Naruto©Mr Masashi Kishimoto

Secret Passion

Sasuke U x Hinata H

Rate M

Drama/Romance

Typo(s), OOC, ide cerita pasaran, dan segala kekurangan pasti ada.

Happy reading.

'Byurrr...'

Cup...Cup...Cup...

Suara decapan dari ciuman yang tengah mereka lakukan begitu terdengar di tengah kolam renang ini, rambut basah si wanita tersisir kebelakang begitupun rambut si pria, seluruh tubuh mereka berdua pun basah, saling memeluk di dalam air dengan hanya berbalut pakaian renang.

Tangan kanan besar si pria menyelipkan rambut basah si wanita ke telinga kirinya, mata hitam itu menatap wajah cantik si wanita yang basah, tatapan hangat penuh cinta yang mampu menbuat wajah basah si wanita tersipu.

Bibir dengan warna peach itu tersenyum, bibir bergincu yang tidak luntur karena air itu begitu menggoda bibir si pria untuk mengecup dan mengecupnya lagi, sampai akhirnya bibir mereka kembali menempel dengan lumatan penuh gairah dari bibir si pria ...

Cut...

Itachi menginterupsi, ciuman Hinata dan Sasuke terlepas, mereka naik dari kolam renang dengan airnya yang dingin itu, asisten Hinata mamakaikan kimono handuk padanya, Hinata tampak kedinginan.

"Aduh, ...Hinata ada apa denganmu?, ini sudah 'take' ke 20, tapi kau salah terus, Sasuke sudah bagus dengan aktingnya, seharusnya kau merangkul Sasuke dan membalas ciumannya!" ucap Itachi hari ini pria itu tidak puas dengan akting Hinata.

"Maaf, Itachi, bisakah kita menunda scene ini?" jawab Hinata suaranya bergetar karena dingin, Tenten asisten Hinata memberinya segelas susu hangat, Hinata menerimanya dan segera meminum susu tersebut.

"Tidak bisa, harus selesai hari ini juga!" ucap Itachi, Hinata hanya menghela napas, Itachi sangat perfectionis dan profesional, mau tidak mau Hinata harus menurutinya.

Hinata turun kembali ke kolam renang setelah membuka kimono handuknya, Sasuke sudah berada di sana, Hinata berjalan ke tengah kolam dan menghampiri Sasuke, pria itu juga tampak kedinginan, ini sudah pukul 10 malam jadi pantas saja suhu airnya terasa dingin di tambah mereka harus berada di dalam air lebih lama, karena Hinata selalu melakukan kesalahan pada saat pengambilan gambar.

"Bisakah kali ini kau melakukannya lebih baik lagi?, tubuhku bisa mati membeku karena dirimu." ucap Sasuke terlihat sekali pria itu marah.

"Maafkan aku." ucap Hinata pelan, Sasuke mendengus.

"Simpan kata maafmu, dan kerjakan tugasmu dengan benar, kuharap kali ini kau lebih profesional."ucap Sasuke dengan suara yang bergetar menahan dingin.

Hinata tidak tahu kenapa hari ini dia tidak bisa berakting dengan baik, Hinata sama sekali enggan menyentuh Sasuke, ada sesuatu yang menghalanginya, ya perasaaanya pada Sasuke membuat dirinya merasa rendah, Hinata lelah dengan rasa cintanya, dulu atau sekarang dan sampai kapanpun Sasuke tidak akan pernah melihatnya.

Kadang Hinata berpikir sebenarnya Sasuke tahu dan menyadari perasaanya, tapi pria itu berpura-pura tidak tahu atau mungkin tidak peduli, Hinata yang polos atau Hinata yang menggoda tidak berarti apapun untuk pria itu, Sasuke bukanlah orang yang bodoh dan tidak peka, pria itu terlalu pintar, Sasuke bisa langsung menebak perasaan seseorang yang menyukainya.

"KALIAN SIAP?" Itachi berteriak dengan pengeras suaranya, semua teknisi kamera sudah siap mengambil gambar.

"Take 21,...3...2...1...action.."

Sasuke menatap Hinata penuh cinta, kali ini Hinata juga membalas tatapan Sasuke dengan cinta yang sesungguhnya, Sasuke mengernyitkan alisnya saat mata mereka bertemu, belum pernah sekalipun Sasuke melihat tatapan Hinata yang seperti itu.

"Aku merindukanmu, Yumi." ucap Sasuke kemudian bibirnya mengecup pelan bibir Hinata yang terasa lembut.

Hinata merangkum wajah Sasuke, kemudian Hinata memeluk erat tubuh Sasuke.

"Aku sangat mencintaimu,...Sa...suke...!"

Sasuke kembali di buat bingung, apa pendengarannya terganggu karena kedinginan, baru saja Hinata menyebut namanya bukan nama perannya, Sasuke berpikir mungkin Hinata lelah sehingga salah menyebut nama Sasuke.

Sasuke merasakan bahunya hangat, Sasuke yang memeluk Hinata terdiam.

'Apa dia menangis, ini tidak ada dalam skenario.' Sasuke bergumam dalam benaknya, Hinata memeluk punggung Sasuke dengan erat, wajahnya tertelungkup di bahu Sasuke.

Sasuke merasakan tingkah Hinata yang berbeda hari ini, wanita itu bersikap lebih emosional, selama mengenal Hinata Sasuke tidak pernah melihat perempuan itu menangis.

Cut...

Hinata melepas pelukannya, Sasuke melihat Hinata yang mengusap kasar wajahnya.

'Dia benar-benar menangis.'

Sasuke melihat mata Hinata yang memerah.

"Bagus, Hinata itu baru bagus." Itachi berteriak senang karena akhirnya Hinata berakting sesuai keinginannya.

"Aaahhh, akhirnya selesai juga, aku senang." ucap Hinata dengan senyum palsunya, Hinata menjauhkan diri dari Sasuke kemudian berjalan ke tepi kolam, tanpa di sadari Hinata, Sasuke masih terdiam dan memperhatikan dirinya, tidak ada yang tahu bahwa Sasuke masih mencerna sesuatu yang baru saja terjadi.

"Woy, baka otoutou, mau sampai kapan kau di situ, bukankah tadi kau bilang kedinginan?" Itachi berteriak pada Sasuke yang masih berada di tengah kolam, Sasuke terkejut dengan panggilan kakaknya, Sasuke mengalihkan perhatian dan melihat ke arah Hinata, wanita itu sedang memakai handuknya, wanita itu tersenyum saat berbicara dengan Tenten.

Sudah satu minggu sejak pengambilan gambar di kolam renang hotel ParaDise, sejak saat itu Sasuke juga merasakan perasaan aneh, padahal sikap Hinata padanya sudah seperti biasanya.

Sasuke terkadang mengingat kembali mimpi basahnya bersama Hinata yang membuat tubuhnya terasa merinding, Sasuke tidak suka perasaan anehnya itu, dalam kamusnya tidak ada kata untuk memikirkan wanita yang tidak sukainya, yang ada para wanitalah yang memikirkannya.

"Besok kau ada syuting video klip penyanyi senior Mei Terumi bersama Hinata." Itachi tiba-tiba datang dari lantai dua, saat ini Sasuke dan Itachi sedang berada di mansion Uchiha, kemarin malam mereka berdua menginap karena permintaan sang ibu, karena hari ini hari minggu kedua kakak beradik itu tidak keberatan.

"Hn..." jawab Sasuke singkat.

"Hinata lagi?, Itachi kenapa kau suka sekali memasangkan adikmu dengan wanita itu?" Mikoto sang ibu bersuara, wanita itu tengah mempersiapkan sarapan untuk ketiga pria yang ada di dalam rumahnya.

"Ibumu benar Itachi, itu tidak baik, bukankah Hinata itu kekasihmu?" ucap sang ayah yang duduk di kursi utama meja makan.

"Ini keinginan Mei Terumi, bukan keinginanku." jawab Itachi dengan santai, sedangkan Sasuke tidak bersuara sama sekali.

"Sebenarnya ibu keberatan kalau kau masih meneruskan hubunganmu dengan perempuan itu."

"Kami semua tahu kau belum bisa melupakan Yugao, tapi dia akan segera kembali, jadi sebaiknya akhiri hubunganmu dengan wanita panas itu." Mikoto kembali bersuara.

"Wanita panas?" kali Sasuke terpancing untuk bersuara.

"Ya, wanita itu menyebarkan aura panas, sehingga para lelaki akan kegerahan saat melihatnya, dan ibu benar-benar tidak menyukainya." Itachi tertawa saat mendengar perkataan ibunya, jujur saja Sasuke sedikit marah pada Itachi.

"Kenapa kau tertawa, apakah ucapan ibu terdengar lucu bagimu?" Sasuke mendengus, Itachi mengernyit mendengar ucapan Sasuke.

"Kau ini kenapa baka otouto?, bukankah kau juga suka sekali merendahkannya?" Itachi membalikan pertanyaan Sasuke dan membuatnya marah.

"Kau,..." Sasuke menggeram.

"Hey, kalian berdua, hentikan pertengkaran bodoh kalian." sang kepala keluarga bersuara kembali melihat tingkah kedua putranya.

"Hh, ibu benarkan wanita itu pantas di sebut wanita panas, bahkan kalian berdua selalu bertengkar karena dirinya." Mikoto menghela napas lelah, Sasuke beranjak, mendorong sedikit kursinya ke belakang kemudian melangkah pergi.

"Aku pergi!" ucap Sasuke tanpa menoleh lagi.

Hari minggu adalah hari libur, Hinata memilih untuk tidak pergi kemanapun, dia memilih untuk berdiam diri di rumah saja, rumah peninggalan orang tuanya yang sudah bercerai, jika sang ayah berada di London, maka sang ibu berada di New zeland, Hinata mempunyai seorang adik berusia 20 tahun, Hanabi yang ikut dengan ibunya, sedangkan Hinata memilih berada di Jepang saja, Hinata jarang sekali melakukan kontak dengan mereka, kecuali dengan adiknya Hanabi, mereka selalu bertukar pesan dan kabar lewat email atau media sosial lainnya, dan kabar terakhir yang Hinata tahu adalah Hanabi akan segera menikah bulan depan.

Pagi ini Hinata sengaja bangun terlambat, setelah bangun Hinata yang mengenakan piyama tidur langsung menuju halaman rumah, mengambil selang dan menyambungkannya pada kran air, Hinata menyiram bunga, dan membersihkan kekacauan di halaman rumahnya, bukan tidak mampu menyewa asisten rumah tangga, hanya saja hari ini Hinata ingin membersihkan rumahnya sendiri.

Saat sedang menyapu tiba-tiba Hinata mendengar suara sepeda motor masuk ke halaman rumahnya, Hinata bertanya siapa orang yang datang kerumahnya?, orang tersebut mengenakan helm tertutup dan jaket hitam.

Saat orang tersebut membuka helmnya, Hinata lebih terkejut lagi, Hinata seperti bermimpi.

"Hyuuga,..." Hinata berhenti dari kegiatannya menyapu halaman.

"Sasuke?,..." Sasuke menyimpan helmnya di atas jok motor dan berjalan ke arah Hinata.

"S-Sedang apa kau disini?" tanya Hinata gugup, Sasuke melihat penampilan Hinata yang berantakan.

"Kau seperti pembantu rumah tangga!" ucap Sasuke dengan mendecih, Hinata kesal mendengarnya.

"Aku bertanya sedang apa kau di sini dan mau apa?" Hinata berkata dingin, terlihat sekali dia sedang kesal

"Apa Itachi menyuruhmu kesini?" tanya Hinata lagi, wanita itu menyimpan sapunya kemudian masuk ke dalam rumah diikuti Sasuke.

"Tidak,..." Hinata berhenti berjalan dan berbalik pada Sasuke.

"Lalu?" Hinata menatap Sasuke tajam.

"Paling tidak persilahkan aku duduk dan buatkan aku minuman karena aku adalah tamu." ucap Sasuke, kemudian menjatuhkan bokongnya di sofa empuk milik Hinata.

"Kau tidak tahu sopan santun." jawab Hinata.

"Katakan apa keperluanmu dan segeralah pergi dari sini." Sasuke mengedikan bahunya dengan acuh, Hinata menghela napas kasar.

"Bicara denganmu membuatku gerah." Hinata pergi meninggalkan Sasuke, untuk pergi ke lantai dua.

Setelah menunggu selama 30 menit akhirnya Hinata turun kembali, Sasuke masih berada di sofa, tapi kali ini dia terlentang sambil memainkan ponselnya.

Hinata sepertinya baru saja mandi, rambutnya terlihat basah, wanita itu mengenakan celana pendek selutut dan kaosbputih yang sedikit longgar, sungguh bukan Hinata yang menggoda.

Hinata membuat secangkir teh untuk Sasuke dan meletakannya di meja dekat sofa.

"Hh, apa kau tidak punya pakaian yang bagus, kalau pakaianmu seperti itu apa bedanya dengan yang tadi." Sasuke berkata tanpa melihat ke arah Hinata.

"Katakan saja, apa yang kau inginkan?" Sasuke akhirnya bangun dan duduk berhadapan dengan Hinata.

"Tentang syuting besok, tak bisakah kau menolak tawaran Mei Terumi?" ucap Sasuke to the point, Hinata terdiam kemudian tersenyum hambar.

"Aku sudah menolaknya, tapi Mei Terumi bersikeras, lagi pula kenapa bukan kau saja yang menolaknya, bukannya penawaran itu untuk kita berdua, paling tidak bekerja samalah." ucap Hinata.

"Kekasihmu yang bodoh itu sudah menanda tangani kontraknya." ucap Sasuke, pria itu beranjak dan hendak pergi.

"Apa?,...kenapa dia tidak bertanya dulu?" Hinata tampak kesal.

"Tadinya kupikir kau bisa membujuk Itachi."

"Nanti malam datanglah ke Mansion, Itachi menyuruhku menyampaikan itu." Sasuke pergi dan berjalan ke luar rumah.

"Katakan padanya, aku tidak bisa datang." Hinata bersuara lebih keras supaya Sasuke mendengarnya.

"Tidak ada penolakan, Hyuuga!" ucap Sasuke, Hinata mendesah, kakak beradik Uchiha itu bersikap seenaknya pada Hinata.

Secret Passion.

Hinata hanya menatap malas cermin yang memantulkan bayangannya, malam ini Hinata di undang Itachi untuk merayakan ulang tahun perkawinan ayah ibunya yang ke 32, sebenarnya Hinata enggan untuk pergi ke sana, Hinata cukup tau diri untuk tidak di remehkan keluarga Uchiha termasuk Itachi yang berstatus kekasihnya.

"Karin benar, aku memang sangat bodoh, apa sebaiknya kuakhiri saja semua ini?"

"Aku sudah muak dan juga lelah,...haaahhh..." Hinata bergumam kemudian menghela napas panjang.

Dress shiffon putih berlengan sampai sikut, sangat manis dan cocok untuk Hinata, sisi polos Hinata begitu terlihat, Hinata memilih kitten hills untuk sepatunya, rambutnya di buat bergelombang, dan riasan minimalis melengkapi penampilannya.

Mobil Purple Ferrari milik Hinata terparkir manis di halaman Mansion Uchiha, Hinata keluar dari mobilnya di tangannya sudah ada kotak kecil hadiah untuk Fugaku dan Mikoto, di sana juga ada beberapa mobil lainnya yang Hinata tahu milik Haruno Sakura calon menantu kesayangan Mikoto dan ada beberapa mobil mewah lainnya.

Hinata sempat terkejut dan sedikit takut saat memasuki pintu Mansion, di sana ada beberapa orang pria yang menghalangi jalannya, ada sekitar 5 sampai 6 orang pria di sana dan salah satunya adalah Sasuke, jika di lihat lebih teliti wajah mereka terlihat mirip satu sama lainnya.

Saat melewati mereka, tiba-tiba saja seorang dari mereka mencekal tangan Hinata, tangan pria itu di tepis Hinata dengan cepat, membuat mereka semua tertawa termasuk Sasuke.

"Wooow,...dia gesit sekali." ucap pria bersurai hitam pendek yang mencekal tangan Hinata.

"Hai, Hinata?" ucap pria lainnya yang Hinata tau adalah Sai, pria itu masih kerabat dari Sasuke.

"S-Sai, ..hallo?" Hinata sangat gugup, keenam pria tersebut tersenyum penuh arti.

"Hyuuga?,..." Sasuke mulai bersuara, Hinata memalingkan wajahnya pada Sasuke, dan pria itu melihat raut ketakutan di wajah Hinata.

"Kau pasti ingin tahu siapa mereka bukan?" tanya Sasuke dengan seringaiannya, Hinata tidak menjawab dan berniat pergi tapi tangan Sasuke mencekalnya dengan kuat.

"Lepaskan aku Sasuke!" ucap Hinata dan berusaha melepaskan tangannya.

"Aku harus memberi selamat pada orang tuamu." Hinata masih meronta.

"Tidak perlu, mereka tidak membutuhkannya darimu."

"Kau tahu, justru merekalah yang menunggumu." ucap Sasuke dengan melihat ke arah kelima pria tersebut.

Hinata takut nyalinya menciut, mereka berlima terlihat berwajah dingin dan kaku, namun tidak bisa di pungkiri wajah mereka seperti para pangeran dari negri dongeng.

"Biar kuperkenalkan." Sasuke menarik bahu Hinata dan membuat Hinata berhadapan dengan mereka.

"Uchiha Sai, kau sudah tahu siapa dia bukan?, parnertmu di iklan sabun mandi." Sai menganggukan kepalanya.

"Uchiha Shisui, peselancar handal, sering menjuarai berbagai kejuaraan" ucap Sasuke kepada Hinata dengan menunjuk pada pria yang tadi mencekal tangan Hinata, Shisui mengedipkan matanya pada Hinata.

"Uchiha Obito, atlet Karate, pemegang sabuk hitam, baru saja mendapat medali emas dari turnamen bela diri di Korea." Hinata melihat ke arah Obito, pria itu tertawa lebar mengingatkan Hinata pada kekasih Shion aka Naruto.

"Uchiha Izuna, pembalap mobil, baru saja memenangkan balapannya di Qatar, dengan hadiah uang milyaran." pria yang di panggil Izuna itu menyeringai melihat Hinata, sedangkan Hinata memalingkan wajahnya.

"Terakhir, prodigy utama keluarga Uchiha." ucap Sasuke, Hinata melihat ke arah pria terakhir, pria itu tampak sangat menakutkan dengan kharismanya yang begitu kuat, wajah dan tubuh sempurna seorang pria usianya sekitar 28 tahun.

"Uchiha Madara, pemilik Uchiha corp yang tersebar di seluruh dunia, perusahaan di bidang penjualan mobil termahal." ucap Sasuke, pria tersebut mendekat ke arah Hinata, tangan Hinata di ambilnya kemudian pria tersebut mengecup punggung tangan Hinata.

"Gentleman, inilah dia,...Hinata Hyuuga, Itachi girl friend."

"Seorang model majalah pria dewasa yang sangat profesional." Sasuke melirik ke arah Hinata dan tersenyum penuh arti.

"Hampir semua model pria pernah menjadi parnertnya." Sasuke menghentikan ucapannya.

"Wow, menarik sekali, itu berarti kau juga pernah menjadi partner di ranjang para pria tersebut?, kau pasti sudah merasakan berbagai macam kejantanan dengan berbagai ukuran?" ucap Shisui, mereka kembali tertawa membuat Hinata jengah.

"Senang berkenalan dengan kalian, aku permisi." Hinata melangkahkah kakinya dan bermaksud pergi tapi ada yang menarik tangannya dan membuat Hinata menabrak dada bidangnya.

"Kau mau kemana Hyuuga?" Sasuke berucap dingin.

"Kau mau mencari Itachi?, lupakan dia dan pilihlah salah satu dari mereka, kurasa mereka suka sekali pada wanita seperti dirimu!" Sasuke menatap Hinata dengan senyum meremehkan.

"Aku harus pergi, lepaskan Sasuke!" Hinata berkata dengan emosi yang tertahan, bukannya melepaskan Sasuke malah mencengkramnya dengan kuat dan tubuh mereka merapat.

"Kau menolak mereka?, kau tahu mereka semua bisa memberimu kesenangan yang kau inginkan!" Sasuke berucap dengan penuh percaya diri.

"Sasuke benar sayang, kalau kau mau kita bisa main bersama, satu wanita dan enam,..eh tidak jika di tambah Itachi jadi tujuh pria, dan kau pasti suka." kali ini Izuna membuka suara.

"Gang bang beby..." lanjut Shisui.

"Bagaimana Hyuga, kau tertarik?" Sasuke berbisik di telinga Hinata, napas hangatnya terasa di pipi Hinata.

Plaaaakkk...

Hinata mendorong Sasuke kemudian menamparnya dengan keras, membuat pipi Sasuke memerah, kelima pria lainnya terkejut dengan tindakan Hinata.

"Jangan bersikap seolah kau mengenalku, kau tidak tahu apapun tentang diriku, Uchiha Sasuke!" Hinata berkata dengan menahan amarahnya.

"Aku tidak menyangka, keluarga terhormat seperti kalian bisa bersikap rendah pada seorang wanita, sikap kalian sama seperti seorang bajingan."Sasuke melihat Hinata yang menahan tangisnya.

"Kali ini kau sudah melewati batas, Sasuke, hanya karena kau tidak menyukaiku kau selalu merendahkanku, kau menghinaku, dan kau membuat diriku seperti wanita jalang di mata kerabatmu, di hadapan mereka semua."

"Demi Tuhan, aku tidak pernah mengusik hidupmu, tapi kenapa kau melakukan kekejaman ini padaku?" Hinata masih mengeluarkan amarahnya, Sasuke dan yang lainnya hanya terdiam, mereka tidak menyangka Hinata bisa semarah itu, biasanya para wanita lain akan berusaha memikat perhatian mereka semua, tapi tidak untuk Hinata.

"Kau tidak suka aku berhubungan dengan kakakmu bukan?, baiklah akan kuakhiri sekarang juga, kalian para pria yang terhormat kuharap tidak bertingkah memalukan seperti tadi." Hinata memelankan suaranya, wanita itu membungkuk kemudian berbalik dan melangkah.

"Hey, ada keributan apa disini?" dari dalam ruangan tiba-tiba saja keluar keluarga Uchiha lainnya, dan Sakura juga ada bersama mereka, ternyata pestanya di adakan di taman belakang Mansion, pantas saja jika di depan suasananya begitu sepi, Hinata berpikir Sasuke dan kelima kerabatnya sengaja berkumpul di pintu Mansion untuk mengganggunya.

"Hinata? kau sudah datang?, ayo masuklah." Sakura memanggil Hinata.

"Sakura senpai, aku tidak akan lama, aku hanya ingin mengucapkan selamat." Hinata menghampiri Mikoto dan Fugaku kemudian memberikan kotak kecil hadiah yang dibawanya.

"Selamat untuk peringatan hari pernikahan kalian, semoga selalu bahagia." ucap Hinata tulus, Fugaku tersenyum.

"Hn,...terima kasih,...kau tidak perlu repot." ucap Mikoto, wanita itu tampak tidak antusias sama sekali, terlihat dia hanya berbasa-basi, Hinata hanya tersenyum dan menundukan kepalanya.

"Ayo kita lanjutkan pestanya! dan, ..hey kalian enam pria tampan ayo bergabung." ucap Sakura, wanita itu menghampiri Sasuke dan menggandeng lengannya, semua orang kembali ke pesta sementara Hinata masih mematung di sana.

Kedua sejoli tersebut melewati Hinata dan menciptakan hembusan angin yang menerbangkan sebagian rambut Hinata.

"Hinata, kalau kau mencari Itachi, dia ada di kamarnya." ucap Sakura, tanpa sengaja tatapan Hinata dan Sasuke bertemu.

"Eh?,...iya aku akan kesana." ucap Hinata.

Seperti petunjuk Sakura, Hinata pergi ke kamar Itachi untuk menemui pria itu, Sakura memang tahu tata letak ruangan di kediaman Uchiha, tentu saja Sakura sering berkunjung ke tempat ini, berbeda sekali dengannya yang baru dua kali menginjakan kakinya di tempat ini.

Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya Hinata sampai di depan pintu kamar Itachi, kamarnya tidak tertutup sempurna, demi kesopanan Hinata berniat mengetuk pintu, tapi niatnya dia urungkan karena mendengar Itachi tengah berbicara dengan seseorang.

Tangan Hinata yang sudah terangkat di turunkan kembali, dadanya bergemuruh, jantungnya berdetak kencang, suara Itachi bukan sedang berbicara atau berbincang,tapi pria itu tengah mendesah nikmat di sertai suara lenguhan lemah seorang wanita.

Hinata maju selangkah demi memastikan pendengarannya, celah pintu yang terbuka membuatnya dengan jelas bukan hanya mendengar tapi juga melihat dengan jelas bagaimana dua tubuh orang berbeda gender itu menyatu, dua tubuh itu mengkilat karena keringat, mereka berdua tidak menyadari kehadiran Hinata, mengerang, mendesah saling memeluk dan mencium, tubuh yang melekat satu sama lain, terlihat sekali rasa nikmat yang mereka rasakan.

Hinata menelan ludah, tatapanya terpaku pada mereka, pori-pori di kulitnya meremang.

Gelap, tiba-tiba ada yang menutup mata Hinata, orang itu menjauhkan Hinata dari kamar Itachi, orang itu melepaskan tangannya dari mata Hinata.

"Sasuke?" Hinata terkejut melihat Sasuke baru saja menariknya dari kamar Itachi.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Hinata panik.

Cetaakkk...

Sasuke menyentil kening Hinata dan wanita itu meringis.

"Sadarlah Hyuuga, ini kamarku!" ucap Sasuke.

"A-Apa?,...kenapa kau membawaku kesini?" ucap Hinata setengah berteriak.

"Sssttt...diamlah ada orang yang datang!" Sasuke menyentuhkan telunjuknya di bibir, Hinata terdiam melihatnya.

Tok-Tok

Pintu kamar Sasuke di ketuk seseorang, Hinata menelan ludah, kira-kira siapa yang mengetuk pintu.

"Woy, baka otoutou, buka pintunya, aku tahu kau didalam." suara Itachi, sepertinya pria itu selesai dari ritual bercintanya.

"Sasuke, apa kau sedang bercinta?" Sasuke dan Hinata terdiam, dan tidak berniat membuka pintu.

Setelah beberapa lama Itachi akhirnya pergi, pria itu menyerah dan menjauhi kamar Sasuke.

"Itachi sudah pergi, tolong buka pintunya!" ucap Hinata pelan.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Sasuke, Hinata mengernyit karena tidak mengerti pertanyaan Sasuke.

"Kau bodoh atau apa?, baru saja kau melihat kekasihmu bercinta dengan wanita lain, apa...kau tidak cemburu?" ucap Sasuke ragu.

"Apa pedulimu, aku cemburu atau tidak itu bukan urusanmu." Hinata hendak membuka pintu tapi Sasuke menarik tubuhnya dan mendorongnya ke dinding dengan keras, sehingga Hinata merasakan sakit di punggungnya.

"Akh,..." Hinata memekik saat punggungnya terbentur dinding.

"Tentu saja kau tidak cemburu, karena kau tidak mencintai kakakku!" Sasuke menekan bahu Hinata sampai gadis itu meringis.

"Kau wanita yang sombong, keras kepala dan tidak punya perasaan." Hinata tersenyum kecut mendengar ucapan Sasuke.

"Kau baru saja mengatai dirimu sendiri Sasuke." ucap Hinata.

"Kau,..." Sasuke marah dengan perkataan Hinata.

"Kumohon biarkan aku pergi." tiba-tiba saja Hinata menitikan air mata, Sasuke membisu melihat Hinata yang menangis.

"Pembicaraan ini tidak akan pernah selesai, kalau kau terus menghalangiku."

"Entah kesalahan apa yang kulakukan padamu, sehingga kau bersikap seperti ini, kau membenciku, menghinaku, merendahkanku bahkan mempermainkanku."

"Aku akan mengakhiri semuanya, seperti yang kau inginkan, aku sudah lelah, dengan semua ini."

"Aku akan pergi dari kehidupan kakakmu, dari kehidupanmu dan dari semua keluargamu."

"Kau dan Itachi, kalian berdua sudah mempermainkanku, kau pikir aku tidak tahu kalau Itachi hanya menjadikanku objek mesumnya, dia mengatas namakan kontrak sebagai alasan."

"Dan kau menawarkan diriku pada semua saudaramu seolah aku ini adalah sebuah barang dagangan yang akan kau jual, segingga mereka berpikir kalau aku adalah seorang wanita jalang."

"Hiks,..." pada akhirnya satu isakan tangis Hinata di dengar Sasuke, Hinata menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, tenggorokannya terlihat naik turun menahan isak tangis.

Untuk kedua kalinya Sasuke melihat Hinata yang menangis, tapi kali ini Sasuke melihat Hinata yang begitu terluka, Sasuke menyadari kalau sikapnya malam ini pada Hinata sudah keterlaluan.

"Aku akan kembali ke pesta orang tuamu, Itachi pasti mencariku." Hinata mengusap air matanya, kemudian meninggalkan Sasuke yang masih terdiam.

Suasana pesta sederhana tersebut cukup ramai, semua orang bergembira tapi tidak dengan Hinata, setelah bertemu dengan Itachi, untuk pertama kalinya Hinata merasa jijik pada Itachi, tapi pria tersebut sama sekali tidak menyadarinya, tiba-tiba saja seorang wanita muncul di pesta, membuat Mikoto kegirangan, seorang wanita yang baru saja Hinata lihat menyatukan tubuhnya dengan Itachi, ya Hinata kecewa, padahal dia sangat menghargai Itachi selama ini, Hinata tidak cemburu, karena rasa cemburunya sudah dimiliki orang lain.

"Yugaoo?,..kemarilah sayang, kenapa kau lama sekali?" Mikoto berucap dengan senangnya, wanita yang di panggil Yugao itu tersenyum.

"Bibi, aku kan harus berdandan dulu." ucap Yugao.

"Semuanya tolong dengar, dia adalah Yugao, dia baru datang dari Paris" ucap Mikoto dengan merangkul bahu Yugao.

"Dia seorang Designer dan dia adalah,...mantan pacar Itachi." Yugao membungkukan tubuhnya, semua orang menyapanya, Hinata terkejut dan melihat ke arah Sasuke, pria itu hanya menatapnya datar.

Hinata ingin bicara dengan Itachi tapi pria itu malah asyik mengobrol bersama mantan kekasihnya itu.

'Ya ampun, aku memang payah, kenapa aku masih di sini?' Hinata memukul kepalanya sendiri, saat ini Itachi menuju lantai dansa bersama Yugao, Sasuke juga berdansa bersama Sakura, dan para pria Uchiha itu juga sudah mendapat pasangangannya masing-masing.

"Mau berdansa?"

"Eh?,.." Hinata terkejut saat mendengar suara maskulin seorang pria, Uchiha Madara mengulurkan tangan kanannya di hadapan Hinata.

"Ayolah, cuma berdansa aku tidak akan merayumu!" seperti terhipnotis Hinata menyambut uluran tangan Madara, Hinata juga ingat pria ini tidak bersuara saat mereka berkenalan tadi.

Madara memindahkan tangan kanan Hinata pada tangan kirinya, pria itu menuntun Hinata ke lantai dansa, jujur saja Hinata merasa kagum, ternyata Madara sangat sopan, yang di lakukannya tadi adalah tata cara yang baik saat mengajak seorang wanita berdansa.

Hinata dan Madara berdansa mengikuti suara musik, Hinata tampak gugup dan Madara menyadari hal itu.

"Tidak perlu gugup, santai saja." ucap Madara dengan tersenyum.

"Tentang yang tadi, tolong maafkan semua yang di katakan saudaraku itu, mereka tidak bersungguh-sungguh, mereka hanya berpikir kau sama seperti para wanita yang selalu berusaha mendekati kami semua, ya walaupun adikku Izuna dan Shisui memang sedikit nakal." ucap Madara panjang lebar, Hinata menghela napas.

"Aku tahu, itu pasti ulah Sasuke, dia selalu seperti itu, menghinaku, merendahkanku." ucap Hinata dengan mengalihkan tatapannya pada Sasuke.

"Kau menyukainya?" tanya Madara.

"Eh?,..." Hinata terkejut dengan pertanyaan Madara.

"Tidak, tidak seperti itu, hubungan kami sangat buruk." Hinata tersenyum kikuk.

"Benarkah, tapi matamu itu menunjukan perasaanmu yang sebenarnya, kau sangat menyukai Sasuke." Hinata semakin gugup.

"A-Apa kau seorang cenayang?, atau kau bisa membaca pikiran?" tanya Hinata, Madara tertawa renyah mendengar pertanyaan Hinata.

"Kau polos sekali, mana ada orang seperti itu,...jadi tebakanku benar?" Hinata menundukan kepalanya.

"Ini adalah pertemuan kita yang pertama, tapi bolehkah aku percaya padamu, Uchiha-san?" Hinata merasa aneh belum pernah dirinya langsung akrab pada orang yang baru di temuinya, bahkan dengan Itachipun tidak seperti itu.

"Tentu, kalau itu yang kau inginkan, aku ini tidak bermulut besar." Hinara tertawa, menurutnya perkataan Madara sangat lucu, wajah Hinata berubah sendu saat melihat ke arah Sasuke.

"Saat kau merasakan sesuatu di dalam dada, menghangat dan berdesir pada orang yang kita lihat, apakah itu cinta?, aku merasakannya, saat melihatnya ada rasa sakit di dada dan di perutmu, rasanya aneh, mulas, debaran jantungmu menggila, tapi semua itu terasa menyenangkan, setiap saat aku ingin melihatnya, setiap waktu ingin berada di dekatnya, apakah itu juga cinta?, terkadang rasa rindu menyiksa seolah aku akan mati jika tidak bertemu denganya." Madara tertegun mendengar semua yang di katakan Hinata.

"Sedalam itukah kau mencintainya?" Madara bertanya pada Hinata, di sudut mata Hinata terlihat menggenang dan juga memerah.

"Kau terluka, Hinata!" Madara berucap, itu bukan pertanyaan tapi pernyataan.

"Tapi kenapa si bodoh itu tidak menyadari.!" lanjut Madara.

"Kurasa tidak, kupikir Sasuke tahu tentang perasaanku, itulah alasan dia membenciku, cintaku membuatnya merasa terbebani." ucap Hinata.

"Kurasa tidak, dia memang tidak menyadari perasaanmu, Sasuke tidak pernah merasa terbebani jika ada seorang wanita yang tergila-gila padanya, justru dia akan merasa bangga pada dirinya." jawab Madara, tanpa di sadari mereka berdua semua orang yang berada di pesta memperhatikan Madara dan Hinata, mereka tampak akrab, tertawa bersama.

Pemandangan tersebut juga tidak luput dari penglihatan si Uchiha muda, Sasuke mendengus menurutnya Hinata memang tidak punya perasaan, Hinata bahkan tidak peduli melihat Itachi dan Yugao yang menempel erat, walaupun sebenarnya Itachi lebih bersalah lagi.

"Hey, mau bertukar pasangan?, aku penasaran sekali pada seorang Uchiha Madara?." Sakura tiba-tiba saja menarik tangan Sasuke kemudian menghampiri Hinata dan Madara yang sedang bercanda ringan, Hinata menatap Madara seolah meminta pertolongan supaya keinginan Sakura tidak di ikutinya, Madara mengerti saat ini dia tidak ingin berbicara dengan Sasuke.

"Nona Haruno, maaf sekali aku sedang ada urusan dengan nona Hyuuga!" ucap Madara, dan Sakura tampak kecewa, Hinata tersenyum kikuk dia sangat berterima kasih pada Madara pria itu begitu pengertian.

"Cih, kau menolak permintaan kekasihku dan memilih 'dia' ?" Sasuke mendecih dan melihat ke arah Hinata, Madara menghela napas melihat ke arah Hinata dan menganggukan kepalanya.

"Baiklah, Hinata berdansalah dengan Sasuke,hm?" Hinata menelan ludahnya, matanya sudah memerah.

"Nona Haruno?, ayo...?" Madara mengulurkan tangan pada Sakura dan di sambut wajah gembira wanita itu, sedangkan Hinata merasakan tarikan di tubuhnya dan itu ulah Sasuke, sungguh hari ini emosi Hinata benar-benar terkuras.

Tubuh Hinata menempel dengan tubuh Sasuke karena musik romantis yang mengharuskan mereka berdansa lebih dekat, Hinata merasakan remasan di pinggangnya dan itu terasa sakit, Sasuke mencengkram pinggang Hinata.

"Kau pintar Hyuuga!,...jadi kau sudah mejatuhkan pilihanmu pada Madara?, kau perempuan munafik tapi kau sangat pintar, kau membuang ikan kecil dan mendapat pancingan ikan besar, seleramu sangat tinggi,...kalau begitu cepatlah tinggalkan Itachi." Sasuke berucap dingin namun tatapannya terpaku pada mata Hinata.

"Itu tidak seperti yang kau pikirkan, aku dan Madara-san .." Hinata membuka suara.

"Kau merayunya?, apa yang kau janjikan padanya?, one night stand seperti yang kau tawarkan padaku tahun lalu?" ucap Sasuke, Hinata membulatkan matanya.

"Apa semua pria yang pernah tidur denganmu kau berikan janji yang sama?" Sasuke berkata dengan senyum meremehkan.

"Hentikan, tak bisakah kau berhenti menghinaku?, apa yang membuatmu berpikir kalau aku pernah tidur dengan banyak pria?, apa kau pernah melihatku bercinta, hah?." walaupun ucapan Hinata sangat pelan, tapi emosinya tengah berada di puncak saat ini.

"Tolong katakan pada Itachi, aku ingin bicara padanya, kau lihat wanita itu terus berada di sisinya, Itachi bahkan tidak peduli padaku." ucapan Hinata memang benar, Itachi mengacuhkan Hinata, ya Sasuke tahu bahwa Itachi masih mencintai mantan kekasihnya itu.

"Tapi sepertinya kakakmu tidak bisa kungganggu, tapi jangan khawatir aku akan menyelesaikan semua, saat syuting video musik Mei Terumi sudah selesai aku akan mengakhiri hubunganku dengan kakakmu, karena sepertinya cinta sejati kakakmu sudah kembali." Hinata melihat ke arah Itachi dan tersenyum tulus.

"Lagi pula kontrak kerja sama kita juga hampir berakhir, hanya beberapa episode lagi dan semua berakhir, kakakmu sangat pintar, Yumi dan Sunsuke tidak bisa bersama, karena Sunsuke hanya suka pada tubuh Yumi dan tidak mencintai Yumi, hubungan mereka berakhir dengan penderitaan Yumi yang sangat mencintai Sunsuke."

"Dan para penonton akan merasa puas dengan akhir cerita ini." ucapan Hinata yang panjang lebar hanya di dengar Sasuke.

"Aku jamin, setelah semua selesai, pertemuan kita pun akan berakhir." ucap Hinata.

"Kau benar Hyuuga, baiklah, apa kau tahu aku sangat menantikan hari itu?." Hinata menganggukan kepalanya.

Musik yang romantis membuat tubuh para pedansa itu lebih merapat lagi, tapi tak satupun menyadari perang dingin antara Sasuke dan Hinata.

Hinata akhirnya menyerah, pada cintanya, hanya saja sampai saat ini Hinata tidak tahu alasan Sasuke membencinya, mungkin suatu saat nanti pria itu bisa mengatakannya.

To be continue

Chap 3...

Hiks,...maken gaje nih,...reader gommene banget...

Chap ini agak panjang, maaf klo ngebosenin, moodku lagi amburadul...

Ok,...

Reviewnya halloooooo ditungguuu...

Yang sudah ngasih tau kata agresif adalah yang bener makasih banget, jangan ragu buat ngasih tau kalau aku salah dalam penulisan biar aku bisa koreksi lagi.

HipHipHuraHura, Miyuchin2307, hyacinth uchiha buka PM nya dong, aku pengen nyapa semua temen, pesan ku g di bls ah BT.

Untuk semua yang sudah mendukung dengan memfavoritkan dan memfollow fict ini aku ucapkan terima kasih yang sudah review, silent reader yang sudah review juga terimakasih.

Salam sayang dariku selalu untuk kalian, I love u all...

Salam aisyaeva...