Title : Uchi-Haru [ Time Travel ]
Pair : SasuSaku.
Genre : Drama, Romance, Adventure Action And Fantasy
Naruto Masashi Kishimoto.
Author : Hn U.
Rate : T mungkin jadi M
Warning : [ Time Travel ]
SIFAT KARAKTER BEDA!
Chapter 03
(Senyuman)
Laki-laki surai pirang pendek hanya mengeretakan gigi sambil mengepalkan kedua tangannya sangat erat. Sementara yang disebelahnya, yang kini sedang menepuk bahu kanannya yang dikenal sebagai Sai yang sebenarnya hanya kode name dari Danzo.
Naruto menghela nafas berat.
"Naruto?"
"Sial, Kenapa aku bisa lengah?!"
"Naruto, kita harus melaporkan kejadian ini."
"Sai!! Kenapa kau masih tenang saja?! Sakura menghilang bersama orang aneh tadi."
"Tenanglah, Naruto lebih baik kita kembali ke Konoha dulu."
"Yang dikatakan temanmu itu benar" Suara batin Naruto.
"Tapi Kurama?"
"Mmm.. Kau harus lebih tenang."
Di bawah alam sadar Naruto terlihat sosok yang terlihat mengerikan sedang duduk bersila terlihat sedang bermeditasi. Sementara yang bernama Naruto sedang berdiri dihadapanya.
"Dengarkan aku bocah!" Naruto hanya diam menatap tegas, tetap mengepalkan kedua tangannya.
"Aku tau kau mengkhawatirkan dengan temanmu. Tapi kau harus tetap berpikir jernih."
"Aku tau itu. Sial sebenarnya yang kita lawan tadi siapa?"
Kurama hanya menyungkingkan senyum. "Yang pasti dia bukan dari dimensi ini"
"Hah?!"
"Bodoh, apa kau tidak sadar kalau dia tidak memiliki aliran chakra."
Naruto mulai berpikir seperti detektif. "Mungkin dia menyembunyikan aliran chakranya. Jika dia dari dimensi yang berbeda apa tujuannya?" tanya Naruto.
"Mungkin dia mengincarmu." jawab Kurama, lalu ia menatap serius ke arah Naruto.
"Naruto?" Sai memanggil Naruto yang kini sedang menatap serius kedepan sambil melompati tiap batang pohon besar.
"Sai, ayo kita harus cepat kembali ke Konoha."
Sementara didekat pohon besar laki-laki yang memilik sepasang mata dengan warna berbeda sedang beristirahat bersadar duduk di atas pohon. Pedang bersandar dibahu, tangan kanannya memegang selembar foto.
Naruto dan Sai tiba di Konoha. Para penduduk melihat ke arah Naruto yang kini sedang melopati tiap atap rumah di'ikuti oleh Sai. "Apa kau bilang dimesi lain?!" Sai terkejut saat mendengar penjelasan Naruto.
"Memang ini terdengar aneh Sai, tapi aku sudah pernah mengalami semacam itu, dimensi yang berbeda. Masalah utamanya adalah musuh kita kali ini tidak memiliki chakra."
"Yang benar saja tapi dia bisa mengunakan? Kamui walau terlihat berbeda?"
"Lebih baik kita tanya dia saja"
"Mm.."
Di ruangan Hokage. Laki-laki yang mengenakan masker hitam bersurai perak sedang menikmati bacaanya, sambil duduk dikursi dekat meja.
"Edisi baru lumayan juga." gumamnya, sambil membaca buku yang ia pegang jarak buku dan wajahnya lumayan dekat.
Tok.. Tok..
"Masuklah" gumam Kakashi hatake yang kini menjadi hokage. Naruto dan Sai memasuki ruangan itu, Kakashi meletakan bukunya ia tampak heran karena ada yang kurang dari teamnya.
"Mana Sakura, apa dia tidak kembali bersama kalian berdua?"
Sai mulai melangkah maju mendekat kearah Kakashi. "Hokage-Sama, mengenai Sakura.-"
"Biar aku yang menjelaskan semuanya bocah!"
Kakashi membulatkan mata saat melihat sepasang mata milik Naruto berubah merah, pupil menyempit seperti hewan buas.
"Kau?!" gumam Kakashi. Sai hanya tersenyum mengikuti keinginan Naruto, yang beralih menjadi Kurama.
Suara yang berbeda terdengar cukup menyeramkan. Kakashi dan Sai mendengar dengan seksama. Naruto menjelaskan semuanya bahwa berpindah dimensi memerlukan waktu yang lumayan lama, Kakashi terlihat sedang berpikir keras karena mendengar lawan yang di hadapi Naruto dan Sai mengunakan? Kamui tapi berbeda karena lebih kesebuah lubang hitam yang muncul tiba-tiba.
"Mungkin kalian harus membawa Uchiha dalan misi ini. Saat waktunya tiba nanti." ucap Naruto.
Kakashi dan Sai mengangguk mengerti. Sepasang mata Naruto kembali berwarna biru cerah. "Kita harus cepat" ucap Naruto tiba-tiba di'iringi tatapan yang terlihat serius.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang" gumam Sai.
"Lebih baik kita keruangan perpustakaan utama mungkin ada jutsu yang bisa membuat kita menuju kedimensi Sakura berada." Sahut Kakashi.
Kakashi membuat 1 bunshin mirip dengannya lalu ia merubah diri menjadi salah satu anggota anbu.
"Aku pergi dulu sebentar" ucap Kakashi kepada bunshinnya yang kini duduk di bangku dekat meja tempat hokage mengerjakan tugasnya.
Kakashi di'ikuti Naruto dan Sai menuju perpustakaan utama yang tidak jauh dari ruangan hokage. Sesampainya mereka bertiga disana, Kakashi, Naruto dan Sai. Mulai membaca tiap buku juga beberapa gulungan hampir 2 jam mereka bertiga mencari cara agar bisa menjemput Sakura yang kini entah ada dimana?
"Sial aku sampai pusing." gumam Naruto.
Sai tetap membaca dengan tenang begitu juga Kakashi. Kurama ikut membaca melihat dari apa yang sedang Naruto lihat bisa dibilang mereka satu pandangan saat ini.
[ 06:54 pm ] [ Konoha City ]
Sementara Sakura yang Naruto, Sai, dan Kakashi. Khawatirkan kini sedang ada di dalam mobil, ia hanya tersenyum terlihat sangat manis sekilas yang dipikirkan Sasuke Uchiha.
"Hei?"
Sakura menoleh ke arah kanan melihat Sasuke sambil mengerutkan keningnya.
"Iya ada apa?"
"Apa tempatmu tinggal berbeda dengan disini? Kau seperti orang desa yang baru melihat kota."
"Huuh.. Kau benar." jawab Sakura lalu dia melihat pejalan kaki dari balik kaca mobil yang sedang melaju.
"Tuan muda, apa anda yakin? Tuan Itachi tidak akan marah?"
"Kau tenang saja biar aku yang menjelaskan semuanya." Sahut Sasuke.
"Itachi.." gumam Sakura sangat pelan tapi Sasuke, bisa mendengar gumaman Sakura. Sasuke hanya diam lalu ia menyamankan posisi bersandarnya.
"Pasti kau akan senang melihat Kakakku" gumam Sasuke. Sakura hanya tersenyum tetap melihat keindahan kota Konoha dari balik kaca mobil.
Rumah yang sangat megah pintu gerbang yang mulai terbuka lebar, membuat Sakura mulai terkagum dengan apa yang ia lihat.
"Rumahnya besar sekali" kata batin Sakura.
Sasuke, Sakura dan Kakashi. Keluar dari dalam mobil pelayan membukakan pintu saat memasuki ruangan yang luas terlihat sangat indah dengan warna putih yang bersih. Para pelayan serempak membungkukkan badan menunjukkan rasa hormat.
Sakura hanya tersenyum kagum.
"Seperti istana asli" gumam Sakura sangat pelan.
"Hei, kau siapkan makan malam" ucap Sasuke memerintah salah satu pelayan. Sakura hanya mengelengkan kepala helaan nafas juga terdengar membuat Sasuke mengakat alis kirinya.
"Kau kenapa?" tanya Sasuke.
"Mm.. Tidak ada." jawab Sakura.
BERSAMBUNG
NEXT
Chapter 04
(Sifat yang berbeda)
