Steve Rogers & Natasha Romanoff adalah karakter milik Marvel, dalam setting Marvel Cinematic Universe, tidak ada keuntungan komersil yang didapat dari pembuatan karya ini.


Natasha melihat banyak kehancuran di hidupnya. Tentang perubahan perlahan yang merusak seperti air panas yang meretakkan gelas pelan-pelan, atau perubahan mendadak yang berupa penghancuran total, bak petir yang menyambar pohon hingga tumbang, membakarnya, mengubahnya jadi abu.

Natasha bahkan melihat hidupnya seperti pecahan vas yang remuk. Sejuta keping, merangkak sendiri mencari pasangan-pasangannya.

Ia juga melihat Steve mengalami kejadian-kejadian seperti itu. Saat SHIELD runtuh, saat apa yang ia percayai mengkhianatinya, saat kebenaran menjadi sesuatu yang abu-abu. saat ia dipaksa untuk menerima kenyataan abad ke-21 yang jauh dari harapannya.

Steve bertahan.

Steve tidak merangkak untuk mengumpulkan keping-keping. Dia membentuk dirinya dengan cara yang berbeda, menyusun keping-kepingnya menjadi bentuk yang tak lagi sama. Natasha memandang Steve tak henti-henti setelah mereka menumbangkan satu tim teroris yang menggunakan sisa-sisa invasi Chitauri sore itu.

Bumi di bawah kaki Steve berguncang, menjatuhkannya, dan dia bangkit sebagai seseorang yang berbeda, seolah-olah dia ditempa dalam waktu singkat di bawah sana.

"Ajari aku untuk bertahan," bisik Natasha pada malam harinya, saat hanya ada mereka berdua di motel yang sangat tua itu.

Steve memandangnya tak percaya. "Kau adalah orang terakhir yang kuduga untuk bertanya seperti itu."

Natasha tidak perlu menjelaskan tentang rasa ragu dan ketakutan. Steve mengetahui itu lebih dari siapapun. Maka ia pun hanya memandang Steve sebagai bentuk kejujuran, ia menelanjangi dirinya sendiri dan memperlihatkan semua ketakutannya. "Ajari aku bertahan dari kehancuran."

"Kau lebih tahu, Natasha," bisik Steve balik.

"Duniaku tidak dijungkirbalikkan dengan cara dibangunkan pada abad yang berbeda, kemudian dikhianati oleh pelabuhan terakhir tempatku mengabdi, ditinggalkan orang terkasih, dan pandanganku ditentang sedemikian rupa oleh orang-orang yang kupercayai." Natasha menarik napas panjang, pandangannya tak lepas dari mata Steve yang masih mencari tahu. "Bagaimana bisa kau tidak hancur?"

Mulut Steve terbuka sedikit, tetapi tak ada kata yang terdengar ketika Natasha menyusuri bagian bawahnya dengan pelan, seperti mengagumi sebuah karya seni yang agung.

"Kau masihlah tak nyata, Steve, kau perwujudan dari hal yang tak kukira ada saat aku dididik menjadi seorang Black Widow."

Steve menggenggam wajah Natasha, mendekatkan mereka, kening mereka saling bertemu, bisikannya panas di wajah Natasha, "Aku nyata, Nat, dan aku tidak sesempurna itu."

Natasha merasa perlu mencium Steve untuk merayapi kenyataan, menyentuhkan dirinya pada fakta, meresapi aroma Steve karena indera penciuman adalah indera paling purba dan jujur bagi dirinya. Steve menjamahnya, seakan-akan menariknya dari dalam air. Kemudian, Natasha melihat mata Steve yang menggelap.

"Segala kehancuran itu—dan kau masihlah Steve Rogers." Natasha menggeleng-geleng. "Kau tidak nyata. Kau hanyalah dongeng yang diceritakan saat aku masih di Red Room."

"Itu karena aku belum mendapati kehancuran yang paling mengerikan."

Natasha kembali menyusuri wajah Steve.

"Pergilah dariku, maka kau tidak akan melihat Steve Rogers yang ini lagi."

Natasha menggigit bibir bawahnya, ketakutan tiba-tiba saja merayap di dadanya, mencekik tenggorokannya. Ia bisa menghancurkan Steve Rogers dengan cara-cara tertentu.

"Jika kau akan menghilang, menghilanglah bersamaku," simpul Steve.

Natasha memejamkan matanya saat bibir Steve berada di lehernya, membiarkan warna phosphene di balik kelopak matanya meledak menjadi putih, lalu menjadi visi jika suatu saat eksistensinya berubah menjadi debu, maka ia akan menunggang udara, menjerat Steve, menarik oksigen terakhir dari paru-parunya, dan pun mereka akan menjalani kehidupan berbeda bersama pula.