Penulis : Deerstories02

Disclaimer : Tuhan, keluarga mereka dan fans

Peringatan : Yaoi, boyxboy, kesalahan tata bahasa, bahasa campur (baku-non baku),dll

Noted : TOLONG BACA TULISAN DI AKHIR YA :)


FOOLS

FLASHBACK PERTAMA


Setelah resmi pindah sejak dua minggu yang lalu, Yunho dan keluarganya memulai kesibukannya di Korea. Mulai dari mencari sekolah untuk Luhan dan Wonwoo di hari kedua kepindahan mereka, sampai membeli beberapa furniture tambahan untuk rumah mereka, ya keluarga Yunho sepakat untuk membeli sebuah rumah daripada apartemen di salah satu kawasan elite di Gangnam. Walaupun mereka tidak yakin akan menetap lama di Korea karena pekerjaan Yunho, namun keempatnya sepakat untuk tinggal disebuah rumah. Keluarga Yunho sebenarnya telah memiliki dua rumah dan sebuah apartemen di beberapa tempat di Korea namun Gangnam menjadi pilihan mereka untuk menetap sehingga membeli tempat tinggal lagi. Untuk permasalahan sekolah, Jaejoong dan Yunho sepakat mendaftarkan kedua anaknya di Kyunggi High School dan beruntungnya salah satu penghuni depan rumah mereka (setelah bertemu di hari ketiga kepindahan) adalah siswa Kyunggi High School sehingga keduanya tidak perlu khawatir masalah anak-anaknya.

Besok adalah hari pertama Luhan dan Wonwoo untuk bersekolah setelah menghabiskan masa libur musim panas untuk mempersiapkan kepindahan dari China ke Korea. Selama beberapa hari terakhir itu pula, Luhan dan Wonwoo mencoba berteman baik dengan tetangga depan rumah mereka, Kai. Selain karena satu sekolah, status Kai sebagai sunbae di sekolah membuat keduanya harus memiliki hubungan yang baik dengan namja itu, walaupun Kai sendiri tidak begitu menyukai predikatnya sebagai sunbae.

"Kalian tidak gugup?" Luhan dan Wonwoo menoleh secara bersamaan ke arah Kai.

"Gugup? Untuk apa?" Tanya Luhan lalu melepas kacamatanya.

"Entahlah, besok itu hari pertama kalian di sekolah baru tapi sepertinya ekspresi kalian tidak menunjukkan tanda-tanda gugup atau apapun itu." Balas Kai lalu membuka asal buku didepannya. Tidak ada sejarahnya seorang Kim Jongin menyukai lembaran kertas yang disebut buku, namu namja itu tidak menolak ketika diajak masuk ke perpustakaan pribadi milik Luhan dan Wonwoo dirumah mereka.

"Aku rasa apapun perasaannya, kita berdua selalu berekspresi seperti ini Hyung, terutama dia." Tunjuk Luhan kearah Wonwoo yang fokus membaca.

"Jadi sejujurnya kalian gugup atau tidak?"

"Lumayan."

"Lumayan."

Keduanya menjawab bersamaan dan Kai hanya mendesah pelan lalu menyandarkan tubuhnya di sofa abu-abu yang terletak di tengah-tengah perpustakaan.

"Hyung?" Kai melirik Wonwoo yang memanggilnya.

"Mwo?"

"Apa menurutmu mereka bisa menerima kami?" Kai mengernyit.

"Mereka? Maksudmu anak-anak di sekolah?" Wonwoo mengangguk.

"Tentu saja, mereka tidak memiliki alasan untuk tidak menerima kalian." Balas Kai lalu menatap rak-rak buku yang tersusun rapi melingkari ruangan tersebut.

"Walaupun kami dari China?" Kai menoleh lalu tertawa,

"Mau kalian dari bulan pun, mereka tetap akan menerima kalian." Balas Kai masih tertawa.

"Hyung yakin?"

"Sangat yakin, besok aku akan mengenalkan kalian kepada teman-temanku. Jadi tidak perlu memikirkan apapun dan kalian berdua dibawah perlindunganku." Ucap Kai lalu menepuk dadanya bangga sedangkan Luhan dan Wonwoo hanya mendengus.

"Lagipula, aku yakin kalian pasti masuk dalam daftar siswa terkenal di sekolah sebelumnya, jadi jangan khawatir di sekolah yang sekarang." Lanjut Kai lalu mengambil ponselnya.

"Sok tau ah," Balas Luhan lalu menutup novelnya.

"Aku yakin seribu persen." Balas Kai lalu terkekeh.

"Kayaknya aku harus pulang sekarang, Mingyu nyariin." Ucap Kai setelah membaca chat dari adiknya itu.

"Mingyu?" Luhan menatap Kai bingung.

"Ahh, aku lupa kalo kalian belum bertemu Mingyu. Dia baru pulang liburan bersama teman-temannya, nanti akan aku kenalkan."

"Mingyu itu-?"Wonwoo menatap Kai.

"Dongsaengku, waktu itu aku baru memberi tahu namanya, mungkin kalian lupa."Balas Kai lalu tersenyum.

"Pokoknya nanti akan ku kenalkan dan besok kalian berangkat denganku, okay?" Luhan dan Wonwoo mengangguk.

"Sampai besok Hyung."Ucap Luhan ketika melihat Kai berjalan keluar ruangan.

.

.

.

Hari pertama sekolah untuk Jeon bersaudara itu tidaklah buruk, Kai menepati janjinya untuk mengenalkan mereka berdua kepada teman-temannya bahkan beberapa diantara mereka langsung merasa akrab, terutama Baekhyun dan Jungkook yang langsung ribut setelah melihat Jeon bersaudara.

"Kalian bisa bernyanyi?" Tanya Baekhyun antusias kepada dua makhluk yang sedang menampakkan ekspresi bingung.

"Gege." Balas Wonwoo singkat lalu menunjuk Luhan disamping kirinya.

"Jadi kamu bisa nyanyi?" Luhan mengerjapkan mata menatap sunbae didepannya lalu mengangguk.

"Kalau begitu, kamu harus bergabung dengan tim paduan suara, okay?" Luhan terdiam.

"Pelan-pelan sayang, ini hari pertamanya dan kamu sudah mengajaknya masuk tim paduan suara, dia pasti bingung." Ucap Chanyeol lalu menahan bahu Baekhyun.

"Ah mian, aku terlalu bersemangat. Pokoknya aku akan mengantarkan formulir pendaftarannya untukmu dan kamu bisa langsung test, tapi aku yakin suaramu bagus. Hmm ngomong-ngomong dimana kelasmu Lu- siapa tadi namamu?" Luhan mengerjap lagi.

"Panggil aja Lu, sunbae. Kelasku di 11 IPA-1."Balas Luhan pelan.

"Ahh, okay aku mengerti Lu, oh ya, jangan panggil aku Sunbae. Panggil saja dengan nama, kita hanya berjarak setahun."Ucap Baekhyun tersenyum.

"Aku sudah mengatakan seperti itu, tapi dia menolak." Timpal Kai.

"Tidak, tidak, jangan menolak Lu, kau boleh memanggil kita semua hanya dengan nama saja tanpa tambahan apapun, okay?" Luhan menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Baiklah." Baekhyun tersenyum mendengar jawaban Luhan.

"Dan kamu Wonw-? "Baekhyun menggantung ucapannya.

"Wonu,"

"Ahh ya, Wonu. Jungkook akan membantumu jika ada kesulitan karena kalian sekelas."Wonwoo mengangguk.

"Aku harap kalian benar-benar tidak irit bicara, karena kita telah memiliki satu yang seperti itu." Ucap Jongdae lalu melirik Sehun yang hanya diam disamping Jungkook dari awal perkenalan.

"Abaikan saja makhluk aneh itu, dia memang seperti itu." Lanjut Baekhyun lalu dibalas lirikan oleh Sehun.

"Okay, sudah dulu perkenalannya karena aku masih harus mengenalkan beberapa tempat di sekolah untuk Jeon bersaudara." Ucap Kai lalu berdiri di samping Luhan dan merangkul namja manis itu.

"Yee, main rangkul aja." Ucap Chanyeol lalu memukul tangan Kai.

"Jadi ceritanya udah nyerah sama yang sebelumnya nih?" Lanjut Jongdae lalu terkekeh.

"Tidak ada kata menyerah di kamus kehidupan Kim Jongin, yang sebelumnya masih berusaha." Balas Kai lalu tersenyum.

"Terus dia?" Luhan menatap jari Chanyeol yang menunjuk ke arahnya.

"Mereka ini berada di bawah perlindunganku," Balas Kai lalu mengusak surai Luhan.

"Sok pahlawan." Semuanya tertawa kecuali Sehun yang tiba-tiba berdiri dengan aura dingin.

"Aku duluan." Ucap Sehun dingin lalu meninggalkan teman-temannya yang menatap bingung ke arahnya.

"Dia memang aneh," Ucap Baekhyun lalu mengedikkan bahu.

.

.

.

Luhan menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu disusul adiknya yang langsung menghembuskan nafasnya lelah. Hari pertama mereka memanglah tidak buruk, namun karena mereka adalah siswa pindahan di tengah semester, banyak hal yang harus dikerjakan untuk menyusul ketertinggalan dua kakak adik itu. Beruntung keduanya langsung memiliki teman yang dengan baik hati mau meminjamkan beberapa buku catatan penting.

"Setelah ini aku harus segela menyalin catatan Kyungsoo." Ucap Luhan lalu menatap langit-langit rumahnya.

"Sama," Timpal Wonwoo lalu melepas kacamatanya.

"Kalian sudah pulang? Kenapa tidak bersuara sih." Keduanya reflek mengangkat kepala setelah mendengar suara Mamanya.

"Maaf ma, kita berdua terlalu lelah." Balas Wonwoo lalu memperbaiki posisi duduknya.

"Lelah? Bagaimana sekolah kalian? Teman-teman kalian? Apakah baik?" Tanya Jaejoong antusias.

"Satu-satu Mama, semuanya baik." Ucap Luhan.

"Lalu apa yang membuat anak-anak Mama kusut kayak gini? Hm?"

"Semuanya baik, cuma ada beberapa masalah aja karena kita siswa pindahan jadi harus mengejar ketertinggalan." Jaejoong mengangguk.

"Bukannya pelajaran di China dan di Korea sama aja?" Keduanya mengangguk.

"Sama, tapi tetap ada beberapa hal yang berbeda. Lagipula Ma, aku belum terbiasa nulis dengan tulisan Korea, rasanya sangat kaku. Jadi, jujur saja itu cukup merepotkan." Wonwoo menimpali dengan anggukan.

"Ahh jadi begitu, tidak apa-apa. Pelan-pelan saja, Mama yakin kalian bisa. Lagipula, kalian berdua telah memiliki dasarnya, hanya kurang dilatih saja." Keduanya mengangguk.

"Kalau begitu kalian segera bersih-bersih dan ganti baju, Mama mau masak makan malam dan jika kalian butuh sesuatu, minta tolong Ahn Ahjumma untuk membantu." Sekali lagi keduanya hanya mengangguk lalu segera beranjak dari sofa.

"Jangan lupa untuk turun makan malam kalo Baba pulang," Jeon bersaudara itu kompak mengangkat ibu jarinya sedangkan Jaejoong hanya tersenyum melihat kedua anaknya berlalu.

Wonwoo sedang fokus dengan novelnya sampai ia mendengar suara Luhan yang masuk ke kamarnya lalu berguling diatas king bed milik adiknya itu.

"Nu," Luhan melirik adiknya yang hanya menoleh sekilas dari kursi santainya. Keduanya telah mandi dan berganti pakaian santai.

"Hm?" Luhan berguling ke ujung kasur.

"Menurutmu kita bisa lancar gak disini?" Pertanyaan Luhan sukses membuat Wonwoo mengangkat wajahnya dari Novel.

"Maksudnya?" Namja manis itu memperbaiki posisinya menjadi duduk diatas kasur menghadap ke arah Wonwoo yang duduk beberapa meter didepannya.

"Ya, maksudnya kita bisa gak jalanin semuanya dengan baik di Korea sebagai orang baru?" Wonwoo mengerjap dua kali sebelum menghela nafasnya.

"Entahlah, aku cuma berharap tidak ada beban berat kedepannya Ge,"Luhan mengangguk.

"AAAHH, tiba-tiba aku berharap pindah ke Jepang saja." Ucap Luhan lalu merentangkan tangan dan merebahkan tubuhnya di kasur.

"Sama, seandainya bisa." Balas Wonwoo lalu beranjak dari kursi santainya dan menyusul Luhan di kasur.

"Aku yakin Mama adalah orang pertama yang paling bahagia kalo kita pindah ke Jepang." Wonwoo mengangguk, mengiyakan ucapan Luhan. Keduanya menatap langit-langit kamar Wonwoo yang penuh dengan sticker galaxy dalam diam, dua menit kemudian telpon kamar Wonwoo berdering.

"Ge, angkat tuh." Ucap Wonwoo menyenggol Luhan.

"Hm," Luhan berguling ke bagian ujung kasur lainnya lalu mengangkat telpon di atas nakas.

"Kalian segera turun ya, sebentar lagi Baba pulang." Suara Jaejoong terdengar di ujung sambungan.

"Okay ma," Luhan menutup telponnya lalu melirik Wonwoo yang memperhatikannya.

"Disuruh turun," Wonwoo mengangguk lalu beranjak dari kasurnya disusul Luhan.

"Ingin menceritan semuanya pada Baba, Ge?" Tanya Wonwoo ketika melewati pintu kamar.

"Mungkin,"Balas Luhan lalu menutup pintu kamar Wonwoo.

..

..

..

TBC

.

.


.

.

.

HALO~~

Akhirnya bisa UP lagi ^^

Aku cuma mau bilang terimakasih sudah review di chap sebelumnya :)) dan semoga masih ngereview di chap yg ini ya ^^

Oh ya, sedikit penjelasan, jadi untuk kedepannya aku bakal UP dengan masukin chap tentang flashback ya :) jadi diliat dulu judulnya ^^ flashback itu bakal certain gimana mereka sebelum ketemu satu sama lain dan ini bakal acak gitu wkwk jd gak nentu mana dulu yang di UP, masa lalu atau masa sekarang ^^

Jadi, biar gak bingung aku sengaja tulis FLASHBACK di judulnya, jadi nanti ada cerita masa sekarang yang berhubungan dengan masa lalu dari tiap pemain :) diusahakan tiap pemain diceritakan masa lalunya ^^

Kalo kalian ada ide buat nambahin cerita masa lalu mereka bisa dibantu akunya :3 aku siap membaca ide kalian :)

Dan buat kalian yg kirim chat di BBM dan nanya id Line :") maafkan diriku hanya punya satu id Line dan itu khusus untuk RL wkwkwk kalo ada apa-apa buat yg gak punya BBM bisa DM aku di IG atau Twitter ^^ pasti aku baca kok :)

DAN SEKALIAN AKU MAU NANYA DONG~~

Dari kalian ada yang nonton MUBANK gak 2 Sep? tbh, aku udah hampir nonton MUBANK 2 sep nanti T,T tapi apa daya ada keperluan yg tidak bisa ditinggalkan :( jadi tolong titip salam ya buat semua kesayangan aku di EXO terutama Sehun ~ wkwkw

Ngomong-ngomong karena aku gk ikut MUBANK padahal udah beli goodsnya -_-, aku rencananya mau bagi-bagiin goods MUBANK punya aku :) ada satu kaos lengan panjang warna putih tulisan quotes EXO gitu (MASIH BARU) , kipas gambar Sehun dan vivi, official Poster EXO dari Repackaged album-LOTTO atau album EXACT, terahir ada unoffc PC member EXO :) tertarik gak? Itu semua aku beli buat MUBANK besok (kecuali poster) :( tapi karena gak jadi aku berniat kasih aja terutama yang KAOS ^^ kalo tertarik tulis di kolom review ya terus follow IG aku nanti aku lanjutin disana ^^ ini gk pake syarat aneh-aneh kok wkkw

Buat yg suka SEVENTEEN rencananya aku bakal nonton DIAMOND EDGE 23 Sep nanti ^^ (pengganti gak bisa nonton MUBANK) wkwk ada yang nonton juga ^^?

dan kayaknya aku bakal bagi-bagi goods setelah konser (MASIH RENCANA) cuma kalo kalian tertarik tulis juga ya di kolom review ^^ dan jangan lupa follow IG aku buat update pas konser nanti atau siapa tau bisa meetup ^^ tjiee~

Doakan saja semoga perjalananku lancar dan nonton sebong dengan aman ^^

Segitu dulu aja ^^ jangan lupa follow FF ini biar tau kapan UP lagi ^^

Saran dan Ide dari kalian sangat DITUNGGU :))

TENGKIU GAESS :)) LOVE FROM ME :))