"Apa Tetsuya suka sekolahnya?." Akashi Seijuuro bertanya ke arah anaknya. yang sedang bermanja manja di atas perut atletis miliknya, tangan kanan milik Seijuuro memeluk sayang tubuh mungil Tetsuya yang sedang asyik memainkan tangan kiri Papahnya.
"Hmm... Tetsuya suka Papah. di sana ada Kise-kun,Eren-chan,Shoto-kun,Deku-chan,Izaya-kun,Momoi Sensei-" Seijuuro tidak bisa mempertahankan senyuman gelinya, saat melihat Ekspresi Tetsuya yang tampak menggemaskan saat menceritakan hari pertama di sekolahnya.
"Apakah Eren-chan dan Deku-chan itu perempuan sayang?." Seijuuro tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya. anaknya tidak boleh dekat dekat dengan mahluk yang bernama Perempuan. yah, untuk sekarang sih jangan.
"Mmm.. mereka laki laki papah." Geleng Tetsuya sambil memeluk leher Seijuuro.
"Ne, papah jangan pernah meninggalkan Tetcuya yah." Ucapan polos Tetsuya membuat seijuuro Tertegun. lalu mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Tetsuya, yang terbalut piama berwarna biru langit dengan corak penguin.
"Tidak akan. papah tidak akan pernah meninggalkan Tetsuya papah janji." Ucapnya penuh kesungguhan, lalu mengecup kening Tetsuya yang telah tertidur lelap.
Seijuuro memiringkan tubuhnya membawa tubuh mungil Tetsuya agar bisa berbaring di sampingnya, Menarik selimut sampai sebatas dagu kecil anaknya dan membawanya kedalam dekapan hangat.
"Oyasumi Tetsuya sayang."
"Papah ohayou." Ucapnya ceria sambil berlari menyambut papahnya, yang sedang duduk di meja makan sambil meminum teh dengan elegan.
"Ohayou Sayang." sambut Seijuuro mengangkat anaknya dan menaruhnya di pangkuan hangat.
"Ne papah, apa hari ini kita akan pergi ke taman bermain?." ucap Tetsuya dengan pipi yang membulat penuh dengan roti bakar berselai strawberry, bibir mungilnya tampak terlihat mengkilat terkena selai berwarna merah itu.
Seijuuro lalu membersihkan pipi dan mulut mungil Tetsuya, menggunakan serbet berwarna putih.
"Iya sayang."
"Sebelum ke taman bermain, apa boleh Tetcuya meminum vanilaMilk shake di majiba?." ucapnya penuh harap.
"Boleh sayang." Tangan kokoh seijuuro mengelus rambut Tetsuya dengan gemas.
"Wah,Taman Bermain!". Teriak Tetsuya senang mulut mungilnya tidak henti hentinya berdecak senang.
"Papah papah cepat." Seijuuro hanya bisa menghela nafas. lalu tersenyum lembut melihat tingkah polos anaknya yang sedari tadi berbinar senang.
"Pelan pelan Tetsuya."
"Mou! Papah lama." Mulut mungilnya tampak mengerucut imut dan kaki kaki kecilnya yang menghentak hentak.
Seijuuro tertawa geli melihatnya, ia berjalan dengan cepat menyusul Tetsuya yang tampak bersemangat lalu menggandeng tangan kecilnya.
"Apa Tetsuya senang?." Seijuuro bertanya ke arah anaknya, yang sedari tadi tengah meminum susu vanilla hangat.
"Emm.. Tetsuya senang papah." Angguknya bersemangat.
"Nah, Kalau begitu ayo kita pulang. ini sudah malam sayang." Ajak Seijuuro sambil berdiri dari duduknya.
"Yada! Tetcuya mau lihat kembang api dulu." Rajuknya dengan pipi mengembung imut dengan rona merah.
Seijuuro menghela nafas melihat tingkah merajuk anak angkatnya, kalau sudah seperti ini mau tak mau ia harus menggunakan cara 'itu.'
"Apa Tetsuya tidak sayang pada papah hm?." Seijuuro berlutut di depan Tetsuya yang sedari tadi merajuk lucu, tangan kokohnya membelai pipi gembil Tetsuya.
"Tetcuya sayang papah kok."
"Kalau begitu ayo kita pulang sayang. besok kan Tetsuya harus sekolah, nanti bagaimana kalau kita ke sini lagi ne."
"Sungguh?." ucapnya penuh harap
"Iya sayang." balas Seijuuro mengangkat Tubuh mungil Tetsuya berbalut sweater putih ke gendongan hangatnya.
"Iya Papah Tetcuya mau."
"Hiks Hiks Hiks.. Papah Papah Papah sei Hiks.." Tetsuya berjalan dengan pelan. menuju Kamar Seijuuro, tangan kanannya meraba raba dinding berwarna putih tulang, sedangkan kanan kirinya masih memeluk erat boneka kelinci putih kesayangannya.
Tetsuya membuka pintu berdaun dua yang di ketahuinya sebagai kamar Seijuuro, di dalam kamar itu terlihat Seijuuro yang sedang tidur dengan nyenyak di kasur King Size berseprai merah.
Tetsuya berjalan dengan pelan sesekali mengelap wajahnya yang berlinangan air mata. kaki kaki kecil Tetsuya menaiki ranjang Seijuuro, memeluk tangan kanan Seijuuro dengan erat, walaupun sudah di dekat Seijuuro isakan Tetsuya bukannya mereda malah semakin menjadi.
Seijuuro membuka matanya dengan perlahan saat mendengar suara isakan dari arah sampingnya.
Mata Seijuuro seketika melebar saat melihat Tetsuya yang sedang memeluk erat tangan kanannya, tapi yang membuatnya kaget adalah butiran butiran air mata Tetsuya yang berjatuhan dari manik biru milik anaknya.
"Tetsuya ada apa?." Bisik Seijuuro sambil memeluk tubuh bergetar Tetsuya.
"Mimpi buruk Hiks Hiks.." Jawabnya membalas rengkuhan Seijuuro
"Sstt.. Tenang papah di sini."
Tetsuya tak merespon, hanya pelukannya pada tubuh Seijuuro sedikit mengencang. Perlahan isakannya mulai tak terdengar lagi dan merasa semakin tenang setiap kali Seijuuro membelai surai Baby bluenya lembut.
TBC
