Part 3
Felicia terbangun saat mentari menyapanya, sang anak tertidur pulas memeluknya dengan tangan kecilnya. Felicia mengecupi pipi gembul anaknya sambil tersenyum
"kak Mark, sepertinya memiliki anak perempuan akan lebih menggemaskan" Felicia tertidur di dada bidang sang kekasih
"Apapun itu yang penting sehat sayang. Dan kau,,, aku bahkan belum melamarmu kekkee…" Mark terkekeh dan Felicia tertawa.
…
"Kak Mark… kumohon bangun Kak! Aku mencintaimu sungguh! Mana janjimu kau akan menemaniku! Kak MARK Kumohon!" Felicia menangis histeris di peti mati Mark Tuan kekasihnya, bahkan Jinyoung dan Jackson tak kuasa menahan rasa sedihnya.
Dua hari berlalu, Felicia masih mengurung dirinya dan berfikir kematian Mark akibat kesalahannya. Jinyoung sudah membujuk Felicia namun tak berhasil, hingga pada hari keempat, Jinyoung melihat Felicia tengah memuntahkan isi perutnya dan tergeletak lemah, hingga kabar mengejutkan tiba, Felicia tengah hamil 2 bulan.
"Felicia katakana padaku? Siapa yang melakukannya? Apakah dia?"
"Tidak mungkin kak Jinyoung! Aku tidak mungkin hamil hahaha… Jikapun aku hamil itu pasti anak kak Mark."
"Jangan berbohong Felicia! Aku tau kau tidak melakukannya dengan Mark tiga bulan hingga kematian Mark! Karena kau trauma dengan kejadian itu!" Felicia tercengang dan berteriak histeris.
'Tidak tidak! Kalau ini anak lelaki bajingan itu! Dia tidak boleh tumbuh dirahimku! Anak sialan!'
Felicia mengakui selama kehamilan hingga kelahiran anaknya aura kebencian masih jelas terlihat, bahkan beberapa kali Felicia menolak untuk melihat bayi yang mengingatkannya pada lelaki itu.
"Baby, Lirio…. Wake up dear, hari ini kamu mulai sekolah… dan mommy harus bekerja.." Felicia menciumi kembali pipi gembul sang anak, membuatnya menggeliat
"Mommyyy,,, lirio mengantuk." Felicia tersenyum
"Jadi Lirio tidak ingin sekolah?" pertanyaan yang membuat Lirio bangkit dari tidurnya
"No Mommy, I want go to school uuu… apakah uncle Gyeom akan menjemputku.."
"Telfon uncle dulu yah.. Come on lets take a shower baby…"
"Papa… Apakah Papa akan mengantar ku sekolah hari ini?" Seorang anak kecil laki-laki menatap penuh harap kearah ayahnya
"Tentu, tapi Mama yang akan menjemputmu, tidak apa kan?" Tangan besar mengusap kepala anak kecil itu
"Gwenchana Papa…"
"Jaebum oppa… hati-hati dijalan… Byebye Felix.." Lelaki bernama Jaebum mencium kening istrinya dan menggendong anaknya.
"Terima kasih uncle Gyeom, sudah mau mengantar Yujin dan Mommy.." Lirio menatap Yugyeom dengan pipi gembulnya yang merona
"Anything for you dear…" Yugyeom tersenyum
"Nanti Uncle Gyeom menjemputku juga kan?" Lirio masih menatap kearah Yugyeom yang focus menyetir
"Eeeeyyy.. Lirio melupakan Mommy ternyata, apakah Lirio sangat menyukai Uncle Gyeom?" Sang Mommy menggodanya
"Aiii,, Mommy don't say like that. Mmmm Yujin love uncle gyeom, because he so handsome Mommy.." Kedua orang tersebut tertawa mendengar penuturan Lirio yang sangat polos dengan mata binarnya
"Ok… kita sampai disekolahan Yujin.." Yugyeom memarkirkan mobilnya.
"Uncle… kiss me.." Lirio tertunduk malu membuat Yugyeom kembali gemas dengan tingkah anak kecil itu.
Yugyeom menyetarakan tingginya ke tinggi Lirio dan mencium kedua pipi Lirio
Cup
Cup
"Now, your turn…" Yugyeom menunjukkan pipinya,
Cup
Lirio mencium pipi Yugyeom
"Come on Mommy…" Lirio berlarian kecil karena malu
"Tunggu sebentar disini Yugyeom… aku akan mengurus administrasi sekolahnya."
Dilain sisi, Jaebum mengantar anaknya, dan tak sengaja dia melihat wanita yang ia cari selama ini masuk kemobil dengan seorang lelaki
"apakah dia? Tidak mungkin. aku bermimpi.." monolognya
