Title:Broke Up

Author:Han Hyoran Soo (Lumi)

Genre:Romance, Hurt/Comfort, GS, Humor

Rated:T

Cast:-Kai (19 th)

-Dio (18 th)

Support Cast:-Sehun (18 th)

-Luhan (17 th)

-Baekhyun (16 th)

-Chanyeol (20 th)

-Mark SM Rookies

Disclaimer:FF nya punya Rim tapi all cast nya punya allah ^o^

warning! typo(s) is everywhere

Happy Reading ^o^

Summary:Kau tau, aku mengira setelah 1 tahun putusnya dengan Kyungsoo secara baik-baik tidak akan seperti ini. Merindukan semua yang pernah dilalui dengan nya, tingkah lakunya, sikap merajuknya, dan betapa kerasnya dia berjuang, membuatku merindukan nya. Gilanya aku menyimpan fotonya di dalam dompetku, setelah kami putus –ditahun 2015- 6 bulan secara diam-diam.

Chaps 3

Author POV

"Noona!"teriak namja berumur 15 tahun, sambil melambaikan tangan nya semangat.

"Yak! Mark"sapa Kyungsoo dengan senyum lembut nya.

"Noona, aigoo lama sekali kita bertemu"Kyungsoo hanya terkikik kecil.

"Yak, kau sombong sekali tidak pernah menghubungiku"Mark hanya tersenyum lebar memperlihatkan gigi rapihnya.

"Noona kan tau sendiri aku ini sibuk tau"Kyungsoo yang memutar matanya malas.

"Aku tau, kau kan sudah masuk high scholl"Mark menggandeng tangan Kyungsoo, dan membawa yeoja mungil itu jalan mengitari taman Seoul.

"Noona, kau bilang Chan hyung akan kemari"

"Dia bahkan sudah ada di sini beberapa hari yang lalu"

"Kapan acara pertunangan nya akan di selenggarakan?"

"Si bodoh itu, sudah putus dengan Baekhyun"Mark menoleh dengan cepat, dan menatap tidak percaya Kyungsoo.

"Jinja! Wah daebak!"Kyungsoo berdecih kecil, menatap malas Mark.

"Aigo apa yang hebat, dia itu telefon padaku jam 21 p.m untuk curhat betapa ia mencintai yeoja ber eyeliner itu. Dan dia datang kemari membawa kabar mengejutkan, saekkia itu"

"Ei kau berbicara kasar, noona"ucap Mark mengingatkan.

"Aku tau, tapi aku tidak perduli"Mark hanya menghembuskan nafasnya pelan, enggan menjawab lagi perkataan yang sudah ia anggap noona itu.

"Bagaimana kabar Sehun hyung dan Luhan noona. Ah aku ingin sekali bertemu mereka"Kyungsoo tersenyum simpul, sambil mengeratkan lengan nya pada Mark.

"Mereka baik, Sehun semakin menyebalkan setiap hari nya dan Luhan dia sibuk dengan jadwal kuliah dan kau tau Sehun mengungkapkan perasaan nya"Mark hanya berdecak kagum, mendengar penuturan Kyungsoo.

"Daebak, tapi sepertinya hyung ditolak oleh Lu noona"

"Kau benar, si bodoh itu lagian dulu tidak peka sih"

"Noona juga sama kok"Kyungsoo mencubit keras lengan Mark, membuat sang empu mengaduh sakit.

"Auww yak appooo!"namun pelaku menubit itu, memasang wajah tidak berdosa.

"Jangan membahas itu"Mark hanya mencurutkan bibirnya lucu, membuat Kyungsoo sedikit gemas bercampur ngeri melihat kelakuan namja itu.

Hari begitu cepat, Luhan melangkahkan kaki nya bermain ke rumah Kyungsoo hari ini. Namun langkah nya terhenti melihat sosok namja yang ia kenal, dia Jong In yang sedang menatap kamar Kyungsoo yang berada di lantai dua.

"Jong In?"panggil nya membuat namja itu menoleh.

"Nuguseyo?"tanya nya, Luhan hanya menatap namja itu dingin dan sedikit tidak bersahabat.

"Aku Luhan, Xi Luhan. Sahabat Kyungsoo, kau pasti pernah mendengar namaku bukan darinya?"Jong In mengangguk perlahan.

"Ya aku pernah, apa Kyungsoo tidak bersamamu?"Luhan tersenyum jengkel mendengar nya.

"Untuk apa kau menanyakan itu, kau hanya masa lalunya. Kyungsoo sudah melupakanmu, dan dia sedang mendekati kakak tingkatnya"Jong In hanya menampilkan senyum sedih.

"Benarkah? Ku kira dia masih senang untuk menyendiri saat ini"Luhan menatap namja tan itu tidak suka.

"Lalu kenapa? Jika masih sendiri, kau juga tidak tidak berniat untuk mencoba memulai kembali. Karena kau takut membuat Kyungsoo sedih karenamu, yak shipal! Setidaknya cobalah, kau malah seenaknya saja mengatakan merindukan nya?! Jinja! Nan joha aniyo! Yak, pergilah dari sini sekarang juga"

"Luhan? Ada apa?"tanya Kyungsoo, yang baru pulang sehabis jalan-jalan bersama Mark barusan. Matanya terpaku sosok yang tanpa sadar ia rindukan, namun ia hanya menatap dingin namja itu.

"Kyung-ah"Kyungsoo memijit pelipisnya pelan, sungguh ia sudah lelah dengan semua ini.

"Ada apa? Dari mana kau tahu rumahku?"Jong In hanya menanggapi nya dengan senyum kecil, sambil memasukkan tangan nya ke saku celananya.

"Kau pernah mengirimku alamat rumahmu, saat aku ingin memberimu kado hadiah"

"Eonnie, kau tampak tidak sedang baik-baik saja?"

"Benarkah? Ah sepertinya aku masuk angin"Kyungsoo memegang kepalanya, tidak sakit sih, hanya pusing yang hebat dengan perut yang merilit.

"Kalau begitu masuklah, tadinya aku ingin membicarakan sesuatu"Kyungsoo semakin menatap dingin namja itu.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Jong In-shi"Luhan menuntun Kyungsoo dengan pelan. Rasanya tubuhnya sudah lelah, dan membutuhkan istirahat.

"Kenapa kau jadi dingin terhadapku"Pergerakan mereka terhenti ketika Jong In berkata seperti itu. Kyungsoo melirik dari sudut matanya tanpa membalikkan tubuhnya.

"Lalu aku harus bersikap seperti apa? Jika kau ingin aku bersikap seperti biasa, tidak akan merubah siapa kau dan aku bukan? Kau hanya masa laluku, jadi itu bukan urusanmu. Lebih baik kau pulang saja, aku butuh istirahat"mereka pun meninggalkan Jong In yang masih diam menatap kosong di depan nya.

"But, I know you have feel the same with me. I still love you Do, and then you? Aren't you?"akhirnya ia memilih pulang, dengan lesu seakan ia tidak ada harapan.

"But, she's right. I must move on"


Suara kicauan burung di pagi hari, membuat yeoja mungil yang masih bergelung selimut itu mnegeliat pelan. Mata bulat indah itu mulai membuka matanya perlahan, tubuhnya mulai membaik. Kyungsoo menghela nafasnya lega, ia bisa masuk kuliah pagi ini. Dengan perlahan ia turun dari kasurnya dan memulai membereskannya setelah itu Kyungsoo memutuskan pergi ke kamar mandi. Namun tiba-tiba saja ia merasa mulas, jadi ia memutuskan membuang sisa makanan yang dalam perutnya hanya saja bentuk nya encer itu berarti dia diare. Kyungsoo meyakinkan diri sendiri akan baik-baik saja, jadi ia putuskan mandi dan segera bersiap-siap.

"Kyungsoo-yaaa, serapan dulu"ucap sang kakak nya Sooyeon, setelah ia berpakaian.

"Eonnie, aku langsung ke kampus saja"Sooyeon mengangguk kepala nya pelan.

"Yak! Kau belum merapihkan rumah!"Kyungsoo memijat pelan pelipis nya.

"Nanti saja eonnie, aku harus pergi kesana. Kanda"ucap Kyungsoo pamit pergi berangkat .

Kyungsoo sampai di kampusnya 30 menit kemudian, ia melihat sosok dari kejauhan tampak familiar. Surai orang itu semakin tampak jelas, Kyungsoo merasa dunia begitu sempit, begitu juga orang yang ia temui di kampusnya.

"Kau? Sedang apa kau disini?"Jong In mengusap dagu nya nampak berfikir.

"Aku sedang praktik disini, jadi kau berkuliah disini?"Kyungsoo hanya bergumam kecil, lalu berjalan perlahan meninggalkan namja itu.

"Aku harus masuk kelas sekarang juga"ucap nya sambil berjalan yang sedikit cepat meninggalkan Jong In, Jong In menatap punggung itu hingga ia masuk ke kelasnya.

"Dia memakai jaket? Apa dia sedang sakit?"tanya nya pada dirinya, Jong In memutuskan memutar tubuhnya untuk kembali ke lab computer.

Sungguh Kyungsoo tidak mengerti, bagian perutnya terasa merilit yang sangat sakit, kepalanya mulai berputar-putar, pandangan nya mulai mengabur, padahal mata kuliah kesukaan nya hari ini adalah B. Inggris. Tubuh mungil nya sudah tidak kuat lagi, dia mencoba untuk tetap sadar sayangnya dia sudah tidak tahan, dan ia jatuh pingsan.

"Omo! Kyungsoo!"teriak Jiyeon teman dekat Kyungsoo. Jong In yang sedang istirahat saat itu, ia langsung sigap masuk ke kelas nya walau disana ada dosen lain.

"Kim songsae?"Jong In melihat tubuh mungil itu tak berdaya, dan sudah di bantu oleh yang lain ia langsung menghampiri siswa yang membantu Kyungsoo.

"Kemarikan nona Do padaku"Go songsae, menatap Jong In dengan penasaran.

"Kau mengenalnya?"

"Ye, saya mengenalnya"Jong In mulai mengambil ahli Kyungsoo, dan langsung menggendong yeoja itu ala bridal. Membuat para mahasiswi disana iri melihat Kyungsoo di gendong dosen tampan.

"Saya permisi dulu Go songsae"Jong In langsung melesat keluar dengan cepat, tak lupa membawa barang Kyungsoo.

"Jiyeon, kau sudah menghubungi keluarganya?"tanya Go songsae.

"Ye, tapi keluarga nya tidak ada jawaban jadi saya menelepon teman terdekatnya agar menjemput Kyungsoo pulang"Go songsae menggangguk kecil dan mereka melajutkan kuliah nya.


Chanyeol datang sangat cepat, ia mendapat telefon dari teman Kyungsoo. Bahwa ia jatuh pingsan saat kuliah berlangsung, ia hanya memakai kaos putih dengan kemeja merah kotak-kotak dan kaos lengan nya ia gulung. Chanyeol terus menelusuri kampus Kyungsoo, hingga ia melihat sosok Jong In dengan Kyungsoo di gendongan nya.

"Jong In serahkan Kyungsoo padaku"ucap nya setengah terengah, Jong In menatap Chanyeol tidak percaya.

"Chanyeol? Sedang apa kau disini?"Chanyeol menghela nafasnya kasar.

"Tadi aku sudah bilang, serahkan Kyungsoo padaku"

"Anio, biar aku saja yang akan membawa Kyungsoo"Chanyeol langsung mengambil ahli Kyungsoo dan juga barang nya.

"Aku di telfon salah satu teman nya, jadi aku berhak atas dia"Chanyeol langsung melangkah pergi dengan langkah besar, meninggalkan Jong In disana.

"Bgaimana aku bisa move on? Melihat dia bersama Chanyeol saja masih terasa sakit"

TBC