjerit, jadi Jaejoong melanjutkan acara mengupingnya.
"Iya! Ada banyak artis yang akan bergabung dalam sebuah yayasan dan acaranya akan diselenggarakan disini, di auditorium sekolah kita. Dana yang mereka kumpulkan akan digunakan untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung. Sekolah mereka ada disamping sekolah kita." Tenyata yeoja itu tidak sendiri.
"Kau tahu siapa artis yang ikut bergabung?" Yeoja itu bertanya lagi, dengan penuh antisipasi.
"Aku dengar Jung Yunho yang terkenal itu salah satunya, aku tidak sabar untuk melihatnya!" Dan yeoja itu berteriak lagi.
Jaejoong tersandung kakinya sendiri saat mendengar nama yang mereka sebut dan tanpa sengaja menjatuhkan iPod miliknya ke lantai. Kedua yeoja itu berpaling dan mendapati Jaejoong berdiri tidak jauh dari mereka. "Ohh! Kau mendengar itu cupu? Jung Yunho yang terkenal akan datang ke sekolah kita, tidakkah kau senang huh?" salah satu yeoja tersenyum mengejek kepada Jaejoong lalu meninggalkannya sendiri.
Bitch! Kalian semua yeoja genit. Bagaimana aku bisa merasa senang kalau setiap hari aku melihatnya di rumah? Dan kenapa Yunho tidak memberitahunya mengenai hal ini? Ini akan menimbulkan kekacauan disini, dia harus pulang sekarang. Dia tidak ingin melihat Yunho ditarik-tarik dan didorong-dorong oleh penggemarnya yang gila di sekolah ini. Dia lebih memilih tinggal di rumah daripada melihat suaminya dipegang-pegang oleh para yeoja putus asa yang akan datang memhadang jalannya.
Jaejoong berada di gerbang sekolah ketika ponselnya berdering. Dia melihat nama Yunho dilayar ponsel. Dia ingin memarahi suaminya karena menyembunyikan hal itu dari dirinya tapi dia harus mengontrol dirinya sendiri. Dia harus memdengarkan penjelasan dari suaminya dulu. Dijawablah panggilan untuknya.
"Sayang, jangan berani-berani kau pulang ke rumah! Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang ada dipikiranmu?" Jaejoong mendengarkan penjelasan suaminya tentang acara tersebut.
"Tunggu. . . Kenapa kau tidak mengatakan hal ini kepadaku Jung?" Jaejoong ingin sekali berteriak kepada sang suami sekarang tetapi dia masih berada dilingkungan sekolah.
"Aku mohon jangan marah sayang! Aku ingin memberimu kej. . ."
"Oh yeah Jung! Kau mengejutkanku! Kau sungguh mengejutkanku sampai aku ingin mencekik lehermu jika kau berada didekatku. Kau tahu aku benci saat melihat orang lain yang ingin merabamu dan memegangmu dan mencoba menciummu dan semuanya, dan kau malah memberi mereka senyumanmu dan menikmati perhatian yang kau terima dan sekaranng kau ingin aku tetap disini? Tapi apa? Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan karena aku tidak bisa mendekatimu atau aku akan membongkar identitasku. Kau tahu semua teman sekelasku mungkin di toilet sekarang, memake-up ulangwajah jelek mereka supaya kau memperhatikan mereka. Mereka semua gila Jung! Sumpah!" Jaejoong terengah-engah ketika selesai mengeluarkan semua uneg-uneg dan kemarahannya kepada suaminya tetapi yang dia dapat hanya kikikan dari orang yang menjadi lawan bicaranya ditelepon.
"Sayang. . . ini hanya acara setengah hari dan aku tidak tahu kalau itu diadakan hari ini karena kau tahukan aku sibuk latihan akhir-akhir ini. Aku minta maaf aku tidak memberitahumu, aku baru diberitahu tadi waktu aku bicara dengan manajerku. Sayang jangan pulang, aku ingin melihatmu disana." Yunho menjelaskan kepada istrinya.
"Aku akan pulang ke rumah Jung!"
"Jangan sayang! Jika kau pulang aku akan memberitahukan ke semua orang siapa Kim Jaejoong seben. . ." ancaman Yunho terpotong saat mendengar tawa Jaejoong.
"Aku akan suka itu sayang, karena aku sungguh ingin pergi ke sekolah dengan pakaian yang normal dan dalam keadaan yang normal. Bukankah kau seorang yang ingin aku menyamar, agar kau merasa tenang tidak ada mata-mata mesum yang yang akan menelanjangi tubuhku yang indah hmmmmm? Lakukan sayang! Umumkan keseluruh sekolah kalau nerdy yang terkenal itu sebenanrnya istri dari Jung Yunho yang terkenal. Ayo lakukan! Jadi aku bisa membuang wig dan kacamata bodoh ini!"
". . . . ."
"Jung?"
"Tidak akan!"
"Kau mengatakannya barusan, kau sudah berubah pikiran?" Jaejoong mendengar Yunho menghela napasnya dalam dan dia bersimpati kepada suaminya. Jung Yunho sangat protektif jika sudah menyangkut tentang dirinya. Tapi dia tidak bisa menyalahkan suaminya.
Pada saat Yunho baru memulai karirnya, mereka suka pergi keluar jalan-jalan atau berkeliling di mall, dan Jaejoong akan menarik perhatian banyak orang. Siapa yang tidak akan tertarik. Mereka seperti melihat malaikat yang dikirim dari surga. Kulit seputih salju yang bersinar setiap cahaya menerpa tubuhnya. Rambut pirang keemasannya bergoyang setiap kali angin berhembus. Aroma tubuhnya begitu adiktif membuat orang disekitarnya terhipnotis oleh aroma unik dari vanila. Mata doenya yang besar yang jika kau menatapnya maka kau seperti tertarik ke dunia magic. Dan jangan lupa bibir merah dan pouty terlihat menggiurkan membuat orang bermimpi untuk menciumnya. Yunho merasa tidak tenang karenanya. Jadi dia meminta Jaejoong untuk menyamar untuknya. Dengan begitu, dia merasa istrinya akan aman. Tetapi tanpa dia sadari, karena penampilannya Jaejoong menjadi bahan ejekan dan pembullyan di sekolah.
"Aku tidak akan membiarkan siapa pun mendekatimu dan menggodamu! Aku bisa mengatasi semua itu tapi kau? Aku mungkin akan menyakiti diriku sendiri jika aku menemukan seseorang yang ingin menggodamu." Akhirnya Jaejoong tersenyum dan kemarahan yang dia rasakan tadi sepenuhnya hilang. Dia sungguh mencintai Yunho karena sudah melindungi dan bersikap posesif terhadap dirinya. Dia merasa sungguh diinginkan. Jaejoong jatuh cinta lagi dan lagi pada suaminya bahkan lebih setiap harinya karena rayuannya.
"Baiklah! Aku akan tetap disini Yunnie. Jangan khawatir!"
"Gomaweo sayang, Saranghae! Aku akan menutup teleponnya sekarang!"
"Ne!" Jaejoong akan menekan layar ponsel untuk mengakhiri panggilan tetapi dia mendengar rengekan Yunho.
"Apa kau melupakan sesuatu?" Yunho bertanya pada Jaejoong dan Jaejoong tahu apa maksud dari suaminya tetapi dia akan bermain sedikit kali ini.
"Tidak. Apa aku melupakan sesuatu?" Jaejoong menyeringai meskipun Yunho tidak akan dapat melihat seringaian yang dibuat bibirnya. Dia yakin Yunho sedang mencibilkan bibirnya sekarang dan mungkin cibilannya bisa menyentuh layar ponselnya.
"Iya. Kau melupakan sesuatu." Jawab Yunho dengan suara rendah tetapi masih bisa didengar oleh Jaejoong.
"Kau tahu sayang? Kau harus berhenti merasa tidak aman! Aku sudah cukup menderita dengan semua yang aku pakai diseluruh tubuhku untuk menyamar dan kau masih merasa begitu!" Jaejoong kembali menyampaikan isi pikirannya.
"Aku hanya ingin meyakinkan kalau kau mencintaiku!"
"Jung kau mendengar dirimu sendiri? Kenapa aku menikahimu dulu jika aku tidak mencintaimu?" Jaejoong mendengar Yunho menghela napasnya lagi.
"Katakanlah!"
"Saranghae Jung Yunho!" Jaejoong merendahkan suaranya saat segerombolan siswa berjalan melewatinya dan memandangnya curiga.
"Kau tahu Yunnie, seharusnya aku yang merasa tidak aman karena pekerjaanmu. Setiap hari kau akan bertemu dengan yeoja-yeoja cantik disana. Seorang yeoja yang melihatmu menarik dan akan menggodamu; dan salah satunya adalah BoA. Haruskah aku mengingatkanmu setiap hari mengenai hal itu Yunnie? Dengarkan aku! Bagaimanapun wajahku, bagaimanapun caraku berpakaian, bagaimanapun para namja akan melihatku atraktif aku tidak akan pernah melihat kearah mereka karena mataku hanya tertuju padamu. Arasseo? Aku mencintaimu sayang dan kau harus tahu itu!"
"Nado Saranghae baby! Maafkan aku yang kadang-kadang bertingkah kekanakan." Setulus hati Yunho meminta maaf.
"Siapa yang bilang hanya kadang-kadang? Sebenarnya setiap hari Jung!" Jaejoong mendengar Yunho merengek lagi.
"Aku akan kembali ke kelasku Yunnie. Kau akan melepon lagi kan nanti di perjalanan?"
"Ya sayang! Saranghae Kim Jaejoong!"
"Nado saranghae Jung!" Dan Yunho memutus sambungan telepon mereka.
Jaejoong kembali menuju kelasnya dan sesampainya di kelas dia melihat Changmin yang duduk di bangkunya.
"Dari mana saja kau hyung?"
"Aku dari luar, ada telepon."
"Kau tahu?" tanya Changmin.
Jaejoong menganggukkan kepalanya. Dan mendekat ke Changmin untuk berbisik. "Yunho baru saja meneleponku."
Dan mereka berdua terkejutkan ketika Tiffany dan teman-temanya berteriak kesenangan. Mereka melihat kearah geng itu. Tiffany melompat-lompat bahagia sambil memeluk majalah dengan Yunho sebagai covernya.
"Aku bersumpah akan menciumnya jika nanti aku melihatnya!" Tiffany mulai mencium majalahnya seperti seorang maniak.
"Jika aku dapat memeluknya, hariku akan menjadi sempurna!" Taeyeon tersenyum pada Yuri.
"Jika dia terseyum padaku, aku akan baik-baik saja!" Yuri merapikan poninya dan mengikik.
Changmin dan Jaejoong saling menatap satu sama lain dan Jaejoong mulai berdoa.
"Oh Tuhan! Tolong jauhkan Yunnieku dari para penyihir jahat."
.
.
.
"Yunnie!" Jaejoong senang ketika dia melihat Yunho meneleponnya dan sesegera mungkin menerimanya. Yunho tertawa kecil disambungan lain.
"Kau senang kan? Sayang. . . Aku pikir kau lebih memilih pulang ke rumah daripada melihat diriku dipegang-pegang disana." Jaejoong mempoutkan bibirnya.
"Jadi kau ingin aku pulang?" Jaejoong lebih memonyongkan bibirnya ketika mendengar tawa bahagia dari suaminya.
"Tentu saja tidak sayang, aku ingin melihatmu disana. Kau harus menunggu ok?"
"Tapi Yunnie. . . Disana banyak sekali fans gila yang sudah menunggumu!"
"Itu bukan jadi masalah sayang, aku dan Junsu punya ide!"
"Junsu? Junsu denganmu?" Junsu adalah sahabat Jaejoong dan dia menjadi fashion stylist Yunho dan banyak artis lainnya. Karena kesibukan Junsu, mereka jarang bertemu dan Jaejoong sangat merindukan sahabatnya itu.
"Dia bersamaku sayang, dan dia sekarang tersenyum disampingku!"
"Aku rindu dia Yunnie, dan aku senang dia datang bersamamu."
"Tapi kau akan lebih senang pada apa yang telah dia rencanakan untukmu!"
Jaejoong menautkan alisnya. "Aku?"
"Iya sayang!"
"Apa itu Yunnie? Apa yang kalian berdua rencanakan?" tanya Jaejoong penasaran.
"Dengar sayang. . ."
"Uhumm. . ."
"TOP dan Hyunjoong dalam perjalan mereka juga, tapi aku akan sedikit terlambat jadi mereka yang akan membuka acaranya dan aku setelahnya. Dan kau? Aku ingin kau datang ke area parkir basement sekolahmu. Pastikan tidak ada yang mengikutimu. Aku dan Junsu akan menunggumu disana. Arasseo?" perintah Yunho kepada istrinya.
"Tapi kenapa aku harus menunggu disana Yunnie?" Jaejoong masih bingung. Kenapa Yunho pergi ke basement saat acaranya akan digelar di auditorium?
"Lakukan seperti yang aku bilang sayang, ajak Changmin bersamamu!"
"Ok!"
"Aku tutup dulu teleponnya, sekarang cari Changmin dan langsung menuju ke basement. Tidak lama lagi kami akan sampai disana. Saranghae!"
"Nado saranghae Yunnie!" Dan Yunho memutus sambungan telepon mereka.
Jaejoong kembali berjalan menuju ke kelasnya dan melihat Tiffany dan kedua penyihir lainnya masih membenarkan make up mereka. Jaejoong diam-diam mengutuk mereka. Jika hanya dengan make up bisa membakar kulit, dia yakin wajah mereka sudah menjadi abu sekarang.
Jaejoong melihat Changmin masih duduk dibangkunya dan siswa yang lain masih membicarakan tentang acara yang akan diberlangsung. Dia mendatangi Changmin yang sedang bermain dengan iPodnya. "Changmin, ayo ikut aku!"
Changmin melepas headphonenya dan membalikkan kepalanya kearah dimana dia merasakan colekan disamping tubuhnya. "Kenapa hyung?"
Jaejoong mendekat dan berbisik, "Yunho ingin kau ikut denganku ke area parkir di basement sekarang."
Changmin melebarkan kedua matanya saat mendengar nama Yunho. "Apakah kau?"
"Tidak Minnie! Yunho tidak marah soal itu, dia hanya ingin kau ikut denganku."
"Kenapa kita pergi kesana?"
"Aku juga tidak tahu!"
"Baiklah! Aku mengerti sekarang. Yunho hyung mau mastikan kau pergi ke basement dengan selamat."
"Mungkin." Jawab Jaejoong singkat.
"Sungguh? Dia harus membayarku, yang sudah seperti pengawal pribadimu hyung!"
Jaejoong tertawa melihat Changmin yang menarik headphonenya dan menyimpan iPodnya kedalam tasnya secara kasar. "Jangan marah Minnie, aku akan memanggang cake coklat untukmu sabtu nanti!"
"Benarkah?" Wajah Changmin seketika itu juga bersinar dan kemudian dia berubah mengerutkan dahinya. "Tapi hari ini hari senin hyung! Itu artinya masih ada 4 hari lagi untuk merasakan cake coklatku yang lezat dan manis?"
"Itulah mengapa aku mengatakan padamu hari sabtu, mungkin kau sudah lupa saat tiba waktunya hari sabtu!" Jaejoong menyengir dan Changmin mencibilkan bibirnya mendengar jawaban Jaejoong.
"Kalau begitu aku tidak akan pergi denganmu. . ." Changmin sudah akan pergi kembali ketika Jaejoong menahan lengannya.
"Yah Minnie! Aku akan bilang ke Yunho untuk berhenti memberikan pasokan makanan untukmu, apa itu yang kau mau?" Changmin memegang tangan Jaejoong sedikit kasar dan menariknya keluar kelas.
"Aku kan sudah bilang, ayo cepat! Yunho hyung sudah menunggu!" Jaejoong tidak dapat menahan dirinya untuk tidak tertawa melihat kelakuan si food monster satu ini.
Ketika mereka sampai di area basement, Jaejoong melihat SUV van hitam yang selalu digunakan oleh Yunho. Dengan buru-buru dia masuk kedalam van dan melihat suaminya duduk dengan nyaman didekat jendela. Jaejoong segera memeluk Yunho dan sang suami tertawa sebelum akhirnya balas memeluk sebagai respon.
"Bagaimana kabarmu sayang?"
"I miss you!" Jaejoong mempoutkan bibirnya dan mendapat ciuman dari yunho.
"I miss you more!" Balas Yunho dengan menatap istrinya penuh cinta.
"Hyung, apakah kau mengajakku kesini hanya untuk melihat YunJae moment lagi?" Changmin berdiri diluar pintu van.
"Diam Changmin! Kau mau aku bilang ke eommamu apa yang tersembunyi dibawah tempat tidurmu?" YunJae mendengar Changmin menahan napasnya dan mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.
"Hmmmm. . . Terserah!" Changmin membuka pintu depan van dan duduk dalam diam disana, membuat Yunho dan Jaejoong terkesan.
"Sayang dimana Junsu?" Jaejoong bertanya kepada suaminya, dia tidak melihat tanda keberadaan Junsu.
"Oh iya! Junsu menunggumu di toilet."
"Kenapa di toilet?"
"Pergilah kesana sayang, aku akan menunggu disini dan aku yakin tidak akan ada yang memegang-megangku lagi nanti!" Yunho mengedipkan satu matanya kepada Jaejoong dan Jaejoong hanya memutar matanya.
Jaejoong tergesa-gesa menuju toilet dan melihat Junsu berdiri didekat pintu. Dia berlari untuk memeluk sahabatnya dan Junsu tertawa kecil menanggapinya.
"Apa kau begitu merindukanku?" Jaejoong menunjukan poutnya yang terkenal lagi.
"Oh yeah Kim Jaejoong, jangan tunjukan itu padaku. Suamimu yang posesif akan mencekikku kalau dia melihatnya." Jaejoong langsung tersenyum.
"Kenapa kau tidak pernah pergi ke rumahku lagi?"
"Aku sibuk cantik seperti yang kau lihat, apalagi MKMF akan menyelenggarakan penghargaan tidak lama lagi." Junsu membawa Jaejoong kedalam toilet dan mengunci pintunya.
"Yah! Apa yang kau rencanakan?" Junsu hanya menyeringai kepada Jaejoong dan kemudian Jaejoong mendapati pakaian wanita tergantung di dinding.
"Tetap disana Kim Jaejoong, dan aku akan membuatmu lebih cantik!"
"Mweo?" Jaejoong menjerit saat Junsu mulai membuka pakaian yang dia kenakan.
"Yah! Junsu-yah. . . Apaa ini yang kau dan Yunho rencanakan?"
"Oh yeah! Akhirnya Kim Jaejoong kau menyadarinya." Junsu menarik rambut palsu Jaejoong dan melepas kacamatanya.
"Sebenarnya ini adalah rencana Yunho. Aku hanya ikut saja. Karena aku datang dengannya dan selain itu sudah lama aku tidak berjumpa dengan sahabatku."
"Terima kasih kalau kau mengingat hal itu!" Junsu tertawa lagi dan mulai bekerja untuk membuat si cantik lebih cantik.
Yunho dan Changmin terbangun ketika mereka mendengar suara pintu van yang dibuka. Dan rahang mereka turun membuat mulut mereka terbuka saat melihat siapa yang berdiri didepan mereka. Jaejoong jauh berbeda dari kutu buku yang selalu mereka lihat disekolah, karena kata cantik saja tidak cukup untuk menggambarkan dirinya. Mungkin Gorgeous bisa! Jaejoong mengenakan celana jins putih ketat yang pas membalut kakinya yang sempurna dan boots coklat dan blus lengan panjang dengan corak leopard terlihat cantik dikenakannya, cocok dengan wig keriting keemasannya yang sekali lagi cocok dengan warna kulitnya yang seputih salju. Junsu membubuhkan make up dan perona pipi untuk menyamarkan wajah asli Jaejoong tetapi tidak menutupi kecantikannya. Karena walau tanpa make up, Kim Jaejoong yang cantik masihlah yang tercantik dari semua yang berwajah cantik diluar sana.
"Baiklah saudara-saudara. . . Kalian bisa menutup mulut kalian sekarang, dan Yunho tolong lap air liurmu!" Junsu menyadarkan dua namja yang seakan terhipnotis oleh kecantikan Jaejoong. Sedangkan Jaejoong hanya tersenyum kepada suaminya.
"Kau cantik hyung!" celetuk Changmin setelah tersadar dari keterkejutannya.
"Pastinya! Aku sudah lama tahu hal itu!" Jawaban Jaejoong hanya ditanggapi Changmin dengan memutar kedua bola matanya.
"Sombong!"
"Kau cantik sayang! Tak ada satupun yang dapat menyaingi jika sudah berhubungan dengan sayangku! Mereka semua akan kalah dengan kecantikanmu." Jaejoong merona mendengar pujian dari suaminya.
"Ohh ayolah Jung! Aku tahu kau masih tergila-gila denganku sampai sekarang, tidak perlu memujiku, karena kau menjadi perayu lagi."
"Iya betul!" Changmin setuju.
"Diam Changmin!"
"Buat aku diam hyung. Kalau kau bisa!"
"Ayo kita pergi, Yunho aku pikir kau sudah terlambat sekitar satu jam. TOP dan HyunJoong pasti sedang marah sekarang!" Junsu mengingatkan Yunho dan Yunho menarik Jaejoong menuju lift. Dan dibelakang mereka Junsu yang bangga dengan hasil kreasinya dan Changmin yang masih dalam keterkagumannya. Bagaimana bisa Jaejoong hyungnya dapat terlihat lebih cantik daripada gadis pada umumnya. Dia yakin akan terjadi huru-hara nanti didalam auditorium karena yeoja-yeoja cantik yang mengagumi Jung Yunho akan mengalami patah hati.
"Ayo kita guncangkan panggung itu sayang!" Yunho dengan bangga menggenggam tangan Jaehoong.
"Hmmmm. . . Aku berharap tidak akan terjadi banjir air mata nanti."
Changmin menaikan sudut bibirnya saat membayangkan bagaimana geng Tiffany akan bereaksi mengetahui kalau itu Kim Jaejoong yang disekolah dikenal sebagai kutu buku a.k.a nerd sebenarnya seorang namja cantik yang menjadi istri idola mereka Jung Yunho.
"Kyaaaaa! Ayo! Berbanggalah Kim Jaejoong!" Junsu berteriak histeris dan ketiga orang lainnya langsung menutup telinga mereka dari kemungkinan terjadinya kerusakan.
.
.
.
tbc
.
.
.
Editor's Note :
EYD ga sesuai aturan n banyak typo.
Update lagi.. lebih cepat dan lumayan panjang dari chapter sebelumnya. Chapter ini aku bagi jadi dua bagian jadi semoga bisa nyelesaiin part II secepatnya.
Semoga semua bisa menikmatinya.
Thanks buat yg sudah kasih saran dan kritik lewat review yang diberikan.
Saya udah baca semua dan merubah sedikit kata2 yang kurang berkenan di chapter sebelumnya.
Thanks lagi buat yang udah baca, follow, dan fav nie fic.
Jika ada yang tidak berkenan atau pertanyaan, saran, kritik bisa disampaikan uneg2nya lewat review..
Love u all~~~
