My Famous Husband Jung

.

By Lady_Sinner25

.

.

.

Hari sabtu dan waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang, namun seorang namja cantik masih berada di tempat tidurnya yang nyaman, tidur dengan sangat nyenyaknya. Yunho sudah pulang dari kedai kopi terdekat, dia pun menyempatkan diri untuk berbelanja bahan pangan. Dan saat dia mengecek kamar tidur mereka, dia melihat istrinya masih tidur. Yunho berjalan mendekati istri cantiknya dan tersenyum melihat Jaejoong yang tidur seperti malaikat, tidak merasa terganggu dengan tempat tidur yang bergerak karena berat Yunho yang duduk di sampingnya.

Yunho perhatikan Jaejoong lebih suka tidur akhir-akhir ini. Istrinya itu tidur seperti orang yang tidak pernah tidur sebelumnya dan dia selalu mengantuk kapanpun dan dimanapun seperti saat sedang duduk di sofa, menonton TV di ruang keluarga, bahkan satu jam setelah mandi pagi Yunho menemukan istrinya telah tertidur kembali. Dia terganggu dengan kebiasaan baru Jaejoong.

Yunho menghubungi eommanya.

"Eomma!"

'Yunho-ya ada apa?'

"Eomma. . . Aku ingin bertanya pada eomma. Jaejoong akhir-akhir ini sering sekali tidur, ini sungguh diluar kebiasaannya karena Jaejoong itu orang yang terbiasa bangun pagi. Dan ini membuatku khawatir!" Mrs. Jung menertawakan keluguan Yunho.

'Yunho-ya, itu normal karena kehamilan Jaejoong yang sudah dua bulan. Dia mungkin merasa begitu capek seperti habis mengangkat 50 sak beras. Orang hamil memang mudah merasa letih. Biarkan dia beristirahat Yunho-ya. . .'

"Baiklah. . ."

'Apa akhir-akhir ini dia sering mengalami perubahan mood?' Yunho terdiam sebentar dan teringat akan sesuatu.

"Aku ingat, hmmmm. . . kadang-kadang dia bertingkah aneh. Suatu malam dia menyuruhku tidur di lantai karena kata dia bauku tidak enak. Padahal aku baru saja selesai mandi!" Yunho mencibilkan bibir hatinya ketika dia mengingat malam dimana dia berakhir tidur di lantai tanpa istri di sampingnya.

Mrs. Jung tertawa di ujung sambungan telepon, membuat Yunho makin mencibilkan bibirnya.

"Eomma!"

'Tidak apa-apa sayang. Menjadi suami Jaejoong, kau harus sabar dan kau juga harus mempersiapkan dirimu karena Jaejoong akan segera masuk masa mengidamnya. Berdoalah semoga dia mengidam makanan yang mudah dicari, yang bisa kau pesan dimanapun atau kau akan pergi seharian untuk mencari makanan tertentu yang dia inginkan.'

"Benarkah?"

'Iya sayang! Eomma mohon jagalah selalu istrimu. Jika eomma punya waktu senggang, eomma akan mengunjungi kalian ok?'

"Terima kasih eomma."

'Aku mencintaimu sayang. Jaga cucu eomma ya?'

"Iya eomma, dan aku juga mencintaimu!" Yunho merasakan sebuah sentuhan di bahunya dan diapun memutar kepalanya hanya untuk melihat Jaejoong yang marah menatapnya dengan mata yang menusuk. Hal ini bagai sebuah alarm baginya.

"Pada siapa kau bilang 'I love you too'? Apa kau selingkuh di belakangku Jung?" Yunho melebarkan kedua mata sipitnya mendengar tuduhan istrinya, namun obrolan bersama eommanya barusan terlintas di pikirannya. 'Ini pasti karena hormon' pikir Yunho.

"Sa-sayang-"

"Apa? Kau selingkuh dariku kan?"

"Tidak sayang!"

"Lalu itu siapa?"

"I-itu-" Jaejoong memotong Yunho lagi, sebelum namja yang akan menjadi appa itu bisa mengatakan kalau sebenarnya dia sedang bicara dengan ibunya.

"Itu rekan artismu lagi, mencoba menggodamu?"

"Tidak sayang, dengarkan aku dulu!"

"Ini yeoja itu lagi kan?"

"Tidak sayang! Dengar!"

"Kenapa aku harus mendengarkanmu?" Jaejoong mulai menangis dan jatuh ke lantai, terisak keras dengan bertumpu pada lututnya. Yunho merasa sakit melihatnya dan mencoba untuk menenangkan istrinya tapi malah mendapat tampikan.

"Pergilah Jung!"

"Sayang aku mohon. . ."

"Pergi ke pelacur itu, kau ingin yeoja BoA itu kan? Pergi padanya sana!" Jaejoong mendorong keras Yunho tetapi sang suami malah berjongkok dan menatap sang istri. Diam-diam dia tersenyum melihat betapa lucunya Jaejoong saat dia cemburu.

"Sayang aku mencintaimu!" Yunho mencoba memeluk istrinya tetapi kali ini Jaejoong mendorongnya.

"Aku membencimu! Pergi!" Yunho tertawa dan Jaejoong menatap suaminya tajam.

"Kau menertawakanku sekarang?"

"Tidak sayang!"

"Kau tertawa Jung! Aku mendengarnya!"

"Aku tidak tertawa sayang. Lihat?"

"Aku melihatmu Jung!" Yunho menggigit bibirnya, mencoba untuk tidak tersenyum atau dia akan mendapat masalah lagi.

"Aku tidak tertawa!" Yunho kali ini mencoba mengeraskan ekspresi wajahnya namu tidak bisa, jadi dia memutar kepalanya dan mengeluarkan tawa kecil yang dia tahan sejak tadi. Tapi belum selesai tertawa, dia mendapat pukulan di punggungnya. Yunho mengerang kesakitan saat dia melihat Jaejoong memegang sebuah buku tebal yang adalah miliknya.

"Kau menertawakanku Jung! Aku membencimu!" Jaejoong memukul Yunho lagi dengan buku dan Yunho yang malang mencoba menutupi dirinya dan lari ke belakang sofa.

"Tapi aku mencintaimu sayang! Aku sangat mencintaimu!"

"Arrrrgggghhhhh! Aku membencimu Jung!" Jaejoong berhenti di tempat dia berdiri dan menangis lagi. Yunho buru-buru mendatangi istrinya dan memeluknya. Kali ini Jaejoong tidak menolak, membuat Yunho tersenyum dan mencium kepala Jaejoong.

"Ada apa malaikatku?" Jaejoong mengendus baju yang Yunho kenakan seraya terus menangis.

"Apa kau sudah mandi Jung?" Yunho menaikan kedua alisnya ketika Jaejoong berhenti menangis dengan tiba-tiba. Dan sekarang menginspeksi bajunya.

"Tentu saja. Bahkan aku bermandikan cologne!"

"Kau bau. Aku tidak suka!"

"Apa?" Yunho mencium bajunya dan dia masih bisa mencium cologne yang dia pakai, cologne dengan aroma yang menyegarkan tapi sepertinya Jaejoong tidak menyukainya.

"Baunya sangat tidak enak Jung aku ingin mu-" Jaejoong lari menuju toilet dan mulai memuntahkan isi perutnya. Yunho mengekori istrinya dari belakang dan menggosok punggungnya sedangkan Jaejoong terus muntah di wastafel.

"Yunho pergi! Kau bau!" Yunho mundur beberapa langkah saat Jaejoong menyuruhnya pergi.

"Sayang aku tidak bau!"

"Kau ba-. . . Urrgghhhhh!" Jaejoong muntah lagi. Yunho membuka bajunya dan melemparnya ke keranjang pakaian kotor terdekat sebelum kembali berlari ke istrinya dan menggosok punggungnya.

"Apa aku masih bau?" Yunho mengambil selembar paper towel dan mengusap mulut Jaejoong, dengan masih menggosok lembut punggung istrinya.

"Tidak lagi Yunnie!" Jaejoong memeluk suaminya dan mengendus lagi kulit Yunho.

"Hmmmm. . . Aku suka aromamu sekarang!" Yunho menarik kedua alisnya seraya mengamati istrinya yang mendengus di dadanya seolah dia sangat terpesona dengan aroma tubuhnya, yang sebenarnya masih tercium cologne yang sama.

"Ini aneh sayang! Ini masih bau cologne yang sama."

"Tapi aku tidak mencium colognenya di sini Yunnie!" Yunho hanya terkekeh. Jaejoong yang tengah hamil muda bisa menjadi aneh untuk berurusan dengannya, dan juga gila tetapi karena itulah dia sangat mencintai istrinya. Iya, Yunho sangat mencintai namja cantik itu.

"Aku mencintaimu sayang!"

"Aku juga mencintaimu Yunnie!"

:::::

DING DONG

"Yunnie!"

DING DONG

"Yunnie ke sini!"

DING DONG

"Yunnieeeeeee buka pintunya!" Yunho berlari dari dapur dengan mengenakan apron, sangat jelas sedang memasak. Penasaran apa yang dia masak? Sebenarnya Jaejoong sedang mengidam pancake gosong buatan Yunho. Aneh bukan? Tapi itulah faktanya.

Yunho lari menuju pintu dan membukanya hanya untuk mendapati sepupunya yang menjengkelkan menyengir padanya.

"Sejak kapan kau berubah menjadi chef hyung?"

"Diam kau!"

"Hmmmm. . . kasihan! Kau menjadi budak Jaejoong hyung!"

"Tutup mulutmu Changmin!" Yunho menatap tajam Changmin, namun namja yang lebih muda itu hanya membalasnya dengan seringaian seperti setan.

"Buat aku tutup mulut hyung!" Yunho hendak memukul kepala Changmin saat Jaejoong melihatnya dan memberinya tatapan nan mematikan.

"Yah! Jung apa yang kau lakukan pada Minnie?" Yunho menggaruk kepalanya dan sekali lagi Changmin menyeringai pada kakak sepupunya.

"Kau setan!" Yunho menyumpai sepupunya saat mereka mulai mendekati Jaejoong yang duduk di sofa, membaca sebuah buku dengan kedua kakinya diselonjorkan di tengah-tengah meja layaknya seorang diva.

"Dia mencoba untuk memukulku Jaejoong hyung!"

"Awwwww! Minnieku yang malang. . . Jangan khawatir aku akan memukul Yunho nanti untukmu!" Jaejoong mengacak rambut Changmin lembut.

"Ehhh?" Yunho menatap istrinya yang kini tengah mencubit pipi Changmin sambil tertawa ketika dia melakukannya.

'Ya Tuhan! Jaejoong tidak sedang menginginkan anak kami menjadi seperti Changmin kan?' pikir Yunho dengan masih menatap istrinya dan sekarang istrinya membelai rambut Changmin. Yunho menggelengkan kepalanya seakan ingin membuang jauh-jauh apa yang baru saja terlintas di kepalanya sebelum menghentakkan kakinya kembali ke dapur.

"Yunniiieee!" Yunho bergegas kembali ke ruang tamu segera setelah mendengar istrinya berteriak.

"Apa kau sudah selesai?"

"Belum sayang! Tunggu sebentar. . ."

"Buruan Yunnie! Buat yang gosong!" Yunho menggaruk kepalanya yang tidak gatal lagi dan pergi kembali ke dapur lagi.

Menjadi suami dari Jung Jaejoong sangatlah beruntung, tetapi Jaejoong yang tengah hamil? Yunho tidak berpikir demikian. Dia hanya ingin menagis sekarang karena ini terlalu berat baginya! Diam-diam dia sesenggukan di dapur, sedangkan istrinya bermain dengan Changmin. Dan bagaimana dengan dirinya sendiri? Memasak seperti seorang suami yang baik lakukan untuk istrinya yang sedang hamil. Hidup memang kadang menyebalkan.

:::::

Jaejoong saat ini menginjak trimester pertama usia kehamilanya dan Yunho telah terbawa arus mood swing istrinya. Kadang dia hanya ingin menarik rambutnya frustrasi karena Jaejoong semakin hari semakin emosional. Tonjolan kecil perlahan menunjukkan bentuknya di perut rata Jaejoong dan Yunho hanya bisa berharap yang terbaik untuk kesehatan dan keselamatan istrinya. Meskipun kadang-kadang dia mendapatkan tendangan dan lemparan benda-benda yang Jaejoong sekenanya ambil, mendapatkan penyiksaan dan menjadi budak bagi Jaejoong, namun tidak menghentikan dirinya yang masih sangat mencintai istrinya. Dan sekarang sebagai bentuk dari seorang suami yang baik, Yunho memandikan istrinya sebelum pergi tidur. Dirinya bersyukur karena Jaejoong berada dalam moodnya yang bagus.

"Yunnieeeee ayo cepat!" Jaejoong berteriak kepada suaminya, dia sudah menunggu Yunho untuk kembali. Yunho mengambil handuk putih dan jubah mandi milik Jaejoong dan segera menuju kamar mandi dimana istrinya sedang menunggu.

"Apa yang membuatmu begitu lama Yunnie?" Jaejoong mempotkan bibirnya sambil melihat suaminya dengan senyuman yang terplester di wajahnya.

"Aku hanya mengecek apa makan malam sudah siap apa belum sayang!" Ya! Benar, makan malam. Yunho sudah belajar bagaimana cara memasak selama satu bulan ini. Terima kasih untuk istrinya yang pemilih soal makanan, hanya ingin makan makanan hasil masakannya. Jaejoong tidak pernah mau makanan luar atau pesan dari restoran dan hal ini sering membuat Yunho stres karena dia tidak tahu bagaimana cara memasak selain pancake gosong yang sudah menjadi keahliannya.

Yunho berterima kasih kepada ibunya yang menyempatkan diri untuk kembali ke Korea, berlibur sekaligus menghabiskan waktunya dengan pasangan Yunjae selama satu bulan. Yunho memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sedikit demi sedikit keahlian memasak ibunya, meskipun tidak selezat masakan ibu dan istrinya namun masih dalam tahap layak makan. Dan yang terpenting Jaejoong tidak pernah protes jika masakannya pahit, manis, asin atau apapun yang bisa dia gunakan untuk protes. Selama itu masakan Yunho, istrinya akan memakannya dengan senang hati.

"Kita makan malam dengan apa Yunnie? Aku sudah lapar."

"Aku masak chapjae untukmu sayang, kau suka itu?" Yunho menolong Jaejoong untuk berdiri dan menarik kaos dan piyamanya dari tubuh ramping namja cantik itu. Jaejoong menganggukan kepalanya dan merasa sangat senang ketika dia mendengar suaminya memasak masakan kesukaannya.

"Ayo buruan Yunnie, aku akan makan setelah ini!" Yunho tertawa dan mencium kening Jaejoong sebelum dia menyalakan showernya.

Selalu seperti ini, mereka akan pergi mandi bersama setiap malam dan menjadi seorang namja yang sehat, Yunho tentunya juga mempunyai kebutuhan 'khusus' dan selalu berakhir menjadi keras di salah satu organ tubuhnya melihat Jaejoong telanjang di depannya. Namun istrinya itu tidak pernah menyadarinya, karena yang bersangkutan selalu tidak dalam moodnya. Ketertarikan seksual Jaejoong telah berkurang yang tentu membuatnya harus menderita untuk sementara. Tetapi ketika Jaejoong merasa horny, Yunho tidak bisa bilang tidak dan mereka akan berakhir melakukannya lagi dan lagi hingga Jaejoong menjadi lelah.

Yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Bagaimana bisa orang yang sedang hamil mempunyai tingkah laku seperti itu? Dan jangan lupa perubahan mood yang tidak bisa ditebak. Kadang dia akan menemukan Jaejoong menangis di tempat tidur mereka karena istrinya itu memimpikan dirinya yang dikejar-kejar oleh monster di dalam mimpinya dan dia akan memeluk Jaejoong hingga namja yang tengah mengandung anaknya itu kembali tertidur di pelukannya. Di lain waktu, Yunho akan melihat Jaejoong yang tertawa melihat drama yang jelas-jelas bukan drama komedi, namun Jaejoongnya akan tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi para aktor dan aktrisnya. Dan akan berteriak di depan layar TV 'UGLY!'. Yunho melihatnya aneh, namun apa yang bisa dia lakukan? Yunho harus memanjakan Jaejoong dengan mood swing miliknya untuk menghindari masalah atau dia akan berakhir menderita dalam siksaan Jaejoong.

Segera setelah mereka menyelesaikan acara mandi mereka, tepat saat mereka keluar dari pintu kamar mereka Jaejoong dengan cepat lari menuju ruang makan.

"Ya ampun sayang! Hati-hati! Jangan lari!" Yunho merasa jantungnya berhenti berdetak melihat Jaejoong lari menuju ruang makan dengan ke-clumsy-annya dan dengan cepat duduk di kursi meja makan, dan Yunho hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah istrinya. Jaejoong seperti anak kecil jika sedang bahagia.

"Yunnieeee ayo kita makan sekarang!" Yunho tersenyum seraya menyerahkan piring kepada istrinya dan tetap berdiri hanya untuk menatap Jaejoongnya yang menggemaskan.

"Apa yang kau lihat Yunnie?"

"Kau sungguh menggemaskan sayang!" Yunho membungkuk dan mencium pipi Jaejoong.

"Duduk sini Yunnie!" Yunho duduk di samping istrinya dan mulai mengambil makanan untuk Jaejoong dahulu, baru kemudian mengisi piringnya. Yunho siap untuk menyuapkan sendok pertama ke mulutnya saat Jaejoong memegang tangannya dan menyuapkan sendok yang dipegang Yunho ke dalam mulutnya, sebelum menyeringai pada suaminya. Jaejoong berpindah duduk di pangkuan Yunho dan menyandarkan kepalanya di bahu Yunho sambil memainkan kera baju Yunho. Dia sungguh terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang mencari perhatian dari orang tuanya.

Hati Yunho tersenyum melihat tingkah manis istrinya. Dia merindukan Jaejoong yang seperti ini, dia merindukan saat-saat mereka saling berpelukan manja di dapur seperti yang dulu mereka sering lakukan sebelum Jaejoong hamil. Momen seperti itu berkurang karena perubahan mood Jaejoong yang acap kali terjadi akhir-akhir ini.

"Hmmm. . . Kau ingin Yunnie menyuapimu?" Yunho kembali tersenyum ketika Jaejoong menganggukan kepalanya. Cute!

"Cium aku dulu sayang!" Pinta Yunho. Jaejoong menciumnya di pipi namun yang dicium hanya mempoutkan bibir hatinya.

"Apa kau menyebutnya sebuah ciuman sayang? Itu bahkan tidak bertahan selama sedetik?" Jaejoong tersenyum pada suaminya dan menangkup wajahnya.

"Ciuman seperti apa yang kau inginkan Jung? Seperti ini?" Jaejoong menekan bibir mereka bersama dan dengan pelan menggerakkan kedua lengannya melingkar di leher Yunho, sedangkan lengan Yunho mengerat di pinggang Jaejoong. Jaejoong memperdalam ciuman mereka dengan menggigit bibir bawah Yunho sedangkan Yunho menggigit bibir Jaejoong ringan agar namja cantik itu membuka gua panas miliknya. Dan. . . sukses! Jaejoong membuka mulutnya dan mengeluarkan suara erangan yang membuat 'teman kecil' Yunho di bawah sana seolah mendapat peringatan. Yunho menarik dirinya dari ciuman panas dengan istrinya sebelum dia mulai menjadi keras lagi, karena pada dasarnya Yunho sudah frustrasi secara seksual terhadap Jaejoong.

"Ayo kita makan sayang, aku akan menyuapimu!" Yunho tersenyum, namun Jaejoong hanya menatapnya dalam diam. "Ada apa sayang?"

Jaejoong masih saja menatap Yunho dan pelan-pelan matanya mulai basah. Yunho melebarkan matanya ketika dia melihat sebenarnya Jaejoong tengah terisak dengan air matanya yang keluar dari mata doenya yang cantik. Yunho langsung memeluk istrinya dan meletakkan sendok yang hendak dia suapkan ke mulut Jaejoong.

"Sayang kenapa kau menangis?" Bukannya menjawab, Jaejoong malah terus menangis. Yunho merasa hatinya ikut menangis, sangat berat bagi Yunho melihat Jaejoong beruraian air mata.

"Sayang, katakan padaku ada apa hmmmm?" Yunho menangkup wajah Jaejoong dan mencium air mata yang masih membasahi wajah cantiknya.

"Kau. . . tidak. . . mencintai. . . ku. . . lagi!" ucap Jaejoong terbata-bata karena tangisnya.

"Mweo?"

"Kau tidak. . . mencintai. . . ku. . . lagi!"

"Siapa yang mengatakan itu padamu? Tidak masuk akal!" Yunho merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar keluar dari bibir istrinya.

"Lalu. . . kenapa. . . kau. . . menarik diri dari ciuman tadi?" Yunho mengerti sekarang, dihapusnya air mata Jaejoong dengan ibu jarinya dan mencium seluruh wajah Jaejoong.

"Apa karena itu kau menangis? Karena kau pikir aku tidak lagi mencintaimu?" Jaejoong menganggukan kepalanya dan masih terisak di dada Yunho.

"Kau pikir aku tidak mengiginkanmu lagi?" Tanya Yunho lagi dan Jaejoong menganggukan kepalanya lagi sebagai jawaban. Yunho tertawa kecil dan mengangkat dagu Jaejoong, bersyukur karena tangis namja cantik itu mulai mereda.

"Aku tidak akan pernah lelah untuk mencintaimu sayang, dan untuk tidak menginginkanmu? Ya Tuhan! Kau tidak tahu betapa aku menginginkanmu saat ini. Kau ingat kapan terakhir kalinya kita berdua berhubungan intim? Bulan lalu? Aku selama ini menahan keinginanku sendiri, aku tak ingin menjadi frustrasi karena terlalu menginginkanmu. Sekarang kau mengerti?" Jaejoong memeluk suaminya erat hingga hampir membuat mereka terjatuh ke lantai jika Yunho tidak mempunyai reflek yang bagus. Yunho memegang pinggiran meja sebelum mereka mendarat di dinginnya lantai.

"Maaf Yunnie! Apa aku begitu menyusahkanmu?" Yunho menatap istrinya dengan pout terbentuk di bibirnya dan menganggukan kepalanya. Yunho meletakkan tangannya di tonjolan kecil perut rata Jaejoong dan mengusapnya lembut.

"Moodmu sedikit berubah semenjak malaikat kecil kita terbentuk disini," Yunho masih mengusap perut Jaejoong. "Dan aku harus menyesuaikan diri dengan bayi kita. Aku tidak ingin memaksamu karena kebutuhanku. Kesehatanmu dan bayi kita lebih penting, kau tahu itu."

Jaejoong akhirnya tersenyum dan mencium bibir Yunho lebih lama dari sebelumnya. Segera setelah mereka menarik diri dari ciuman mereka, mereka tertawa bersama dengan Jaejoong masih berada di pangkuan Yunho.

"Ayo kita makan sekarang Yunnie dan kau bisa mendapat hidangan pencuci mulutmu nanti di kamar tidur kita!" Jaejoong mengedipkan salah satu matanya pada suaminya, membuat Yunho menyeringai nakal dan mulai menyuapi istrinya lagi.

"Terima kasih sayang!"

:::::

Setelah malam panas yang mereka lalui berdua, dimana Jaejoong lebih suka menyebutnya sebagai hidangan pencuci mulut, tubuh mereka saling bertautan di bawah selimut dan kelelahan. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menidurkan tubuh letih mereka.

Enam jam telah berlalu, Jaejoong terbangun ketika dia merasakan perutnya bergemuruh yang mengindikasikan bahwa dia lapar lagi. Dia memutar tubuhnya ke sisi lain dan melihat suaminya yang masih telanjang, masih tertidur lelap. Dia tidak tega untuk membagunkannya, namun dia harus makan atau janinnya di dalam perut akan kecewa. Jaejoong mengidam makan rujak mangga muda yang pedas. Dan dia sangat ingin memakannya sekarang atau dia akan meneteskan air liurnya sepanjang pagi. Digoncangkannya tubuh Yunho pelan.

"Yunnie. . .!" Yunho tidak bergeming sama sekali. Jaejoong menggoncang tubuh suaminya lagi. "Yunnie. . .!"

"Uuuummm!"

"Aku mohon bangunlah!" Yunho berbalik ke sisi lain tempat tidur dan mencibilkan bibirnya.

"Yunho!"

"Apa?" Jawab Yunho tanpa menghadap ke arah Jaejoong dan hal ini membuat Jaejoong kesal.

"YAH! JUNG YUNHOOOOO!" Yunho langsung terbangun, sepenuhnya lupa kalau dirinya masih telanjang dan istrinya hanya memutar kedua matanya melihat tingkah suaminya.

"APA?" Yunho duduk kembali ke tempat tidur dan tidak sadar kalau istrinya tengah menatapnya dengan seksama. Ketika dia berbalik, dia melihat istrinya mempoutkan bibir merah bak delimanya lengkap dengan puppy eyesnya, membuat Yunho merasa bersalah.

"Aku minta maaf sayang, aku hanya terkejut tadi! Ada apa malaikatku?" Yunho mengenakan kaosnya dan boxernya lagi kemudian bergerak untuk duduk di samping Jaejoong.

"Aku lapar sayang!" Jaejoong makin mempoutkan bibirnya dan kantuk Yunho langsung hilang seketika.

"Apa yang kau mau untuk makan hmm?" Yunho membelai rambut Jaejoong dan istrinya itu menyandarkan kepalanya ke dada Yunho.

"Aku ingin rujak mangga yang pedas Yunnie!" Yunho menelan air liurnya. Dimana dia bisa membeli rujak mangga di jam seperti ini? Dia lihatnya jam sejenak dan waktu menunjukan pukul 2.30 dini hari. Semoga beruntung Yunho, semoga kau bisa menemukan apa yang diinginkan istrimu.

"Dimana aku harus membelinya sayang?" Jaejoong mengangkat bahunya dan kembali ke tempat tidur.

"Aku tidak tahu Yunnie. Tapi aku menginginkannya sekarang!"

"Mungkin kita bisa membelinya besok-" Tiba-tiba Jaejoong berdiri dan menatap tajam Yunho, sekali lagi Yunho menelan ludahnya.

"AKU BILANG AKU MENGINGINKANNYA SEKARANG!" Yunho menggaruk kepalanya dan mengangguk.

"Aku bilang padamu aku pergi sekarang!" Yunho berdiri dan hendak mencium Jaejoong namun namja cantik yang sedangengidam itu menutup mulutnya.

"Eh?"

"Kau bisa menciumku nanti jika kau sudah mendapat apa yang aku inginkan! SEKARANG PERGI!" Yunho menggelengkan kepalanya dan mengambil kunci mobil, pergi ke tempat yang dia sendiri tak tahu.

Ketika hendak keluar dari pintu kamar Yunho baru tersadar kalau dia hanya menggunkan boxer. Memutar langkahnya untuk mengambil celana panjangnya, malah bertemu pandang dengan Jaejoong.

"Yah! Kenapa balik lagi?" Tanya Jaejoong sedikit emosi.

"Celana sayang! Apa aku harus memakai boxer berkeliaran di malam yang dingin huh?" Bisa Yunho lihat pipi istrinya yang sedikit memerah, yang tak ayal bisa melegakan hati Yunho barang sedikit. Segera dipakainya celana jeans panjang untuk membalut kaki jenjangnya dan tak lupa membawa jaket.

Jaejoong terus mengawasi apa yang dilakukan Yunho. Untung suaminya ingat untuk memakai celana, dia tidak rela orang lain melihat sang super star hanya mengenakan boxernya saja. Memikirkannya saja membuatnya pipinya memanas, ada rasa marah, tidak terima karena dia tidak ingin berbagi suaminya.

Selesai dengan keperluannya Yunho kembali beranjak meninggalkan kamarnya. Sebelum keluar sekali lagi dilihatnya sang istri, "Masih tidak boleh menciummu?"

"Tidak! Cepat pergi dan dapatkan mangganya kalau ingin menciumku!" Yunho menghela napasnya dan segera keluar dari kamar mereka.

:::::

'Ya Tuhan! Dari mana aku harus mulai mencari mangga itu?' Batin Yunho sambil melajukan mobilnya keluar dari parkir basement apartemennya.

Setelah dua jam, Yunho akhirnya menemukan toko yang menjual buah-buahan dan dia bersyukur toko tersebut masih buka. Dilihatnya jam di tangan, waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Dia keluar dari mobil dan berjalan menuju toko buah dan menanyakan apa yang tengah dia cari. Seorang paman yang sudah cukup berumur tertawa melihatnya dan Yunho hanya dapat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ngidam di malam hari?" Yunho tersenyum lembut dan menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan paman pemilik toko.

"Iya. Istri saya mengidam mangga dan dia ingin memakannya dengan bumbu rujak."

"Ohhh! Kebetulan istriku membuat bumbu rujak untuk dimakan dengan mangga juga, karena anak perempuan kami mengidam makanan yang sama dengan istrimu."

"Benarkah?"

"Tunggu disini, aku akan mengambilkannya untukmu!" Yunho menganggukkan kepalanya dan menunggu paman penjual buah. Yunho merasa senang, seulas senyum terpampang di wajahnya. Tidak butuh waktu lama namja tua yang akan menjadi kakek itu memberikan wadah kecil penuh dengan bumbu rujak dan sekantong mangga muda.

"Terima kasih. Berapa saya harus membayar ini semua?" Tanya Yunho.

"Tidak usah nak. Aku tahu bagaimana rasanya menjadi suami ketika istrinya sedang mengidam."

"Paman baik sekali. Terima kasih banyak paman! Saya akan pulang sekarang." ucap Yunho sambil membungkukkan badannya.

"Iya, sama-sama. Jagalah istrimu!" Yunho menganggukan kepalanya dan membungkuk sekali lagi sebelum akhirnya pergi meninggalkan toko, kembali ke istrinya yang tengah menunggunya di apartemen mereka.

Ketika dia sampai di apartemen mereka jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, segera dia menuju kamar mereka dan melihat istrinya sedang membaca buku.

"Kau tidak tidur lagi sayang?" Yunho mencium kening Jaejoong.

"Aku menunggumu. Apa kau menemukan apa yang aku inginkan?" Yunho tersenyum seraya menganggukan kepalanya dan membantu istrinya untuk berdiri.

Saat ini mereka berada di dapur dan Yunho sibuk mengupas mangga, sedangkan istrinya hanya melihat apa yang dikerjakan oleh suaminya datar. Sama sekali tidak menunjukkan tanda bahwa dia sedang menahan air liurnya atau apalah yang menunjukkan kalau dia sangat menginginkan buah asam itu, dan ini membuat Yunho merasa aneh.

Beberapa wanita hamil akan meneteskan air liurnya pada makanan tertentu segera setelah mereka bersentuhan dengan makanan yang mereka inginkan. Namun Jaejoong berbeda. Yunho mengupas 5 buah mangga dan meletakkannya di mangkuk dan menuangkan separuh dari wadah kecil bumbu rujak ke dalam mangkuk lalu memberikannya kepada namja cantik itu, tetapi ditolaknya dengan gelengan kepala.

"Kau tidak menginginkannya lagi sayang?" Yunho menatap bingung ketika Jaejoong menyengir padanya.

"Aku ingin kau yang memakannya Yunnie. Semua!"

"Mweo?" Yunho membelalakkan matanya dan melihat ke mangkuk yang penuh dengan mangga dan saus pedas. Dia menelan ludahnya lagi, membayangkan bagaimana mangga yang asam dan saus yang pedas berada di dalam mulutnya secara bersamaan. Dan perutnya, perutnya sangat sensitif terhadap makanan pedas. "Tapi. . ."

"Yunnie. . . makanlah untukku dan aku hanya akan melihatmu saja!"

"Ta-tapi. . . aku tidak bisa makan terlalu banyak yang pedas-pedas sayang! Kau tahu kalau perutku lemah kalau sudah berhubungan dengan makanan pedas!" Jaejoong mencibilkan bibirnya, berdiri dari tempatnya duduk dan bersiap pergi kembali ke kamar mereka tetapi Yunho menahan lengannya dan membuat istrinya duduk kembali.

"Baiklah! Aku akan memakan ini untuk mu!" Jaejoong tersenyum dan mencium kedua pipi Yunho.

"Apa yang kau tunggu? Makan mangganya sekarang Yunnie!" Untuk kesekian kalinya Yunho menelan ludahnya, melihat mangga muda penuh dengan bumbu rujak yang terlihat sangat pedas.

'Bagaimana dia bisa begitu idiot mencampur setengah dari wadah bumbu rujak ke mangkuk?' Teriak Yunho di dalam kepalanya. Dilihatnya wajah sang istri dan kembali ke mangkuk lagi, dan mulai berdoa di dalam hati.

'Ya Tuhan, aku berharap masih mempunyai bibirku yang seksi ini esok! Amin!'

.

.

.

tbc

.

.

.

Editor's note :

tidak sesuai dengan EYD, terselip typo dan maaf-maaf kalau ada penggunaan kata yang tidak berkenan di hati reader.

Thanks buat semua yang udah memfavoritin dan follow MFHJ! terutama buat semua yang udah kasih review. Terima kasih banyak #SmoochiesForAll :*:*:*:*:*

Besok lebaran! Enggak terasa tiba-tiba udah lebaran ajah.. Ayo kita berdoa, semoga tahun ini bukan Ramadan terakhir kita.. semoga diberi kesempatan merasakan Ramadan lagi tahun depan.

Setulus hati saya mengucapkan "Taqobbalallhu minna waminkum, shiyamanaa wa shiyaamakum, minal 'aidin wal faizin..

Mohon Maaf Lahir dan Batin.. Happy Eid Mubarak all :D"

YunJae loves is real~~~~

Signing off..

YunJaeDdiction