Naruto Masashi Kishimoto.

#Title - Time Travel -

#Pair - SasuSaku -

#Drama

#Comedy

#Romance

#Adventure

#Action

#Fantasy

Author : Hn U.

Rate : T mungkin jadi M.

#OOC

Chapter 08

( Misi Pencarian )

Naruto menamai kegiatannya kali ini sebagai misi pencarian Sakura Haruno.

Hinata melihat Naruto dengan tatapan penuh kagum dan tersenyum sangat manis.

Shion yang duduk disebelah Hinata, Shion hanya melirik sembari memanyunkan bibir karena kesal dengan sikap Hinata yang sedang jatuh cinta dengan Naruto itupun menurut pemikiran Shion.

Sasuke hanya terlihat asal-asalan mencoret tanda lingkaran di peta kota yang mereka buat.

Naruto melihat dengan tatapan kesal karena tingkah Sasuke.

"Kau niat membantuku tidak?"

"Hn, entahlah mungkin niat."

"Mu-mungkin katamu!"

Naruto tiba-tiba membentak Sasuke, yang membalas bentakan itu dengan tatapan sinis.

"Apa! Kau mau marah?

Ngajak duel?"

"Kalau duel kau bisa mati konyol!"

"Hn, bilang saja kau takut!"

"Apa kau bilang! Aku takut!"

Naruto yang ingin menghajar Sasuke dicegah Hinata dan Shion dengan sigap mereka berdua menahan gerakan Naruto dengan mendekapnya.

"Kalian berdua! Lepas, aku ingin menghajar anak manja itu!"

"Cih, dasar idiot." Sasuke mendecih angkuh dan menatap dengan ekspresi merendahkan Naruto.

"Naruto, sabar. Sasuke memang begitu tapi kita butuh bantuannya."

"Hey, muka kucing kau emosian sekali cobalah tenang sedikit."

"Aku putuskan. Kita tidak butuh bantuannya."

"Hn, baguslah. Hinata ingat janjimu jangan terima masalah perjodohan kita. Aku sudah membantumukan."

"Iya, Sasuke-. Tapi kau harus membantu lebih banyak."

"Tapi dia."

Sasuke melirik Naruto. Naruto membalas Sasuke dengan tatapan bosan khasnya.

"Naruto, kau harus mengerti. Walaupun Sasuke tidak punya sopan tapi dia baik. Karena aku sudah menjadi temannya sejak SD."

"Tapi tingkahnya itu-ahh baiklah aku jadi pusing!"

Naruto malah depresi sambil garuk kepala.

"Aku tidak punya sopan katanya?" Sasuke membatin dalam diamnya.

Sasuke tidak ambil pusing ia langsung meninggalkan Naruto yang makin menjadi-jadi. Hinata dan Shion sampai kewalahan menghentikan tindakan Naruto yang uring-uringan ingin menghajar babak-belur Sasuke.

"Naruto! Sadar kau bisa tenang tidak!"

Shion dan Naruto terkejut bersamaan saat Hinata menjadi marah dengan sikap Naruto.

"Hinata kau kenapa?"

"A-aku, aku.."

Hinata gugup saat Shion bertanya tiba-tiba sementara Naruto menghela nafas lalu meminta maaf karena sikapnya sudah keterlaluan.

"Ini salahku. Aku minta maaf, Hinata, Shion. Aku minta maaf, aku terlalu terbawa suasana."

Naruto membungkuk meminta maaf kepada mereka berdua.

"Iya santai saja. Namanya juga emosi siapa yang bisa larang."

"Itu bener sekali hehe.."

Hinata tertawa canggung ketika Shion melirik Hinata.

Sasuke keluar dari apartemen Hinata. Sasuke menuju tempat parkir dan masuk dalam mobil berwarna hitam . Dia kesal karena dianggap seperti anak kecil.

"Cih!"

Bruumm..

Sakura yang sedang berjalan-jalan di taman belakang kediaman Uchiha. Dia terus memikirkan tentang Konoha dan semua temannya juga Sasuke yang selalu Sakura sebut disetiap langkah kakinya.

"Nona Haruno! Kau sedang apa? Melamunkan sesuatu yang menarik?"

Sakura menoleh ke kiri.

Dia terkejut karena tidak sadar sejak kapan Itachi berada disebelahnya? Itachi tersenyum dan meraih tangan kanan Sakura. Itachi mengecup punggung tangan dan menatap dengan ramah disusul senyumannya.

"Tenanglah. Aku akan membantumu agar cepat kembali ke rumahmu yang kau rindukan itu.

Nona Haruno, apa aku boleh bertanya sesuatu?"

"I-iya boleh mau tanya apa?"

Sakura perlahan menjauhkan tangannya namun dengan sigap Itachi menahan dan mengecup punggung tangan Sakura lagi.

"Diamlah dulu."

Gleg.

Sakura menelan ludahnya dengan paksa saat jarak wajah mereka semakin dekat.

"Kau, cantik sekali."

"Ith-."

"Hahaha... Kau sampai memerah."

"Ah?"

"Sudah kuduga kau amatiran."

"A-amatiran?"

Itachi berbisik dengan nada yang mengoda sementara Sakura hanya merona mendengar penjelasan Itachi lewat bisikan.

"Nona Haruno, apa kau menyukai adikku?" Itachi langsung bertanya tegas seakan tidak terjadi apapun sebelumnya.

"Maksudmu Sasuke adikmu itu?"

"Iya, Adikku."

"Tidak."

Itachi mengerutkan kening karena bingung dengan jawaban Sakura.

"Tadi kau menyebut nama adikku. Mana mungkin kau tidak menyukainya?"

"Itachi mendengarnya ya? Baiklah aku jelaskan sambil kita jalan-berkeliling taman."

"Baiklah."

Mereka berdua berjalan di taman sambil mengobrol.

Sakura menjelaskan bahwa yang Sakura gumamkan bukanlah Sasuke yang Itachi maksud. Sasuke yang Sakura maksud adalah kekasihnya yang ia suka sejak masih kecil.

Itachi tersenyum dan puas mendengarkan penjelasan Sakura. Sakura menatap Itachi dengan penuh tanya karena dari raut wajah Itachi sangat terlihat jelas bahwa dia sedang senang.

"Aku senang kau tidak menyukai adikku. Berarti aku akan tetap melanjutkan tujuanku."

"Tujuan?"

"Karena kau cerita masalah pribadi berati aku juga harus begitu.

Aku ingin Adikku itu menikah dengan pilihanku karena selain kami sederajat juga saat Ibuku masih ada, Ibuku sangat senang melihat Sasuke bersama pilihanku itu."

"Kau, kakak yang baik."

"Apa benar begitu?"

"Tentu saja."

"Itachi! Berhentilah mengoda wanita!"

Itachi dan Sakura menoleh bersamaan ketika mendengar suara teriakan dari Sasuke. Sasuke melangkah terburu dan memisahkan jarak Itachi dan Sakura.

"Sakura kau harus hati-hati. Dia ini seorang maniak!"

"Maniak apa?"

"Gadis perawan."

Dak!

Brak!

Pohon yang berada disebelah Sakura langsung ambruk sekali hantaman tinjunya.

"Buset!"

Sasuke menganga lebar.

"Luar biasa."

Itachi melihat penuh kagum dan berkeringan dingin di dahinya.

"Nah, kalau kakakmu

macam-macam bisa seperti pohon itukan?"

Itachi dan Sasuke mengangguk-angguk patuh dan mengerti dengan ucapan Sakura.

"Kau kenapa ikuti gerakanku?" Sasuke bertanya karena sikap Itachi menjadi aneh meniru sikapnya Sasuke.

"Hn, refleks."

Hari menjelang malam. Naruto sedang sibuk dengan peta yang ia beritanda silang bersama Hinata.

"Hinata, kau tidak ingin pulang? Inikan sudah malam?"

"Haha.. Kau lupa ya? Inikan juga apartemenku."

"Ya, ampun aku lupa!"

Plak.

Naruto menepuk jidatnya sendiri, lalu mengaruk kepala sembari tertawa riang.

Hinata hanya terkekeh geli ketika Naruto berpelilakuh konyol. Mereka hanya berdua dengan kesibukan memberi silang kemana saja arah tujuan untuk mencari Sakura besok.

"Nanti saat aku pulang sekolah kita kesini dulu."

"Ini tempat apa?"

Naruto bertanya ketika Hinata menunjuk area kota dekat bioskop.

"Tempat menonton film."

"Hah? Memangnya Sakura nonton film?"

"Mu-mungkin sajakan dia bosan terus nonton film di bioskop."

"Mmm.. Bisa jadi, baiklah besok kita ke bioskop!"

"Hehe.., semoga saja Sakura bisa ketemu ya?"

"Hinata, kenapa kau ragu?"

"Karena aku asal memilih lokasinya. Maaf.."

"Tidak usah minta maaf bisa saja malah ketemu disana."

"Semoga kita bertemu dengan Sakura ya Naruto. Aku doakan kita akan bertemu dengannya."

"Yosh! Terimakasih Hinata. Kau baik sekali."

"Sama-sama."

Hinata terus melihat Naruto yang sedang merapikan dan memunggut kertas yang jatuh dari atas meja. Rona merah di pipi Hinata sangat menjelaskan bahwa dia sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

#BERSAMBUNG

#NEXT

#Chapter 09