Penulis : Deerstories02

Disclaimer : Tuhan, keluarga mereka dan fans

Peringatan : Yaoi, boyxboy, kesalahan tata bahasa, bahasa campur (baku-non baku),dll

Noted : TOLONG BACA TULISAN DI AKHIR YA :)


FOOLS

SATU


"Good morning Ma," Sapa Luhan ketika menemukan sang Mama yang sedang menyiapkan sarapannya di meja makan.

"Good morning Lu," Balas Jaejoong lalu mengusap pipi Luhan sebelum meletakkan sepiring roti lapis tuna kesukaan Luhan.

"Pagi Ma." Luhan menoleh ketika mendengar suara Wonwoo dari belakangnya.

"Pagi Ge."Sapa Wonwoo lalu mengambil posisi duduk disamping Luhan.

"Pagi sayang." Jaejoong meletakkan piring untuk Wonwoo.

"Baba pulang hari ini?" Tanya Luhan ditengah kunyahannya dan Jaejoong mengangguk.

"Nitip sesuatu sama Baba?" Tanya Jaejoong lalu menuangkan susu untuk kedua anaknya.

"Novel romansa kekanakkan." Wonwoo yang menjawab lalu dibalas dengusan Luhan.

"Dan kamu Nu?"

"Dia minta Baba untuk beliin novel "A Murder Is Announced" karena baru seminggu yang lalu selesai baca "The Moving Finger" ." Jaejoong menatap kedua anaknya bingung.

"Bukannya kamu sudah punya novel The Murder atau apapun itu Nu?" Wonwoo menggeleng lalu menegak susunya.

"Beda Ma, yang Mama maksud mungkin "The Murder of Roger Ackroyd" atau "The Murder at The Vicarage" buku pertama dari seri Miss Marple." Balas Luhan dan menatap Mamanya yang masih tak mengerti.

"Lagipula aku dan Wonu memiliki banyak buku dengan judul "Murder", jadi wajar jika Mama bingung." Lanjut Luhan lalu mengelap bibirnya. Jaejoong memijat pelipisnya,

"Kalian harus mengurangi bacaan dengan judul seperti itu."

"Wonu yang membacanya, aku sedang beralih untuk membaca novel yang lebih MANIS." Luhan sengaja menekan kata "manis" di samping adiknya.

"Membaca yang manis hingga menangis dengan tidak jelasnya karena "The Notebook"? Terimakasih Ge tapi aku tidak tertarik."Balas Wonwoo lalu melirik Luhan yang memasang wajah kesal karena disindir.

"Baiklah-baiklah, ini bukan waktunya untuk saling sindir jadi bersiaplah dan segera berangkat sekolah. Mama yakin Kai sudah menunggu kalian berdua." Keduanya mengangguk lalu menyelesaikan sarapannya masing-masing dan segera pamit dengan Jaejoong.

"Ma, tolong kabarin aku ya kalo Baba pulang." Ucap Luhan lalu mengecup pipi Jaejoong sebelum keluar dari rumah.

"Halo Jae Imo makin cantik aja deh," Jaejoong menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kai dari luar pagar.

"Berhenti menggoda Kai, kau harus segera punya kekasih sebelum Samchon menggantungmu." Kai tertawa.

"Sedang tahap proses Imo, doakan saja." Balasnya lalu membuka pintu mobil.

"Kami pergi dulu Ma," Jaejoong tersenyum lalu melambai.

"Hati-hati."Ucapnya dan setelahnya mobil berawarna abu gelap itu bergerak.

20 menit kemudian mobil Rolls-Royce Phantom abu gelap terlihat memasuki Kyunggi High School diikuti Porsche Boxster merah yang melewati beberapa siswa-siswi yang menatap kedua mobil itu dengan berbagai ekspresi.

"Wonu-ya." Sapa Jungkook ketika melihat Wonwoo yang baru keluar dari mobil Kai diikuti Luhan.

"Tumben banget kita sampai barengan gini." Ucap Jungkook lalu menunjuk dua mobil mewah yang terparkir bersebelahan dan Wonwoo hanya mengangguk.

"Hai bro,"Kai tersenyum ketika melihat Sehun keluar dari mobil.

"Ganti lagi?" Ucap Kai lalu melirik mobil Sehun.

"Dan ini?" Balas Sehun lalu menunjuk mobil Kai.

"Hyung aku duluan ya," Sehun menoleh ketika merasakan tepukan di bahunya.

"Hm."Sehun mengangguk lalu mengikuti pergerakan Jungkook yang diikuti dua orang dibelakangnya, Wonwoo dan Luhan.

"Belum ada kemajuan nih?" Tanya Kai lalu bersandar pada mobilnya.

"Apanya?" Sehun mengernyit.

"Luhan," Sehun menatap Kai, diam.

"Kau menyukainya kan?" Sehun memasukkan tangannya kedalam saku celana.

"Aku? Tidak." Kai bersedekap.

"Jangan mencoba berbohong Sehun."Sehun mengangkat satu alisnya.

"Kami bahkan tidak pernah saling berbicara Kai, jangan mengarang." Kai mengedikkan bahu.

"Tapi aku tidak percaya."Sehun mengeluarkan satu tangannya ingin meninju bahu Kai namun gerakannya terhenti ketika mendengar suara klaskon dari Ferrari F430 putih yang melewati mereka lalu berhenti di samping Porsche Boxster milik Sehun.

"Selamat pagiiii~~~" Sehun menghembuskan nafasnya ketika mendengar suara itu.

"Kalian harus menyapaku balik, sialan!" Kai menoleh lalu menggeleng.

"Jangan merusak suasana pagiku Byun Baekhyun." Ucap Sehun lalu meninggalkan parkiran diikuti Kai.

"Oh Sehun sialan!" Umpat Baekhyun lalu menekuk bibirnya.

"Ada apa Baekki?" Chanyeol menyusul kekasihnya lalu merangkul namja kecil itu.

"Kapan-kapan kamu harus mengijinkanku untuk menusuk teman menyebalkanmu itu Channie,"Chanyeol terkekeh lalu melangkah.

"Akan aku pikirkan kembali sayang,"Baekhyun menoleh lalu mencubit perut Chanyeol.

"Yakk! Dasar menyebalkan." Namja kecil itu melepaskan rangkulan Chanyeol lalu berjalan mendahului namja tinggi dibelakangnya yang sedang terkekeh.

.

.

.

"Kau ingin ke perpustakaan Lu?" Luhan mengangguk lalu membereskan mejanya, bel istirahat telah berbunyi beberapa waktu yang lalu.

"Ingin ikut Soo?"Luhan menoleh dan Kyungsoo menggeleng lalu mengambil bekalnya dari dalam laci.

"Belum sarapan?" Tanya Luhan dan dibalas anggukan dari namja bermata besar itu.

"Okay, aku duluan ya,"Luhan mengambil novelnya.

"Lu," Namja manis itu menoleh.

"Wae?" Kyungsoo memasukkan kembali bekalnya dan mengambil buku pelajarannya.

"Aku ikut kamu aja,"Luhan menoleh ke arah pintu dan menemukan sosok Kai yang sedang berdiri disana.

"Karena dia?" Kyungsoo hanya mengerjap tanpa menjawab.

"Baiklah," namja manis itu menarik tangan Kyungsoo dan berjalan melewati Kai yang telah menunggu di depan.

"Hei, kau mau kemana?" Tanya Kai menahan bahu Luhan dan melirik Kyungsoo disampingnya.

"Perpustakaan." Balas Luhan lalu mengayunkan novelnya didepan wajah Kai.

"Tidak ke kantin?" Luhan menggeleng.

"Aku sudah sarapan Kai, jadi aku hanya menunggu jam makan siang."

"Dia juga?" Kai menunjuk Kyungsoo yang hanya diam di samping Luhan.

"Kyungsoo belum sarapan tapi dia bawa bekal." Kyungsoo menghembuskan nafasnya pelan ketika mendengar jawaban Luhan berbanding terbalik dengan Kai yang tersenyum.

"Baiklah," Luhan terkejut ketika dengan tiba-tiba Kai mengambil alih tangan Kyungsoo.

"Kalau begitu, kamu akan sarapan denganku di ruang makan." Lanjut Kai lalu tersenyum.

"Aku tidak mau."Tolak Kyungsoo pelan.

"Berhenti menolakku, sangat menyakitkan."Kai memasang ekspresi tersakiti yang membuat Luhan kesal.

"Terserah kalian saja, aku duluan."Luhan melangkah meninggalkan Kyungsoo yang memanggilnya di belakang.

.

.

.

Meja belakang paling ujung dekat jendela adalah spot favorit Luhan di perpustakaan, selain paling tenang, meja ini juga bersampingan dengan rak-rak buku kesukaan Luhan, terutama novel. Namja manis itu mulai membuka novelnya lalu menarik kacamata dari saku seragamnya. Luhan dan Wonwoo sama-sama memiliki mata minus, hanya saja berbeda dengan Wonwoo yang selalu menggunakan kacamata bulatnya, Luhan lebih sering menggunakan kacamatanya ketika sedang membaca atau mengerjakan sesuatu. Namja kecil itu menoleh ke arah jendela yang berhadapan dengan lapangan basket samping dan tersenyum ketika menemukan beberapa orang yang ia kenal, manik matanya mengikuti pergerakan Chanyeol dan teman-temannya dari lantai dua yang sedang serius latihan untuk pertandingan dua minggu lagi, selain itu ia juga bisa melihat kerumunan siswa-siswi yang bersorak di pinggir lapangan. Entah mengapa mendadak niat membacanya menguap, diikuti keinginan untuk terus menopang dagu dan melihat keluar jendela tanpa minat.

Sepuluh menit berlalu dan Luhan belum bergerak dari posisinya, menunggu bel selanjutnya. Namja manis itu terkesiap ketika merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya lalu menoleh dan mendapati sekotak susu pisang dingin menempel pada pipinya.

"Wonu,"Luhan menerima kotak susu itu.

"Tumben Gege belum balik ke kelas." Ucap Wonwoo lalu duduk di depan Luhan.

"Lagi pingin aja, tumben kamu nyusul Gege kesini." Luhan menyedot susu pisangnya.

"Lagi pingin aja," Balas Wonwoo lalu menyedot susu coklatnya.

"Terserah kamu aja." Luhan menutup novelnya lalu melepas kacamatanya.

"Ge, tadi Baba kirim pesan kalau semua titipan kita udah ada dirumah." Luhan mengangkat wajahnya.

"Serius?" Wonwoo mengangguk

"Ge, habis pulang sekolah ke toko buku yuk."

"Mau beli novel?" Wonwoo menggeleng.

"Nyari ensiklopedia sama kamus bahasa German."

"Bareng Kai juga?"

"Berdua aja Ge, Kai Hyung gak suka toko buku."Luhan meremat kotak susunya yang telah kosong.

"Naik taksi?" Wonwoo mengangguk.

"Okay, nanti tunggu depan aja." Wonwoo mengangkat ibu jarinya bertepatan dengan bel selanjutnya, keduanya pun berdiri.

"Sampai nanti Ge," Luhan mengangguk lalu berpisah di depan perpustakaan.

.

.

.

Namja kurus itu terlihat merapikan peralatan belajarnya setelah mendengar bel jam terakhir dua menit yang lalu. Wonwoo sudah bersiap untuk pulang sampai ia merasakan tepukan di bahunya.

"Won," Wonwoo menoleh.

"Habis ini kosong gak?" Jungkook menekuk bibirnya ketika melihat gelengan dari Wonwoo.

"Wae?"

"Pingin ngajak kamu pergi," Balas Jungkook lalu melangkah keluar kelas diikuti Wonwoo

"Aku udah ada janji sama Gege,"

"Ke toko buku?" Wonwoo mengangguk.

"Ketebak sih kamu." Jungkook mendesah pelan lalu menoleh ke arah Wonwoo.

"Rabu jangan ke toko buku lagi ya, aku mau ngajak kamu pergi." Wonwoo menoleh.

"Kemana?" Namja bergigi kelinci itu tersenyum.

"ke cat café yang baru buka minggu lalu." Wonwoo memasang ekspresi tertarik mendengar kata "cat".

"Bareng Tae Hyung juga?" Jungkook mengangguk.

"Tae Hyung yang ngasih saran, kamu ajak Mingyu sekalian, biar rame." Wonwoo mengernyit.

"Aku gak kenal dia Kook."Jungkook terkekeh.

"Dia kan tetanggamu Won, kenalan dong. Jangan dicuekin terus temen aku." Namja kurus itu menggeleng.

"Tapi kalo jodoh itu gak kemana ya Won."Lanjut Jungkook ketika mereka berdua sampai di halaman sekolah dan Wonwoo mengernyit, bingung.

"Yang diomongin udah nungguin tuh,"Namja kurus itu mengikuti jari telunjuk Jungkook dan mengerjap ketika menemukan sosok berjaket denim duduk diatas motor Ducati Monster 1200 r hitam mengkilap yang sedang dikelilingi beberapa siswa-siswi sekolahnya. Celana seragam sekolahnya sudah menunjukkan jika namja tersebut bukanlah siswa dari Kyunggi High School seperti Jungkook ataupun Wonwoo.

"Aku duluan ya Won,"Jungkook tersenyum, belum ada selangkah, lengannya ditahan Wonwoo

"Tunggu,"

"Wae?"

"Kamu disini dulu aja."

"JEON!" kedua namja itu reflek menoleh secara bersamaan dan melihat namja diatas motor itu melepas helmnya, Mingyu. Namja itupun tersenyum lalu turun dari motornya, mengabaikan semua siswa-siswi disana yang menatapnya dengan berbagai ekspresi.

"Kamu harus kenalan sama Mingyu dulu Won, aku duluan." Jungkook tertawa lalu melepas tangan Wonwoo yang menahannya dan segera meninggalkan namja kurus itu ketika melihat Mingyu mendekat.

"YAAK!" Wonwoo menatap kesal kepergian temen sekelasnya itu.

"Jeon, aku udah nungguin kamu dari tadi." Mingyu berdiri disamping Wonwoo lalu tersenyum menampakkan dua gigi taringnya.

"Aku gak nyuruh kamu nungguin." Balas Wonwoo lalu melangkah.

"Eh, mau kemana? Aku udah nungguin terus kamu tinggal?"Namja berkulit coklat itu menahan lengan tetangganya itu.

"Terus gimana?" Tanya Wonwoo lalu menatap Mingyu.

"Ya, kamu pulang sama aku." Namja berkacamata bulat itu menggeleng.

"Aku ada janji sama Lu Ge,"Mingyu tersenyum.

"Ke toko buku? Ayo aku antar." Namja yang terlihat lebih pendek jika bersebelahan dengan Mingyu itu terdiam.

"Aku udah ngomong sama Lu Ge, terus aku juga sekalian ijin nemenin kamu."

"Lu Ge?" Wonwoo mengernyit.

"Iya, Lu Ge. Aku sama Lu Ge berteman di K-Talk."

"Aku gak nanya, yang aku bingungin, sejak kapan kamu manggil Lu Ge juga?" Mingyu terkekeh.

"Sejak seminggu yang lalu, biar samaan kayak kamu."Wonwoo membulatkan matanya.

"Udah dapet ijin kok, jadi boleh." Namja kurus itu menggeleng, tidak percaya.

"Terserah deh."

"Jadi, kamu pulang sama aku kan? aku juga mau ke toko buku."

"Gak salah?" Mingyu menggeleng.

"Aku mau beli kamus bahasa Mandarin." Wonwoo mengernyit.

"Buat apa?"

"Buat belajar bahasa Mandarin dong Jeon, biar paham kalau kamu atau Lu Ge lagi kesel terus biar paham juga misal kalian lagi ngomongin sesuatu yang mencurigakan." Wonwoo mengerling ketika mendengar jawaban Mingyu.

Kedua Jeon bersaudara itu masih sering menggunakan bahasa Mandarin ketika kesal ataupun ketika membicarakan sesuatu yang menurut Kim bersaudara mencurigakan. Karena keduanya bebicara di tempat umum sehingga membuat Kai ataupun Mingyu penasaran dengan apa yang sedang mereka ucapkan.

"Penasaran yang tidak penting." Balas Wonwoo lalu menatap sepatunya.

"Penting, sekalian belajar." Mingyu tersenyum.

"Ayo berangkat sekarang." Mingyu menarik lengan Wonwoo namun yang ditarik tidak bergerak.

"Wae?"

"Naik motor itu?" Tunjuk Wonwoo ke arah motor besar yang masih dikelilingi banyak orang dan Mingyu mengangguk.

"Aku gak mau, terlalu ramai." Mingyu menoleh ke arah motornya.

"Okay, kamu tunggu sini, aku ambil motornya. Jangan kemana-mana." Titah Mingyu lalu berjalan cepat ke arah motornya.

Wonwoo menatap Mingyu yang naik ke motornya, menggunakan helm lalu menyalakan motornya dan meninggalkan kerumunan orang.

"Ayo naik," Mingyu menyerahkan helm ke Wonwoo.

"Ini kan buat satu orang Gyu," Namja itu mengulum senyum ketika mendengar Wonwoo menyebutkan nama belakangnya namun ekspresinya tertutup oleh helm.

"Bisa kok, kamu kan kurus." Satu tinjuan mendarat sempurna di bahu Mingyu yang mengaduh walaupun tidak terasa sakit.

"Naik aja," Wonwoo menatap ragu motor Mingyu namun berakhir dengan dia yang duduk dibelakang Mingyu. Karena motor Mingyu memiliki jok yang kecil, membuat Wonwoo mau tidak mau menempel dengan punggung Mingyu yang tertutup jaket denim.

"Pegangan Jeon."

"Jalan cepat." Balas Wonwoo kesal.

"Okay." Namja berjaket denim itu menyalakan motornya dan meninggalkan area Kyunggi High School yang masih dipenuhi siswa-siswi yang baru pulang termasuk Luhan.

.

.

.

"Kai, kau dimana?" namja manis itu menatap sekitar parkiran mencari keberadaan Kai dengan ponsel yang menempel di telinga kanannya.

"Ah Lu, maaf, aku lupa kasih tahu kalau hari ini ada latihan dance tambahan."Balas Kai diujung sambungan.

"Sampai sore?"

"Entahlah, kemungkinan malam." Luhan mendesah pelan.

"Baiklah, aku naik taksi saja." Balas Luhan lalu melirik mobil Kai.

"Taksi?"

"Iya, menunggumu itu terlalu lama Kai." Luhan menatap sepatunya.

"Bareng Wonu?"

"Sendirian, tadi Mingyu bilang mau jemput Wonu. Mungkin sekarang sudah pergi."

"Sendirian? Kalau gitu aku ijin latihan."

"Untuk apa?"

"Untuk mengantarmu Lu, sendirian naik taksi itu tidak aman." Luhan mengerling.

"Aku namja Kai, tidak masalah. Aku tutup telponnya, dan kau tidak perlu ijin."Luhan memutus sambungannya. Namja manis itu menatap sekitarnya sebelum memutuskan untuk meninggalkan parkiran, namun belum ada dua langkah, seseorang menahan pergelangan tangannya.

"Lu Ge."Luhan menoleh dan mendapati namja bergigi kelinci sedang tersenyum ceria kearahnya.

"Kookie?"

"Kau mau kemana Ge?" Luhan tersenyum.

"Mencari taksi di depan, wae?"

"Taksi? Dimana Kai Hyung?"

"Dia ada latihan dance tambahan." Jungkook mengangguk mengerti lalu tersenyum dengan lebar.

"Kalau begitu, Lu Ge pulang bareng Sehun Hyung saja." Luhan membulatkan matanya.

"Tidak perlu Kookie, aku bisa pulang sendiri. Lagipula mobil kalian tidak cukup untuk tiga orang." Balas Luhan lalu menunjuk Porsche Boxster milik Sehun.

"Aku tidak bilang bertiga Lu Ge." Jungkook menggeleng.

"Maksudnya?" Luhan menatap Jungkook bingung.

"Aku akan pulang dengan dengan Tae Hyung, jadi kursi disamping Sehun Hyung kosong."

"Lebih baik pulang bersama Sehun Hyung daripada naik taksi Lu Ge." Lanjut Jungkook lalu menarik tangan Luhan agar mendekat.

"Tidak usah Kookie-ya." Luhan mencoba menolak.

"Berhenti mengatakan tidak Lu Ge, sama sekali bukan masalah." Balas Jungook lalu menekuk bibirnya.

"Tap-"

"Sehun Hyung!" Jungkook melambai ketika melihat kakaknya berjalan mendekati parkiran, memutus ucapan Luhan.

"Tidak jadi pulang bareng si alien?" Tanya Sehun ketika sampai di samping Jungkook.

"Berhenti menyebutnya alien Hyung!" Namja gembil itu menekuk bibirnya.

"Dan juga, aku jadi pulang bareng Tae Hyung," Sehun mengangguk.

"Lalu kenapa masih disini?" namja tampan itu melirik Luhan sekilas.

"Ahh iya, jadi aku meminta Lu Ge untuk pulang bareng dengan Hyung."

"Pulang bareng? Maksudnya?" Luhan hanya menatap sepatunya.

"Kai Hyung sedang ada latihan tambahan, jadi tolong antar Lu Ge pulang ya Hyung." Ucap Jungkook lalu menatap Sehun penuh harap sedangkan namja tampan itu hanya diam tak menjawab. Dua menit berlalu tanpa ada jawaban membuat Luhan tidak enak, sehingga memutuskan untuk mengakhiri keterdiaman mereka.

"Tidak perlu Kookie-ya. Akan sangat merepotkan karena kita memiliki arah yang berbeda, aku naik taksi saja." Ucap Luhan lalu tersenyum ke arah Jungkook sebelum melangkah.

"Tapi Ge-"

"Aku tidak merasa direpotkan." Luhan dan Jungkook reflek menoleh ke arah Sehun.

"Naiklah." Lanjutnya lagi lalu meninggalkan dua orang yang masih menatapnya bingung.

..

..

..

TBC

.

.


.

.

.

Annyeongg~~

Pertama-tama aku mau ngucapin Terimakasih banyak buat yang udah review kemarin dan akhirnya aku memilih untuk UP disini (yuhu~) walaupun lebih banyak yg follow daripada review wkwk tapi review kalian sangat menyenangkan untukku~~~ dan aku harapan kalian tetap aktif ngereview untuk chap-chap selanjtnyaaaah ^^

Yang keduaaa~~ aku mau minta maaf karena telat seminggu untuk UP chap ini :(( karena tbh, seminggu yang lalu aku bener2 hectic banget _- mulai dari tiba2 disuruh pulang kerumah (yes, aku anak rantau dan sedang libur) sampai riweh ngurus ini itu :3 so baru selesai ceritanya hari ini T.T dan aku udah nyicil dari dua minggu lalu tapi gak kelar2 :((( jadi aku juga mau minta maaf kalo chap ini tydack memuaskan kalian :( tapi aku janji selanjutnya akan lebih baik lagi wkwk (Buat yang penasaran bentuk kendaraan mereka di googling aja yah) ^^

Yang berikutnya, karena aku memilih untuk menggunakan bahasa campur (baku-non baku) aku minta pendapat kalian dong, cocok gak kalo kayak gini? Atau aku harus balik ke baku lagi? Atau lebih non baku aja? Enaknya gimana? KASIH SARAN JUSEYO ^^

Dan yang terakhirrrr, buat yang nanya2 di chat "kak bakal sering UP gak?" "Kak kok gak UP sih?" aku cuma mau bilang maaf kalo aku gak punya waktu tertentu buat UP FF aku :") jadi se sempat dan se bisa aku ya, termasuk FF ini yang tentunya gak tau UP kapan lagi jadi biar kalian dapet notif kalian FOLLOW aja ya FF nya ^^

Terus aku juga gak janji bisa terus menerus UP FF ini soalnya kalo misal aku dapet ide baru (takutnya) aku buat FF lagi wkwkw tapi tenang aja FF ini tidak akan aku biarkan terbengkalai asalkan kalian juga aktif review ya ^^ aku juga liat peminatnya kalo sedikit aku pindah ke Wattpad :) (yang mau follow akun IG dan WP dan twitter aku bisa cek profil ya ^^)

BTW KALIAN JUGA BISA BANTU NGASIH IDE LEWAT BBM DAN EMAIL YA :) (SEMUANYA ADA DI PROFILE)

TENGKIUU GAES :)) LOVE FROM ME :)

GOOD NIGHT~