My Famous Husband Jung
By Lady_Sinner25
.
.
.
.
Jaejoong tidak dapat menahan dirinya sendiri selain menangis tersedu-sedu di pelukan Yunho. Dia tidak percaya hal yang tidak mungkin tengah terjadi padanya. Jaejoong sangat senang dan dengan semua keceriaan serta kebahagiaan yang dirasakannya, dia hanya bisa menangis keras di pelukan suaminya yang sekarang sibuk membelai punggungnya untuk menenangkanya. Air mata juga jatuh turun dari pelupuk matanya.
"Yunnieee. . ."
"Ini adalah sebuah keajaiban sayang!"
"Yunnieeeee!" Jaejoong melingkarkan lengannya di leher Yunho dan memeluk suaminya erat. Dia merasa sebagai manusia yang begitu terberkati di dunia ini.
Dokter membawa kabar untuk pasangan ini yang memberi kejutan bagi mereka berdua dan membuat mulut mereka terbuka lebar seolah lupa untuk menutupnya kembali. Mereka seolah tak percaya dengan kejutan yang mereka dengar. Namun setelah menerima penjelasan dari dokter, semua yang terjadi pada mereka adalah sebuah keajaiban yang Tuhan berikan, sama seperti pasangan suami-istri lainnya. Dan Jaejoong mulai menangis karenanya hingga dia lupa kalau sebenarnya dia masih marah pada Yunho.
Jaejoong tengah hamil 3 minggu, dan gurauan yang dibuat untuk Yunho beberapa minggu lalu berubah menjadi kenyataan. Dia tidak pernah membayangkan bahwa sebenarnya dia bisa memberikan Yunho seorang anak. Tidak menjadi masalah apakah anak mereka perempuan atau laki-laki, yang penting anak yang sekarang hidup di rahimnya akan menjadi malaikat kecil yang membawa mereka menuju ke kebahagiaan level baru. Malaikat kecil yang akan berlarian di dalam rumah mereka dan membuat kegaduhan di ruang keluarga mereka. Suara imut nan manis yang akan memanggil mereka Eomma dan Appa. Tiba-tiba Jaejoong merasa begitu senang, berharap perutnya cepat membesar sehingga dia bisa segera melahirkan buah cintanya dengan Yunho.
Jaejoong mencium wajah tampan Yunho, menempatkan ciuman-ciuman kecil ke seluruh wajah suaminya. Yunho hanya bisa tersenyum sambil mengusap airmata Jaejoong yang masih saja mengalir dari kedua mata doe indahnya.
"Aku mencintaimu Yunho! Aku sungguh sangat mencintaimu!" Jaejoong mengalungkan lengannya lagi di leher Yunho sementara suaminya terus membelai punggungnya untuk menenangkan emosi istrinya.
Mereka masih berada di ruangan VIP sebuah Rumah Sakit, dimana Yunho sebelumnya bersikeras untuk mendapatkan privasi mereka setelah pingsannya Jaejoong. Sebenarnya mereka bisa pulang sekarang sejak penyebab pingsannya Jaejoong adalah karena kehamilannya dan itu merupakan hal yang normal terjadi pada wanita hamil atau. . . pria hamil?
"Aku lebih mencintaimu sayang. Aku masih belum percaya kalau kita akan mempunyai bayi sebentar lagi! Bayi kita sendiri!" pekik Yunho bahagia.
"Apa kau bahagia Yunnie?"
"Tentu saja aku bahagia sayang!"
"Benarkah?" Yunho meganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Jaejoong. "Tapi dulu kau bilang namja tidak bisa hamil?"
Yunho menarik tubuhnya dari pelukan Jaejoong dan tersenyum pada istrinya. Ditariknya sang istri untuk duduk dipangkuannya.
"Itu benar sayang! Dan ini adalah sebuah keajaiban untuk kita. Dari semua orang, ini terjadi pada kita sayang, ini terjadi padamu!"
"Iya Yunnie. . . Aku sangat bahagia!"
"Bukankah kau berharap untuk memberikanku seorang anak perempuan?"
"Iya?"
"Dan Tuhan baru saja mengabulkan doamu. Betapa beruntungnya kita huh?" Yunho memegang dagu Jaejoong dan mendaratkan ciuman lembut tanpa napsu pada bibir penuh Jaejoong. "My baby mengandung baby kecil juga didalam perutnya. Aku senang sekali!"
Sekali lagi Yunho memekik dan Jaejoong dengan sepenuh hati menertawakan Yunho yang memutar kedua tangannya antusias di udara seakan dia menari bahagia.
"Jika perempuan nama apa yang akan kau berikan pada bayi kita Yunnie?" Yunho meletakkan telunjuknya di pangkal hidungnya, berpose seolah dia tengah berpikir keras namun hanya ada satu nama yang tertera di pikirannya.
"Jika itu bayi perempuan, aku akan memberinya nama Jiyool! Bagaimana menurutmu?"
"Hmmmm. . . Jung Jiyool? Itu terdengar sangat cantik Yunnie!"
"Benar! Cantik seperti dirimu sayang!" Yunho mencubit pipi Jaejoong dan Jaejoong menyandarkan kepalanya di dada Yunho.
"Bagaimana kalau anaknya laki-laki Yunnie?" Tanya Jaejoong terdengar manja.
"Hmmmm. . . Bukankah sebelumnya kau bilang ingin punya anak laki-laki?" Jaejoong menganggukkan kepalanya dan mengangkat kepalanya ke atas dan menatap mata indah berbentuk almon milik suaminya.
"Aku ingin memberinya sebuah nama yang terdengar tampan sepertinya appanya!" Yunho tertawa melihat keimutan Jaejoong.
"Hmmmm. . . lalu apakah ada sebuah nama yang terlintas di pikiranmu?"
"Bagaimana dengan menyatukan nama kita jadi satu?" Yunho tersenyum lebar mendengar ide Jaejoong.
"Ide bagus. Mau kau beri nama apa anak laki-laki kita?" Yunho menautkan lengannya erat di pinggul istrinya dan meletakkan dagunya di bahu Jaejoong.
"Bagaimana dengan Jaeyun?"
"Jaeyun terdengar sangat keren sayang! Jaejoong dan Yunho! Jung Jaeyun! Aku menyukainya!" Yunho melepaskan tawanya lagi.
Mereka sama senangnya dengan pasangan lainnya rasakan, menunggu kehadiran malaikat kecil mereka yang pastinya akan menambah anggota keluarga dari namja cantik yang suka bising dan mengganggu, Jung Jaejoong; serta beruang tampan yang menjengkelkan dan suka merengek, Jung Yunho.
Yunho menerbangkan bibirnya untuk mencium bibir Jaejoong namun mendarat di telapak tangan Jaejoong. Entah mengapa di tengah momen romantis, tiba-tiba Jaejoong mengingat dirinya yang masih marah pada suaminya.
"Ada apa sayang?" Airmata Jaejoong mulai jatuh dari mata doenya lalu berdiri dari sofa nyamannya yaitu pangkuan Yunho. Alis tebal Yunho naik ke atas saat menatap istrinya yang mulai menangis lagi. Dia pun ikut berdiri dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Jaejoong namun mendapat tampikan dari Jaejoong. Yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat perubahan mood dari Jaejoong yang tiba-tiba.
"Sayang. . . Ada apa?" tanya Yunho lagi.
"Aku masih marah padamu karena kau menuduhku main mata!" Jaejoong terus menangis dan Yunho harus menahan senyumnya. Pelan-pelan didekatinya sang istri dan memeluknya lagi, dia bersyukur karena namja cantik itu tidak menolak pelukannya.
"Aku minta maaf sayang! Aku sungguh minta maaf! Aku tidak bermaksud mengatakannya."
"Tapi kau sudah bilang begitu!" Jaejoong mencolek dada Yunho.
"Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi!"
"Kau selalu membuat janji Yunho tapi kau sering mengingkarinya. Selalu seperti itu!"
"Aku tidak akan membuat janji lagi kalau begitu! Aku akan langsung menunjukannya padamu saja!"
"Menunjukan padaku apa?" Yunho menakup wajah Jaejoong lagi dan menghapus air mata yang jatuh dari matanya.
"Jika tidak cukup hanya dengan mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu, pastinya aku akan menunjukakkannya langsung padamu setiap hari! Aku akan mengontrol kecemburuanku sayang jadi kita bisa menghindari perang argumen dan sejenisnya."
"Apa kau yakin bisa melakukan apa yang kau ucapkan?" Jaejoong menatap suaminya dengan mempoutkan bibirnya lucu. Yunho tertawa.
"100% yakin sayang! Aku akan melayanimu setiap hari! Kau ingin sarapan di ranjang? Aku akan membuatkannya untuk mu!"
"Tapi kau tidak tahu bagaimana cara memasak Yunnie!" Yunho menggaruk kepalanya lagi.
"Ahh yeah! Aku benar-benar lupa kalau aku tidak bisa masak. Haha. . ." Yunho menertawakan dirinya sendiri, namun seketika berhenti saat dia teringat sesuatu. "Tapi aku bisa membuat pancake sayang!"
"Aku tidak mau makan pancake gosongmu dan juice yang pahit!" Ucapan Jaejoong membuat Yunho mempoutkan bibir seksinya. Yunho tahu pasti bahwa dirinya tidak bisa memasak tetapi jika berusaha lebih keras lagi, dia yakin mampu belajar memasak demi istrinya tercinta.
"Kalau begitu lupakan soal memasak! Aku hanya akan memesannya untukmu. Dan aku akan memandikanmu setiap hari sayang!"
"Bagaimana kau akan melakukannya jika setiap kali aku bangun kau sudah meninggalkan ranjang dan hanya meninggalkan sebuah pesan!"
"Hmmm. . . kalau begitu aku akan memandikanmu sebelum pergi tidur!" Yunho menawarkan solusi. Jaejoong menganggukkan kepalanya, meski belum merasa kurang puas.
"Apa lagi?" Jaejoong menatap lekat suaminya. Yunho bisa menjadi begitu menggemaskan dan dia tidak bisa terus marah pada Yunho karena dia tahu itu juga akan membuatnya menderita.
"Aku akan membersihkan apartemen sayang!" Wajah Jaejoong sedikit mendongak mendengar apa yang diucapkan suaminya.
"Apa kau yakin?"
"Aku yakin! Kau terlihat sangat terkejut!"
"Bagaimana aku tidak terkejut. Kau bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakan sapu dan kau mau membersihkan apartemen kita?" Tanya Jaejoong, sedikit melebarkan mata doenya.
"Hey! Siapa bilang aku tidak tahu bagaimana cara menggunakan sapu?"
"Aku tidak pernah melihatmu melakukan bersih-bersih sejak kita menikah Yunnie. Aku yang selalu membersihkan bekas kekacauan yang kau buat."
"Aku yang akan melakukannya kali ini untukmu. Aku janji sayang!"
"Aku tidak suka janji-janji."
"Yeah aku pasti akan melakukannya untukmu!"
"Pastikan kau melakukannya Yunnie!"
"Pasti sayang!"
'Wow! Apa baru saja dia membuat dirinya sendiri mengikuti mood Jaejoong sekarang? Wow! Bahkan Jaejoong belum memasuki tahap perubahan mood khas ibu-ibu hamil dan istrinya itu sudah mulai banyak menuntut saat ini. Well. . . semoga beruntung untuk diriku sendiri!' pikir Yunho.
"Uuuuuuummmm sayang!" Yunho menatap istrinya sekali lagi dan tatapan serius dari mata Yunho membuat hati Jaejoong berdetak menggila. Jaejoong bisa melihat banyaknya cinta yang bersinar di mata Yunho. Meskipun suaminya tipe suami posesif dan kadang terlihat seperti idiot pencemburu namun dia tidak pernah meragukan kalau Yunho benar-benar mencintainya.
"Aku berjanji untuk menjadi ayah yang baik untuk anak laki-laki ataupun anak perempuan kita setelah dia lahir. Aku akan menjagamu seperti sumpahku di pernikahan kita dulu dan aku tidak akan berhenti mencintaimu hingga aku menghembuskan napas terakhirku Jung Jaejoong. Aku sangat mencintaimu!" Yunho mencium bibir Jaejoong cepat dan istri cantiknya hanya dapat tersenyum. Hatinya menghangat, Yunho tidak pernah bosan mengungkapkan cinta matinya pada dirinya setiap hari.
"Dan aku berjanji untuk menjadi eomma yang baik untuk anak kita, meski aku tidak bisa berjanji untuk memberimu perhatian yang lebih jika malaikat kecil ini lahir," ucap Jaejoong seraya memegang perutnya yang masih datar. Yunho mempoutkan bibir hatinya mendengar apa yang diucapkan istrinya. Jaejoong terkikik melihatnya, bagaimana bisa suaminya menjadi begitu sensitif dan cemburu dengan anaknya sendiri.
"Aku hanya ingin kau tahu bahwa setiap hari yang telah berlalu dan bahkan setelah kita menikah selama 3 tahun, cintaku tidak memudar tapi semakin lama semakin dalam. Aku akan menjadi seorang ibu yang menjanjikan untuk anakku dan seorang istri yang tunduk padamu, suamiku. Aku sangat mencintaimu Jung Yunho! Aku akan selalu mencintaimu dan terima kasih kau telah membuat hidupku sempurna."
Saat ini Jaejoong kembali menangis seraya menatap suaminya yang tidak dapat menahan dirinya untuk tidak ikut menangis juga. Mereka tertawa bersama saat sadar betapa cheesy apa yang mereka telah lakukan.
Yunho mendekat untuk memberi istrinya sebuah ciuman. Ciuman sebagai bentuk dari cinta murni mereka yang mampu menghantarkan begitu banyak pesan ke hati mereka berdua. Nuansa kebahagian mengalir memenuhi ruangan ketika dua insan pecinta menunjukan cinta mereka pada pasangannya.
Yunho menautkan kedua lengannya memeluk pinggang Jaejoong, sedangkan Jaejoong melingkarkan kedua lengannya lagi ke leher Yunho dan memperdalam ciuman mereka. Ciuman mereka bertahan untuk beberapa detik kemudian sebelum akhirnya mereka saling menarik bibir mereka terpisah. Senyumnya tak pernah lepas dari wajah masing-masing. Yunho kembali mencium bibir Jaejoong cepat seraya menautkan jemarinya ke jemari cantik Jaejoong.
"Kau siap untuk pulang sayang?"
"Iya Yunnie! Ayo kita pulang dan sampaikan kabar baik ini ke eomma!" Yunho kembali tersenyum dan menggenggam tangan Jaejoong erat di genggamannya. Dia merasa begitu bahagia mengetahui bahwa dia menunggu kelahiran penerus baru keluarga Jung yang akan hadir tak lama lagi. Merasa beruntung memiliki istri secantik Jaejoong dan diberkati karir yang bagus di dunia entertaint Korea. Dia tidak meminta lebih dari apa yang dia punya sekarang.
.
.
.
tbc
.
.
.
Editor's note :
Bahasa tidak baku, typo dimana-mana dan maaf jika ada penggunaan kata yang tidak berkenan di hati.
Saya mau minta maaf untuk semua yang sudah menunggu updatean MFHJ, dan sekali lagi maaf kalau sudah membuat kecewa kalian #DeepBow Apalagi dua chapter ini pendek2. Jeongmal mianhada...
Terima kasih buat semua yang udah dukung MFHJ dengan memberikan review, memfollow maupun memfav-nya.
Saya sangat menghargainya... #smoochesforeveryone
See you in next update..
Ada yang tanya acc IG saya : poolovesboo_ feel free to follow..
Walau agak telat saya mau ucapkan 'Marhaban Ya Ramadan.. mohon maaf lahir dan batin'
YunJae's love is Real~~~
Yunjaeddiction
