My Famous Husband Jung

by Lady_Sinner25

.

.

.

Yunho sibuk memasak untuk sarapan mereka saat dia mendengar Jaejoong meneriakkan namanya dengan keras dari kamar tidur mereka. Dia menjadi panik dan bergegas menuju kamar mereka dan melihat istrinya duduk di lantai, menangis sambil mengusap-usap perut besarnya, yang sekarang sudah memasuki bulan ke delapan.

"Yunnie. . . hiks. . . Yunnie!" Yunho duduk di lantai, ikut mengusap perut Jaejoong dan terlihat begitu khawatir melihat istrinya menangis.

"Ada apa sayang? Apa ini sakit? Katakan padaku! Aku mohon jangan menangis!" Yunho mencium perut istrinya dan mengusapnya pelan sambil menatap istrinya, masih dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya.

"Sayang katakan padaku, ada apa? Huh?" Jaejoong dengan perlahan mereda dari tangisnya, kemudian menatap suaminya dengan senyum terkembang yang sukses membuat Yunho bingung melihatnya.

"Aku bicara dengan Jiyool kita dan dia menjawabku dengan tendangannya. Dan. . . dan tendangan terakhir sepertinya terlalu keras hingga aku merasakan kontraksi Yunnie. . ." Yunho tersenyum dan mencium kening Jaejoong.

"Benarkah? Apa kau juga merasakan hal yang lain? Apa masih sakit?" Yunho membantu Jaejoong berdiri dan menuntunnya untuk berbaring di ranjang mereka, dan dengan senang hati Jaejoong menurut pada suaminya.

"Masih sakit sedikit tapi aku sudah bisa mengatasinya sekarang Yunnie." Yunho menatap istrinya, cemas masih tergambar di wajah tampannya. Jaejoong tersenyum melihat suaminya dan menariknya mendekat seraya menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Aku baik-baik saja Appa Jung, Aku tidak apa-apa sekarang!" Jaejoong mencium lembut bibir hati suaminya, tersenyum Yunho dibuatnya.

"Baiklah kalau kalian baik-baik saja. Dan oh ya. . . Kau bilang ingin berbelanja untuk kebutuhan Jiyool. Bagaimana kalau kita pergi setelah sarapan, kau suka itu?" Jaejoong tersenyum lebar pada suaminya dan menganggukkan kepalanya tiada henti.

"Terima kasih Yunnie! Aku mencintaimu!"

"Aku juga mencintaimu sayang!" Dan Yunho terburu-buru kembali ke dapur, melanjutkan kegiatan yang sempat dia tinggal sebelum dia membakar unit apartemen mereka.

.

Yunho dan Jaejoong sekarang tengah berjalan-jalan di mall dan mereka sadar kalau mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung mall lainnya, siapa yang tidak akan memperhatikan mereka? Jung Yunho berjalan dengan kerennya di dalam mall dengan mengenakan celana pendek putih selutut dan kaos polo hijau. Orang-orang yang terbiasa melihatnya mengenakan pakaian formal, elegan dan bagus di tv namun hari ini dia hanya mengenakan pakaian simple dan tidak menunjukkan kalau dia seorang selebriti sama sekali. Hal ini membuat orang-orang di sekitarnya merasa takjub. Dibalik statusnya sebagai selebriti, namun di luar panggung dan sorot kamera Jung Yunho menanggalkan statusnya dan menjadi orang sederhana seperti orang-orang lain pada umumnya. Hal inilah yang membuat dia sangat dicintai oleh para fansnya.

Dan. . . untuk menambah porsi dari kepopuleran Jung Yunho adalah namja cantik yang berjalan di sampingnya, mengenakan sweater wool dengan kancing di depan sudah cukup bisa melindungi baby Jiyool yang masih berumur delapan bulan dalam kandungannya dari dingin. Jaejoong menjadi semakin cantik dengan rambut coklat keemasannya yang sekarang tumbuh memanjang hingga bahunya. Di mata setiap orang dia terlihat seperti yeoja cantik hamil berjalan dengan suami tampan yang berada di sampingnya. Pasangan sempurna yang mampu membuat setiap pembelanja akan berhenti untuk mengambil foto mereka. Mereka berdua hanya bisa tertawa acara belanja kebutuhan Jiyool menjadi ajang photo bersama fans. Yunho lebih bahagia lagi karena Jaejoong terlihat menikmatinya.

Kini mereka berada di bagian yang menjual kebutuhan bayi dan terlihat Jaejoong tengah sibuk memilih antara topi bayi berwarna pink dan hijau muda. Dia memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk mencari Yunho. Dilihatnya sang suami sedang menandatangani sebuah poster dengan gambar dirinya, itu pasti salah satu fansnya yang meminta tanda tangan. Ketika Jaejoong hendak berjalan menuju Yunho, dia merasakan sebuah tepukan di bahunya. Saat dia memutar tubuhnya, dilihatnya seseorang yang tidak pernah dia duga akan jumpai.

"BoA?" Boa tersenyum padanya seolah tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka sebelumnya.

"Bagaimana kabarmu Jaejoong-ssi?" Jaejoong merasa kalau senyum BoA untuknya tulus kali ini, maka dia membalasnya dengan sebuah senyuman hangat.

"Aku baik. Bagaimana denganmu?" tanya Jaejoong balik sambil menyibukkan tangannya memilih topi bayi lagi. BoA kembali tersenyum padanya dan mulai ikut memilih topi bayi.

"Aku juga baik. Aku berhenti dari karirku, karena aku ingin menjalani kehidupanku di belakang dunia gemerlap. Hidup sederhana dan bahagia bersama keluargaku."

"Apa kau sudah menikah?" BoA menganggukan kepalanya dan tersenyum lagi.

"Dan aku juga hamil dua bulan!"

Jaejoong yang sepenuhnya sudah bisa melupakan masa lalu mereka dan tanpa ragu menarik BoA ke dalam sebuah pelukan. Dan dia senang mereka bisa bertemu lagi hari ini walaupun tanpa sengaja. Dia berharap semoga kesempatan kali ini dapat menjadi momen untuk mengakhiri dan menutup bab kelam dalam kehidupan mereka sebelumnya dengan baik.

"Aku ikut bahagia untukmu BoA-ssi!" Tidak lama Jaejoong melepaskan pelukannya. Jaejoong melihat BoA menganggukan kepalanya dan setetes air mata keluar dari matanya. Jaejoong menjadi waspada.

"BoA-ssi, ada apa? Ada sesuatu yang salah? Apa kau merasa sakit?" Suara Jaejoong yang penuh dengan nada khawatir membawa rasa bersalah baru bagi BoA. Dipeluknya lagi Jaejoong.

"Aku merasa sangat bodoh sudah merencanakan hal gila padamu malam itu dan juga untuk Yunho. Aku tidak tahu, kau sungguh seperti seorang malaikat baik dan orang yang. . . hangat sehingga banyak orang akan mencintaimu dengan tulus. Tidak heran jika Yunho sangat mencintaimu." Jaejoong menarik tubuhnya dari pelukan Yunho dan tertawa melihat BoA menjadi emosional.

"Itu semua masa lalu BoA-ssi. Kita bisa menjadi teman dan tidak perlu mengingat-ingatnya lagi. Kau terlihat jelek kalau menangis!" Jaejoong melontarkan sebuah guyonan yang membuat BoA tertawa sambil menghapus air matanya. Jaejoong pun ikut tertawa.

"Terima kasih Jaejoong-ssi, aku harus pergi sekarang!" Pamit BoA.

"Kau tidak ingin bertemu Yunho?" Jaejoong menolehkan kepalanya ke arah Yunho dan melihat kalau namja itu masih memberikan tanda tangan.

"Mungkin lain kali? Seperti yang kau lihat, dia masih sibuk. . . sampaikan salamku untuknya dan by the way selamat untuk kalian." BoA menunjuk perut Jaejoong dan Jaejoong hanya bisa merona dan menganggukkan kepala. Cara BoA mengirimkan salamnya untuk Yunho tidak lagi mengganggunya. Dia tidak lagi merasakan sedikit pun cemburu atau rasa tidak aman karena kali ini dia yakin BoA bersungguh-sungguh dengan permintaan maafnya.

Jaejoong tersenyum seraya menatap punggung BoA yang mulai menjauh dan kemudian dia merasakan sepasang lengan yang melingkari perut besarnya. Dimiringkan kepalanya dan melihat suaminya tersenyum padanya.

"Sudah selesai?" Jaejoong menganggukkan kepala dan mengambil semua pakaian yang telah dia pilih dan memberikannya ke Yunho. Yunho mengambil semuanya dan bergegas menuju kasir, sedangkan Jaejoong hanya bisa menatap suaminya. Dia bahagia mempunyai Yunho di sisinya dan dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Yunho yang melengkapi di setiap paginya, malamnya dan di seluruh kehidupannya. Jung Yunho adalah kekasih hatinya, kekasih hati yang dikirim untuk melengkapinya menjadi utuh.

.

Jaejoong terbangun dari tidurnya setelah melewati hari yang melelahkan di mall. Dilihatnya jam di meja samping ranjangnya dan waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Dalam hati dia bertanya di mana suaminya sekarang karena dia tidak melihat ada jejak Yunho di kamar tidur mereka. Bangun dari ranjangnya, Jaejoong hendak pergi menuju dapur dan memeriksa jika Yunho ada di sana ketika pintu kamar tidur mereka terbuka memperlihatkan Yunho dengan senyum tampannya.

"Ke sini sayang!" Yunho memegang lengan Jaejoong dan menuntunnya ke ruang musik mereka.

"Kita mau kemana Yunnie? Kau terlihat sangat senang." Jaejoong hanya bisa mengikuti suaminya.

"Aku tahu kau ingin melakukan ini sejak dulu sayang. . ." Jaejoong mengamati ruang musik yang baru mereka masuki. Dia melihat kamera video yang telah siap, berdiri di samping monitor.

"Ayo kita rekam sebuah video jadi kapanpun saat Jiyool besar nanti dia bisa melihatnya dan bangga dengan kedua orang tuanya." Yunho menyalakan kameranya dan mengatur kamera videonya hingga cukup untuk merekam mereka berdua saja. Yunho memberikan microphonenya ke Jaejoong yang dengan senang hati menerimanya dan mendapat sebuah kecupan dari Yunho. Kemudian Yunho menempatkan dirinya sendiri di belakang Jaejoong dan menggerakkan tangannya ke kamera, Jaejoong tertawa melihat tingkah lucu yang dilakukan suaminya.

"Hallo Jiyoolie. . . Bagaimana kabar malaikat appa di sana huh? Appa dan Eomma akan bernyanyi untukmu okay?" Yunho mengusap perut Jaejoong dan menciumnya dan kemudian mencium Jaejoong yang tidak dapat menahan dirinya untuk tidak tertawa.

"Jiyoolie. . . ini Eomma. Bagaimana kabarmu tuan putri Eomma? Aku mencintaimu! Eomma dan Appa mencintaimu! Eomma berharap suatu hari, secepatnya kau bisa melihat video ini dengan senyum di wajah cantikmu. Appamu adalah penyanyi dan artis yang hebat. Kami berharap kau akan tumbuh seperti Appa." Yunho mencium pipi Jaejoong sambil mengusap-usap perut istrinya.

"Ini untukmu tuan putri kecil kami! Eomma punya suara yang indah seperti malaikat!" Jaejoong mempoutkan bibirnya tapi kemudian dia tersenyum. Yunho berdiri untuk mengambil microphone satu lagi dan memegang tangan Jaejoong untuk berdiri. Yunho berdiri di belakang istrinya, melingkarkan lengan kirinya ke perut Jaejoong sedangkan tangan kanannya memegang microphone.

"Putar lagu favorit kita sayang!" pinta Yunho dan Jaejoong menganggukkan kepalanya. Menekan tombol untuk memutar theme song dari film Disney yang terkenal Aladin, A Whole New World. Mereka saling memandang dan menenggelamkan diri mereka masing-masing pada cinta yang terpancar dari mata mereka berdua dan Yunho mulai untuk bernyanyi.

Yunho ~ I can show you the world

aku bisa tunjukan padamu dunia

Shining, shimmering, splendid

yang bersinar, berkilau, mengagumkan

Tell me, princess, now when did

katakan padaku, tuan putri, sekarang kapankah

You last let your heart decide?

akhir kali kau biarkan hatimu memustuskan?

Jaejoong mulai mengayunkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Yunho, sementara Yunho meneruskan nyanyiannya.

Yunho ~ I can open your eyes

aku bisa membuka matamu

Take you wonder by wonder

membawamu melihat banyak keajaiban

Over, sideways and under

dari atas, samping dan bawah

On a magic carpet ride

dengan karpet ajaib

A whole new world

sebuah dunia baru

A new fantastic point of view

sebuah sudut pandang baru yang fantastis

No one to tell us no

tidak ada yang bilang tidak pada kita

Or where to go

atau kemana harus pergi

Or say we're only dreaming

atau berkata kita hanya sedsng bermimpi

Kali ini Yunho menatap istrinya penuh cinta. Jaejoong mulai bernyanyi. Yunho sangat menyukai suara Jaejoong dan dia hanya bisa mendengarkan suara merdu istrinya saat mereka bersama, berdua. Jaejoong juga sangat suka menyanyi tapi saat Yunho memulai debutnya dan mereka menikah, dia memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya untuk Yunho.

Jaejoong ~ A whole new world

sebuah dunia baru

A dazzling place I never knew

tempat mempesona yang tak pernah kutahu

But when I'm way up here

namun saat aku di atas sini

It's crystal clear

ini sejelas kristal

that now I'm in a whole new world with you

bahwa kini aku berada di sebuah dunia baru bersamamu

Yunho ~ Now I'm in a whole new world with you

kini aku berada di sebuah dunia baru bersamamu

Jaejoong ~ Unbelievable sights

pemandangan yang luar biasa

Indescribable feeling

perasaan yang tak bisa dijelaskan

Soaring, tumbling, freewheeling

melayang tinggih, terjatuh, menggelinding

Through an endless diamond sky

melalui langit berlian yang tak berujung

Yunho memegang kedua tangan Jaejoong dan menciumnya bergantian. Mereka sekarang saling berhadapan seolah mereka tampil di pertunjukan teater klasik. Mereka kembali bernyanyi, saling menatap mata satu sama lain, menyampaikan emosi yang mereka rasakan melalui kedua mata mereka. Cinta mengalir dalam hati mereka, memeluk setiap bait dari lagu yang mereka nyanyikan.

Jaejoong ~ A whole new world

sebuah dunia baru

Yunho ~ Don't you dare close your eyes

jangan kau coba menutup matamu

Jaejoong ~ A hundred thousand things to see

ada ratusan ribu hal untuk dilihat

Yunho ~ Hold your breath - it gets better

tahan napasmu, ini menjadi lebih baik

Jaejoong ~ I'm like a shooting star

aku seperti bintang jatuh

I've come so far

aku sudah melangkah terlaluh jauh

I can't go back to where I used to be

aku tidak bisa kembali ke tempatku dulu

Yunho ~ A whole new world

sebuah dunia baru

Jaejoong ~ Every turn a surprise

setiap tikungan terdapat kejutan

Yunho ~ With new horizons to pursue

dengan cakrawala baru untuk dikejar

Jaejoong ~ Every moment gets better

setiap momen menjadi lebih baik

Both ~ I'll chase them anywhere

aku akan mengejar mereka ke manapun

There's time to spare

terdapat waktu luang

Let me share this whole new world with you

biarkanku membagi dunia baru ini denganmu

Yunho masih berdiri di belakang Jaejoong, mengayunkan tubuhnya, sementara lengan kirinya melingkar di perut Jaejoong. Mengusap Jiyool kecil di dalamnya.

"Aku sangat mencintaimu sayang!" Yunho tersenyum dan memberi ciuman singkat ke bibir Jaejoong sebelum dia kembali bernyanyi lagi.

Yunho ~ A whole new world

sebuah dunia baru

Jaejoong ~ A whole new world

sebuah dunia baru

Yunho ~ That's where we'll be

di sanalah kita akan berada

Jaejoong ~ That's where we'll be

di sanalah kita akan berada

Yunho ~ A thrilling chase

sebuah pengejaran yang menegangkan

Jaejoong ~ A wondrous place

sebuah tempat yang indah

Both ~ For you and me

untuk kau dan aku

Mereka saling tersenyum, puas dengan penampilan mereka. Yunho mengambil semua microphone dan meletakkannya kembali tepat di samping keyboard. Dia berjalan menuju istrinya lagi dan menangkup wajah Jaejoong. Menatap penuh cinta mata doe indah milik Jaejoong. Yunho mencium kening Jaejoong, pipi kanannya, Jaejoong hanya bisa terkikik. Yunho mencium pipi kiri Jaejoong kali ini dan kemudian hidungnya sebelum kembali menatap kedua mata istri terkasihnya.

"Terima kasih telah memberiku Jiyool sayang. Kau tidak tahu betapa bahagianya aku." Yunho mengambil bantal kecil berbentuk hati yang dia sembunyikan di bawah meja dan memberikannya pada Jaejoong. Jaejoong menautkan alisnya dan menatap suaminya.

"Apa ini sayang?" Yunho tersenyum dan memberi sebuah kecupan di bibir Jaejoong.

"Bukalah sayang." Jaejoong ragu untuk beberapa saat sebelum membuka resleting bantal. 'tidak ada yang spesial', pikirnya. Dia hendak mengembalikannya pada Yunho saat matanya melihat sesuatu yang bersinar dari dalam bantal. Dimasukkanlah tangannya ke dalam dan mata doenya semakin melebar saat dia menemukan sebuah cincin. Sebuah cincin berlian.

Kemudian Jaejoong dikejutkan dengan Yunho yang sekarang berlutut dengan satu kaki di depannya, lengkap dengan bunga lili di tangannya, yang meninggalkan tanya dalam benak Jaejoong dari mana suaminya memperoleh bunga kesayangannya itu. Jaejoong tidak mampu berkata-kata dan tidak dapat menahan emosinya lagi, air mata mulai turun mengalir di wajah cantiknya.

"Menikahlah denganku sayang! Menikahlah denganku di gereja sekarang!" Jaejoong masih menangis dan bahunya gemetar saat tangisnya semakin keras. Yunho tidak dapat menolong dirinya sendiri dan ikut menitikan air mata sedikit. Dia berdiri dan mengambil cincin dari tangan Jaejoong dan menyematkannya di jari manis Jaejoong. Diletakkannya bunga lili di tangan Jaejoong, dan namja cantik itu melanjutkan tangisnya. Yunho memeluk istrinya dan mengusap punggung Jaejoong.

"Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu. Kali ini ayo kita dapatkan restu yang sesungguhnya sayang! Bulan depan akan menjadi hari jadi kita dan aku ingin memperbarui sumpah kita tapi kali ini aku ingin dilakukan di gereja." jelas Yunho. "Berhentilah menangis sayang. Aku mohon!"

Yunho menghapus air mata Jaejoong dan akhirnya istrinya itu tersenyum.

"Iya! Iya Yunnie! Aku juga sangat mencintaimu. Aku tidak bisa membayangkan kalau akau akan berjalan di aisle kali ini!"

"Aku minta maaf karena membuatmu menunggu begitu lama sayang. Kau juga akan berumur 18 tahun bulam depan! Momennya sangat tepat." Jaejoong mengangguk dan menarik Yunho seraya memeluk suaminya.

Yunho merasa sangat bahagia. Impian untuk meresmikan hubungan mereka di depan Tuhan akan segera terwujud. Dan masih ada kejutan lain yang akan dia berikan pada istri cantiknya. "Dan kita akan berlibur sekaligus berbulan madu di Paris."

"Paris?" Tanya Jaejoong.

"Iya sayang! Kota cinta, Paris!" Jaejoong tersenyum bahagia, disandarkan tubuhnya di dada Yunho, dipeluknya erat. Merasakan detak cepat jantung suaminya.

Yunho meraih tangan Jaejoong dan menciumnya, kemudian menangkup wajah istrinya. Perlahan mendekat untuk mencium bibir Jaejoong. Jaejoong melingkarkan lengannya di leher Yunho dan memperdalam ciuman mereka dengan menekankan tubuhnya ke dada hangat namja yang menjadi cinta dalam hidupnya. Sepenuhnya melupakan kamera video yang masih berdiri dan merekam apa yang mereka lakukan.

.

.

.

tbc

.

.

.

A/N :

Thanks buat semua yang sudah membaca dan memberikan reviewannya..

Buat semua followers dan favoriters, thanks alot~~~

hope you all enjoy today's update n mind to give ur review..

see ya all in next update!

yunjae's love is real

.

.

yunjaeddiction