My Famous Husband Jung
by LadySinner_25
.
.
.
.
.
Jaejoong bangun dengan Yunho berada disisinya, kaki mereka berdua saling bertautan hingga dia merasa pahanya seperti mati rasa karena berat Yunho yang bertumbuh dipahanya. Dia mencoba untuk bangun tetapi tidak berhasil karena Yunho menariknya kembali ke tempat tidur dan memeluknya erat.
Jaejoong menatap suaminya yang telah tertidur kembali. Ingatannya kembali ke kejadian kemarin. Suaminya panik mendapatinya deman dan menggigil hingga membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter menyatakan kalau dia menderita radang tenggorokan. Kemudian dokter memberinya resep untuk menebus obat dan menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dia makan supaya radang tenggorokannya lekas sembuh. Diapun bisa segera pulang, karena tidak perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Jemari lentiknya mulai membelai dan menelusuri wajah kecil Yunho. Bagaimana bisa namja ini begitu tampan? 'Ya Tuhan! Aku sangat beruntung memilikimu Jung!'
"Semua orang akan mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkanmu, dan aku sangat beruntung memlikimu, aku sangat mencintaimu. . . kau tahu itu?" tanpa sadar Jaejoong mengungkapkan isi hatinya sedikit keras, cukup bagi Yunho untuk bisa mendengarnya.
"Aku tahu sayang!" Jaejoong melebarkan matanya mendapati respon dari Yunho. Yunho akhirnya membuka kedua matanya dan tersenyum ke Jaejoong yang sekarang sedang mencibilkan bibirnya.
"Jadi. . . Kau sudah bagun dari tadi?" Yunho tertawa saat melihat istrinya membalikkan pungungnya menghadap dirinya. Dia melingkarkan kakinya ke istrinya yang cantik dan mendapatkan pukulan dipahanya.
"Yah! Jung kau berat, tidak tahukah kau?" Tetapi Yunho tetap mendorong dirinya sendiri dan lebih menekan Jaejoong seperti dia tidak mendengar apa yang dikatakan Jaejoong.
"Benarkah? Apa aku seberat iti?"
"Kau pikir tidak? Tuhan! Yunho aku hanya sebatang tongkat jika dibanding dengan berat badanmu, jadi turunkan kakimu!" Yunho pura-pura tidak mendengar apapun dan tetap memeluk Jaejoong lagi. Kali ini dibaliknya lagi tubuh Jaejoong dan kedua tangannya memegang bahu Jaejoong sehingga kini mereka saling berhadapan.
Jaejoong menaikan alisnya saat dia melihat Yunho menutup kelopak matanya tetapi dengan senyum yang terpatri di wajahnya.
Yunho sangat bersyukur karena pertengkeran yang dikarenakan kesalahpahaman dengan istrinya sudah terselesaikan. Setelah menyelesaikan biaya administrasi rumah sakit dan menebus resep obat, mereka saling berdiam diri selama perjalanan pulang ke rumah kemarin. Dirinya yang tidak tahan dengan apa yang terjadi menepikan mobilnya dan mengajak bicara istrinya. Mereka berdua bicara saling mengungkapkan isi hati masing-masing dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka. Dan sekarang semua sudah kembali seperti semula, dia bisa kembali tidur dan bangun bersama istri tercinta berada disampingnya. Sebuah ide tiba-tiba terlintas diotaknya.
"Kenapa kau baru mengeluh sekarang sayang? Saat aku berada diatasmu, kau tidak pernah mengeluh. Dan faktanya kau malah memohon seperti. . . 'Yunho lagiii~~~'" Yunho meniru erangan Jaejoong saat mereka sedang bercinta.
Jaejoong mengeratkan giginya dan memukul Yunho keras didada. Dan sebagai dampaknya Yunho memegang dadanya seperti dia dipukul dengan sangat keras, mulutnya terbuka seakan dia ingin berteriak atau menjerit kesakitan tetapi tidak ada suara yang keluar. Kemudian dia mengerutkan wajahnya seolah dia telah disakiti dengan sangat.
Jaejoong membuka matanya lebar melihat keadaan suaminya yang kesakitan dan seketika itupulah dia menjadi panik. Dia mengguncang-guncangkan tubuh Yunho dan mencoba memanggil nama suaminya tetapi Yunho tetap diposisinya, meremas dadanya.
"Yunnie! Yah! Jangan menakutiku seperti ini! Yah! Yunnie!" Jaejoong makin panik, sedangkan Yunho tetap pura-pura seperti dia tertembak dan lebih mengerutkan wajahnya kesakitan.
"Sa. . . saakiiit. . ." Yunho ingin tertawa ketika dia sedikit mengintip kearah istrinya dan melihatnya panik.
"Yah! Yunho! Dimana yang sakit? Katakan padaku!"
Yunho menunjuk dadanya dan Jaejoong mulai memijatnya. Yunho menggigit bibirnya sendiri untuk menahan tawanya.
"Yunho buka matamu!" perintah Jaejoong.
Yunho menggelengkan kepalanya dan menunjuk dadanya lagi.
"Apakah makin sakit?" Yunho menganggukan kepalanya.
"Buka matamu Yunnie."
". . ."
"Yah! Jung Yunho! Buka matamu!" Kembali Jaejoong memerintah Yunho untuk membuka matanya, dan Yunho masih saja menutup matanya.
Beberapa saat kemudian Yunho menyadari kalau Jaejoong sudah berhenti memijat dadanya. Dan kemudian dia mendengar suara isakan, dengan cepat dia membuka matanya dan dia melihat Jaejoong menagis sambil sesekali mengusap air matanya.
Yunho segera bangun dan memeluk istrinya. Baru saja dia membuat istrinya menagis lagi. "Maaf sayang, aku hanya bercanda!"
Tetapi Jaejoong masih menangis dalam pelukan membelai rambut Jaejoong dan membaringkan tubuh mereka berdua dengan masih tetap berpelukan.
"Aku hanya menggodamu, ku mohon berhentilah menangis! Aku minta maaf." Jaejoong semakin mengeratkan pelukannya dan bisa Yunho rasakan dadanya yang basah, pertanda Jaejoong masih menangis.
Yunho memegang kepala Jaejoong dengan kedua tangannya dan ditatapnya mata yang sangat dia puja. Yunho menghapus air mata yang menodai wajah cantik istrinya dan mencium lembut keningnya.
"Kenapa kau terlihat begitu terluka huh?" Yunho memegang dagu Jaejoong tetapi Jaejoong terus menangis.
"Kau. . . sungguh. . . ingin. . . melihatku. . . menangis!" Jawab Jaejoong dengan terisak.
Yunho tertawa kecil dan mendekap Jaejoong ke dadanya. "Aku hanya menggodamu, kau tahu kalau aku begitu mencintaimu dan aku akan terluka kalau kau terluka!"
"Tapi kau baru saja melakukannya! Kau baru saja menakutiku dengan amat sangat Jung!" Jaejoong berhenti untuk menarik napas sebelum kembali berkata " Aku pikir. . . kau. . . kau sungguh terluka dan. . ."
Yunho menghentikan Jaejoong dengan sebuah ciuman, Yunho memeluk pinggang Jaejoong dan memperbaiki posisi mereka sehingga Jaejoong setengah berbaring ditubuh Yunho sekarang. Pelan-pelan Jaejoong berhenti dari sesi menangisnya dan mempererat pelukannya ke suaminya.
"Jangan menakutiku seperti itu Yunnie!"
"Aku janji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi!"
"Kau selalu saja mengatakan 'Janji' 'Janji' tapi kau tetap saja melakukannya!'
"Tidak! Aku tidak akan melakukannya lagi kalau sayangku yang bilang begitu. . ." Jaejoong sedikit bagun dari posisinya. Dipegangnya tangan kanan Yunho yang terluka karena menghantam dinding sebelumnya. Diciumnya tangan suaminya tercinta itu dan tanpa terasa air matanya jatuh lagi.
"Jangan sakiti dirimu sendiri lagi Yunho. Kau. . . kau tahu aku juga akan sakit kalau kau sakit." Jaejoong menghapus air matanya yang seolah tak bisa berhenti melihat darah yang mengering di jemari Yunho. Diciumnya lagi tangan suaminya. "Jangan melakukan hal ini lagi"
"Iya aku tidak akan melakukannya lagi!" Yunho berjanji dengan mengacungkan kedua jarinya membentuk tanda V. Dihapusnya lagi air mata di pipi Jaejoong.
"Itu lebih baik!" Jawab Jaejoong singkat, merasa lega.
"Kau merasa lebih baik sekarang?" Tanya Yunho kepada istrinya.
Jaejoong meletakkan kepalanya diatas perut Yunho. Dia menganggukan kepalanya sebagai respon atas pertanyaan Yunho.
"Kalau begitu aku akan membawamu ke studio hari ini, aku ada rehearsal!"
"Di studio?" Jaejoong mengangkat kepalanya dan menatap Yunho, melihat suaminya tersenyum padanya. Tangan Yunho menyentuh wajah istrinya, membelainya lembut menggunakan ibu jarinya.
"Iya! Aku punya jadwal latihan dengan BoA hari ini, kau mau kan datang?"
"Bagaimana ya? Aku baru ingat, aku harus membersihkan serpihan kaca yang berserakan dilantai."
"Sayang. . . Kau tidak perlu khawatir soal itu. Kemarin saat kau tidur, Bibi Lee datang untuk membersihkannya. Jangan khawatir." Yunho memberi penjelasan. "Bagaimana?"
Untuk beberapa saat Jaejoong hanya diam dan setelah beberapa saat berpikir, dia menganggukan kepalanya. Yunho tersenyum lebar pada istrinya. "Memang tidak apa-apa?"
"Tentu saja. Kenapa tidak boleh?" Tanya Yunho balik.
"Bagaimana kalau BoA tidak mau latihan kalau ada aku disana?"
"Kenapa dia melakukan itu?"
"Karena dia tidak bisa memegangmu jika aku ada disudut studio tempat kalian latihan. Beranikah dia?"
"Hmmmm. . . Aku tidak tahu sayang! Kenapa tiba-tiba kau berpikir seperti itu?" Tanya Yunho sedikit penasaran.
Jaejoong menatap suaminya dan menciumnya dibibir. "Jika ada aku, tidak ada yang bisa menyentuhmu dan meraba-rabamu! Kau mengerti?"
"Tapi kita sedang berlatih sexy dance sayang, aku pikir tidak mungkin kalau kita tidak saling bersentuhan satu sama lain." Yunho memberi penjelasan.
"Lebih baik dia melakukannya karena dancenya itu sendiri dan bukan untuk bergenit-genit ria denganmu!"
"Hmmmm. . . Aku menyukainya kalau kau cemburu sayang!" Yunho hendak balik mencium bibir Jaejoong, tetapi Jaejoong meletakkan jari telunjuknya dibibir Yunho.
"Kau tahu bagaimana kalau aku sedang cemburu, jadi lebih baik jaga tanganmu dari dirinya Jung!"
"Tentu sayang, aku tidak akan berani!" seru Yunho dan mendapat sebuah dari Jaejoong.
"Ini bagus kalau kita sudah jelas mengenai hal itu."
"Aku mencintaimu Kim Jaejoong, kau tak akan pernah bisa membayangkannya betapa besar cintaku padamu!"
"Aku juga mencintaimu suamiku yang keren, suamiku yang membuat semua yeoja menagis. Tapi maaf buat mereka karena kau milikku! Dan sekarang kau adalah properti milikku, kalau ada seseorang yang mengganggu lebih baik dia siap-siap untuk menghadapi kemurkaan dari seorang Kim Jaejoong!" Yunho tertawa mendengar ancaman Jaejoong dan Jaejoong yang tidak dapat menahan tawanya sendiri ikut tertawa bersama suaminya.
"Kau sudah tidak demamkan?" Yunho menyentuh kening Jaejoong. "Bagaimana tenggorokanmu?"
"Aku sudah lebih baik Yunnie." Senyum Jaejoong. Dia harus segera sembuh, dia tidak ingin membuat suaminya panik dan khawatir lagi.
"Bagus. Ayo kita mandi bersama sayang. Sebelum manajer hyung datang menggangguku." Yunho menggendong istrinya seperti yang biasa dia lakukan dan berlari menuju kamar mandi dimana mereka berbagi air hangat, penuh dengan ciuaman, sentuhan dan pelukan.
.
.
.
"Yunnie bisa kan aku yang membawa mobilnya?" tanya Jaejoong dengan santai. Dengan cepat Yunho menolehkan kepalanya ke istrinya, tiba-tiba mendapat sebuah peringatan untuk berwaspada.
"Tidak bisa sayang!" Jaejoong mencibilkan bibirnya dan menunjukkan puppy eyes-nya ke Yunho.
Yunho memutar kepalanya lagi, mengalihkan pandangannya ke cermin sambil menembenahi tatanan rambutnya.
"Jangan mencibilkan bibirmu kepadaku Kim Jaejoong. Aku masih ingin hidup lebih lama!" Yunho mendapat pukulan dilengannya dan tertawa kecil saat melihat istrinya duduk disudut di tempat tidur king size mereka.
"Kau jahat, apa aku sebegitu buruknya waktu menyetir?" tanya Jaejoong pelan.
Yunho menganggukkan kepalanya seraya berlutut di lantai, berhadapan dengan istrinya yang sedang cemberut.
"Kau masih ingat waktu kau memintaku untuk mengatarkanmu ke sekolah dan karena aku bangun terlambat kau yang mengemudi. Lalu saat melihatmu kesulitan mengendalikan kemudinya dan berakhir dengan menabrakkan bamper mobil ke gerbang. Saat itu adalah kejadian yang paling menakutkan dalam hidupku. Tidak apa-apa kalau kau tidak tahu bagaimana caranya mengemudi asal kau selamat sayang. Aku tidak mau mengambil resiko. Aku berharap kau bisa mengerti."
Jaejoong menganggukan kepalanya dan menatap suaminya. " Tapi kau tidak pernah mengajariku bagaimana cara mengemudi Yunnie, bagaimana kalau kau tidak ada disaat aku ingin bepergian?"
"Kau selalu bisa meminta tolong Changmin!"
"Food monster itu selalu membarter semuanya dengan makanan. Aku tidak mau!" Yunho tertawa dan menggenggam tangan Jaejoong untuk berdiri. Dibelainya wajah istrinya dan menatap dalam mata doe Jaejoong.
"Kau tidak perlu belajar bagaimana memgemudi sayang. I can drive you crazy!" Yunho menatap istrinya menggoda dan menjilat bibirnya. Jaejoong hanya mengangkat alisnya kemudian membalikkan badannya.
"Bukankah kebalikkannya Jung?"
"Apa maksudmu?" Yunho menjadi sedikit bingung mendapat pertanyaan balik dari Jaejoong.
Jaejoong berbalik lagi dan mulai membuka kancing bagian atas baju Yunho. Dia melihat suaminya menelan ludahnya dan melihatnya dengan intensif. Tidak berhenti sampai disitu. Jaejoong menyelipkan tangannya kedalam baju Yunho dan mencubit putingnya. Yunho mendesah saat tangan lembut Jaejoong seakan bekerja menurut perintahnya sendiri dan hembusan panas napas istrinya menerpa lehernya.
Jaejoong menjilat leher Yunho dan kembali Yunho mendesah nikmat kemudian dia melingkarkan kaki kanannya di pinggul Yunho dan dengan sengaja menyentuh tonjolan di selangkangan suaminya yang terlihat jelas. Yunho tanpa sadar menutup matanya. Jaejoong menyeringai dan menarik tangannya dari balik baju Yunho yang tentu saja membuat suaminya itu kecewa. Jaejoong mendekat kearah telinga Yunho dan berbisik menggoda.
"Sekarang katakan padaku. . . who drives you crazy?" Jaejoong menyeringai dan meninggalkan suaminya dan mulai berjalan menuju pintu depan apartemen mereka. Meninggalkan Yunho dalam keadaan terangsang.
"Yah! Jung! Kau akan pergi atau tidak? Aku akan mengendarai mobil ini jika kau tidak cepat keluar!"
Yunho seakan tersadar dari keterkejutannya. "Aissshh! Sekarang apa? Benar-benar penggoda!"
"Jung!" Yunho mendengar suara istrinya lagi.
"Aku datang sayang!"
.
.
.
Ketika mereka sampai di studio, BoA ternyata sudah datang terlebih dahulu. Dan ya Tuhan! Apa yang dia kenakan? Well. . . bagi Kim Jaejoong pakaian yang dikenakan BoA pastinya adalah baju yang paling berani yang pernah dia liat dikenakan oleh yeoja. Ini seperti selembar kain yang melekat ditubuh mungil BoA. Dia memakai celana pendek yang sangat pendek, dipadukan dengan blouse tipis tanpa lengan yang pas ditubuhnya dengan sepatu kets putih.
'Ya Tuhan! Dia terlihat seperti seorang pelacur. Dan apa itu? Tersenyum menggoda pada suamiku? Bitch! Mencoba menggoda suamiku didepan mataku, kau akan lari dari sini tanpa rambut.'
Jaejoong berbalik menghadap Yunho dan melihat suaminya itu sedang menatapnya. Jaejoong tersenyum dan mengalungkan lengannya ke Yunho, bisa dia lihat dengan sudut matanya alis palsu BoA yang melengkung. Yeoja itu berjalan menuju kearah mereka dengan pinggulnya bergerak kekiri-kanan seolah dia berjalan di catwalk.
Jaejoong mengembalikan fokusnya ke Yunho lagi dan melihatnya sedang menatap BoA canggung. Dia mendekat ke telinga Yunho. "Aku akan memotong bolamu jika kau berani membuat kesalahan dalam bergerak sayang, lebih baik kau berhati-hati huh?"
Yunho terkesiap langsung menegakkan tubuhnya.
"Hi Yunho! Apa kau sudah siap?" BoA tersenyum menggoda pada Yunho dan Jaejoong menyumpahinya didalam kepala.
Jaejoong melihat BoA bergerak mendekat ke wajah Yunho dan dia merasa seperti mendapat sebuah peringatan apa yang akan terjadi kemudian. Tidak ingin sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi, ditariknya kra baju Yunho untuk memberi ciuman yang dalam suaminya.
Hal itu tentu saja mengejutkan BoA. Dengan canggung BoA memundurkan langkahnya dan bisa Jaejoong lihat bagaimana BoA mengatupkan rahangnya erat. Dalam ciumannya, Jaejoong masih sempat menyeringai kearah BoA dan yeoja itu hanya membalasnya dengan memutar kedua bola matanya.
Setelah sesi ciuman panas mereka, Jaejoong menarik diri dan melihat Yunho yang tersenyum lebar kepadanya. "Wow! Itu tadi panas sayang!"
"Aku tahu!"
"Jika setiap cemburu seperti ini, aku pasti akan mengajakmu kesini setiap hari!" Jaejoong hanya tersenyum pada suaminya dan mendorong Yunho yang hanya membuat BoA iritasi.
"Waktunya latihan BoA, by the way. . . kau sudah bertemu dengan istriku bukan?" BoA melihat kearah Jaejoong dan memutar matanya lagi.
"Yeah! Aku yakin kita sudah bertemu!" BoA memutar punggungnya menghadap Jaejoong tanpa ingin mengetahui namanya.
'Jealousy bitch! Kau pantas mendapatkannya! Aku akan menikmati waktuku disini!' Jaejoong merayakan kemenangan kecilnya sambil duduk disalah satu kursi dan menyilangkan kakinya. Dia melihat BoA menapakkan kakinya menuju CD player dan menyalakannya.
Sexy Back dari Justin Timberlake, cocok untuk mengiringi gerakan seksi Yunho, tanpa tingkah menggoda BoA tentunya. Intro Sexy Back mulai mengalun dan Yunho menggerakkan pinggulnya dan menggoyangkanya dalam gerakan yang seksi dan indah sedangkan BoA menatap Yunho dengan kagum. BoA mulai bergerak maju dan Jaejoong melihatnya dengan seksama, mempelajari setiap gerakan yang akan BoA lakukan.
Jaejoong melihat BoA bergerak sangat dekat dengan bagian depan suaminya dan mulai menggesekan punggungnya ke selangkangan Yunho. BoA menatapnya sekilas dan dia bisa melihat bagaimana yeoja itu menyeringai padanya. Jaejoong diam-diam menyumpahi nenek sihir yang sangat dia benci itu karena dia tahu BoA hanya mengambil kesempatannya untuk menggoda dan merayu suaminya melalui gerakannya.
Jaejoong mungkin ingin mencekik yeoja penggoda itu tetapi dia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri sejak ini hanya sebuah latihan, dan Yunho selalu bekerja secara profesional. Dia tahu itu. Tetapi dia sungguh benci bagaimana BoA yang hanya melihatnya sekilas dan memberinya senyuman evil.
BoA melingkarkan lengannya ke leher Yunho dan pelan-pelan menyentuh tubuh Yunho menggunakan tubuh mungilnya. Jaejoong yang melihatnya mencoba untuk melihat kearah lain tetapi dia melihat Yunho yang tersenyum padanya sebagai tanda jika semuanya baik-baik saja. Jaejoong mengangguk dan melanjutkan untuk melihat suaminya tanpa memghiraukan yeoja genit itu.
Jaejoong memfokuskan perhatiannya hanya pada Yunho dan mulai menggerakkan kepalanya seakan dia menikmati apa yang dia lihat tetapi jauh didalam dirinya, dia ingin mencekik yeoja itu yang masih saja berusaha mendekatkan tubuhnya ke suaminya.
Ketika musik berhenti Yunho berlari kearah Jaejoong dan mencium bibir istrinya penuh, seakan ingin menunjukkan rasa bersalahnya dan kalau semua yang terjadi hanyalah sebuah latihan jauh dari yang dia suka.
Jaejoong mengarahkan matanya kearah BoA yang menyilangkan lengannya didepan dada seraya menggeratkan giginya melihat apa yang dilakukan Yunho. 'Matilah dalam kecemburuan bitch!'
"Yunho bisakah kita mengulangnya? Aku masih bingung dengan langkah-langkahnya!" BoA mengerucutkan bibirnya dan melingkarkan lengannya ke bahu Yunho dan membuat Jaejoong ingin muntah.
'Apa dia baru saja menggoda suamiku lagi? Ugghh! Kau akan melihatnya nanti bitch!'
Yunho dan BoA mengulang lagi latihan mereka, tetapi Jaejoong pikir kalau BoA sudah tahu seluruh langkah-langkahnya dengan sempurna; yeoja itu hanya ingin memdekatkan tubuhnya dan menggesekannya ketubuh Yunho jadi dia membuat alasan. Jaejoong sebenarnya tidak keberatan tetapi saat melihat BoA yang menyeringai padanya, tiba-tiba dia merasa harus mengambil keputusan. Yeoja satu ini butuh sebuah pelajaran.
Kesemptan kedua berubah menjadi kesempatan ketiga dan menjadi kesempatan keempat, mengulangi semua langkah yang sama dan kembali Yunho sebagai artis yang profesional tidak pernah berkata tidak kepada BoA. Bisa Jaejoong lihat jika suaminya semakin lelah karena baju yang dikenakan Yunho sudah basah oleh keringat.
Jaejoong keluar sebentar, ingin membeli sebotol air untuk suaminya. Dia pergi menuju cafetaria dan mengambil sebotol air dari lemari pendingin. Dia bisa mengenali beberapa artis tetapi dia bersyukur karena mereka tidak mengenalinya. Dia melihat Hyunjoong dan TOP duduk disalah satu meja. Ketika dia melewati mereka, dia mendengar nama suaminya disebut. Jaejoong memeperlambat langkahnya sehingga dia bisa mencuri dengar apa yang mereka perbincangkan.
"Yunho disini, dia di studio bersama BoA. Man! Yeoja itu tidak bisa move on ternyata, masih saja dia berusaha untuk menggoda Yunho. Aku tidak akan suka dengan tipe yeoja seperti itu." Hyunjoong meneguk air minumnya dan dilihatnya TOP menganggukan kepalanya.
"Istri Yunho lebih cantik dibandingkan dengan BoA, Man! Kalau aku punya istri cantik seperti dia aku tidak akan berani keluar rumah, dia terlalu berharga untuk ditinggal!" Jaejoong merona mendengar pujian TOP untuknya walaupun mereka tidak mengenali dia hari ini karena dia tidak dalam penyamaran. Tetapi dia masih merasa senang karena teman artis Yunho mengaguminya.
"Tentu saja kawan! Yunho adalah laki-laki yang paling beruntung mempunyai istri yang cantik , well. . . aku akan bertanya padanya dimana dia menemukan istrinya atau mungkin istrinya punya saudara atau sepupu atau siapa saja yang cantik seperti dia." Kata Hyunjoong menerawang.
Karena kurang berhati-hati, Jaejoong tersandung kakinya sendiri dan menabrak meja dimana Hyunjoong dan TOP duduk yang menyebabkan mereka berdua mengalihkan perhatian mereka padanya. "Aku minta maaf."
Hyunjoong membantu Jaejoong dan TOP berdiri untuk memegang lengannya.
"Apa kau baik-baik saja?" Hyunjoong menatap Jaejoong dan Jaejoong yakin kalau TOP juga sedang menatapnya.
"Ummm. . . apa kau artis baru disini?" Hyunjoong kembali bertanya. Jaejoong menundukkan kepalanya dan menggelengkannya.
"Sepertinya aku mengenalmu. Tapi. . . aku tidak dapat mengingatnya dimana aku melihatmu!" TOP menatap Jaejoong.
Jaejoong menahan napasnya, dia harus keluar dari tempat dia berada sekarang sebelum ada orang yang akan mengenalinya. "Sekali lagi aku minta maaf, aku harus pergi!"
Jaejoong buru-buru ke kasir untuk membayar minuman yang dia beli dan berlari menuju pintu keluar, kembali ke studio dimana dia menjumpai pemandangan yang membuat darahnya mendidih. BoA duduk disamping Yunho yang sedang tidur di kursi. BoA memegang paha suaminya dan semakin lama yeoja itu bergerak mendekat. Wajah BoA sekarang bergerak mendekat kearah Yunho yang sedang berada dibawah alam sadarnya.
Jaejoong menggertakkan giginya. Dibukanya tutup botol air yang dia bawah dan berjalan cepat kedepan dan kemudian dengan sengaja menyandungkan sendiri kakinya dan memastikan kalau semua air didalam botol keluar membasahi celana pendek BoA.
"Aaaaaahhhh! Apa yang. . ." BoA menatap Jaejoong tajam sekarang, dan Jaejoong berpura-pura meminta maaf tetapi jauh didalam dirinya tertawa lebar.
"Aku minta maaf, aku tidak sengaja melakukannya."
BoA masih menatap Jaejoong tajam dan pada saat itu juga Yunho terbangun, tetapi daripada menolong BoA Yunho menunjukkan perhatiannya untuk istrinya yang tentu saja membuat Jaejoong senang. Jaejoong tersenyum menyeringai ke BoA dan dia melihat bagaimana BoA mengeratkan giginya penuh amarah.
"Sayang apa kau baik-baik saja?" Yunho menangkupkan kedua tangannya ke wajah Jaejoong. Jaejoong yang ternyata mempunyai bakat sebagai aktor, berpura-pura ingin menangis dan Yunho sebagai suami hanya bisa memeluknya. Wajahnya sekarang terbenam dibahu Yunho dan dia berhadapan dengan BoA yang marah dan sibuk menembakkan tatapan mematikan kepadanya. Jaejoong menjulurkan lidahnya ke BoA dan yeoja yang secara tidak langsung sudah kalah menghentakkan kakinya, berjalan keluar dari studio.
Jaejoong menarik tubuhnya dari pekukan Yunho dan meminta suaminya itu untuk menunggu karena dia akan pergi ke toilet sebentar.
.
.
.
Jaejoong melihat BoA masuk ke toilet wanita, dia menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan, memeriksa kalau ada orang lain disekitarnya dan sepertinya dia sangat beruntung hari itu. Keadaan disekitar toilet wanita sepi dan tanpa ragu dia masuk kedalam.
"Bitch! Kau adalah pelacur! Aku akan mendapatkan Yunho secepatnya! Kau bitch!" Jaejoong bisa mendengar BoA menyumpahinya dan diam-diam dia tertawa tetapi hal itu bagi Jaejoong masih belum cukup.
Jaejoong melihat pintu ruang penyimpanan yang terbuka sedikit dan dia masuk kedalam, mencari benda yang bisa dia gunakan untuk membantunya memberi pelajaran ke yeoja penggoda itu. Dia tersenyum lebar ketika melihat seutas tali. Dan dia pun tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa setan. Masih bisa dia dengar BoA yang menyumpahinya didalam bilik toilet. Dengan pelan-pelan Jaejoong berjalan menjinjit ke ganggang pintu toilet dimana BoA masih berada didalamnya, kemudian diikatnya menggunakan tali yang dia temukan tadi dan menghubungkannya ke ganggang pintu disebelahnya.
Jaejoong yakin BoA harus berteriak terlebih dahulu sebelum ada orang lain yang membantunya keluar, atau dia punya pilihan lain memanjat bilik toilet untuk keluar sendiri, jika dia mau berusaha keras terlebih dahulu. 'Semoga beruntung yeoja penggoda'.
Jaejoong akan pergi keluar dari toilet wanita ketika memdengar teriakan BoA. Dia tertawa lepas.
"Yah! Siapa yang ada disana?"
". . ."
"Yah! Buka pintunya! What the hell? Yah!"
". . ."
"Hey jangan bercanda seperti ini, ku mohon biarkan aku keluar!"
". . ."
"Aku mohon tolong aku!" BoA kembali berteriak tetapi Jaejoong hanya menyeringai dan berjalan mengendap-endap menuju toilet dimana BoA sedang berteriak.
"Kau bisa keluar dari sini, kalau kau sudah belajar dari kesalahanmu! Kau harus tahu dengan siapa kau mencari masalah!" Kali ini Jaejoong benar-benar berjalan keluar dar toilet wanita dan BoA kembali berteriak.
"Yah! Biarkan aku keluar dari sini!"
"Mulailah memanjat sekarang, semoga beruntung!" Dan Jaejoong berlari menuju suaminya yang masih menunggu di studio. Dia tersenyum lebar pada suaminya mengingat misinya berjalan dengan mulus.
Jaejoong melingkarkan lengannya ke leher Yunho dan Yunho hanya menaikkan alisnya tetapi tetap melingkarkan lengannya ke pinggang Jaejoong.
"Kau terlihat sangat bahagia sayang!"
"Iya. Kau tahu seberapa besar aku mencintaimu?"
"Iya!"
"Kau tahu seberapa tangguh aku akan berjuang untukmu?"
Yunho menautkan kedua alisnya tetapi menganggukkan kepalanya. "Tentu saja sayang!"
"Dan kau tahu betapa mengerikannya diriku saat cemburu?"
"Iya sayang! Aku tahu itu!"
"Jadi. . . tetaplah seksi dan keren JUNG!"
"Huh?" Yunho bingung.
Jaejoong tersenyum pada suaminya dan menciumnya penuh dibibir. "Tetaplah menjadi seksi dan keren dan aku akan tetap posesif terhadapmu! Ayo kita pulang Jung, aku ingin mendapatkan istirahat cantikku karena aku sudah sangat stress hari ini!" Jaejoong mulai berjalan keluar dari studio dan Yunho meletakkan lengannya di pinggang Jaejoong.
"Sesuai dengan permohonanmu sayang!"
Dan mereka pun akhirnya meninggalkan studio dengan Jaejoong yang tersenyum evil untuk dirinya sendiri.
.
.
.
tbc
.
.
.
Editor Note :
Hallo.. datang lagi bawa updatean baru.
Bahasa tidak baku dan typo dimana-mana.
Mau curhat nie yah.. kelanjutan dari chapter kemarin hilang dr situs sebelah. Aku tanya poin-poinnya dr author aslinya. Karena saya tidak bisa bikin sceme selama di RS so akhirnya aku sisip2in chapter yang hilang ke chapter berikutnya. Bagaimana menurut kalian? masih nyambungkah? sampaikan pendapat kalian lewat kolom review.
Thanks alot alot and alot buat semua yang sudah nunggu, ngereview, ngefollow maupun ngefavoritein MFHJ. Sekali lagi terima kasih.
Big Love,
YunJaeDdiction
