PART 2

"Nona Felicia?" Tanya lelaki Jangkung kala menunggu di Bandara

"Iya saya Felicia.." Felicia mengangguk dengan kondisi tengah menggendong Lirio

"Saya Yugyeom Kim.." dia menunduk hormat dan membawakan barang bawaan Felicia

"Panggil aku Felicia saja, kita seumuran" Yugyeom tersenyum kikuk.

Felicia tengah duduk disamping Yugyeom yang tengah menyetir menuju rumah Baru Felicia yang sudah ia beli sejak lama melalui sekretaris perusahaannya yang ada di Korea yang tak lain adalah Yugyeom adik dari Park Jinyoung.

"Moommmyyyy hiks…" tangisan kecil dari Lirio yang mungkin tidak merasa nyaman dari tidurnya..

"Youre wake up dear? Kita di Korea sayang.." Felicia mencium anak kesayangannya yang tengah mnggeliat membuka matanya

"who is that Mommy? Is he my daddy?" Felicia menghela nafas, entah pertanyaan keberapa Lirio selalu bertanya seperti itu. Yugyeom tersenyum kikuk

"No dear… dia Yugyeom uncle, teman mommy.." Lirio hanya mengangguk

"Anyeonghaseyo Uncle. My name Im Lirio Yujinxiang Tuan.. Nice to meet you uncle…" Dengan bahasa korea yang terbatas gadis kecil itu memperkenalkan dirinya

"Heloo Yujin, Kim Yugyeom,, just call Gyeom uncle, special nickname for you…" Yugyeom tersenyum kearah Lirio yang tengah malu

"Mommy, that uncle call me Yujin, so shy mommy…" Lirio tengah berbisik namun terdengar oleh Yugyeom dan kedua orang dewasa itu tertawa tentunya.

"Wah sepertinya daftar uncle tampan Lirio bertambah lagi.." Felicia tengah menggoda anaknya sendiri, pipi gembul itu bertambah merah seperti kepiting rebus

"Mommyyyy….. Call me Yujinxiang, like Gyeom uncle,,," anaknya merengek lucu

"OK with my pleasure dear.."

Perjalanan bandara kerumah barunya cukup jauh, hingga Lirio Yujinxiang Tuan kembali tertidur lagi.

"Nona, kita sudah sampai.."

"Don't call me like that, just Felicia."

"Sorry…"

Felicia tengah menggendong Lirio yang tengah tertidur pulas lagi, Yugyeom dibantu maid rumah itu membawa barang bawaan Felicia dan Lirio

"Selamat datang nyonya, saya Bibi Kang bertugas menjadi maid utama di rumah ini oleh Tuan Yugyeom." Seorang maid yang berumur sekitar 45 tahun menyambutnya

"Halo Bibi Kang, terimakasih atas kemauan anda untuk menjadi maid dirumah ini. Jangan sungkan-sungkan, anggap aku sebagai anakmu aja."

"aahhh.. baik baiklah Nyonya. Ku antar nyonya kekamar nyonya dan Nona kecil." Bibi Kang mengantarkan Felicia dan Yujin kekamarnya.

"ada pintu pintasan dari kamar nyonya ke kamar Nona kecil, sehingga Nyonya bisa mengawasi Nona Lirio.."

"Lirio masih takut untuk tidur sendiri Bibi, taka pa biarkan kamarnya seperti, Lirio akan tidur terus bersamaku, terimakasih Bibi Kang.." Bibi Kang pamit untuk turun ke lantai 1 dan beberapa maid membawakan barang Felicia.

Felicia meletakkan Lirio tertidur dikasurnya, dia segera turun menemui Yugyeom untuk membicarakan bisnisnya.

"Ini cara tercepat untuk kita bisa menurunkan harga sahamnya Felicia, aku dan Bambam sudah mempelajarinya 6 bulan ini, kelemahan mereka ada di kita, kita bisa menghantam perusahaan ini dengan hasil produk kita tanpa susah payah. Dan saat ini juga produk kita sudah menjadi nomer satu dikalangan warga korea. Aku dan Bambam menambah daerah kekuasaan kita sampe ke Busan, proyek kita berjalan besar. Tampaknya perusahaan mereka tengah berfikir keras untuk bisa bersaing dengan kita." Aku tersenyum mendengarkan penjelasan Yugyeom, pintar, tenang dan penuh strategi seperti kakak tirinya Park Jinyoung.

"Bagiku terlalu cepat Yugyeom, kita harus membuat mereka berteman dulu dengan kita, menunjukkan keramahan kita, dan setelah itu blooommm… hancurkan hingga tak tersisa, siapkan rapat untuk besok, akan ada produk baru yang aku ingin luncurkan." Yugyeom mengangguk dan berpamitan untuk pulang.

"Mommmy…. Hiks… Mommmyyy…" Teriakan sang anak disertai tangisannya membuat Felicia berlarian kecil menuju kamarnya.

"Why baby? Mimpi buruk lagi?" Felicia memeluk dan menggendong anaknya mencium keningnya untuk menenangkan tangisan sang anak

"Aku takut Mommy… don't leave me alone…"

"Cup cup dear,, Mommy tidak pergi meninggalkanmu,, maafkan Mommy ya… Lirio lapar atau mau mandi dulu… hmmmm bau acem nih." Lirio terkikik geli saat Felicia mengerjainya

"Aku lapar mommyyy…"

"Lets eat baby…"

Lirio tampak bingung dan ketakutan kala melihat banyak orang asing berlalu lalang dirumah barunya. Sekitar ada 4 maid wanita yang menyiapkan makanan dan berlalu lalang didapur.

"Mommmy…. Who are they?" Lirio duduk dipangkuan Felicia

"Mereka yang akan menemani kita sayang, don't be afraid, Bibi Kang…"

Bibi Kang muncul dari dapur dan menunduk hormat

"Perkenalkan ini anakku.. Lirio ayo sapa Bibi Kang…"

"Anyeonghaseyo Bibi… Im Lirio Yujinxiang Tuan imnida…"

"Nama yang cukup panjang dan sulit Nyonya…" Felicia dan Bibi Kang terkekeh, dan Lirio hanya menatap bingung, dapat dimaklumi kosa kata bahasa koreanya masih sedikit.

"Nyonya saya kenalkan keponakan saya yang bisa menjadi maid khusus untuk Nona Kecil, Yura,, kesinilah.." Sesosok perempuan muncul dari arah dapur dan menunduk hormat

"Felicia, come on dear berkenalan dengan maidmu, dan teman baru untuk Lirio…"

Yura tersenyum lembut dan menerima uluran Felicia, dan menatap lembut kearah Lirio

"Anyeonghaseyo auntie…" Lirio menunduk hormat.

Acara makan berlangsung ramai dengan obrolan dan candaan Lirio, Felicia dan Bibi Kang serta keponakannya. Dan Lirio sudah menguap menandakan dia harus tidur.