"Hari ini kita akan dapat teman baru." Momoi berucap dengan riang, sambil mengepalkan tangannya lalu mengangkat tangan kanan dengan semangat 45.
Suara berisik mulai terdengar di kelas yang hanya terdiri dari lima belas murid, kelas yang di dominasi warna pelangi.
Ayo, Tetsu kun perkenalkan dirimu di depan kelas." Momoi berjongkok menyamakan tingginya, dengan anak berambut baby blue yang sedang bersembunyi di belakang tubuhnya.
Tetsuya menganggukan kepalanya dengan kaku. Berjalan di depan Momoi dengan gerakan gugup, kedua tangannya meremat celana pendeknya dengan kuat.
'Ayolah, Tetsu pasti bisa'. batinnya menyemangati.
"Akashi Tetsuya desu yoroshiku." ucap Tetsuya sambil membungkukan badanya.
"Apa ada yang mau bertanya kepada Tetsu kun?" Momoi bertepuk tangan dengan riang, saat melihat seisi kelas berubah jadi hening karna sifat gugup Tetsuya.
Seorang anak laki laki berdiri dari duduknya sambil mengacungkan jari telunjuk tangan kanan. "Cita cita Tetsuya apa?." Tanya anak itu, warna rambut keritingnya mengingatkan Tetsuya dengan Nori. Entah kenapa Tetsuya bisa mendengar suara decihan dari Teman sebangku anak berambut nori itu, Mata heterochromenya mengingatkan Tetsuya dengan mata papahnya, walaupun beda warna. dan yang menarik perhatian Tetsuya rambutnya sangat unik, Sebelah kanan merah dan sebelah kanan lagi putih?
"Tetsuya ingin jadi seme yang berbakti pada uke." jawab Tetsuya tegas/lah ga kebalik tuh?/ dengan tangan kanan yang mengepal tepat di jantungnya.
"Eren dengar itu!." anak laki laki berambut hitam, dengan potongan rambut yang mengingatkan Tetsuya dengan pacar teman papahnya. berdiri dari kursinya sambil menunjuk anak laki laki berambut coklat dengan mata emerald.
"Kau juga harus berbakti padaku, karna aku itu adalah seme mu." anak itu menyeringai yang membuat anak yang bernama Eren bergidik ketakutan.
Momoi yang melihat sweetdrop seketika.
"Kalau begitu Tetsuya kun duduk di sebalah Ryouta kun yah." mendengar namanya di panggil, sontak anak berambut pirang dengan riang mengangkat tangannya.
"Di sini Tetsuyachii." Teriaknya.
"Ryouta-kun, salam kenal ne." ucap Tetsuya sambil tersenyum manis.
Ryouta yang melihat senyuman manis Tetsuya, mencoba menahan diri untuk tidak memeluk manusia ciptaan Fujimaki sensei itu.
Jam istirahat...
"Ne ne, Tetsuyacchi." Tetsuya menolehkan kepalanya, saat merasakan seseorang menusuk nusuk pipi chubbynya dengan jari jari telunjuk.
Pipi Tetsuyacchi lembut sekali ssu. seperti mochi. batin Ryouta berbunga bunga. jadi pengen ku gigit.
Tetsuya hanya menatap datar Ryouta yang sedang menusuk nusuk pipi chubbynya.
Tetsuya tersentak saat merasakan seseorang memegang pundak mungilnya, ia membalikan tubuh mungilnya lalu melihat seorang anak laki laki berambut raven yang mungkin seumuran dengannya.
"Akashi Tetsuya kan?" Ucapnya sambil tersenyum atau menyeringai?.
"Ha'i,aku Akashi Tetsuya." balas Tetsuya datar.
Anak berambut raven itu Tersenyum "Nama ku Orihara izaya salam kenal ne."
"Hai'i, Izaya-Kun."
Tetsuya membulatkan matanya, saat melihat anak yang bernama Izaya itu tiba tiba meloncat dengan lihai lalu berdiri dengan santainya di meja miliknya.
Belum selesai keterkejutan Tetsuya, sesuatu Terbang melayang ke arah samping Tetsuya.
Tetsuya memandang polos ke arah kursi yang melayang tadi.
"IIIIZZZZAAAYYYAAA!!!" Teriakan dari daun pintu mengalihkan perhatian anak anak yang ada di dalam kelas.
Disana berdiri seorang anak kecil, pelaku pelemparan kursi yang hampir mengenai anak yang bernama Izaya.
Anak itu berjalan dengan tangan yang terkepal di kedua sisinya menandakan anak itu tengah murka.
"Kutu sialan, apa yang kau lakukan di kelas ku, hm? Izaya Kun." ucapnya menekankan kata terakhirnya.
"Cuman hanya melihat Monster kesayangan ku mungkin, Shizu Chan." jawabnya sambil memasang senyuman licik andalannya.
"Cih mati saja kau sana IZAYAAAA!" Tangannya meraih kursi yang sempat di lemparnya tadi.
Izaya yang melihatnya langsung berlari ke arah pintu, Shizuo yang merasa bahwa Musuhnya hendak kabur langsung mengejarnya.
Tetsuya yang melihat aksi kejar kejaran itu hanya memandang datar.
pulang sekolah...
Tetsuya yang melihat mobil mewah yang berdiri dengan gagahnya langsung berlari dengan riang, saat melihat seorang pemuda tampan yang memakai jaket basket rakuzan turun dari mobil hitam itu.
"Papah sei." Merentangkan tangannya meminta untuk di peluk.
Akashi yang melihatnya hanya bisa tertawa geli, lalu membawa anak angkatnya ke pelukan hangat miliknya.
"Sayang, gimana sekolahnya bisa kan?." Ucap akashi sambil mengelus lembut rambut Tetsuya.
"Bisa pah." jawab Tetsuya sambil tersenyum manis.
"Ayo, kita pulang papah ingin dengar hari pertama sekolah mu."
TBC
