Karena merasa bosan, maka Chanyeol pun memutuskan keluar dari kamarnya. Mungkin sudah menjadi rutinitas di pagi hari ia menyirami bunga-bunga mawar miliknya. Ada banyak macam warnanya, mulai dari yang warna putih, kuning, merah, merah muda sampai yang biru pun ia punya.

Ya, merawat bunga-bunganya ini merupakan hiburan tersendiri baginya. Setidaknya kegiatannya ini sedikit membuatnya lupa akan penyakit yang dideritanya.

Sambil menyirami bunga-bunganya Chanyeol mengedarkan pandangannya pada jalanan di depan rumahnya. Lalu alisnya mengeryir saat pandangannya menangkap seseorang yang mengendarai sebuah sepeda berhenti tepat di depan rumahnya. Ia tak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas karena posisinya di atas sedangkan jalanan itu 3 meter di bawahnya. (Tempat setinggi pagar rumah sekitar 3 meter yang segaja didesain untuk tempat bersantai atau sebuah taman)

Alisnya semakin mengeryit saat orang itu melemparkan sebuah kantung plastik berwarna hitam di bawah lampu jalan rumahnya. Setelahnya orang itu pergi dengan mengayuh sepedanya kembali. Chanyeol pun cepat-cepat turun untuk melihat isi kantung plastik itu.

Ah, apa ini? Chanyeol terdiam begitu mengetahui isinya. Dua kotak susu segar yang biasa ia minum di pagi hari. Iapun kembali mengangkat wajahnya dan melihat ke arah perginya seseorang yang ternyata adalah pengantar susu itu. Namun jalanan itu tampak lengang dan tentunya si pengantar susu itu sudah tak terlihat lagi. Apakah pengantar susu itu punya dengki terhadap keluarganya? atau perangainya memang begitu? pikirnya.

Untuk mengobati rasa penasaran itu, Chanyeol pun berdiri di tempat dan waktu yang sama keesokan harinya. Dan benar saja, Si pengantar susu itu datang pada waktu yang sama pula. Sama seperti hari kemarin, pengantar susu itu terlihat melemparkan kantung plastik yang dibawanya dengan kasar. Mulut Chanyeol pun gatal dan segera menegurnya.

"Hei tuan kasar!" Seru Chanyeol.

Pengantar susu itu terlihat kaget mulanya, lalu mendongak dan melihat Chanyeol yang berdiri di atas sana.

"Apa?" Tanyanya dengan nada yang tak bersahabat.

"Heeee? apakah seorang pengantar susu berhak berkata sekasar itu pada pelanggannya?" Tanya Chanyeol seraya tersenyum miring.

Si pengantar susu tak menjawab pertanyaan Chanyeol. Malahan Si pengantar susu itu memperlihatkan tatapan tajamnya pada Chanyeol.

Merasa pertanyaannya di abaikan, Chanyeolpun mendengus pelan. Lalu ide jahil pun muncul di pikirannya. Ia mencipratkan air dari selang yang dipegangnya pada Si pengantar susu itu.

Byurrr

Air dari selang itu pun memancar bagai hujan di atas kepala Si pengantar susu itu.

"HEI! Apa yang kau lakukan?" sambil menghalau air itu dengan tangannya, Si pengantar susu itu pun memprotes tindakan Chanyeol. Si Pengantar susu itu terlihat sangat kesal ketika tau bahwa baju depannya sudah basah.

"Hahaha"

Setelah sekian lama akhirnya Chanyeol tertawa lepas. Tawa yang sudah lama tak diperlihatkannya pada orang lain. Bahkan pada keluargannya sekalipun.

Si pengantar susu itu pun semakin menekuk wajahnya. Sepertinya ia benar-benar kesal dengan tindakan Chanyeol. Apalagi sekarang Chanyeol sedang Menertawakannya. Lalu Si pengantar susu itu mengambil sepedanya dan bersiap mengayuhnya. Tapi sebelum pergi Si pengantar susu itu sempat melakukan sesuatu yang membuat Chanyeol menganga tak percaya. Si pengantar susu itu baru saja menjulurkan lidahnya sembari mengacungkan jari tengah kearahnya pada Chanyeol.

Chanyeol pun mendengus geli pada akhirnya. Ia menatap kepergian Si pengantar suu itu sampai menghilang dari pandangannya. Lucu sekali orang itu, pikirnya.

000

Entah apa yang membuat Chanyeol lagi-lagi melakukan hal yang sama, berdiri di antara bunga-bunganya sembari menanti kedatangan Si pengantar susu itu. Dan seperti dugaannya, lagi-lagi Si pengantar susu itu datang di waktu yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

"Hei kau tunggu disana!" Seru Chanyeol sambil bergegas menghampiri Si pengantar susu itu. Ia setengah berlari karena takut Si pengantar susu itu kabur darinya.

"Apa?" Tanya Si pengantar susu itu dengan ketus. Sepertinya Si pengantar susu itu masih kesal dengan tindakan Chanyeol kemarin.

Chanyeol mengambil kantung plastik yang baru saja di lempar oleh Si pengantar susu itu dan membukanya.

"Kau tak boleh melemparnya sekasar itu, bagaimana kalau susuku rusak? kau mau ganti rugi?" tanya Chanyeol.

"Mau rusak atau tidak toh tetap kau minum juga," jawab Si pengantar susu itu dengan ketus.

"Thc! Tak heran perangaimu jelek, ternyata kalau dilihat wajahmu sama jeleknya dengan tindakanmu," ejek Chanyeol.

"Apa kau bilang?" Seru Si pengantar susu itu. Sepertinya Si pengantar susu itu tersinggung dengan ucapan Chanyeol. Apalagi sekarang Chanyeol tampak tersenyum miring. Menyebalkan sekali, pikir Si pengantar susu itu.

"Dasar gila!" hardik Si pengantar susu itu.

Lalu saat Si pengantar susu itu berniat pergi dengan sepedanya, Chanyeol mencegahnya dengan memegangi bagian belakang sepedanya.

"Apa yang kau lakukan? Biarkan aku pergi!" protes Si pengantar susu itu seraya menatap Chanyeol dengan tajam.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi semudah itu setelah kau berlaku kasar pada susu pesananku?" tanya Chanyeol seraya tersenyum miring.

"Chh! Lalu kau mau apa?" Tanya Si pengantar susu itu dengan kesal.

"Tentu saja aku akan mengajukan komplain pada bos mu tentang tindakan kasarmu itu," jawab Chanyeol santai.

"A-apa?" Si pengantar susu itu terlihat terkejut. Kalau Chanyeol benar-benar melakukan itu maka tamatlah riwayatnya, pikir Si pengntar susu itu. Bisa dipastikan ia akan didepak dan kembali menjadi pengangguran.

"Ah, mungkin aku tak akan melaporkanmu jika-"

"Jika apa?" Potong Si pengantar susu itu cepat.

"Beritahu aku siapa namamu," ucap Chanyeol.

Si pengantar susu itu pun mendengus mendengarnya.

"Tak ada untungnya memberitahukan namaku padamu, sudahlah cepat lepaskan tanganmu dari sepedaku!" pinta Si pengantar susu itu dengan malas.

"Mana bisa begitu, aku tak akan melepaskannya sebelum kau memberitahukan namamu," Chanyeol bersikukuh dan semakin kencang memegangi sepeda itu.

Mulanya rahang Si pengantar susu itu terlihat mengeras. Tapi kemudian Si pengantar susu itupun menghela nafas setelahnya.

"Baekhyun," ucapnya dengan nada ketus.

"Apa?" Chanyeol bertanya sekali lagi.

Entah Chanyeol tak dengar atau pura-pura tak mendengar. Yang jelas itu semakin membuat Si pengantar susu itu semakin kesal.

"NAMAKU BAEKHYUN! apa kau puas sekarang? Jadi sekarang lepaskan tanganmu!" Seru Si pengantar susu itu yang ternyata bernama Baekhyun.

"Ah jadi Baekhyun," gumam Chanyeol seraya mengangkat kedua tangannya.

"Chh!" Baekhyun pun berdecak pelan dan segera mengayuh sepedanya.

"KALAU BEGITU SALAM KENAL BAEKHYUN! NAMAKU CHANYEOL!" seru Chanyeol seraya melambaikan tangannya pada Baekhyun yang semakin menjauh.

Chanyeol pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum tulus setelah sekian lamanya.

-TBC-

Ah ternyata orang itu Baekhyun ya? Iya bener banget, memangnya ada orang selain Baekhyun yang bisa membuat Chanyeol tertarik? Eaaa haha, ku berharap orang itu aku PLAK! PLAK! digampar Baekhyun bolak balik, Suami gue WOEEE!-Baekhyun.

inchan88 pundung di pojokan, andai kau tau Baekhyun, bias aku tuh kamu, kenapa kau tega memukulku hweee hik hik #poorinchan88

Kidding, Peace

Terima kasih untuk semua yang sudah follow, favorid, n review di chap pertama, terima kasih banyak!!!

Your review is my power, haha begaya pake bhs inggris padahal disekolah nilainya huhuhu

-Salam damai inchan88-