Sebuah suara kunyahan tengah terdengar di pinggiran sungai yang kini memantulkan sinar kemerahan dari sang surya yang masih setia mengisi cahaya hari ini. Seakan tak sedikitpun memiliki masalah dari keheningan yang ada di taman itu, Azriel terus mengunyah apapun nama benda yang telah dibelinya hari ini dengan tenang.
Dan pada akhirnya dia harus berhenti meski makanan yang dipegangnya hanya tinggal seperempat sisanya, "Siapa? Dan mau apa kau?" bahkan tanpa melihatpun Azriel tahu kalau ada satu sosok yang kini sedang berdiri di belakangnya.
"Saya adalah utu –"
"Duduklah di sini," Azriel menepuk-nepuk tanah berumput di samping kanannya, "Supaya aku bisa melihat wajahmu."
Grayfia terdiam sejenak karena tak mengerti akan sifat malaikat di depannya ini, dengan sedikit was-was akhirnya ia menurutinya. Setelah menyamankan posisi duduknya, Grayfia dengan sangat perlahan menoleh ke arah Azriel, dia mulai penasaran dengan wajah yang dimiliki oleh malaikat di sampingnya saat ini, karena beberapa hari lalu sebelum ia melaksanakan misi yang sudah direncanakan ini, Sirzech hanya memperingatkannya dengan berkata padanya; Jangan sampai tergoda.
Wanita mana yang tidak penasaran jika kekasihnya sendiri sudah bilang seperti itu? Dan tentu saja Grayfia adalah salah satunya, karena insting kewanitaannya sekarang sudah mulai menggelitik perutnya.
"Tidak perlu was-was begitu untuk menatapku, aku tidak akan membunuhmu dan aku juga tidak melakukan itu hanya karena hal sepele."
Ucapan itu membuat Grayfia semakin berani, tak berselang sepuluh detik kedua mata iblis itu melebar perlahan. 'Tampan, bahkan setara dengan Sirzech-sama!'
"Sudah puas?"
Grayfia tersentak. Segera ia alihkan kembali tatapannya, "Maafkan saya." Rona merah yang kini terpampang jelas di kedua pipinya sudah tidak bisa dia sembunyikan, ia sangat malu karena sudah terbuai oleh perasaannya saat sedang melakukan misi yang mempertaruhkan banyak jiwa seperti ini, mau ditaruh dimana muka ini seandainya Sirzech-sama melihatnya?
"Baiklah, kita mulai ke intinya." Azriel menoleh ke arah Grayfia dengan tangan kanan yang mulai terangkat perlahan, "Tatap aku."
"Eh!?"
"Tidak perlu takut, dan tetaplah diam." Tangan kanan itu akhirnya menyentuh kening Grayfia.
"[òthis]"
[Second Life: Azriel]
Disclaime: I don't own anything
Warning: Just Spin-off, Just Fiction (not real), not for education, Short Fic, Violence, OC (Main Chara).
Summary: Membahas tentang kehidupan satu-satunya Malaikat yang paling disegani di Surga. Sejarah dimana ia memulai perjalanan dari awal ia membuka mata dan menghembuskan nafas, sampai ia hidup untuk sekarang ini.
Azriel Present
[...]
(Arc I: Civil War of Three Faction)
Beberapa menit telah berlalu, dan kedua makhluk berbeda spesies itu masih tetap terdiam mempertahankan posisi tubuh yang terlihat terlewat romantis jika dipandang publik. Namun pada akhirnya Azriel melepaskan tangan kanannya dari kening Grayfia saat apa yang dicarinya telah ia temukan.
"A-Apa yang –" baru saja Grayfia ini menyuarakan kekagetannya (serta kegugupannya juga), pada akhirnya ia kembali gagal saat satu jari telunjuk Azriel menempel di kedua bibirnya.
"Ssstt... tidakkah kau sadar kalau saat ini kita sedang diawasi?"
Grayfia terbelalak.
Azriel sedikit menekan jari telunjuknya saat Grayfia mulai dilanda kepanikan, "Jangan menoleh dan tetaplah terlihat seperti biasa." Azriel akhirnya melepaskan telunjuknya saat Grayfia mematuhi apa yang ia perintahkan, kemudian dia berbalik menatap kembali danau dan kini telunjuknya ia tempelkan ke tanah. "Sekarang ceritakan apa yang ingin disampaikan oleh Sirzech, meskipun aku sudah tahu semua yang akan kau ucapkan."
Pernyataan yang diucapkan dengan tempo sedikit cepat itu hanya bisa membuat Grayfia sedikit ternganga, dia bahkan masih belum paham apa tujuan malaikat di sampingnya ini.
"...Cepatlah, itu untuk mengulur waktu."
Akhirnya Grayfia mulai bicara tentang rencana yang dimiliki oleh Sirzech, wanita iblis itu berbicara dengan formal seperti yang biasa ia lakukan, dan dilihat darimanapun Azriel memang tidak menghiraukan penjelasan panjang dari Grayfia.
"...Dan begitulah, pada akhirnya Sirzech-sama yang akan menduduki tahta daripada Meikai."
"Baiklah, terima kasih atas penjelasannya." Azriel tiba-tiba tersenyum, "[Ōsirisc]"
ARRGH!
ARRGH!
ARRGH!
Dalam posisinya, tubuh Grayfia langsung saja menegang saat mendengar teriakan itu. Dia takut, benar-benar takut dengan aura suci yang berada jauh darinya. Bahkan selama dia hidup, baru kali ini ada tekanan aura suci yang bisa membuatnya ketakutan, dan sampai menangis seperti ini.
Sesak, entah mengapa ia merasakan sesak, dirinya seperti sedang tercekik oleh sebuah tangan tak terlihat. Malaikat ini, malaikat di depannya ini memang bukan seperti makhluk lainnya. Tingkatan kekuatannya dengan Azriel memang berbeda jauh beberapa puluh level, jika diibaratkan dia hanyalah sesosok tikus kecil yang kini sedang ditatap oleh burung falcon. Dia tidak bisa melawan – ah, tidak. Bahkan lebih dari itu, dia tidak bisa berbicara di hadapannya. Pantas saja Sirzech-sama sangat menghormati malaikat ini, karena mungkin hanya dengan satu tekniknya saja seluruh Meikai bisa kembali rata dengan tanah.
Benar-benar tidak bisa dipercaya.
"Oh, karena setelah ini kau akan terus bersamaku untuk sementara, boleh aku tahu namamu?" saat Azriel melihat wajah pucat Grayfia, dia baru sadar apa yang menjadi penyebabnya. "Sepertinya aku terlalu berlebihan 'ya?"
Ctik!
Grayfia langsung mengambil nafas dalam-dalam saat aura suci yang ia rasakan menghilang bersamaan suara jentikan jari Azriel. Beberapa saat setelah melewati sesi batuk dan terengah-engah, akhirnya Grayfia kembali normal. Wanita iblis itu cepat-cepat menatap Azriel.
"Nama saya Grayfia Lucifuge, Anda bisa memanggil saya Grayfia."
Azriel mendesah pelan, kemudian dia membaringkan tubuhnya saat cahaya senja sudah benar-benar menghilang. "Jangan bicara terlalu sopan padaku, kau adalah klien yang harus kulindungi sekarang, harusnya kau bersikap sedikit berkuasa."
"Maaf, saya tidak memiliki hak melakukan hal itu kepada Anda, meskipun saya menjadi klien sekalipun."
Azriel terdiam dan melirik, kemudian dia kembali menatap langit. "Apa kau takut padaku?"
Grayfia tersentak. Ini adalah pertanyaan yang tidak pernah ia duga, "Menilik lagi siapa Anda, makhluk lain pasti juga akan berpikir seratus kali untuk melawan Anda."
Azriel tersenyum. "Namun sayangnya ada satu makhluk yang tak pernah berpikir seratus kali untuk melawanku," kemudian dia memejamkan mata, "Makhluk itu adalah kekasihmu."
Grayfia tercengang.
"Yah, untungnya saat itu aku memang sedang tidak ingin melakukan apa-apa. Jadi, aku hanya membuatnya membatu di tempat itu selama tiga puluh enam jam."
Kali ini Grayfia tidak hanya tercengang, melainkan ternganga tidak percaya. Bahkan kekasihnya – yang merupakan komandan tertinggi di Meikai – dibuat tidak bergerak selama tiga puluh enam jam? Makhluk di depannya ini memang sangat tidak rasional, pantas saja kekasihnya menganggap Azriel sebagai makhluk paling berbahaya yang pernah diciptakan.
"Azriel-sama, bolehkah saya bertanya?"
"Boleh saja."
Grayfia menunduk sedih, "Kenapa saya tidak boleh mendampingi Sirzech-sama dalam pemberontakan ini?"
"Jawabannya mudah," Azriel menunjuk perut Grayfia, "Karena dia ingin melindungi apa yang ada di dalam perutmu itu."
Kali ini Grayfia benar-benar terkejut.
"Oh, maaf saja jika aku tadi melihat memorimu secara berlebihan, bahkan aku juga sempat melihat memorimu saat berhubungan badan dengan kekasihmu..."
Hening sesaat.
"...Yah, meskipun aku tak terlalu peduli."
Grayfia menunduk dalam-dalam, mencoba untuk menahan rasa malu – sampai-sampai rok seragamnyapun menjadi korban keganasan cengkraman kesepuluh jarinya. "A-Anda melihat se-semuanya?"
"Ya. Bahkan aku juga sempat melihat memori saat kau baru membuka mata di dunia ini, jujur saja itu sangat menyedihkan." Azriel tiba-tiba bangkit, "Baiklah, ayo kita cari tempat makan dan penginapan. Aku tahu dari tadi kau sudah menahan lapar."
To be Continued...
.
A/N: Hm... serasa ada TIKUNGAN tajam disini #Lolz, IYKWIM.
Hm, sekedar penjelasan. Sebenarnya malaikat itu tidak dianugerahi rasa lapar, jadi mereka tidak wajib makan. Tidak seperti iblis yang memiliki nafsu, malaikat juga tidak perlu tidur.
Azriel dalam fic ini mempunyai level kekuatan Godlike, jadi tak perlu heran meskipun saat ia tengah diincar oleh bawahan Maou (seperti tadi), dia seakan tidak peduli. Itulah alasan kenapa dia memiliki sebutan sebagai [Tangan Kiri Tuhan], karena yang bisa membunuhnya adalah Tuhan, Tiga Naga Takdir, tiga belas Longinus, serta Kiamat.
Oh, dalam cerita penuh karangan ini, saya membuat komplotan calon Yondai Maou berencana memberontak terhadap para Maou Satan. Jadi pada akhirnya golongan Sirzech lah yang menjadi Maou, seperti di LN.
Hubungan romansa Sirzech dan Grayfia memang sudah terjalin sebelum Civil War berlangsung. Tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka, bahkan keluarga Gremory sendiri. Sirzech menyembunyikan hal ini lantaran ia berpikir kalau keselamatan Grayfia juga terancam, dan pada akhirnya nanti Sirzech baru akan menikah setelah ia diresmikan mejadi salah satu Yondai Maou.
Dan sebulan setelah nikah, dia langsung jadi seorang Bapak. Iyelah, kan Grayfia hamil juga sebelum perang akbar, jadi perhitungannya udah sedikit masuk akal. Kan Civil War dengan Satan Faction juga masuk hitungan, dan kupikir itu udah pas #Lolz.
Ringkasan di atas merupakan apa yang akan terjadi selanjutnya, namun bukan spoiler. Karena kehidupan Sirzech setelah perang akbar ini selesai tidak akan dibahas lagi dalam fic ini, dan supaya lebih jelas.
...
Oh, buat Reader yang terkadang terheran tentang kenapa fic ini dimasukkan ke fandom ini, dan kenapa gak ada unsur 'Naruto'-nya? Maka saya akan bertanya, sudahkah Anda membaca [Second Life] ? kalau belum, Anda bisa melihatnya di bagian bawah stories yang saya buat. Ceritanya emang jelek sih, dan sekarang juga masih jelek #Lolz.
Namun Keterkaitan cerita ini dengan cerita [Second Life] yang asli masih sangat kental, dan lagi cerita ini ditujukan sebagai Penerang bagi Anda yang tersesat di dalam kegelapan (#Lolz).
Tapi jika [Unsur] yang Anda maksud itu adalah soal [Karakter], maka sepertinya saya tidak perlu repot-repot untuk memberi penjelasan.
Dan untuk yang terakhir kalinya, bisa saja cerita ini menjadi sebuah spoiler untuk cerita Second Life kedepan.
Spoiler everywhere.
Sampai disini saja, salam cinta untuk Dedek Shini yang akan muncul beberapa chapter kedepan.
Salam Lolicon.
