Naruto Masashi Kishimoto.

Title : Uchi-Haru [ Time Travel ]

Pair : SasuSaku.

Genre : #Drama #Romance #Adventure

#Action

#Fantasy

Author : Hn U.

Rate : T mungkin jadi M.

Warning : [ Time Travel ]

SIFAT KARAKTER BEDA! OOC

Chapter 06

(Perasaan)

Di apartemen yang lumayan luas. Naruto sedang menyeduh cup ramennya, saat dia sedang duduk di kursi dekat meja makan. "Hehe.. Aku sudah tidak sabar. Ramen di tempat ini benar-benar nikmat!" gumam Naruto saat dia memandangi cup ramen yang ada diatas meja.

Kurama yang ada didalam tubuh Naruto. Hanya menyungingkan senyuman dan menikmati tidurnya lebih tepatnya berpura-pura tertidur.

"Bocah" guman Kurama.

"Berhentilah memanggilku bocah. Umurku sudah 20 tahun!" protes Naruto.

Naruto menyantap ramen cup, sambil mengomel dalam batinya dan lawan berdebatnya adalah Kurama. Naruto termasuk Jinchuriki yang paling kuat diantara yanglainnya itupun dengan kerja keras dan latihan juga pertarungan yang dasyat dimasa lalunya.

"Kenyang!" ucap Naruto, lalu dia duduk bersila di lantai sambil menonton acara televisi.

"Mobil-mobil itu keren" gumam Naruto.

"Itachi Uchiha pengusaha yang sangat baik ini, lagi-lagi memberikan subangan dan dana yang cukup besar. Banyak yang berharap kalau tuan Itachi Uchiha berniat untuk menjadi wali kota Konoha tahun ini. Ada juga yang berharap beliau menjadi Presiden di kota Konoha ini."

"Huwaaa!! Itachi!!" teriak Naruto, saat menonton acara televisi.

"Haha... Dunia ini benar-benar jauh berbeda dari duniamu bocah" ucap Kurama tiba-tiba.

"Heeh? Kau nonton juga ya Kurama?" tanya Naruto dalam batinnya.

Kurama berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Naruto.

"Tapi bisa saja itu hanya tipu dayanya. Aku tidak yakin dengan kabar bodoh itu" gumam Kurama, mengalihkan topik.

"Iya, kau benar juga" gumam Naruto yang terlihat serius.

Ting! Nung!

Suara bel apartemen dari arah pintu masuk membuat Naruto membuka mata tersadar dari bawah sadarnya. Diapun bergegas menuju arah pintu, saat Naruto membuka pintu. Hinata terlihat sedang bersama dengan gadis remaja yang tidak asing bagi Naruto. "Ada Shion juga!" teriak Naruto tiba-tiba.

"Huwaa! Kau membuatku, kaget saja Naruto" ucap Hinata.

Shion sahabat Hinata sejak kelas 5 SD sampai sekarang kelas 3 SMA. Hinata meminta bantuan Shion anggar membantu mencari seseorang yang Naruto cari. Percakapan diruangan utama itu terdengar sangat serius. "Sakura Haruno ya?" gumam Shion.

"Apa kau pernah dengar nama itu baru-baru ini?" tanya Hinata pada Shion.

"Tidak" jawab Singkat yang terdengar santai dari Shion, langsung membuat Naruto sweatdrop.

"Santai sekali" gumam Naruto.

"Tapi aku akan membantu si muka kucing ini demi mu Hinata" ujar Shion

"Wah, kau selalu baik Shion" ucap Hinata.

"Sial! Aku dibilang muka kucing" gumam batin Naruto, yang kini sedang terlihat kesal dalam diamnya.

Sementara Kurama terlelap tidak peduli.

Di kediaman Uchiha. Sasuke sedang membaca buku di taman belakang, duduk santai di bangku taman dengan pose yang terlihat keren walaupun dibuat-buat tekesan elegan.

"Benar-benar membosankan membaca kamus ini" gumam Sasuke.

"Buku apa itu?" tanya Sakura yang entah sejak kapan, dia berdiri dekat bangku yang Sasuke duduki.

"Sakura? Kau mengejutkanku saja. Ini buku yang membuatku tambah bosan. Hanya buku tentang bahasa inggris.." ujar Sasuke.

"Kelihatannya rumit" gumam Sakura, saat ikut duduk dan membaca buku yang Sasuke pegang.

Mereka membaca buku itu bersama walaupun Sakura bingung dengan bahasa yang baru dia tahu. "Tulisan yang aneh ini, tapi aku suka artinya" ucap Sakura saat membaca tulisan 'love' Sasuke sedikit tersenyum.

"Kalau yang ini pasti kau,lebih suka.

I Love You" ucap Sasuke.

"Aku mencintaimu" gumam Sakura, saat membaca arti dari bahasa yang menurutnya aneh.

"Biarpun memusingkan, artinya sangat romantis" ucap Sakura.

Itachi bersama Kakashi melihat keduanya dengan tatapan yang tegas. "Mereka berdua sangat dekat" gumam Itachi.

"Tuan, saya akan mencari cara anggar nona Haruno bisa kembali ke dunia asalnya" ucap Kakashi.

"Usahakan secepat mungkin. Aku tidak mau adik bodohku itu sampai mencintai, Sakura Haruno." ujar Itachi.

Tring!

Itachi merogoh kantung kemeja dibalik jasnya. Nama kontak panggilan 'Hiashi Hyuuga' Itachi menerima panggilan dan menjawab pertanyaan dengan tegas.

"Semua sudah aku siapkan rencana pesta akan diselengarakan seminggu lagi" ucap Itachi saat menelphone.

"Adikku, pasti akan menerima dengan senang hati" ujar Itachi.

"Tuan harus sabar mungkin nona masih labil. Dia belum tau ini semua untuk kebaikkannya" Itachi sedikit tersenyum saat mendengar kata-kata dari pathner kerjanya yang dulunya adalah teman baik ayahnya.

"Terima kasih atas dana yang tuan berikan" ucap Itachi, sebelum menutup handpnone nya.

"Nona Haruno, selalu membuatku terpesona" ucap Itachi, membuat Sakura dan Sasuke menoleh.

"Si penganggu datang lagi" gumam Sasuke. Sakura hanya menahan tawanya.

"Dasar adik durhaka" gumam Itachi.

"Itachi, kau libur kerja lagi?" tanya Sasuke.

"Aku bos nya terserahku, mau kerja atau liburan setiap hari" jawab Itachi.

"Brengsek! Kenapa aku ditakdirkan jadi adik mu..

Kami-sama kutukan mu ini sangat mengerikan!" gumam kesal dalam batin Sasuke.

"Sasuke, ikut aku sebentar. Nona Haruno, maaf aku pinjam dulu badut penghiburmu ini" ucap Itachi.

"Haha.. Kau lucu sekali. Iya tidak apa-apa lagian, diakan adikmu. Haha.." jawab Sakura.

"Shit! Badut?!" kata batin Sasuke.

Saat diruangan kerja Itachi. Sasuke masih saja menolak perjodohan yang Itachi buat dengan Hiashi.

"Aku sudah bilang berkali-kali. Aku menolak dijodohkan" ujar Sasuke.

"Dewasa lah sedikit!" ucap tegas Itachi dengan tatap tajam dari kedua onyx hitam kelamnya itu.

"Cih! Kau pikir aku ini masih bocah inggusan?!" tanya Sasuke, bercampur emosi.

"Kau, bukan hanya bocah inggusan. Malah lebih pintar bocah dari pada dirimu. Almarhum kedua orangtua kita pasti kecewa padamu" ucap Itachi.

Brak!

"Jaga mulutmu itu brengsek! Aku tidak peduli kau, kakakku atau siapa! Jangan bawa-bawa almarhum Ayah, Ibu dalam perdebatan sepele ini!" ucap Sasuke dengan geprakan telapak tangan diatas meja kerja Itachi.

Dagh.

Itachi langsung melesatkan tinju ke arah pipi kiri Sasuke. Diam dan terkejut itulah yang Sasuke alami.

"Kau berani bicara kasar pada kakakmu sendiri. Kau pikir siapa yang mendidikmu dari kecil?" tanya Itachi.

"Cih.." gumam Sasuke.

"Aku tau kau suka, asal bicara.. Tapi yang barusan itu serius dari hatimu.." ucap Itachi dengan tatapan yang mengerikan seakan tidak peduli dengan yang dihadapannya sekarang.

"Aku tetap menolak" gumam lirih Sasuke.

"Hnn.. Keluarlah.." ucap Itachi.

Sasuke keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang tidak menentu.

Daak!

Itachi memukul meja kerjanya sendiri dan mengepalkan erat tinju tangan kanannya. "Apa yang aku lakukan barusan?" kata batin Itachi.

BERSAMBUNG

NEXT

Chapter 07

(Pencarian)