Naruto©Mr Masashi Kishimoto
Secret Passion
Sasuke . U x Hinata H
Rate M
Happy reading
"...hhhh...hhhh..."
Tubuh Sasuke berkeringat, dada bidangnnya terlihat bercahaya karena cahaya lampu yang memantul dari tubuhnya yang berkeringat.
'Aahh...'
"...hhh...hhh..."
Sasuke terbangun dari tidurnya, napasnya memburu dadanya terlihat naik turun, matanya juga memerah.
"Mimpi apa itu?,...sial..." Sasuke baru menyadari bahwa dia baru saja bermimpi aneh, untuk pertama kalinya dia bermimpi bercinta dengan wanita yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya dan mimpi itu terasa begitu nyata, Sasuke mengumpat saat melihat kejantannya yang menegang dan ada sedikit cairan yang membasahi bagian depan celana yang di pakaianya.
"...Fucking dream...shit..." Sasuke kembali mengumpat, dengan segera dia melompat dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandinya, mungkin dengan berendam akan lebih baik padahal waktu masih menunjukan pukul 4 pagi.
Sasuke jelas mengingat semua gambaran tentang mimpinya, namun Sasuke benar terganggu karena wanita yang ada di mimpinya adalah Hinata.
"Memalukan, kenapa aku harus bermimpi bercinta dengannya?"
"Itachi sialan, pasti ucapannya mempengaruhiku." Sasuke berguman, karena mimpinya Sasuke harus berendam air dingin selama satu jam.
"Perawan?,..cih, itu tidak mungkin, wanita seperti dia tidak mungkin seorang perawan." Sasuke mendecih, tapi sampai saat ini Sasuke masih belum lupa tentang mimpinya, Sasuke berpikir realistis wanita seperti Hinata tidak mungkin seorang perawan, hanya wanita yang berpengalaman yang tidak akan canggung beradegan intim dengan seorang pria, bahkan kekasihnya Sakura yang di sebut wanita terhormat pun juga pernah merasakan nikmatnya bercinta bersama mantan pacarnya Akasuna Sasori yang juga berpropesi sebagai model, tapi bagi Sasuke perawan atau bukan itu tidak masalah, di jaman seperti sekarang hal itu sudah bukan hal penting lagi.
Setelah Hinata meninggalkan Mansion Uchiha sehabis makan malam, Sasuke juga mengantarkan Sakura ke apartemennya, setelah itu Sasuke kembali ke Mansionnya dan langsung beristirahat, tapi Sasuke malah bermimpi basah dan menurutnya itu sangat memalukan, sebagai seorang cassanova dia tidak perlu bermimpi dengan mudahnya dia bisa merealisasikan segala yang diinginkan, karena dia hanya tinggal memilih wanita yang dia mau.
Dari dulu Sasuke tidak pernah memasukkan nama Hinata kedalam daftar nama wanita yang ingin di kencaninya, jika dulu Sasuke menilai Hinata terlalu lugu dan polos, tapi sekarang Sasuke menilai Hinata terlalu berani dan terkesan murahan, lalu Hinata harus bagaimana di mata Sasuke?.
Sasuke selalu menjaga jarak dengan Hinata, sebenarnya Sasuke tidak punya alasan untuk membenci Hinata, Sasuke hanya tidak menyukainya, itu saja tidak kurang dan tidak lebih, dan Hinata sendiri juga tidak pernah mengusik hidupnya.
Satu tahun lalu Hinata menawarkan one night stand padanya, Sasuke tahu saat itu Hinata dalam pengaruh minuman beralkohol, waktu itu adalah perayaan resminya kontrak kerja sama antara dirinya dengn Hinata dan Sasuke tahu bahwa saat itu kakaknya Itachi menawarkan sebuah hubungan pada Hinata di depan banyak orang.
'Sasuke-san, maukah kau bersamaku malam ini'
'Kau mabuk Hyuuga.!'
'Em..em...em...aku tidak mabuk!' Hinata menggelengkan kepalanya tiga kali, sambil menggerakan jari telunjuknya, seolah yang di ucapkan Sasuke tidak benar.
'One night stand,...just one night and to night.' ucap gadis itu lagi.
Sasuke masih mengingat kata-kata itu sampai sekarang, Sasuke juga ingat betapa cantiknya Hinata malam itu, entah apa alasan Hinata menawarinya one night stand, apakah dia sedang menantangnya ataukah wanita itu hanya mengejeknya karena banyak laki-laki yang menginginkannya.
Secret Passion
~Drrrtt...Drrrtt~
Ponsel Sasuke bergetar karena ada panggilan, nama sang kakak tertera di layar ponsel model terbarunya.
"Hn,...ada apa?" jawab Sasuke, ponselnya di tempelkan di telinga dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sibuk memasang kancing kemejanya dan ternyata sulit menggunakan satu tangan.
'Baka ototou, hari ini ada jumpa pers di Mall Victory.' suara Itachi terdengar di sebrang sana.
"Aku tahu!" jawab Sasuke singkat.
'Em,...tolong jemput wanita manisku itu ya, nanti kau kan melewati daerah tempat tinggalnya.' .
"Tidak mau!" ucap Sasuke tanpa berpikir.
'Ayolah,...plisss...plisss' Itachi terdengar merayu.
"Kau terdengar seperti banci." Sasuke tertawa mendengar suara sang kakak.
"Aku tidak mau, wanitamu itu bisa berangkat sendiri." lanjut Sasuke.
'Jadi kau tidak mau ya?' Sasuke menutup saluran telponya tanpa menjawab pertanyaan Itachi, dan dia tertawa karena membayangkan Itachi pasti sedang mengumpat di sana.
Sasuke melanjutkan kembali ritual berdandanya, kemeja putih di padu jas dan celana hitam yang pas di badanya, sepatu yang menghilap, tidak lupa jam tangan mewah dan mahal dengan merek terkenal bertengger di pergelangan tanganya.
Setelah semua selesai, Sasuke bercermin kembali dan puas dengan segala kesempurnaanya.
"Uchiha Sasuke, you're the best one." Sasuke mengedipkan sebelah mata pada bayangan dirinya sendiri di cermin.
...
Victory Mall, departement store terbesar di tengah kota, suasana ramai dan penuh sesak sedang terjadi di salah satu sudut tempat tersebut, penyebabnya tak lain adalah karena hari ini ada jumpa fans untuk film "Beautiful Darkness'" beberapa artis yang membintangi film tersebut akan hadir untuk menjumpai fans mereka yang di dominasi kaum hawa, walau film ini hanya di peruntukan untuk usia 18 tahun ke atas tetap saja ada gadis remaja yang menontonnya.
Beautiful Darkness, yang di sutradarai Itachi Uchiha tengah naik daun saat ini, selain ceritanya yang menarik, artis yang membintangi film tersebut juga artis baru yang terbilang berani terutama si tokoh utama wanita, Hinata Hyuuga membuat film ini cepat mendapat rating tertinggi.
Selain Hinata ada juga, Uchiha Sasuke, tokoh utama pria dan Yamanaka Ino yang melengkapi penampilan film tersebut, bahkan gaya rambut Hinata yang berponi menjadi trendseter bagi kaum hawa terutama para gadis sekolahan, di antara mereka banyak yang meniru gaya rambut Hinata yang menurut mereka sangat cocok dengan bentuk wajah Hinata, di negara-negara asia lainnya juga sudah banyak perempuan yang mengikuti gaya rambut Hinata.
Itachi, Sasuke, Ino dan beberapa krew sudah berada di tempat acara akan di mulai 10 menit lagi, tapi Hinata belum datang, Itachi cemas begitupun Ino dan krew lainnya, sedangkan Sasuke tampak tidak peduli sama sekali.
"Kau cemas sekali?" tanya Sasuke pada Itachi, pria itu mendengus mendengar pertanyaan bodoh dari adiknya.
"Baka, tentu saja aku cemas, wanita manisku belum juga datang." jawab Itachi kesal.
"Ck,...berhenti menyebutnya seperti itu, dia itu bukan gadis remaja lagi." jawab Sasuke tak kalah ketus.
"Semua ini salahmu, aku sudah memintamu menjemputnya tadi, tapi kau tidak mau, dia tidak bisa memakai mobilnya, karena ada orang yang merusak ban mobilnya, dan itu pasti ulah hatersnya." ucap Itachi panjang lebar.
Sasuke terdiam, haters? tentu saja orang-orang seperti mereka terkadang berbuat nekat, salahkan saja Itachi yang membuat Hinata di benci banyak orang.
"Baka, kenapa kau menyalahkanku, salahkan dirimu sendiri yang memberi peran pada Hinata, kau membuat wanitamu itu di benci banyak orang." timpal Sasuke.
"Lagi-lagi itu yang kau bahas, satu kesimpulan dariku berarti para haters itu benar-benar bodoh, mereka semua tahu itu cuma akting, dan aku tahu haters itu adalah fans fanatikmu." Itachi masih merasa kesal.
"Hey, mau sampai kapan kalian akan bertengkar, Hinata sudah datang." ucap Ino tiba-tiba dan membuat kakak beradik itu terdiam.
Hinata melangkah dengan anggun, tidak ada kegugupan yang terlihat sama sekali, Itachi tersenyum melihat Hinata yang tampak cantik hari ini, Hinata mengikat ponytail rambutnya, kemeja putih di padu blazer hitam dan juga celana hitam, kostumnya terlihat kompak dengan Sasuke, berbeda dengan Ino yang mengenakan dress pendek ungu tua warna khas pakaian Ino, Hinata terlihat memakai riasan tipis di wajahnya.
Sasuke tiba-tiba teringat mimpinya saat menatap Hinata.
'Sial, kenapa aku ingat mimpi itu?' gumam Sasuke dalam batinnya.
Acara sudah di mulai, sesuai yang di rencanakan mereka memperkenalkan diri terlebih dahulu kemudian di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan juga tanda tangan untuk para pemggemar, setelah acara selesai para krew dan mc menutup acara tersebut, Sasuke, Itachi Hinata dan Ino berdiri untuk mengucapkan salam perpisahan, namun tiba-tiba seorang wanita menerobos dari arah penonton, wanita itu melempar telur busuk pada Hinata dan membuatnya terkejut.
"DASAR PEREMPUAN SIALAN!, GARA-GARA KAU SUAMIKU SELINGKUH, SEHARUSNYA PEREMPUAN SEPERTIMU MATI SAJA." Itachi terkejut mendengar hinaan wanita itu, dengan segera dia memeluk Hinata, rambut dan pakaian Hinata sudah berbau busuk, para penjaga keamanan segera membawa wanita itu, tapi kejadian itu tidak berhenti segerombol perempuan juga kembali melempari Hinata dengan tomat busuk, sepertinya mereka adalah fans fanatik Sasuke.
"Kau tidak pantas berpasangan dengan Sasuke, dia terlalu sempurna untuk gadis jalang sepertimu." mereka berteriak tidak terkendali, Hinata segera di bawa Itachi ke ruangan ganti, Sasuke dan Inopun mengikutinya.
"Kau baik-baik saja sayang?" tanya Itachi cemas.
"Tentu saja, itu cuma telur dan juga tomat,...busuk..." ucap Hinata dingin, Itachi menghela napas.
"Mereka mempermalukanmu sayang!" Sasuke mendengar percakapan mereka, Ino menatap iba pada Hinata.
"Sudahlah, aku baik-baik saja dan aku tidak akan mati." ucap Hinata, Sasuke mendecih mendengar ucapan Hinata.
"Cih, kau terlalu naif, kalau kau ingin menangis, ya sudah menangis saja, tidak perlu menghibur dirimu sendiri." ucap Sasuke.
"Diam, Sasuke kau memperburuk keadaan." Itachi mulai terpancing amarah.
"Cukup, sudah kukatakan aku baik-baik saja, kalian berdua jangan seperti anak kecil." Hinata sedikit berteriak pada dua pria tersebut, Hinata membuka blazernya, beruntung kemeja dan celananya tidak ikut kotor, Hinata hanya perlu ke toilet untuk membersihkan rambutnya.
Hinata sudah selesai membersihkan dirinya, rambutnya tampak sedikit basah, Itachi menghampirinya, Sasuke dan Ino juga masih berada di tempat yang tadi mereka duduk di sofa ruang ganti.
"Itachi, hari ini aku ingin sendiri dulu, bisakah kau tidak menggangguku?" sebelum Itachi bersuara Hinata sudah berkata lebih dulu, Itachi ingin protes tapi saat menatap mata Hinata yang terlihat dingin, Itachi hanya menganggukan kepalanya, tanpa basa-basi Hinata segera pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Keras kepala dan sombong." Sasuke bergumam.
"Aku mendengarmu, Sasuke." ucap Itachi.
"Hey, kalian ini kenapa? yang harusnya marah dan kecewa itu Hinata, bukan kalian, kau Itachi usiamu 30 tahun dan kau Sasuke usiamu 25 tahun, tapi tingkah kalian seperti anak kecil." Ino marah dari tadi kedua pria itu tidak berhenti bertengkar.
"Dan kau Sasuke kata-katamu tadi kasar sekali, Hinata mendapat masalah, wajar saja kalau dia ingin menangis, kalau aku jadi dia, aku pasti sudah meraung, para wanita itu mempermalukan Hinata." Ino akhirnya pergi setelah mengatakan hal itu, sedangkan Itachi dan Sasuke mereka berdua menyandarkan kepala mereka di sandaran sofa, sepertinya mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing.
...
Taksi yang di tumpangi Hinata berhenti di sebuah apartement mewah, setelah kericuhan di Mall tadi Hinata lansung pergi ke tempat ini dengan menggunakan taksi, Hinata berjalan memasuki gedung apartement dan menuju ke arah pintu lift yang berada di sebelah kiri, setelah masuk Hinata menekan angka 10 untuk tujuannya.
Ting...
Tanpa menunggu apapun lagi Hinata keluar dari lift dan menuju pintu bernomor 45 dan menekan belnya.
Krieet..
Pintu sudah terbuka, orang yang membuka pintu tampak menghela napas, tanpa di persilahkan Hinata masuk begitu saja.
"Kenapa lagi?" seorang wanita pemilik apartement itu mulai bertanya.
"Aku hanya merasa bosan saja." jawab Hinata dengan suara yang datar.
"Di mana suamimu?" tanya Hinata, dia tampak mencariseseorang.
"Dia sedang bekerja." jawab wanita itu, dia pergi ke dapurnya untuk membuat teh.
"Kau tidak berjalan-jalan, Karin?, ini kan hari minggu.?" tanya Hinata pada wanita yang di panggil Karin.
"Aku sudah melihat beritamu di televisi, tidak kusangka mereka berani melakukan itu." ucap Karin tanpa menjawab pertanyaan Hinata.
"Ya, aku mengerti, wajar kalau mereka membenciku, wanita itu di hianati suaminya, dan karena peranku yang jadi wanita selingkuhan membuat mereka marah dan melampiaskannya padaku." jawab Hinata dengan senyuman di wajahnya.
"Haaah...! kau ini." Karin menghela napas mendengar jawaban dari Hinata.
"Sebaiknya hentikan pekerjaanmu itu." Karin membawa dua cangkir teh manis dingin untuk mereka berdua, cuaca di luar memang sedang terik, dan minuman dingin adalah pilihan yang bagus.
"Mau sampai kapan kau seperti itu, usiamu sudah 24 tahun, segeralah menikah, jangan mengejar sesuatu yang tidak pasti." Karin mulai berkata serius.
"Aku tahu Karin, tapi aku belum menemukan pria yang cocok." jawab Hinata, wanita itu meneguk teh dinginnya yang terasa menyegarkan di tenggorakannya.
"Kau tidak akan menemukannya jika kau terus menutupi hatimu itu dengan kebodohan." ucap Karin.
"Eh?,..." Hinata mengernyitkan alisnya.
"Bukan para pria itu yang tidak menginginkanmu, tapi kau sendiri yang tidak menginginkan mereka, termasuk kekasihmu Itachi Uchiha, kakak si payah Sasuke Uchiha." ucap Karin ketus, Hinata tertawa renyah mendengar ucapan Karin.
Hinata menyandarkan kepalanya di sofa, dan memejamkan matanya, ucapan Karin benar, bukannya Hinata tidak laku, hanya saja dia sendiri yang tidak mau membuka pintu hatinya.
"Dan si payah itulah yang membuatmu seperti ini." Hinata membuka matanya dan melihat ke arah Karin.
"Karin, bisakah untuk tidak membahasnya." ucap Hinata serius, Karin memutar matanya dengan bosan.
"Lalu apa?, kau akan terus membiarkannya begitu saja, kau bertindak atas sesuatu yang tidak kau sukai, kau bukan dirimu Hinata, kau melakukan hal bodoh yang sangat bodoh."
"Dan apa yang kau dapatkan sekarang? ...tidak ada, sadarlah Hinata." Karin mulai menceramahi Hinata,...lagi...
"Dia bukan cinta, tapi obsesi."
"Dia bukan hasrat tapi nafsu."
"Dia hanya menyebar feromon pada setiap wanita."
"Karin!, tolong hentikan aku sedang malas membicarakan ini." Hinata mulai berteriak marah.
"Kenapa?, kau temanku, aku tidak ingin kau semakin di hina orang lain, hentikan pekerjaanmu itu." Karin juga emosi, sebagai sahabat Karin hanya ingin Hinata hidup lebih baik.
"Aku,..."
"Apa? kau mau bilang kau baik-baik saja, kau pikir aku bodoh hah?" ucapan Hinata terpotong karena Karin menyelanya, Hinata tidak bisa berkata apa-apa.
"Hanya demi dirinya, kau menjadi model majalah pria dewasa, dan kau menuruti keinginan Itachi Uchiha hanya karena kau ingin berada dekat dengannya."
"Buang jauh perasaanmu itu, dia tidak menganggapmu seperti seorang perempuan, dia merendahkanmu, dia menganggapmu jalang."
"CUKUP,...Karin, kumohon." Hinata mulai terisak.
"Lupakan dia Hinata,hm?,..." Karin mengusap air mata Hinata kemudian memeluknya.
"Hiduplah lebih baik."
"Lupakan,...Uchiha Sasuke."
Secret Passion
Flashback
Delapan tahun lalu, saat Hinata masih duduk di kelas 11, gadis itu hanyalah seorang gadis polos dan lugu, hidupnya sangatlah biasa, datar dan juga monoton, kegiatannya hanya di isi dengan bersekolah dan berdiam diri di rumah.
"Aku tidak suka gadis polos dan lugu, aku suka gadis yang agresip sedikit nakal dan juga sexy." ucap seorang pemuda bersurai hitam yang bernama Uchiha Sasuke.
"Hah, Teme kalau aku lebih suka yang sedikit galak dan angkuh, seperti Shion." jawab seorang pemuda bersurai pirang yang bernama Uzumaki Naruto.
Hinata tersenyum mendengar pembicaraan kedua kakak kelasnya, mereka tengah membicarakan tipe gadis yang mereka sukai.
Seperti gadis biasa lainya, Hinata juga mengalami masa pubertas, rasa suka terhadap lawan jenis sedang Hinata rasakan saat ini, Hinata menyukai kakak kelasnya yang sangat tampan, arogan, angkuh tapi menggoda, Uchiha Sasuke.
Hinata mungkin polos tapi dia tidak bodoh, setiap kali berpapasan dengan pemuda itu debaran jantungnya selalu menggila, dan Hinata tahu dia sedang jatuh cinta.
Hinata mungkin lugu tapi dia tidak naif, darahnya berdesir saat mengingat pemuda itu, tubuhnya akan bereaksi saat membayangkan pemuda itu berada dekat dengan dirinya, dan Hinata tahu hasratnya muncul karena pemuda itu.
Hinata akan merasakan seluruh pori-pori di kulitnya meremang saat membayangkan tangan pemuda itu menyentuh tangannya atau saat menatap bibir pemuda itu, bagaimana rasanya jika bibir itu bersentuhan dengan bibirnya, dan saat Hinata mengerti semuanya Hinata mengambil kesimpulan bahwa dia memiliki gairah untuk pemuda itu.
Tapi semua kembali pada diri Hinata yang lugu dan polos, dia terlalu malu untuk menunjukan perasaan, sehingga Hinata hanya mampu menyimpan hasrat terpendamnya.
Saat mengetahui bahwa Sasuke masuk ke agensi sebuah majalah pria dewasa untuk menjadi seorang model, Hinata hanya mampu mendesah, pemuda itu pasti akan mempertontonkan seluruh aset tubuhnya.
"Hinata, kau mau jadi model majalah ini?" tanya teman sekelas Hinata Shion.
"Eh?,...apa?" tanya Hinata heran.
"Kau lihat, mereka sedang mencari model baru untuk majalah ini, bagaimana kalau kita ikut casting?" ucap Shion girang.
"Apa?, kau gila?, Naruto pasti membunuhmu Shion." jawab Hinata, Shion menggelengkan kepalanya.
"Kau salah, justru dia juga akan ikut casting bersamaku." Hinata membulatkan matanya tidak percaya.
"Ayolah Hinata, ya ikut ya?" Shion menarik-narik tangan Hinata.
"Tidak mau, apa kau tidak lihat, ini majalah untuk pria dewasa, dan para model ini terlihat begitu err... sama saja tidak memakai pakaian." ucap Hinata, gadis itu menunjuk-nunjuk gambar model perempuan yang hanya memakai bikini super mini dan jangan lupa pose mereka yang membuat sport jantung.
"Haha, namanya juga MMPD, tentu saja harus seperti itu, kalau kau memakai daster bukan MMPD tapi MPPD." Shion tertawa renyah.
"MPPD?, apa itu?" tanya Hinata penasaran.
"Model Pembantu Pria Dewasa,...haha..." Shion kembali tertawa.
"Tidak lucu, Shion." ucap Hinata ketus, Shion berhenti tertawa.
"Eh, tapi apa kau tahu?, kakak kelas kita Uchiha Sasuke juga berada di bawah management majalah ini." ucap Shion berbisik.
"Kau tidak percaya, akan kutunjukan." Shion tampak membuka lembaran tersebut.
"Nah ini dia." Shion memperlihatkan gambar Sasuke yang sangat sexy menurut Hinata, padahal pose Sasuke biasa-biasa saja, bahkan berpakaian lengkap, hanya saja kemeja putih yang di kenakan Sasuke terbuka karena kancingnya yang tidak terpasang, di tambah warna gambar tersebut hitam putih yang menambah sosok Sasuke sangat mempesona dan menggoda, otot-otot di perutnya tanpak tercetak sempurna, celana jeans yang hampir merosot, menperlihatkan lekuk seksi organ bawahnya, padahal usia Sasuke baru 17 tahun, tapi pemuda itu terlihat dewasa, terima kasih pada sang photographer yang dengan keahliannya membuat gambar Sasuke sangat sempurna.
Hinata menelan ludah saat melihat gambar Sasuke.
'Aku tidak suka gadis lugu dan polos'
sejenak Hinata ingat kembali perkataan tersebut.
"Agresip, sedikit nakal dan sexy?" gumam Hinata.
"Kau bilang apa Hinata?" tanya Shion yang masih membuka tiap lembar majalah tersebut.
"Tidak ada." jawab Hinata.
...
Hari ini Hinata mengantar Shion untuk casting model di salah satu studio photo ternama di kota, saat tiba di sana sudah ada calon lain yang mengantri, mereka berpakaian sangat minim, mereka adalah gadis-gadis cantik yang datang dari penjuru kota, Hinata merasa kepercayaan dirinya sangat turun, untung saja dia hanya mengantar Shion, kalau Hinata ikut casting sudah pasti dia yang paling pertama di tolak, itulah yang ada di pikiran Hinata saat ini.
"Wah, banyak sekali." mata Shion berbinar.
"Shion, bukankah Naruto juga ikut casting?" tanya Hinata.
"Hm, dia langsug terpilih kemarin, jadi tidak perlu ikut casting lagi, aku sangat iri." ucap Shion sedih.
"Eh, Hinata apa kau tahu kenapa antriannya sangat banyak?" Hinata menggelengkan kepalanya.
"Karena producernya mencari model untuk pasangan Uchiha Sasuke, kurasa para gadis itu ingin mendapat posisi itu." ucap Shion tanpa menyadari aura sedih di wajah Hinata.
'Sasuke sangat suka gadis agresip dan juga sexy, Sasuke pasti menyukai gadis-gadis ini.' gumam Hinata dalam batinnya.
"Aku ikut antrian dulu ya, kau duduk saja." Hinata menganggukan kepala setelah mendengar perkataan Shion.
Hinata mendudukan tubuhnya di kursi tunggu yang berjajar, Hinata memainkan ponselnya sambil menunggu para gadis yang mengantri, setelah beberapa menit menunggu, perut Hinata sudah keroncongan minta diisi, Hinata mengirim pesan singkat pada Shion karena ingin mencari makanan dulu, Hinata beranjak dan mulai berjalan ke luar, Hinata memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas selempang yang dia pakai, Hinata menundukan kepala saat melewati antrian untuk para pemuda, di tempat itu memang di adakan dua audisi untuk model perempuan dan laki-laki.
Hinata merasa risih saat para pemuda itu mulai menggodanya, bahkan dari mereka ada yang bersiul, Hinata tidak fokus pada pijakannya sampai akhirnya kaki kanan Hinata tersangkut gulungan kabel yang berserakan di lantai, Hinata akan jatuh dan pasti akan sangat memalukan kalau itu terjadi.
Hinata merasakan pegangan di pinggang dan juga tubuhnya, mata Hinata membulat sempurna saat melihat siapa yang tengah merangkulnya.
"Hyuga..."
"Uchiha-senpai." Sasuke melepaskan rangkulanya di tubuh Hinata.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya si tampan Sasuke, pemuda itu memang mengenal Hinata sebagai sahabat dari kekasihnya Naruto aka Shion.
"Senpai aku sedang me-..."
"Jangan katakan kau ingin menjadi model?" ucapan Hinata terpotong karena Sasuke menyelanya.
"Sebaiknya kau bercermin dulu, yang akan terpilih hanya gadis pintar dan bertubuh sexy, bukan seorang seperti..." Sasuke melihat Hinata dari atas ke bawah seolah menilai.
"Pulanglah dan lupakan keinginanmu itu." Sasuke tersenyum meremehkan kemudian pergi begitu saja, Hinata merasa sesak di dadanya, Sasuke menghinanya di depan para pemuda itu, Hinata mungkin gadis pendiam tapi dia tidak suka jika dirinya di hina apalagi oleh orang yang dia sukai.
Hinata mengepalkan tangannya, dengan langkah pasti dia menuju tempat panitia penyelenggara acara tersebut.
"Permisi, apa formulir pendaftarannya masih ada.?" tanya Hinata dengan yakin.
"Tentu , kau mau ikut casting?, silahkan isi formulirnya dulu!" ucap seorang wanita, selembar kertas di berikan wanita itu, Hinata langsung mengisi dengan biodata pribadinya.
Entah apa yang di lakukan Hinata, yang jelas emosinya tengah berkecamuk setelah mendengar perkataan Sasuke, sahabatnya Shion juga tidak percaya Hinata mengukuti casting.
"Peserta no 575, silahkan bersiap." Hinata melihat no antrianya yang bernomor 600, atau peserta terakhir yang mendaftar.
"Hinata, giliranku, hwaa aku gugup sekali." Shion beranjak dan masuk ke ruangan untuk audisi, Hinata meremas kedua tangannya, sempat menyesali keputusan bodohnya karena terpancing emosi.
Shion sudah keluar wajahnya tampak gembira, sepertinya Shion lulus audisi.
"Hinataaaa,...aku berhasil..yeeeeyyy..." Shion memeluk Hinata kemudian meloncat senang.
"Selamat, Shion"Hinata ikut tertawa melihat tingkah sahabatnya, rasa cemas di rasakannya no antrian miliknya semakin dekat.
"Berikutnya peserta no 600."
Deg...
Detak jantung Hinata berpacu, langkahnya terlihat bergetar, Hinata melewati pintu masuk ruangan audisi, matanya sedikit takjub pada desain ruangan tersebut sangat megah dan di penuhi lampu sehingga tempat itu begitu terang, Hinata kembali gugup saat melihat di hadapanya sudah duduk sekitar 5 sampai 6 orang juri yang terlihat err..mesum...2 orang di antara mereka adalah perempuan, paling tidak Hinata tidak terlalu malu.
"Siapa namamu?" tanya seorang wanita yang sudah tidak lagi muda, tapi wanita itu masih terlihat cantik dan juga sexy, belahan dadanya terlihat, Hinata berpikir mungkin wanita ini adalah mantan MMPD juga, di meja juri terdapat nametag dari para juri tersebut, dan wanita yang baru saja bertanya adalah Senju Tsunade.
"M-H-Hinata." jawab Hinata, gadis itu melihat kearah para juri satu persatu, selain Tsunade ada juga Yuhi kurenai yang terlihat ramah, kemudian ada laki-laki tua bernama Jiraiya, satu pria dewasa bermasker Kakashi dan dua orang lagi adalah laki-laki yang salah satunya Hinata kenal, Sasuke di paling ujung ada satu pria berusia sekitar 25 tahunan yang sangat tampan dan sedikit mirip Sasuke, yaitu Utakata.
Hinata melirik ke arah Sasuke yang menatap tajam dirinya seolah mengatakan ' Go away ', Hinata menelan ludah, tapi saat mengingat perkatan Sasuke tadi amarah Hinata memuncak dan Hinata membalas tatapan Sasuke sama tajamnya.
"Hinata, boleh kutanya sesuatu? apa alasanmu ikut audusi ini, padahal usiamu baru 16 tahun?" tanya Kurenai pada sesi wawancara.
"A-aku datang kesini karena seseorang, aku ingin membuktikan padanya." ucap Hinata.
"Membuktikan apa?" sekarang Kakashi yang bertanya.
"Membuktikan kalau aku bisa emmm,...maksudku" Hinata bingung apa yang harus di katakannya, Sasuke terlihat mentertawakannya.
"Apa kau ingin cepat terkenal dengan menjadi MMPD?" laki-laki tua Jiraiya juga mulai bertanya.
"Tidak, sebenarnya aku menyukai seseorang, tapi dia menyukai gadis sexy, sedikit nakal dan juga agresip, dan dia tidak pernah menatapku sama sekali, jadi aku ingin belajar lebih dewasa seperti yang diinginkanya." semua juri saling menatap alasan Hinata berbeda dari gadis kebanyakan, sebenarnya pertanyaan yang di ajukan oleh Kurenai tadi adalah pertanyaan yang sama untuk para peserta audisi, hampir semua menjawab ingin cepat terkenal dan satu lagi menjadi couple partner untuk Sasuke.
"Baiklah H-i-n-a-t-a, apa kau berani memakai pakaian ini?" Utakata bersuara dan menunjukan sepasang bikini yang sangat sexy, Hinata membulatkan matanya saat melihat bikini berwarna merah tersebut, Sasuke rasanya ingin terbahak melihat ekspresi Hinata.
"Aku adalah photographer jadi aku harus tahu setiap sisi bagian tubuhmu yang bagus untuk di ekspos, para peserta lain membawa bikini mereka sendiri, jadi bikini ini adalah bikini baru." tambah Utakata pria itu menyeringai.
"Biar ku bantu memakainya." ucap Kurenai, wanita itu menuntun Hinata ke ruang ganti, Hinata hanya mengikuti dengan tatapan yang kosong.
Hinata merasa risih dengan bikini merahnya panty berbentuk v dan bra dengan tali kecil di tengkuk dan punggungnya, rasanya Hinata ingin menangis menyesali kebodohanya.
"Wah kau sangat cantik, biar ku tambahkan sedikit riasan." Kurenai memakaikan kain penutup untuk Hinata dan mendudukan gadis itu di meja rias.
Hinata kembali bersama Kurenai, para juri sedikit terpaku melihat Hinata yang terlihat cantik dengan riasan tipisnya.
"Ayo tunjukan padaku bikini yang kau pakai." Utakata membawa kameranya dan mendekati Hinata, Kurenai membantu Hinata membuka kain penutupnya, Hinata benar-benar merasa malu, gadis itu menundukan kepalanya.
Hening...
Hinata merasa aneh kenapa semua orang terdiam, Hinata melihat ke arah Utakata yang sedang menatapnya, dan fokusnya beralih pada Sasuke, wajah pemuda itu memerah.
"Ekhemmm.. ." suara Jiraiya menyadarkan Utakata dan Sasuke, mereka memalingkan wajah karena malu menatap Hinata terlalu lama.
Warna rambut dan bikini Hinata sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu dan tanpa cacat, bagian tubuhnya tumbuh sempurna di bagian yang tepat, sekilas gadis ini seperti berusia 19 tahun di karenakan bentuk tubuhnya yang proporsional.
Utakata mengambil gambar Hinata beberapa kali, Kurenai dan Tsunade mengarahkan Hinata dalam berbagai gaya, dan hasilnya Utakata menyimpulkan setiap sudut tubuh Hinata bagus untuk di ekspos.
Hinata sudah selesai mengikuti audisi, gadis itu segera mengganti pakaian dan segera menemui Shion di luar.
"Kenapa kau lama sekali." tanya Shion.
"Aku tidak tahu, oh ya Shion, apa untuk audisi ini kau membawa bikini?" tanya Hinata, Shion mengernyit.
"Bikini? untuk apa?, tadi para juri cuma menanyakan beberapa pertanyaan lalu mereka mengambil beberapa gambarku itu saja?" jawab Shion.
"Apa? tapi tadi aku,..." Hinata menghentikan kata-katanya.
"Kenapa?" tanya Shion dia heran kenapa Hinata diam.
"Ah tidak apa-apa, ayo kita pulang." Hinata menarik tangan Shion dan segera pergi dari tempat itu.
Flashback end
Hinata tersenyum kecut mengingat kebodohannya waktu itu, setelah audisi Hinata terpilih menjadi model bahkan lansung mendapat kontrak selama tiga tahun dan akhirnya Hinata tahu tragedi bikini merah itu adalah perbuatan Sasuke yang menjahilinya.
Selama tiga tahun Hinata di pasangkan dengan banyak model pria dari majalah tersebut, beruntung tidak setiap pemotretan dia berpakaian sexy, mungkin artikelnya saja yang berbau dewasa.
Satu tahun ke belakang barulah Hinata di pasangkan dengan Sasuke untuk iklan parfum, pose mereka menjadi trending topic, Sasuke yang duduk di sofa dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana jeans, Hinata duduk di atas paha Sasuke dengan hanya mengenakan mini lingerie yang memperlihatkan paha mulusnya dan belahan dadanya terlihat begitu sexy, Sasuke mencium leher Hinata sedangkan wajah Hinata menghadap ke kamera dengan ekspresi tengah bergairah, mereka duduk berhadapan.
Tidak ada yang tahu bahwa setelah pemotretan itu Hinata dan Sasuke bertengkar hebat, semua di karenakan Sasuke yang selalu merendahkanya.
"Cih, kau dan aku memang tak akan pernah cocok, tidak peduli seberapa dalam cintaku padamu, kau tidak akan pernah menyadarinya,...Sasuke..."
Hinata masih berada di apartement Karin, tapi kali ini Hinata berada di balkonnya, tatapanya menengadah ke langit sore.
Hinata memejamkan matanya, sampai detik ini, hanya wajah itu yang tergambar di ingatannya, wajah pemuda yang sudah delapan tahun mengisi relung hatinya.
Tanpa di sadari air matanya menetes, air mata yang tidak pernah di lihat siapapun, air mata yang hanya di tujukan untuk dia seorang, dia yang menjadi hasrat terpendamnya.
To be continue.
Haha...holla chap 2...
Nah silahkan review lagi, terima kasih sudah mau mengikuti fict ini,...semoga readers suka...
Di sini aku bikin Hinata yang suka duluan sama Sasuke, karena aku suka drama yang cewenya jatuh cinta duluan dan akhirnya si cowo sadar dan balik ngejar2 ...cieeehhh.
Special thanks to: Yuki Ryota yang sudah kasih masukan, arigatou.
Untuk yang lainya aku g akan pernah berhenti ucapin terima kasih...
See u next chap my lovely reader yang kece, imut, segalanya.
Salam aisyaeva
