Naruto © Masashi Kishimoto.
#Title - Time Travel -
#Pair - SasuSaku -
#Drama
#Comedy
#Romance
#Adventure
#Action
#Fantasy
Author : Hn U.
Rate : T mungkin jadi M.
#OOC
Chapter 09
Naruto dan Hinata memulai pencariannya, kali ini mereka hanya berdua karena Shion sedang sibuk dengan acara keluarga.
"Uwaah!, jadi ini namanya bioskop!"
"Hehe.. Iya ini namanya bioskop."
Hinata merasa sedikit malu karena Naruto berteriak histeris sampai-sampai pengunjung bioksop menoleh ke arah mereka berdua.
Saat Hinata bertanya kepada Naruto lebih suka menonton film ber'genre apa? Naruto hanya garuk kepala dengan ekspresi bingung.
"Genre?"
"Maksudku jenis film. Aksi, romantis, horror atau humor?"
"Mmm... Yang mana ya..."
Naruto bergumam sambil berpikir keras.
"Hinata apa kita harus nonton film dulu? Aku tidak suka film kalau boleh jujur karena aku tidak punya banyak waktu."
"Aa-iya kita sambil mencari jadi tenang saja. Ma-maaf sebenarnya sebelum mencari aku ingin nonton film dulu. Naruto mau menemaniku kan?"
"Hah? Jadi begitu ya?"
Hinata menyarankan film romantis yang menceritakan seorang wanita pemalu menyukai pria yang tidak mengerti tentang cinta. Pria itu lebih mengarah kepersahabatan dan usaha keras menuju masadepan.
Ketika Naruto membaca bagian penjelasan alur film. Naruto hanya bisa tersenyum dan memikirkan calon istrinya.
"Kelihatannya bagus. Ayo kita nonton."
"Ah, benarkah? Naruto mau nonton film ini?"
"Iya. Aku ingin menontonnya karena membuatku jadi ingat seseorang."
"Seseorang?"
"Seseorang yang sangat menyayangiku."
Hinata langsung terdiam ketika mendengar kata-kata yang Naruto ucapkan yang diakhiri senyuman.
"Menyayangi?"
Hinata jadi teringat dengan ucapan Shion. Agar Hinata tidak menyukai Naruto dengan alasan Naruto pasti akan kembali ketempatnya berada dan tidak akan mungkin tinggal disini selamannya.
.
.
.
.
Saat mereka menonton film bioskop yang membuat semua terharu. Naruto melihat dengan tegas mencoba memahami arti dari film yang Naruto lihat. Hinata melirik Naruto sesekali, karena ada sesuatu yang ingin Hinata ketahui yaitu siapa yang Naruto maksud tadi? Apakah kekasih Naruto atau teman baik atau seseorang yang menjaga Naruto? Banyak pertanyaan dalam batin Hinata sampai-sampai ia berpikir keras untuk mengambil kesimpulan yang jelas.
"Pria bernama Michael itu sangat bodoh."
"Apa maksudmu Naruto?"
"Coba kau simak dia. Pria itu tidak peduli pada Alice yang sangat mencintainya. Tapi aku mengerti sekarang dulu aku sama dengan Michael."
Hinata terus melihat Naruto yang duduk disebelahnya sekitika itu juga Hinata mengerti bahwa seseorang yang Naruto bicarakan adalah seseorang yang Naruto suka.
"Apa Naruto masih bersamannya?"
"Ah? Maksudmu Hinata?"
"Eh? Maksudmu apa Naruto?"
Sambil menonton film Naruto bercerita bahwa dia memiliki seorang yang berusaha ia balas cintanya yaitu Hinata dari klan Hyuuga.
Hinata terkejut ketika Naruto mengatakan bahwa Hinata di tempatnya sangat mirip dengan Hinata yang disebelah Naruto.
"Ja-jadi Naruto kau akan menikah dengan diriku yang berbeda? Maksudku Hinata ditempatmu yang mirip denganku?"
"Begitulah, aku ingin membalas cintanya padaku karena aku ini dulunya-. Sudahlah masalah ini kita lupakan."
Selesainya mereka menonton film, pencarianpun dimulai dari pusat kota hingga perumahan, mereka berdua bertanya kepada pejalan kaki dan pemilik rumah sampai akhirnya Hinata mengambil keputusan untuk melapor ke polisi tapi Naruto melarang karena saat Hinata mengatakan polisi memiliki tugas sebagai penegak hukum.
"Kalau ke kantor polisi nanti akan beresiko."
"Iya-ya benar juga."
Mereka berdua melanjutkan perjalan untuk mencari Sakura. Hinata kelihatan lelah karena mencari dari siang sampai menjelang sore tanpa istirahat.
Mereka berdua memutuskan menuju taman kota untuk beristirahat sebentar. Hinata membeli minuman di mesin minuman sebelah bangku taman. Naruto mencoba memasukan beberapa koin dan minumanmu sudah ada di bagian bawah mesin minuman.
"Wah, lemari yang hebat rasa minumannya segar sekali. Huaaa dingin!"
"Na-Naruto apa mesin minuman tidak ada ditempatmu?"
"Mmm.. Tidak ada."
"Mmhh, pantas saja kau sampai seperti itu."
"Hah? Aku kenapa Hinata? Apa kelihatan aneh ya?"
"Tidak. Kau hanya kelihatan lucu, tingkahmu itu lucu Naruto."
"Hehe.. Begitu yaa.."
Naruto hanya garuk kepala dan bersiap untuk kembali melanjutkan pencariannya. Sementara Hinata kelihata masih kelelahan namun ia berusaha untuk tetap kuat dan ingin membantu Naruto mencari Sakura.
Sampai jam 8 malam mereka berdua tidak menemukan titik terang menemukan keberadaan Sakura. Hinata duduk di bangku dekat pertokoan ia mengatur nafas karena lelah berjalan cukup lama.
"Ma-maaf Naruto. Aku malah menjadi bebanmu."
"Kenapa kau bicara begitu? Itu wajar karena kau dan aku berbeda.
Aku memiliki chakra jadi lebih memiliki daya tahan yang kuat."
"Chakra? Maksudmu senjata chakra ya?"
"Senjata?"
"Itu senjata yang mirip chakra.
Hinata mengeluarkan smartphone dari tas dan mencari yang Hinata maksud lalu menunjukan gambar yang terlihat di layar smartphone nya kepada Naruto.
"Ini maksudku."
"Maksudku bukan itu."
"Bukan ya? Terus maksud chakra yang kau bilang itu apa Naruto?"
"Ayo kita cari tempat sepi dulu."
"Hah? Tem-tempat se-sepi?!"
Naruto meraih tangan Hinata lalu Naruto mengajak Hinata ketempat yang sepi area belakang kota ada hutan kecil buatan. Mereka berdua berdiri di tengah lapangan yang cukup luas. Naruto tersenyum lebar sementara Hinata ikut tersenyum dan menunggu maksud Naruto tadi.
"Lihat ini baik-baik Hinata. Perhatikan tangan kananku!"
"Itu apa?"
Pusaran angin menyerupai bola seperti angin yang berputar ditengah-tingahnya. Hinata mendekat dan melihat dari jarak dekat.
"Indah sekali."
"Kurang lebih seperti ini jelasnya."
Hinata terus melihat tangan kanan Naruto yang terbalut perban itu membuat keajaiban yang tidak bisa dimasukan dalam logika namun Hinata mencoba mengerti karena Naruto sangat berbeda dengannya.
"Dan ini juga. Tajuu Kage Bunshin no Jutsu!"
Blum!
Blum!
Blum!
Blum!
"Keren kan?"
"Naruto jadi banyak sekali!"
50 orang yang mirip dengan Naruto kini sedang melihat Naruto dengan tatapan datar, karena Naruto memamerkan kemampuannya sambil garuk kepala karena banyak pujian dari Hinata yang sebenarnya merasa takut karena jumblah Naruto begitu banyak.
Naruto terus memamerkan kemampuannya hinggan puas. Hinata tersenyum dan bertepuk tangan karena senang mendapatkan banyak kejutan yang tidak masuk dalam logika manusia.
"Ini yang terakhir."
Wush!
"Be-berubah!"
Kurama yang ada dalam tubuh Naruto sampai menepuk jidatnya sendiri. Kurama sampai kesal dengan tingkah Naruto yang sampai menunjukkan semua kemampuannya.
"Naruto, kau sebenarnya siapa.
Kau seperti dewa saja."
"Hehe.. Aku hanya shinobi dari Konoha. Aku Naruto Uzumaki calon Hokage selanjutnya!"
.
.
.
.
Hinata tidak mengerti dengan maksud Naruto. Hinata hanya mengangguk dan tersenyum ceria karena senang dan sedih bercampur menjadi satu karena dia tahu bahwa Hinata dan Naruto sangatlah berbeda dan semuanya semakin jelas menyadarkan Hinata dari keinginannya agar lebih lama bersama Naruto.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
NEXT
Chapter 10
