My Famous Husband Jung
by LadySinner_25
.
.
.
.
.
Changmin memeriksa keadaan belakang panggung dari kemungkinan adanya siswa-siswi disana. Tetapi keadaan dibelakang panggung kosong dan dia memberi tanda ke Yunho, Jaejoong dan Junsu untuk bergegas.
"Kau tahu hyung? Kau harus membayarku karena sudah menyuruhku melakukan ini itu!" Changmin menghentakkan kakinya, dia berjalan membuntuti sepupunya. Sedangkan Jaejoong dan Junsu terkikik mendengar gerutuannya.
"Apa persediaan makanan untuk setahun masih belum cukup Changmin?"
"Kau tahu aku bertumbuh setiap hari hyung! Aku tidak hanya membutuhkan makanan!"
"Terus apa lagi yang kau butuhkan?" Kali ini Jaejoong yang melemparkan pertanyaan.
"Aku pikir dia butuh lebih banyak film dewasa sayang!" Yunho menyeringai kearah Changmin dan Jaejoong ikut tertawa mendengarnya.
"Benarkah Changmin? Film dewasa seperti apa yang kau lihat?" Changmin merona hebat saat Junsu mengintrogasinya.
"Ayolah film dewasa yang seperti apa?" Junsu mendorong Changmin yang menolak untuk bicara.
"Film gay dewasa tentunya!" Yunho menolehkan kepalanya ke Changmin dan mendapat tatapan mematikan dari adik sepupunya itu.
"Yah! Bisa-bisanya kau hyung! Aku tidak melihat film seperti itu!"
"Tapi kau tidak pernah menyangkal kalau kau melihat film dewasa Changmin!"
"Terus apa masalahnya dengan itu? Aku sudah dewasa sekarang!" Changmin mengerucutkan bibirnya dan Jaejoong menepuk-nepuk bahunya, bersimpati.
"Iya Yunnie, Changmin sekarang sudah dewasa, jangan menggodanya seperti itu! Cukup suapi dia lebih banyak!"
"Suapi seperti menyuapi seekor binatang? Sepertinya kau sudah dibully Changmin!" Junsu yang menggoda Changmin kali ini.
"Kau, kau dan kau!" Changmin menunjuk ketiga orang yang tengah membullynya. "Berhenti membullyku! Kalian tahu aku sangat berguna disini? Sepertinya kalian tidak bisa menghargainya." Yunho membenturkan bahunya ke bahu Changmin.
"Kami hanya menggodamu, tidak bisakah kau menganggapnya sebagai gurauan?"
Changmin menggendikkan bahunya. "Hmmm. . . Terserah!"
Mereka tiba di ruang ganti didalam auditorium; para staf, kru dan beberapa cameraman menghentikan pekerjaan mereka. Mereka hanya melihat ke satu arah. Jaejoong.
Dilain pihak, Jaejoong merasa kurang nyaman dengan perhatian yang dia dapat. Betul, mungkin dahulu dia terbiasa dengan hal seperti itu, tetapi setelah menyamar menjadi kutu buku untuk beberapa saat dia merasa kurang nyaman jika mendapat perhatian dari orang lain. Beberapa kru dan namja membuka mulut mereka lebar, sedangkan para staf dan koordinator lainnya seakan membeku. Tangan mereka terangkat di udara dengan sisir masih dalam genggaman mereka.
Itulah Kim Jaejoong. Dia bagaikan seorang malaikat, kalian yang melihatnya akan terpesona dengan kecantikannya. Junsu menepukkan kedua tangannya untuk mendapat perhatian dari semua orang yang ada diruang ganti dan berhasil. Tanpa dikomando, semua telah kembali ke tugas mereka masing-masing.
"Kau sungguh seorang pencuri perhatian Kim Jaejoong," bisik Junsu dan Jaejoong hanya tersenyum menanggapinya.
"Aku sebenarnya tidak menyukainya Junsu, apalagi saat bersama Yunho. Aku pikir aku malah menambah bebannya."
"Kau bercanda denganku ya? Lihat bagaimana suamimu menunjukkan senyum bangganya?" Jaejoong melihat kearah suaminya dan dia memang menunjukan senyum tulus yang sangat dia sukai.
Yunho masih menggenggam tangan Jaejoong protektif. Tuan Jung yang posesif dalam masa dinasnya lagi. Jadi ketika Hyunjoong dan TOP melihatnya, dia langsung menyembunyikan Jaejoong dibalik punggungnya.
"Hey Yunho! Siapa 'yeoja' cantik dibelakangmu itu?" Hyunjoong mencoba menjabatkan tangannya dengan Jaejoong tetapi tangannya ditampik oleh Yunho.
"Singkirkan tanganmu teman!" TOP tersenyum mengejek Hyunjoong, tetapi dia juga mencoba keberuntungannya.
"Hai cantik yang ada disana! Kau tidak keberatankan memberitahuku siapa namamu?" Yunho manatap tak suka pada Top. Hyunjoong diam-diam menertawakan TOP yang bisa saja meninggal saat ini juga karena Yunho sibuk memberikan tembakan mematikan lewat mata musangnya. TOP mengerang.
"Uggghhh! Jangan egois Jung! Beri tahu siapa nama 'yeoja' cantik ini kepada kita. Kita tampan dan demi Tuhan Yunho! aku sudah mandi dengan alkohol 101% bebas bakteri jika kau masih ragu denganku."
Jaejoong tersipu malu melihat gurauan para namja didepannya. Tetapi Yunho tidak mau menyerah. Dia memandang suaminya dengan puppy eyes dan kasihan Yunho, dia tidak bisa menang melawan istrinya yang sedang merajuk. Yunho melepaskan tangan Jaejoong dan. . .
"Hi Aku Hyunjoong!"
"Hi aku TOP!"
Jaejoong mencoba untuk berjabat tangan dengan Hyunjoong dan Top bergantian, tetapi mereka berdua memegang tangan Jaejoong bersamaan. Hyunjoong dan TOP saling menatap satu sama lain tidak suka sedangkan Jaejoong hanya bisa melihat tangannya dengan iba. Tangannya kini diremas oleh dua namja tampan didepan suaminya. Yunho mengeratkan giginya dan menampar tangan dua saudara yang terlibat pertengkaran.
"Yah! Kalian menyakiti istriku!"
"Apa mu?" Hyunjoong dan TOP bertanya bersamaan.
"Kalian mendengarnya, istrinya. Mrs. Jung!" Junsu memberi penekanan pada kata Mrs. Jung dan pipi Jaejoong berubah menjadi merah. Dia menggembungkan kedua pipinya sebelum akhirnya menghembuskan udara keluar dari paru-parunya karena dia merasa seakan terbakar dalam malu. Hyunjoong dan TOP langsung menarik tangan mereka dari tangan Jaejoong, yang tentunya tindakan mereka disukai oleh Yunho.
"Aku tidak pernah berpikir kau punya seorang istri Yunho!" Hyunjoong berpendapat.
"Sekarang kau tahu aku punya istri!"
"Kau tidak pernah bertingkah seperti orang yang sudah beristri!" Jaejoong mengangkat alisnya dan mengalihkan pandangannya kearah Yunho setelah mendengar apa yang dikatakan Hyunjoong. Yunho menelan ludahnya ketika melihat tatapan tajam dari istrinya.
"Aku pikir seseorang sedang dalam masalah!" Changmin menggoda sepupunya dan mendapat tatapan membunuh dari Yunho.
"Uuuummm. . . Aku keluar dari sini!" Hyunjoong lari untuk menyelamatkan hidupnya sebelum Yunho bisa mencekiknya. TOP menggaruk kepalanya dan tersenyum pada Jaejoong.
"Aku meminta maaf atas apa yang terjadi barusan. Dan aku pikir aku juga akan keluar dari sini! Senang bertemu denganmu Mrs. Jung." Jaejoong kembali tersipu. Dan disaat yang bersamaan TOP keluar mengikuti Hyunjoong. Sekarang tinggal mereka berempat yang tersisa, Changmin mendapat sebuah ide karena dia bisa mencium adanya sebuah masalah yang akan datang.
"Junsu hyung, aku lihat ada makanan yang disediakan dibelakang panggung. Aku lapar. Maukah kau menemaniku?" Changmin berharap Junsu akan menganggukan kepalanya dan sepertinya doa yang dia panjatkan terkabul ketika dia melihat Junsu tersenyum dan mengusap-usap perutnya. 'Sekarang, aku serahkan kembali kepadamu Yunho hyung! Semoga beruntung!'
"Ide yang bagus Changmin, ayo. . . Aku juga mulai lapar!"
Changmin menatap sepupunya lagi dan menyeringai. Yunho terlihat seperti anak anjing yang hilang sekarang karena tatapan intens dari istrinya.
"Jadi. . . Jung!"
"Iy. . . Iya sayang!" Yunho mencoba yang terbaik untuk tersenyum pada istrinya, tetapi malah mendapati wajah datar Jaejoong.
"Apa maksud Hyunjoong tadi?"
"Uuuummm bukan apa-apa sayang!" Yunho menelan ludahnya, dia bisa mencium adanya masalah. Jaejoong bergerak untuk duduk disamping suaminya di sofa dan melingkarkan lengannya dibahu Yunho. Yunho tersenyum kaku pada istrinya dan melihat bagaimana Jaejoong menyeringai kepadanya.
"Jadi. . . bersedia mengatakannya padaku sekarang?" Yunho merasakan lengan Jaejoong yang semakin mengerat di lehernya. Dia hanya berharap sekarang waktunya untuk tampil sehingga dia bisa terbebas dari amarah Jung Kim Kaejoong.
"Sayang. . . Hyunjoong hanya bercanda! Kau tahu tidak ada yang spesial dihatiku, cuma kau!" Yunho mematap istrinya lagi dan dia melihat Jaejoong yang tersenyum padanya.
"Kanapa kau menjadi gugup Yunnie?" Yunho sekarang merasakan tangan Jaejoong di tenggorokannya. 'Oh Tuhan! Bunuh saja aku sekarang ditangan istriku tersayang. Kim Hyunjoong, aku akan membalasmu. Aku bersumpah!'
"Tidak sayang! Aku mencintaimu dan aku tidak akan pernah melakukannya. Aku berjanji!" Yunho merasakan remasan ringan di tenggorokannya dan mendengar bisikan Jaejoong.
"Yakinlah dengan ucapanmu Yunnie, karena jika tidak, kau tahu apa yang akan terjadi nanti! Kau mengerti?" Yunho menganggukan kepalanya beberapa kali. Dia yakin istrinya tidak bercanda ketika dia mengucapkan ancamannya. Jung Kim Jaejoong menjadi menakutkan saat dia cemburu. Lebih baik dia berhati-hati lain kali.
Mereka terganggu saat mendengar seseorang berdeham. Mereka membalikkan kepala mereka dan mendapati Hyunjoong dan TOP berdiri dibalik pintu.
"Yunho! Kini giliranmu bung! Tunjukkan pada mereka apa yang kau punya!"
Yunho berdiri dan mengulurkan tanggannya pada Jaejoong yang dengan senang hati diterima oleh istrinya itu. Yunho melewati Hyunjoong dan berbisik. "Dan aku akan tunjukkan padamu sesuatu yang aku punya nanti!"
TOP mencoba untuk menahan senyumnya saat Hyunjoong membeku ditempatnya berdiri. 'Bung. . . kau dalam masalah besar!'
Yunho masih dibelakang tirai tetapi dia sudah dapat mendengar jeritan dan seruan namanya dari luar. Rasanya dicintai oleh ratusan fan sunggulah menakjupkan. Tetapi dicintai oleh namja disampingnya sungguh serasa berada di surga. Dia membalikkan kepalanya ke istrinya dan memberi sebuah kecupan. Akhirnya Jaejoong tersenyum kepada suaminya dan mendoakan yang terbaik.
"Kau tahu waktunya apa sayang?" Jaejoong tersenyum dan menautkan lengannya ke leher Yunho.
"It's Yunho time!" Mereka berciuman kembali sebelum Yunho keluar dari balik tirai menuju panggung dan membuat jeritan para fan semakin keras.
.
.
.
.
.
Para yeoja menjerit saat Yunho yang mereka tunggu-tunggu akhirnya naik keatas panggung. Musik menggema ke seluruh penjuru auditorium, teriakan kencang menyebut nama Yunho terdengar lebih keras. Well. . . mereka bersorak untuk TOP dan Hyunjoong juga tetapi Yunho mengalahkan mereka dalam urusan penggemar. Jung Yunho dianggap sebagai salah satu idola terkeren dan paling diinginkan di generasinya. Dia menjadi begitu populer saat ini, dimana setiap perusahan besar akan merasa senang mengontraknya untuk menjadi model produk mereka.
Meskipun Yunho sangat menginginkan karir didunia showbiz, dia masih memikirkan istrinya yang tidak pernah lelah menungguhnya dirumah walaupun hari sudah larut. Sebenarnya dia usah menolak tawaran salah satu clothing line karena pemotretannya dilakukan dibeberapa tempat dan ada kemungkinan akan dilakukan diluar negeri. Hal itu langsung menghentikannya. Dia tidak harus mendapatkan banyak uang karena keluarga Jaejoong dan keluarganya berasal dari kalangab orang kaya. Tinggal berjauhan dari sang istri sangat menyiksanya dan itu hal yang tidak dia inginkan untuk terjadi. Dia tidak ingin pergi jauh dari Jaejoong . Dia pasti akan sangat merindukannya.
Dilahin pihak. . .
Jaejoong tidak bisa mengalihkan pandangannya dari suaminya. Bagaimana Yunho menggerakkan pinggulnya seirama dengan lagu andalahannya 'Checkmate', bagai sebuah godaan dimata Jaejoong. Bagaimana bisa suaminya itu begitu seksi dan keren? Dia sangat beruntung bukan? Yunho terlalu seksi untuk ditolak. Tetapi Yunho lebih sexy saat dia diatas tempat tidur. 'Oh God! Apa yang aku pikirkan?' Bukan sebuah kesalahan kan kalau mengagumi suami sendiri? Karena itu yang Jaejoong lakukan sekarang.
Jaejoong mencoba untuk menahan dirinya sendiri atau dia akan terangsang melihat bagaimana Yunho dengan seksinya menggerakkan pinggulnya. Dan bagian yang paling dia benci, Yunho menyentuh paha penari yeoja dan Jaejoong melihat bagaimana yeoja itu memberikan respon dengan tersenyum menggoda. 'Bitch! Lebih baik jauhkan tanganmu dari suamiku sekarang atau aku akan mencincangmu hidup-hidup' Jaejoong diam-diam menyumpai penari latar Yunho dan menggepalkan tangannya. Dia tidak menyadari kalau Hyunjoong tengah memperhatikannya.
"Bolehkah aku bergabung denganmu?" Jaejoong membalikkan kepalanya dan melihat Hyunjoong yang tersenyum kepadanya. Dia menganggukkan kepalanya dan Hyunjoong duduk disebelahnya. Mereka berdua melihat Yunho dari sisi panggung, cukup bagi mereka untuk mendapat tempat yang bagus dan jelas untuk melihat penampilan Yunho ditengah panggung.
"Yunho sungguh beruntung memiliki istri yang selalu mendukung suaminya sepertimu," Hyunjoong mulai membuka perbincangan. Dan Jaejoong tersenyum pada Hyunjoog.
"Tidak! Sebenarnya aku yang beruntung memiliki Yunho sebagai suami."Jaejoong mengungkapkan apa yang dia rasa mengenai suaminya.
"Kenapa kau bilang seperti itu?"
"Aku baru tahu! Dia begitu mencintaiku sampai kadang aku merasa menjadi penghalang untuknya mencapai keinginan besarnya menjadi idola." Hyunjoong mengangkat alisnya.
"Penghalang? Aku berpikir malah sebaliknya!" Jaejoong mengalihkan pandangannya kearah Hyunjoong sekarang. "Aku bisa melihat bagaimana dedikasi Yunho untuk pekerjaannya dan aku tahu dia sangat mencintainya karirnya, tapi kamu berada diatas semua hal itu."
Jaejoong tersipu oleh kata-kata rekan artis Yunho. 'Apa sebegitu transparannya Yunho?'
"Aku meminta maaf atas apa yang aku ucapkan tadi di ruang ganti. Aku sudah tahu kalau Yunho sudah mempunyai istri tapi aku tidak pernah mendapat kesempatan bertemu dengannya(wanita)." Jaejoong hanya tersenyum dan menenangkan dirinya.
"Tidak apa-apa. Tidak ada hal yang merugikan terjadi." Kali ini Hyunjoong yang tersenyum kepada Jaejoong. Dan Jaejoong merasa Hyunjoong bisa menjadi teman yang baik. Dia mengalihkan pandangannya kembali kearah Yunho dimana suaminya menari dengan yeoja seksi yang mengenakan rok yang sangat pendek. Jaejoong menghela napasnya dan Hyunjoong melihatnya.
"Apa kau tipe pencemburu?" Celetuk Hyunjoong.
"Huh?" Hyunjoong tertawa.
"Aku bisa melihat betapa cemburunya dirimu! Kenapa kau tidak lari ke suamimu dan merebutnya, dari pada yeoja yang ada disana." Hyunjoong menunjuk yeoja yang terus menggesekan punggungnya ke tubuh Yunho.
"Kau ingin aku dibunuh oleh fan base suamiku sendiri?"
"Dibunuh? Kau istrinya disini dan jika ada orang yang berhak pastinya adalah dirimu." Jaejoong tersenyum dan bagian akhir yang dia lihat adalah Yunho yang menarik yeoja itu dan berpura-pura menciumnya. Dan tentu saja membuat semua yang ada di auditorium kembali menjerit. Sorakan yang memekakkan telinga dari para siswi membuat Jaejoong kembali gelisah. Nanti di acara tandatangan, dia yakin suaminya akan mendapat gangguan dari mereka. Dan kemudian dia mendengar suaminya memberi ucapan terimakasih. Yunho menolehkan kepalanya ke samping panggung dan tersenyum kepada istrinya sebelum kembali berkata.
"Semuanya. . . Aku ingin memperkenalkan seseorang yang sangat spesial untukku, seseorang yang membuatku bahagia setiap harinya, dan seseorang yang hanya dapat memberikan kebahagiaan sepanjang hidupku. . ."
Jaejoong menjadi gugup saat melihat Yunho berlari menuju arahnya dan tanpa babibu dia menarik Jaejoong keatas panggung dan seluruh auditorium terkejut dan sekaligus terpanah pada orang yang sedang digandeng oleh Yunho sekarang.
Yunho kembali menolehkan kepalanya ke Jaejoong dan memberinya ciuman singkat dibibir Jaejoong, seperti biasa Jung Kim Jaejoong merona parah. Seluruh auditorium kembali menjerit kesenangan saat melihat idola mereka mencium seorang 'wanita' cantik.
"Semuanya. . . kenalkan istriku, 'My Joongie'." Fans Yunho kembali menjerit dan bahkan beberap fans berteriak seperti 'Saranghae Jung Yunho. . .'
'Sungguh cantik'
'Istri yang beruntung'
'Sangat cantik' dan masih banyak lainnya. Tetapi. . . Jeritan para fans menjadi dua kali lebih keras saat Yunho menjentikkan jarinya dan lagu andalannya 'Checkmate' kembali diputar mengguncang seluruh auditorium tetapi saat ini dia tidak ditemani oleh penari latar, dia akan melakukannya dengan istrinya. Jaejoong tidak dapat menari tetapi dia akan memastikan kalau istrinya itu akan menyukainya. Yunho mulai menggerakan pinggulnya semenggoda mungkin.
Jaejoong menundukan kepalanya tepat ketika Yunho mulai menggesekkan pinggulnya ketubuhnya. Dia sungguh malu tetapi dia juga merasa gembira Yunho memperkenalkannya kepada fannya. Jaejoong menatap tajam Yunho, kembali yang dia dapat adalah senyuman yang menggoda. Jaejoong tidak dapat menyembunyikan malunya lagi, ditutuplah wajahnya dengan kedua tangannya, tetapi. . . Yunho menariknya tangannya dan melingkarkannya kelehernya. Kembali Yunho mulai menggerakkan pinggulnya. Jaejoong menggigit bibir bawahnya, Yunho terlihat sangat sexy dimatanya.
"Jung! Apa yang kau lakukan?" Jaejoong merasa sangat panas sekarang dan Yunho menjilat bibirnya sendiri sebaai jawaban sebelum melanjutkan dancenya.
Yunho merubah posisinya dan berakhir dengan memeluk istrinya dari belakang, sontak membuat fans kembali kehilangan kontrol. Jaejoong ingin sekali menggali sebuah lubang dan terjun kedalamnya sehingga dia bisa bersembunyi dari semua orang. Kemudian Jaejoong merasakan sesuatu yang basah menyentuh lehernya, Yunho menjilatkan lidahnya disana dan Jaejoong hanya bisa menggigit bibirnya lagi.
"Yunho berhenti!" Yunho melepaskan pelukannya dan menuju ke tengah panggung dan mengangkat tubuhnya keatas dengan satu tangan sebagai tumpuhannya. Jaejoong mengagumi suaminya dan tanpa sadar menggerakkan kepalanya mengikuti hentakan sungguh bangga pada Yunho karena semua yabg hadir di auditorium menikmati musiknya, dan sekarang mulai menepukkan kedua tangan mereka dan salah satunya adalah Jaejoong.
Yunho menolehkan kepalanya ke istrinya lagi dan melihat kalau Jaejoong ikut larut dalam menikmati pertunjukannya. Dia bergerak kembali kearah istrinya dan mulai memutar pinggulnya didepan Jaejoong. Auditorium berubah menjadi arena konser karena jeritan, teriakan dan sorak-sorai para siswa-siswi. Jaejoong kembali ditarik kedepan dan sekarang dia berhadapan dengan teman-teman sekolahnya. Dia melihat sebagian dari mereka menhapus air mata mereka, sebagian menggerakkan tangan mereka kearahnya, sebagian tersenyum lebar kepadanya dan sebagian lagi melihat tak senang padanya. Well. . . selalu ada yang namanya anti-fans kan?
Yunho tanpa diduga melakukan gerakan halus dan dia mendatangi istrinya sekali lagi tetapi kali ini tanpa berpura-pura menciumnya tetapi dia benar-benar menciumnya didepan para fans yang memperhatikan mereka berdua. Fans mulai menjerit sekali lagi saat Yunho memperdalam ciumannya dan meletakkan tangan Jaejoong ke lehernya. Mereka bisa mendengar jeritan yang memekakkan telinga para fans tetapi dua sejoli ini seakan berada didunia mereka sendiri. Akhirnya Yunho menghentikan ciumannya dan menggenggam tangan jaejoong keatas kemudian menghadap para fan dan membungkuk, memberi hormat. Setelah itu mereka saling menatap, sebelum akhirnya berlari menuju ke belakang panggung dimana Junsu, TOP, Hyunjoong dan Changmin tersenyum menggoda kepada mereka. Tidak lupa dengan semua kru, staff dan penari latar yang ada dibelakang panggung.
"Tadi adalah penampilan yang terbaik Yunho!" Hyunjoong menepuk bahu Yunho.
"Aku setuju! Kau bisa menaikkan hasil penggalangan dana lebih dari yang kita harapkan walau kalau kau tampil solo!" Yunho tersenyum kepada mereka dan dia melihat istrinya yang sekarang duduk disamping Junsu, bermain dengan iPodnya lagi.
"Jangan memujiku teman-teman, kita bisa menaikkan hasil penggalangan dana lebih dari yang kita harapkan karena kita semua berusaha untuk itu! Kalian juga hebat!"
"Tapi tidak sehebat dirimu Yunho sunbaenim," TOP menggodanya lagi.
"Oh betul!" setuju Hyunjoong.
"Tutup mulut kalian berdua!" Dan mereka berdua tertawa riang.
.
.
.
.
.
"WOW! Sungguh wow! Apa kau lihat itu Tiffany?" Seru Taeyeon setelah menyaksikan keseluruhan pertunjukan yang beberapa saat lalu berakhir. Dan Tiffany masih saja menangis karena dia tidak pernah berpikir kalau idola yang selama ini dia suka atau yang biasa dia sebut sebagai cinta dalam hidupnya sudah mempunyai istri.
"Apa kau bodoh? Tentu saja aku melihatnya!" Tiffany membentak mereka, sedangkan Yuri dan Taeyeon hanya memutar kedua pasang bola mata mereka. Saat ini mereka berada di antrian untuk mendapatkan tandatangan para idola di poster yang telah mereka beli sebelumnya.
"Dia punya istri yang sangat cantik!" ucap Yuri tanpa sadar dan mendapat tatapan tajam dari Tiffany. Mereka sekarang menuju meja yang digunakan untuk para idol saat memberikan tandatangan dan para siswa-siswi satu demi satu mulai meninggalkan tempat setelah mendapatkan tandatangan.
"Aku setuju! Mereka berdua terlihat sangat cocok," kali ini Taeyeon yang mendapat tatapan tajam dari Tiffany.
"Oh pliz deh! Aku lebih cantik daripada dia!" Tanpa sadar Tiffany menjerit dan beberapa murid yang akan keluar membalikkan kepala mereka kearah geng Tiffany.
"Yeah! Kalau kau bilang begitu. . ." Yuri memutar matanya lagi lalu menyeringai melihat Tiffany yang sedang cemberut. Dan kemudian dia merasakan sebuah dorongan dari arah samping dan melihat Taeyeon tersenyum kepada. . . istri Jung Yunho? Benarkah?
"Wow! Dia terlihat sangat cantik dari dekat!" Bisik Taeyeon ke Yuri, agar Tiffany tidak bisa mendengarnya.
"Yeah! Dan. . . Oh Tuhanku! Dia punya kulit yang sangat cantik, lebih lebih indah dibanding dengan kulitku!" Yuri mengecek lengannya dan melihat ke Jaejoong dan melihat ke lengannya lagi dan balik melihat ke Jaejoong.
"Aku iri padanya, dia sungguh cantik! Aku berharap aku bisa punya bibir merah dan pouty itu!" Taeyeon mengpoutkan bibirnya dan melihat di cermin yang selalu tersimpan di kantungnya.
"Aku berharap aku punya kulit seputih salju itu, aku heran bagaimana kulit itu bisa membuatnya terlihat bersinar."
"Yunho oppa sungguh beruntung!" Dua siswa lagi dan geng Tiffany akan berada didepan Yunho, TOP dan Hyunjoong yang tengah sibuk memberikan senyum terbaik mereka kepada para siswa sampil terus membubuhkan tandatangan di poster. Tetapi jeritan Tiffany kembali terdengar.
"Hentikan! Aku bisa mendengar kalian berdua! Aku ulangi! Aku lebih cantik daripada dia!" Semua perhatian tertuju pada Tiffany sekarang. Yuri dan Taeyeon hanya bisa menundukan kepalanya malu. Meminta maaf atas atas kelakuan teman mereka.
"Apa ada yang salah?" Yunho memdekati ketiga yeoja itu, Taeyeon dan Yuri handa bisa melihat ke idola mereka. Mulut mereka terbuka lebar. Tiffany menundukkan kepalanya karena dia begitu marah tetapi pelan-pelan rasa malu menggantikannya. Dia menangis dan membuat Yunho terkejut, begitu juga para siswa lain di auditorium yang masih menunggu giliran mereka.
Yunho meletakkan tangannya dibahu yeoja yang sedang menangis tersedu-sedu itu dan tiba-tiba dia dipeluk. Semua orang terperanjat tetapi Jaejoong tetap berdiri ditempatnya melihat dengan seksama lejadian didepan matanya. Yunho mengusap punggung Tiffany dan bertanya, "Hei. . . ada apa nona cantik?" Tiffany mengangkat kepalanya dan melihat Yunho tersenyum padanya.
"Aku tidak cantik!"
"Kenapa kau bilang begitu?"
"Karena istri oppa mungkin adalah yeoja tercantik yang pernah aku lihat! Aku iri padanya!" Yunho tertawa mendengar jawaban Tiffany. Dilambaikan tangannya kepada istrinya, dan Jaejoong berjalan mendekat kearah mereka.
"Ada apa?" Jaejoong berbisik ke Yunho.
"Nona cantik! Siapa namamu?" tanya Yunho lagi.
"Tiffany, namaku Hwang Tiffany!"
"Hai Tiffany, kenalkan istriku 'Joongie'." Jaejoong mengangkat alisnya menatap Yunho saat Yunho memberi tanda untuk berjabat tangan. Jaejoong tersenyum kepada Tiffany dan mengulurkan tangan kanannya. Dengan tersipu Tiffany mengulurkan tangannya, menerima tangan Jaejoong dan menjabatnya. Yuri dan Taeyeon langsung mengulurkan tangan mereka juga ke Jaejoong, hingga membuat Jaejoong tertawa kecil.
'Jika saja kalian tahu siapa diriku yang sebenarnya, kalian pasti akan histeris!' ujar Jaejoong dalam hati.
"Hi, Aku Yuri"
"Aku Taeyeon!"
"Maaf soal teman kami. . . Kami akan mengurusnya." Taeyeon menarik Tiffany tetapi Yuri memutar kepalanya lagi dan tersenyum pada Jaejoong.
"Kau sungguh cantik! Dan aku juga iri dengan kulitmu!" Kemudian Yuri kembali berlari ke samping Tiffany sekali lagi, dan menariknya menuju pintu keluar.
Jaejoong melihat Changmin dibalik tirai yang menyeringai padanya dan Jaejoong hanya tersenyum diam-diam.
Ada baiknya untuk belajar dari kejadian yang baru saja terjadi. Dan bagi Jaejoong, dia akan selalu mensyukuri apa yang dia miliki. Diputarnya kepala Jaejoong ke suaminya dan mendapat ciuman singkat dibibirnya. Bagaimana dia bisa begitu beruntung? Hidup ini begitu indah.
.
.
.
tbc
.
.
.
Editor's note :
Annyeonghaseyo...
kembali lagi membawa lanjutan MFHJ ch 4b. Disini Jaejoong masih belum ketahuan gender aslinya. Kalau menurutku ini cuma cara Yunho buat menunjukkan kalau dia enggak sendiri, sudah punya istri. Sekali lagi saya jelaskan kalau fic aslinya emang pendek-pendek tiap chapternya. Dulu author aslinya updatenya cepet, tidak seperti saya yang telat mulu. Dan saya minta maaf atas keterlambatan buat update.
Thanks to :
rise01 - Jaenna - ruixi1 - whirlwind27 - .kasazta - min - de - azahra88 - JonginDO - Ega EXOkpopers - littlecupcake noona - cha yeoja hongki - kimjaejoong309 - - ClouDyRyeoRez - dheaniyuu - Cassie Cassiopeia YunJae - nidadoong - - Dewi15 - poppo bubbleboo - firaamalia25 - misschokyulate2 - Rizky2568
Terima kasih sudah fav, follow dan review. Ditunggu reviewannya untuk chapter ini..
much love for YJs ~~
