My Famous Husband Jung
.
By Lady_Sinner25
.
.
Jaejoong tiba di stadium setelah sempat mengganti pakaiannya. Dia memeriksa area disekitar panggung, mencari Yunho dan Junsu. Jaejoong belum melihat salah satu dari mereka tetapi dia melihat dua bersaudara Hyunjoong dan TOP yang berjalan ke arahnya. Dia ingin menyembunyikan dirinya sendiri namun terlambat meski hanya untuk menutupi wajahnya sejak Hyunjoong telah melihatnya.
"Hey!" Jaejoong mengangkat pandangannya dan tersenyum malu pada Hyunjoong dan TOP. Tatapan intensif dari mereka membuatnya menjadi tidak nyaman.
"Hello!" Balas Jaejoong lembut.
"Jadi. . . Aku pikir, kau artis baru disini!" Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan TOP yang masih menatapnya.
"Aku melihatmu sebelumnya! Iya! Betul. Di cafetaria kan?" Jaejoong ingin lari dan bersembunyi dari dua saudara pengganggu yang sepertinya tidak mempunyai rencana untuk membiarkannya pergi.
"Iya. Tapi aku bukan artis baru disini!" Jaejoong memperhatikan area disekitarnya lagi dan dia bersyukur ketika melihat sekilas sosok Junsu. Junsu yang juga melihatnya, langsung berlari ke arahnya secepat yang dia mampu.
"Jadi bersediakah kau memberi tahu namamu cantik?" Hyunjoong mengulurkan tangannya pada Jaejoong dan saat Jaejoong hendak memegang tangan Hyunjoong, TOP mendorong tubuh 'saudara'nya.
"Ngomong-ngomong perkenalkan, aku TOP. Kau sangat cantik, apa kau masih single?"
Saat ini Jaejoong merasa canggung berada dihadapan dua namja dihadapannya. Dia melihat Hyunjoong dan TOP saling menatap tajam dan mengulurkan tangan mereka bersamaan memegang kedua tangan Jaejoong. Hyunjoong memegang tangan kanan Jaejoong dan TOP sebelah kirinya. Junsu datang diwaktu yang tepat dan menampar kedua tangan namja tersebut.
"Okay, tidak ada pegangan tangan!" Saat Junsu menampar kedua tangan dua namja rekan Yunho itu; Taecyeon, Jaebeom, Kangin, Kangta dan Heejun datang mengelilingi mereka. Tersenyum manis pada Jaejoong yang merasa akan meleleh ke lantai sekarang, berharap suaminya ada disampingnya.
"Siapa nama orang cantik ini Junsu hyung? Maukah kau mengatakannya kepada kami dan memperkenalkan kami padanya?" Junsu menggelengkan kepalanya tidak setuju dan Taecyeon mempoutkan kedua bibirnya.
"Tidak! Kami harus pergi! Ayo Jae!" Junsu menarik Jaejoong namun Kangin menghadang jalan mereka.
"Oooohhh ayolah Junsu hyung! Hanya namanya saja lalu kami akan membiarkannya pergi." Kangin menyatukan kedua telapak tangannya seperti sedang memohon.
"Betul! Hanya namanya dan jabat tangan dengannya!" Jaebeom memegang tangan Jaejoong dan menciumnya. Semua orang yang melihatnya terkesiap, bahkan Hyunjoong dan TOP menatap Jaebeom tajam.
"Ohh ayolah!" Kangta dan Heejun bicara bersamaan dan mencoba memegang tangan Jaejoong. Dan ketika Junsu membuka mulutnya, mulutnya terus terbuka dan tidak segera menutup saat dia melihat Yunho berjalan kearah mereka dengan aura jelek yang menguar dari wajahnya.
"Oh ya Tuhan! Kalian dalam masalah, lebih baik bubar!"
"Apa?"
Para namja yang mengelilingi Jaejoong dan Junsu seketika bubar saat Yunho menampar tangan mereka semua, kemudian memegang tangan Jaejoong dengan erat yang tentu saja mengejutkan mereka semua.
"Kalian semua mundur! Dia propertiku! Menghilanglah!" Yunho menyeret istrinya dengan banyak mata yang mengintai disekitar mereka, dan pastinya mereka menarik perhatian karena para namja keren nan tampan berkumpul di satu sudut saja yang tentunya menyenangkan mata para fans.
"Itu tadi apa?" Mereka serempak bersuara, masih menatap Yunho dan Jaejoong yang berjalan menjauh.
Junsu hanya dapat memutar bola matanya seraya berjalan menjauh dari para namja yang baginya menjengkelkan itu.
Yunho menyeret Jaejoong ke belakang panggung dan menatap istrinya dengan kemarahan disorot matanya. Jaejoong merasakan sebuah peringatan melihat ekspresi marah Yunho.
"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Yunho pada Jaejoong, tatapan Yunho membuat Jaejoong merasa seperti tenggelam ke dalam mata almon Yunho. Dia tidak mengerti mengapa suaminya marah.
"Apa yang kau bicarakan?" Jaejoong mencoba untuk memeluk lengan Yunho namun suaminya itu menampiknya.
"Jadi karena itu kau menghilang disini? Aku mencarimu ke seluruh tempat tapi kau tidak bisa ku temukan dimanapun."
"Aku dengan Junsu tadi sayang. . ."
"Junsu?" Yunho tertawa tetapi lebih seperti sedang mengejek Jaejoong.
"Iya!" Jaejoong memeluk lengan Yunho sekali lagi tapi yang dipeluk menampiknya.
"Ada apa denganmu Yunnie?"
"Junsu bersamaku sepanjang waktu, dan aku menanyakan padanya dimana keberadaanmu. Dia bilang kau di toilet, memperbaiki make-up mu."
"Itu yang memang aku lakukan. Aku berada di toilet. Apa masalahmu dengan hal itu?"
Yunho menggenggam kedua lengan Jaejoong dengan erat dan menatap dalam kedua mata doe istrinya, Jaejoong merasa seperti kedua mata almon yang menatapnya saat ini menyerapnya lebih jauh ke dalam.
"Apa itu sebabnya kau tidak mau berjalan bersamaku atau duduk disampingku supaya kau bisa main mata dengan artis lainnya disini?" Darah Jaejoong naik ke atas kepalanya saat mendengar tuduhan suaminya.
"Apa yang barusan kau bilang?"
"Main mata dengan artis keren dan tampan disini, apa aku benar?" Jaejoong menahan napasnya saat dia merasa seperti ingin meledak. Yunho sungguh keterlaluan saat cemburu dan menuduhnya bukanlah ide yang bagus juga.
"Kau sungguh berpikir aku semudah itu Yunho?" Jaejoong merasa sangat tersakiti.
"Kau sungguh menginginkan perhatian kan?" Jaejoong membalik tubuhnya dari Yunho, dan dia mulai menangis. Dari semua orang; Yunho, suaminya menuduhnya main mata dengan semua artis namja yang ada disini. Padahal faktanya dia harus berurusan dengan seorang pelacur untuk mengalihkan suamiya dari sebuah ancaman bahaya. Jaejoong berbalik lagi menghadap Yunho dengan air mata yang membasahi wajahnya.
"Aku istrimu Yunnie dan kau menuduhku seperti itu?" Jaejoong bersyukur karena di belakang panggung cukup gelap untuk orang lain bisa mengenali mereka. Dia menghapus air matanya dan menatap Yunho lagi. Yunho memegang lengan Jaejoong sekali lagi dan kali ini membuatnya meringis kesakitan karena bisa dia rasakan kuku Yunho yang menancap di kulitnya.
"Tidak orang lain yang bisa menyentuhmu selain aku, dan kau dilarang untuk tersenyum kepada mereka selain diriku. Kau tidak diijinkan untuk melakukannya Jaejoong, kau mengerti?" Jaejoong menarik lengannya dengan paksa dari genggaman Yunho yang menyebabkan goresan panjang di kulit mulusnya.
"IYA YUNHO, MESKI AKU ISTRIMU TAPI INGAT KAU TIDAK MEMILIKIKU JADI BERHENTI MENJADI POSESIF BERLEBIHAN." Yunho mengangkat tangannya lagi, hendak menampar Jaejoong ketika dia melihat tatapan tajam Jaejoong padanya.
"Ayo lakukan! Pukul aku! Tonjok saja kalau kau mau! Itu kan keahlianmu? Aku tidak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya Yunho dan kau menuduhku main mata dengan semua orang disini yang sangat tidak dapat aku terima. Kau seharusnya tidak membawaku ke sini sejak awal jika kau hanya mengingikan diriku untukmu sendiri! Kau bisa mengunciku di apartemen dan meninggalkanku sendiri disana! Tanpa orang lain!" Jaejoong berjalan meninggalkan Yunho dalam keterkejutannya.
Apa yang baru saja terjadi? Apa dia berusaha untuk menyakiti istrinya lagi? Tuhan! Ada apa denganku? Batin Yunho.
Jaejoong tidak dapat menahan emosinya lagi, air matanya keluar tanpa bisa ditahan. Sungguh menyakitkan baginya mendapat tuduhan dari Yunho. Yunho sungguh keterlaluan kali ini. Dia berlari dan berlari dan berlari dengan mata yang mulai buram oleh air matanya sendiri. Ini untuk kedua lakinya dirinya dan Yunho terlibat dalam pertengkaran besar yang menyebabkan salah satu dari mereka pergi dan kali ini dia yang melakukannya.
Jaejoong melangkahkan kakinya keluar dari stadion dan dia tidak tahu kemana dia akan pergi. Dia memanggil taxi dan mengatakan kepada supir alamat dimana dia tinggal.
Perubahan kejadian yang begitu tiba-tiba tidak pernah diharapkan oleh Yunho. Dia tidak pernah begitu cemburu dan ketika melihat istrinya dikelilingi oleh teman-teman artisnya membuat darahnya mendidih. Berani-beraninya mereka menyentuh istrinya? Dan Jaejoong membiarkan mereka memegang tangannya? Bahkan Jaebeom mencium punggung tangan istrinya yang tentunya membuat dia lebih marah dan rasa tidak amannya kembali muncul.
Tentu saja dia sangat mencintai istrinya namun dia juga selalu merasa tidak aman yang merubahnya menjadi begitu posesif terhadap istrinya. Dia harus mengikuti malam penghargaan hingga usai sebelum dia bisa pulang ke rumah dan meminta maaf kepada Jaejoongnya lagi. Dan ketika dia hendak tampil, Junsu memanggilnya di belakang panggung untuk menanyakan keberadaan Jaejoong.
"Dia pergi pulang Junsu-yah. . ."
"Mweo?" Tanya Junsu sedikit kurang percaya dengan pendengarnya.
"Maksudku kenapa?" Junsu mempelajari ekspresi wajah Yunho dan di menebak pasangan ini pasti bertengkar lagi jika dilihat dari aura gelap dari ekspresi Yunho sebelumnya. Keposesifan Yunho acap kali mendatangkan masalah untuk pasangan beda profesi ini.
"Kau tahu Yunho. . . berhenti menjadi terlalu posesif pada Jaejoong karena kita; teman-temanmu tahu bahwa Jaejoong mencintaimu. Kau harus berhenti mengikat hingga ke lehernya karena saat dia tercekik, dia pasti akan meninggalkanmu."
Yunho hanya diam dan mendengarkan saran dari Junsu. Junsu melanjutkan "Aku sebagai temanmu yang sudah bertahun-tahun dan sebagai sahabat Jaejoong, aku mengenalnya sejak awal! Aku tahu semua tentangnya, dia juga posesif tetapi dengan cara yang berbeda. Dia menggunakan otaknya sebelum melakukan sebuah tindakan. Kalian berdua sangat mencintai satu sama lain hingga kalian tidak bisa mengelak karena semua terlihat dari tingkah laku kalian! Kau tidak tahu apa yang bisa Jaejoong lakukan untuk melindungi pernikahan dan keluarga kalian. Itu menunjukkan betapa besar cintanya padamu dan kau tidak punya alasan untuk merasa tidak aman. Seharusnya Jaejoong yang merasa seperti itu karena kau berhubungan dengan banyak yeoja cantik di lahan dan bisnis yang kita tekuni. Kau selalu menjadi pusat perhatian dimana di setiap ujung dunia melihat dan menginginkanmu. Tidakkah kau berpikir kalau kau sudah bersikap tidak adil terhadap istrimu Yunho?"
Junsu menepuk-nepuk pelan bahu Yunho. "Aku berharap kau bisa segera memperbaikinya. Dan sebelum aku lupa, Jaejoong memberiku ponsel ini. Disitu ada rekaman suara. Dia mau memberikannya ke media tapi dia berubah pikiran karena dia merasa telah melakukan hal yang cukup baik. Kau bisa mendengarkannya dan melihat berita besok. Aku yakin kau akan terkejut tapi itu cara Jaejoong membuktikan cintanya padamu. Jae sangat mencintaimu Yun, hanya kau tak tahu! Semoga beruntung! Selanjutnya penampilanmu."
Yunho menatap ponsel dan bertanya-tanya apa yang ada didalam. Dia memasukkan ponsel tersebut ke sakunya dan bersiap untuk penampilannya.
Yunho menunggu untuk acara pemberian penghargaan selesai dan berencana untuk langsung pulang ke rumah. Dia bersyukur karena setiap nominasi mulai diumumkan dan setiap kategori dibacakan dan piala dibagikan kepada para pemenang. Dia menunggu dengan sabar dan melihat jam tangannya, jarum jam menunjukan pukul 10 malam dan ini membuatnya ingin pulang saja ke rumah untuk mengecek keadaan Jaejoong. Dia sungguh harus meminta maaf kepada namja cantik itu. Dia baru menyadari kalau dia sudah bersikap keterlaluan pada istrinya dan dia takut kalau Jaejoong akan meninggalkannya karena apa yang telah dia lakukan. Jika hal itu sampai terjadi tidak ada yang patut dipersalahkan melainkan dirinya sendiri.
Yunho hendak menuju mobilnya ketika dia mendengar sebuah percakapan, percakapan yang serius disuatu tempat. Dia mengamati area disekitarnya. Dia bisa mendengarnya dengan jelas namun entah dari mana suara itu berasal, dia tidak dapat menemukannya.
"BoA baru saja ketahuan memiliki hubungan dengan manajernya sendiri. Dan ada kertas yang menempel didadanya dengan tulisan yang mengatakan bahwa dia seorang pelacur!"
"Itu sungguh jahat. Siapapun yang melakukannya mungkin mempunyai dendam yang serius terhadap BoA."
"Aku pikir juga begitu. . . Tapi dia layak untuk mendapatkannya kan? Kabarnya dia sudah menggoda Jung Yunho dan yang aku tahu dia adalah namja beristri." Yunho mendengarkanya dengan seksama.
"Itu mungkin seorang sasaeng yang melakukannya dan sekarang dia tidak bisa melarikan diri tapi yang aku dengar dia akan meminta maaf didepan publik besok."
"Aku dengar reporter bertanya padanya kapan dia diberi pakaian untuk menutupi tubuhnya. Dia merasa malu, kemudian dia bilang begitu."
"Jika dia meminta maaf didepan publik, apa dia pikir fansnya masih akan mendukungnya?"
"Aku pikir tidak. . . namanya sudah cukup rusak, jadi aku pikir orang yang dia ajak mencari gara-gara sungguh menakutkan."
"Aku juga berpikir seperti itu dan mengumumkan sebuah peemintaan maaf didepan publik hanya membuktikan kalau dia mengakui kesalahannya."
"Well. . . semoga dia beruntung. Jika aku berada di situasi yang sama dengan dia, aku akan pergi dan bersembunyi dari sasaeng itu dan bersumpah tidak akan melewati jalan yang sama lagi! Oooohhhh itu sungguh menakutkan!"
Dua yeoja yang terlibat dalam percakapan itu masuk kedalam mobil mereka. Segera setelah mendengar mesin mobil yang dinyalakan, Yunho masuk kedalam mobilnya sendiri dan mulai melajukan mobilnya.
Semua yang dikatakan Junsu lambat laun menyapa kesadarannya, namun dia harus bertanya pada istrinya terlebih dahulu dan sekarang dia kembali menyesal untuk tuduhan yang dia lontarkan kepada istrinya sebelumnya. Dia sungguh harus berhenti menjadi posesif berlebihan terhadap istrinya apalagi semua yang dilakukan Jaejoong adalah mencintainya tanpa syarat dan selalu melindungi dirinya. Yunho mendesah dan menambah kecepatan laju mobilnya.
.
.
.
tbc
.
.
.
Editor's Note :
Tata bahasa yang tidak beraturan, penggunaan kata-kata yang tidak baku, typo dimana-mana, dan maaf jika ada kata yang tidak berkenan dihati reader.
.
Tadaaaaa.. saya datang lagi. fast kan?
walau pendek HA!
Thanks buat yang udah review, follow dan favoritin MFHJ.
Mind to review again? :)
YunJae's love is real~~~~
.
.
YunJaeddiction
