Grayfia merasakan ketidaknyamanan dalam tidurnya karena sinar yang masuk ke dalam retina dan menembus kelopak matanya, membuatnya dengan terpaksa terbangun dari tidurnya yang semula lelap tak bersuara.
Wanita iblis itu beberapa kali mengucek kedua matanya secara bergantian, sebelum pada akhirnya kegiatan itu terhenti dan dia kini terpaku saat melihat sosok malaikat yang menikmati setiap hembusan angin dari jendela tempat di mana dia menyangga kedua tangannya.
Angin yang berhembus mengibarkan rambut keperakan serta bulu pada sayap miliknya, membuat pesona serta karisma yang ada pada malaikat tersebut semakin terpancar kuat, dan hal itu membuat Grayfia yang tanpa sadar kini terperangah.
Merasa ada yang sedang memperhatikan, Azriel yang tetap memasang wajah datar seperti tembok porselen menoleh, mendapati bahwa yang tadi terus memperhatikannya adalah kliennya sendiri.
"Kau sudah bangun ternyata?"
Ada suara gelembung meletus dalam benak Grayfia, berbarengan dengan kesadaran yang tiba-tiba menghantamnya. Wanita iblis itu langsung salah tingkah, ia alihkan wajahnya ke arah lain sambil terkekeh gugup. Dan hal itu sukses membuat Azriel mengangkat satu alisnya.
"Bagaimana tidurmu?" seusai bertanya, Azriel tiba-tiba merasakan sebuah keberadaan yang masih dalam jangkauan sensornya. Sejenak, mata yang memiliki iris berwarna merah itu melebar, sebelum pada akhirnya kembali seperti semula.
Grayfia tersenyum dan berniat menjawab, namun pada akhirnya senyuman itu menghilang ketika melihat Azriel mendekatinya dengan memasang sorot mata setajam elang. Tanpa suatu alasan pasti, tiba-tiba saja malaikat yang memiliki wajah tampan rupawan itu menyodorkan sehelai bulu emas yang ia cabut dari sayapnya, dan dengan kebingungan yang kini melanda, Grayfia menerima bulu tersebut sebelum pada akhirnya kembali menatap Azriel untuk menuntut penjelasan.
"Mandilah, ganti baju, dan berdandanlah. Aku harus menemui seseorang yang harus kuberi jitakan nantinya," jeda sejenak, "Dan terus bawa bulu itu kemanapun kaupergi."
Mendapatkan sebuah anggukan kecil dari Grayfia, tanpa babibu lagi Azriel langsung menghilang dengan teleportasinya.
[Second Life: Azriel]
Disclaime: I don't own anything
Warning: Just Spin-off, Just Fiction (not real), not for education, Short Fic, Violence, OC (Main Chara).
Summary: Membahas tentang kehidupan satu-satunya Malaikat yang paling disegani di Surga. Sejarah dimana ia memulai perjalanan dari awal ia membuka mata dan menghembuskan nafas, sampai ia hidup untuk sekarang ini.
Azriel Present
[...]
(Arc I: Civil War of Three Faction)
Azriel muncul di sebuah gang kecil di mana dua bangunan besar berada di kedua sisinya. Beberapa meter di depan tampak warga yang berlalu lalang di jalan utama kota, memenuhi jalan kehidupan masing-masing.
Malaikat yang memiliki rambut putih keperakan tersebut kini sudah menyembunyikan sayap yang ia miliki, membaur untuk menemukan keberadaan seseorang yang sangat ia kenal, namun terlalu sering membuatnya kesal.
Kepala Azriel terus melongok ke kanan ke kiri, sebelum apa yang ia cari kini sedang berjongkok di depan seorang penjual dengan memakai jubah berwarna krim sambil menutupi kepalanya dengan tudung jubah yang ia pakai.
Tatapan datar yang tadi mendominasi kini berubah kesal, dengan langkah mantap Azriel mendatangi sosok berjubah itu. "Gabriel," Azriel memanggil setelah berada tepat di samping sosok itu, ia dapat melihat sebuah gestur berjengit saat ia menyerukan nama itu.
Gabriel kemudian menoleh, dia membuka tudung yang masih menutupi kepalanya sembari terkekeh seperti orang yang tidak punya salah. "Onii-sama...? Selamat pagi, bagaimana kabarmu?"
Urat-urat kekesalan begitu saja mencuat di pelipis Azriel, dengan kasar malaikat yang selalu dipanggil dengan sebutan kakak itu menarik salah satu lengan Gabriel, sebelum pada akhirnya dia menyeret malaikat pirang yang sedang mengaduh-aduh ke gang kecil di mana ia tadi muncul.
Setelah menghilang, Azriel kembali muncul di kamar yang sedang ia sewa. Malaikat dengan gender laki-laki itu melepaskan tangan Gabriel, membuat malaikat pirang yang memiliki wajah seperti remaja yang berumur tujuh belasan itu meringis.
Namun wajah kesakitan itu tiba-tiba berganti dengan bibir yang dimanyunkan dan kedua alis yang saling bertautan, dimana itu adalah ekspresi cemberut andalan Gabriel. "Onii-sama, kau jahat sekali sih?"
Ekspresi imut itu tiba-tiba lenyap seperti di telan bumi saat sang pemilik melihat kalau lawan bicaranya memasang wajah penuh kekesalan, membuat Gabriel –yang terkenal karena pantang takut pada apapun– sukses menelan ludah.
"E-Em... anu..."
"Gabriel..." Azriel menggeram. "Kenapa bisa kau ada di sini?"
Sebulir keringat dingin sukses meluncur dari pelipis Gabriel. Malaikat pirang itu mengalihkan wajahnya ke arah lain, memikirkan sebuah alasan agar dirinya bisa lolos dari keadaan ini. Dan kesempatan itupun datang, adalah pintu masuk kamar yang tiba-tiba saja terbuka, dimana di sana menampakkan seorang wanita berambut keperakan yang badannya kini hanya tertutupi oleh balutan handuk.
"A-A-A..." Gabriel hanya bisa mangap-mangap dengan mata melebar sembari menunjuk ke arah wanita itu, membuat Azriel mengikuti arah telunjuk malaikat pirang itu.
"Oh."
Kali ini giliran Gabriel yang menggeram, "Cuma, 'Oh'?! Onii-sama, kau selingkuh dengan wanita ini diam-diam selama aku sedang sibuk mempersiapkan perang yang akan terjadi?! Ternyata sebegitu teganya kau mengkhianati perasaanku?! Onii-sama, kau jahat!"
Dituduh dengan sebegitu hebatnya membuat Azriel hanya bisa bertanya-tanya tentang apa yang membuat dirinya dimarahi, dan dipikir-pikir lagi, bukannya yang tadi ingin marah itu dirinya, kenapa sekarang malah terbalik?
Namun sebuah colekan di lengan kanannya membuat Azriel menghentikan spekulasi yang bahkan tak mendapatkan jawaban, saat Azriel menoleh, dia mendapati bahwa Grayfia juga menatapnya. Wanita iblis itu kemudian mengalihkan tatapannya ke arah depan, melihat Gabriel yang masih setia bersungut-sungut ria.
"Azriel-sama, siapa gadis ini?"
Tatapan Azriel kini juga beralih ke arah Gabriel, "Dia, adalah malaikat paling cerewet. Dan namanya adalah Gabriel."
Gabriel hanya bisa mangap-mangap lagi ketika dirinya disebut sebagai 'malaikat paling cerewet', namun hal itu hanya bertahan sejenak sebelum pada akhirnya dia merengut kesal, menggembungkan pipi, kemudian berbalik membelakangi kedua sosok lainnya. "ONII-SAMA JAHAT! BODO!"
Grayfia hanya bisa terperangah dalam ketidakpercayaan, bahwasanya dia baru tahu kalau ada makhluk yang berani menuduh, memarahi, meneriaki, serta mencaci malaikat yang bahkan kekasihnya sendiri tunduk dibuatnya. Entah dirinya ini harus membenci atau mengagumi malaikat dengan sifat kekanakan yang kini sedang membelakanginya.
Namun berbeda dengan Azriel yang kini harus menghela nafas, meladeni tingkah malaikat yang satu ini benar-benar merepotkan, entah sudah berapa kali dirinya harus memutar akal agar kekesalan malaikat itu hilang.
Dan kali ini dia akan melakukannya lagi, "Gabriel." Azriel kini berdiri tepat di sisi kiri malaikat pirang itu, dengan sedikit kasar dia memutar tubuh Gabriel supaya tepat berhadapan dengannya. Tanpa ancang-ancang lagi, Azriel segera...
Cupp!
...mencium kening berponi Gabriel. Membuat malaikat pirang itu yang pada awalnya hanya diam terpaku, kemudian terperangah, lalu tercengang dengan mulut ternganga, dan pada akhirnya dia berteriak.
"KYAAAAAAAAAAAAAAAA..."
To be Continued...
.
A/N: Wkwkwkwk, ternyata gak sia-sia Gabriel ngambek, akhirnya dapet cium juga hahahaha.
Dalam cerita ini, pair dari Azriel adalah Gabriel, tanpa berlebihan maksudnya.
...
Sedikit penjelasan tentang profil Azriel.
-Nama: Azriel (kalau di wiki pasti namanya Azrael, namun biar lebih enak pakai nama itu)
-Status: Malaikat (bebas)
-Julukan: The Left Hand of God (Tangan Kiri Tuhan), Insurer Destiny (Penanggung Takdir)
-Level kekuatan: Godlike
-Penampilan: Memiliki rambut putih dan mata beriris merah, kulit putih pucat serta mempunyai sepuluh pasang sayap
-Sifat: Kebanyakan selalu tidak peduli, cuek, dan terlalu emosional (jika dengan Gabriel)
...
Oke, sekarang saya akan membahas review yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan.
Perlu anda sekalian ketahui kalau saya selalu memberikan peringatan (Warning) di antara Judul dan Summary. Oke, saya akan bertanya, apakah anda sudah membaca peringatan yang saya berikan? Jika sudah, anda jangan terlalu bodoh untuk meminta sesuatu yang sudah terlebih dahulu menjadi sebuah peringatan.
Kemudian yang kedua, yang paling sering dipertanyakan. "Kenapa kalau gak ada unsur Naruto, dimasukin fandom ini?"
Saya akan berikan sebuah penjelasan, fic/cerita yang saya buat dengan judul [Second Life] ini merupakan sebuah cerita berseri pada jamannya (bahkan sampai saat ini). [Second Life (seri pertama)] dan [Second Life: The Way of Dragon (masih TBC)] memakai MC Naruto yang di dalam kedua cerita tersebut telah banyak bermunculan OC sebagai pelengkap cerita.
Dan karakter Azriel ini, baru muncul pada chapter 24 Second Life (sesi pertama) yang dimana di cerita tersebut selesai dalam 28 chapter yang memiliki jumlah kata 89,999 dengan review sebanyak 808 buah.
Dari penjelasan di atas, Anda dapat menyimpulkan sendiri, apakah nanti unsur Naruto itu ada atau gak ada di cerita ini?
...
Jika kurang berkenan, saya tidak mau bertanggung jawab.
Akhir kata, Salam Lolicon.
