Sesosok pemuda berambut putih keperakan terlihat sedang berbaring di atas tanah lapang dengan rerumputan hijau yang berkibar saat angin berhembus. Mata merahnya kini terpaku pada langit biru yang ternodai oleh gumpalan awan yang bergerak perlahan, dia sudah tak bergerak dari sana selama lebih dari dua jam lamanya.
Namun saat konversi lingkaran sihir keemasan muncul di telinga kanannya, mata merah yang sedari tadi terpaku pada langit kini sudah bergerak ke arah kanan. Tak jelas siapa pengirim sihir komunikasi itu, karena saat dia menunggu beberapa saat tidak ada satupun sahutan suara yang terdengar.
"Jika tidak penting, mendinga –"
"ONII-SAMA~!"
Pemuda itu sedikit mengernyit mendengar teriakan itu, dan pada akhirnya dia bangkit dari posisinya sambil menghela nafas. "Hah, Gabriel, tidak bisakah kau tidak berteriak seperti itu? Dan lagi, kenapa kau menghubungiku disaat keadaan sedang berada dalam kegentingan seperti ini?"
Hening beberapa saat.
"Ha-Habisnya... aku 'kan kangen pada Onii-sama~"
Azriel dapat membayangkan gambaran dari wajah Gabriel yang sedang merengut seperti anak kecil, "Lalu, adakah perkembangan lebih lanjut dari peperangan yang akan terjadi nanti?"
Hening lagi.
"Hmph! Onii-sama jahat, kenapa sih selalu cuekin aku!? Padahal aku 'kan kangen pengen ngobrol, dasar malaikat tidak peka!"
Azriel langsung memegangi keningnya dan menghela nafas. Dalam hati ia mulai bertanya-tanya, kenapa sih Tuhan menciptakan malaikat cerewet seperti ini? Tentu saja nanti ia akan menuntut dalam hal ini.
[Second Life: Azriel]
Disclaime: I don't own anything
Warning: Just Spin-off, Just Fiction (not real), not for education, Short Fic, OC (Main Chara).
Summary: Membahas tentang kehidupan satu-satunya Malaikat yang paling disegani di Surga. Sejarah dimana ia memulai perjalanan dari awal ia membuka mata dan menghembuskan nafas, sampai ia hidup untuk sekarang ini.
Azriel Present
[...]
(Arc I: Civil War of Three Faction)
Kepanikan kini terjadi di kalangan Surga, semua golongan malaikat sekarang mempersiapkan persenjataan dan semua keanggotaan yang mereka miliki. Selama berminggu-minggu mereka semua tak sedikitpun terdiam dalam mempersiapkan peperangan ini, terlebih lagi di kubu Surga sekarang ini kehilangan satu malaikat yang bisa mengembangkan potensi kemenangan.
Namun apadaya, itulah keputusan yang diambil oleh Azriel, dimana dia tidak akan ikut dalam peperangan jika Tuhan tidak memintanya. Malaikat yang meminta agar Azriel kembali dan memimpin jalannya perang adalah Michael, namun saat Azriel menolak mentah-mentah permintaan itu, Azriel kemudian memerintahkan agar Michael menjadi pemimpin pasukan.
Alasan sebenarnya Azriel memilih Michael adalah karena tak ingin repot berpikir lagi, dan untuk alasan kedua karena Azriel tak kenal sisa malaikat khusus yang diciptakan oleh Tuhan. Sebenarnya ada bayangan Gabriel dalam kepalanya saat itu, tapi mengingat kalau dia adalah salah satu malaikat paling cerewet yang selalu bertindak seenak udelnya, jadi Azriel langsung membuang opsi Gabriel dalam kepalanya.
Sebenarnya peperangan tidak penting itu selalu menganggu pikiran Azriel, terlebih salah satu eksistensi sedang dipertaruhkan keberadaannya. Namun rencana yang dibertahukan oleh Tuhan tentang [Tiga Naga Takdir] saat ini lebih penting lagi, karena bagaimanapun nasib kehidupan dan kematian semuanya bergantung pada itu. Jadi sebelum para Naga itu menetas, dia harus mempersiapkan apa saja yang perlu ia lakukan. Terlebih lagi dia masih belum tahu bagaimana ukuran kekuatan dari masing-masing ketiga Naga itu.
Dan masalah nomor tiganya adalah, dia sudah tidak sabar menunggu kapan adiknya akan keluar dari tabung itu. Memiliki adik adalah impian seorang kakak, apalagi jika adik itu imut, baik, polos, Loli, dan semua tipe Loli yang disukai Author laknat yang satu ini, itu merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan (#Lolz).
Berdampingan dengan persiapan perang ini, semua tugas yang diemban oleh masing-masing malaikat kini tak lagi mereka kerjakan, melainkan sistem yang Tuhan ciptakanlah yang mengerjakan semua tugas mereka.
Karena itulah, Azriel kini tak perlu berpergian kesana-kemari untuk mencabut nyawa makhluk hidup yang semakin lama semakin memenuhi seisi Bumi, terlebih populasi manusia.
Pernah Azriel mencari tahu penyebab akan hal itu, dan setelah ia tahu jawabannya ia berpikir kalau manusia itu tak jauh beda dengan binatang jika nafsu sudah menguasai. Sejujurnya sih Azriel berpikir kalau perbuatan seperti itu sangatlah menjijikkan, namun bagaimana lagi, menghentikan mereka yang melakukan itu bukanlah tugasnya, dan itu juga merupakan kehendak mereka yang memiliki kehidupan sendiri.
Itulah yang namanya takdir.
[...]
Underworld.
"Sirzech!"
Pemuda bersurai merah yang mendengar panggilan itu segera menghentikan langkahnya. Diapun menoleh ke dalam ruangan yang salah satu pintunya tengah di buka oleh salah satu maid, pemuda bernama Sirzech itu segera berjalan memasuki ruangan saat sosok yang memanggilnya menyuruhnya masuk.
"Apakah ada yang Anda inginkan dari saya, Maou-sama?" sambil membungkuk hormat, Sirzech bertanya.
"Tidak ada yang penting, aku hanya ingin mengundangmu minum-minum atas kerja kerasmu selama mempersiapkan peperangan besar ini. Duduklah!"
Sirzech tersenyum sebelum pada akhirnya dia kembali membungkuk hormat, "Maafkan saya Maou-sama, saya bukan bermaksud untuk menolak kehormatan yang Anda berikan, tapi saya masih ada pekerjaan agar semua persiapan kita sesuai dengan rencana yang sudah Anda susun."
"Hahaha, tidak perlu tegang seperti itu, kau juga harus banyak-banyak bersantai saat ini. Karena pada akhirnya, bangsa iblislah yang akan memenangkan peperangan tersebut. Jadi, duduklah dan minum-minum bersamaku! Atau kau ingin menikmati malam dingin ini dalam dekapan hangat wanita? Aku sudah mempersiapkannya tadi, suruh mereka masuk!"
Beberapa saat mereka terdiam, dan akhirnya maid yang disuruh tadi kembali masuk dengan membawa beberapa gadis iblis yang penampilannya diubah semewah mungkin secara paksa.
"...Pilihlah yang kausuka!"
Sirzech menatap tajam satu-persatu gadis iblis, dan dari semua yang ia lihat tak ada satupun dari mereka yang memasang wajah senang. Dalam hati Sirzech memberikan umpatan pada iblis tua di depannya ini, dan terlebih lagi dengan semua wewenang yang ia pakai secara frontal. Ia sangat tidak menyukai diplomasi yang dipegang oleh para Maou saat ini.
Sirzech tersenyum lagi saat menatap Sang Maou, "Maaf, bukannya saya lancang, sekali lagi saya harus menolak kehormatan yang Anda berikan. Karena dari semua yang Anda hadirkan kepada saya, mereka bukanlah tipe yang saya suka, maafkan saya." Sirzech membungkuk.
"Hahaha, apakah ini berarti sudah ada calon sebagai istrimu kelak? Kalau begitu, beritahukan padaku siapakah itu?"
Sirzech kembali berdiri tegak, "Saya tidak bermaksud lancang, namun saya tidak akan memberitahukannya kepada Anda. Karena setelah peperangan ini berakhir, Anda akan tahu sendiri siapa yang menjadi pendamping hidup saya."
"Hahaha, menarik, menarik sekali. Berarti itu nantinya akan menjadi sebuah kejutan, heh? Baiklah kalau begitu, kuharap komandan tertinggi kita ini membawa pendamping hidup berwajah cantik."
"Bahkan, dia adalah sosok yang paling sempurna." Sirzech membungkuk. "Saya mohon pamit untuk mempersiapkan apapun yang kurang."
"Baik, pergilah!"
Selepas keluar dari ruangan itu, Sirzech langsung membuang ekspresi palsu yang ia pasang. Tak ada sedikitpun lengkungan di bibir tipisnya, "Grayfia," tiba-tiba muncul wanita berpakaian maid di belakang Sirzech, "...Cepat hubungi Azriel-sama."
"Akan saya laksanakan."
Sirzech tak lagi menghiraukan Grayfia saat sosoknya sudah tak ia rasakan, dan dia terus berjalan ke arah ruang kerjanya berada. 'Setelah mereka mati, akulah yang akan memimpin Negeri ini. Dan akan aku ubah kebijakan kejam Negeri ini, serta para pengikut Maou Satan saat ini.'
'...Aku bersumpah atas nama Gremory.'
To be Continued...
.
A/N: Yah.. yang namanya ngarang cerita ya begini, biar jadi kompleks dan nyambung 'kan dibeginiin. Namanya juga ngarang 'kan? Wkwkwkwk... Lolz.
Chapter kali ini alurnya sudah melewati [Second Life: MoT DxD], jadi gak usah bingung lagi karena ini memang sudah masuk alur aslinya.
Dalam [Second Life: Azriel] ini, mungkin ada beberapa faktor yang akan menyangkut Light Novelnya. Mungkin gak semua scene, hanya beberapa sih.
Ada yang pernah buat fic tentang peperangan 3 kubu secara detil di fandom Indo? Mungkin jarang 'yak? Wkwkwkwkwk... mungkin fic ini bisa jadi penyegar mata Anda seperti produk bernama IN*TO. Namun kekurangan fic ini adalah jumlah word yang sedikit, karena itulah gak akan bisa jadi detil.
Oh, biar gak terlalu OOC, dalam Arc I ini MC (Main Character)-nya adalah Azriel dan Sirzech. Tapi selepas dari Arc I ini, MC-nya tetap Azriel.
...
Dari beberapa Review yang saya lihat, ada beberapa Reader yang kelihatannya belum tahu siapa Azriel ini. Terlebih ada yang nyolot kalau masukin cerita ini ke fandom ini cuma buat nyari Review? Hahaha, itumah tuduhan gak berdasar, cuma bikin ngakak mas.
Okelah, saya akan jelasin siapa sosok Azriel ini.
Azriel adalah OC yang memang saya buat khusus untuk Fanfic Second Life series ini, bukan dari Manga atau Anime manapun. Paham? Siip!
tapi sayangnya, penampilannya memang dari gugel wkwkwkwk...
Penampakannya bisa dilihat di FB [Ancient Angelic].
Okelah sampai disini, karena kepanjangan Note bisa bikin serangan jantung, gangguan kehamilan, serta impotensi.
Salam Lolicon.
