PART 4

"Sajangnim, kita selalu kalah rating dengan perusahaan baru itu. Jika seperti ini, lama-kelamaan IMS CROP akan bangkrut. Perusahaan baru itu semakin mengalahkan rating kita." Jaebum mengusak kasar rambutnya tampak stress melihat laporan keuangan beberapa bulan ini yang semakin menurun.

"Cari info tentang perusahaan itu sekarang."

"Aku sudah mengetahuinya Sajangnim. Perusahaan ini berasal dari London, karena brand dari luar negeri menyebabkan banyak masyarakat Korea berbondong-bondong membelinya. Terutama CEO nya merupakan seorang wanita bernama Felicia, baru satu minggu lalu dia sampai di Korea untuk mengurus perusahaan cabangnya disini, dan kabar terbarunya dia akan menerbitkan parfum baru, dan pre order untuk parfume ini sangat tinggi." Suara sang sekretaris membuatnya terdiam

"Ada cara yang bisa kita lakukan Sajangnim, kita bisa menawari kerjasama dengan perusahaan ini agar barang brandnya bisa masuk ke beberapa mall yang ada kita bangun. Mengingat penjualan mereka hanya secara online."

Drrrt.. drttt…

"Baiklah kita rapatkan nanti lagi. Aku keluar terlebih dahulu." Jaebum mendesah pelan.

"Ada apa Guru Felix."

"Apa maksudmu?"

"Kirimkan aku alamatnya.."

"YUGYEOM antarkan aku kerumah sakit,., Lirio.. lirio jatuh!" Dengan menahan tangisnya dan amarahnya Felicia mengambil kunci mobil dan tasnya, Yugyeom menyetir mobilnya dengan cepat

"Bagaimana bisa terjadi seperti ini? Apa tugasmu sebagai guru saem?" Felicia menahan tangisannya, dan melihat guru sekolah anaknya dan seorang anak lelaki bersembunyi ketakutan.

"Maafkan aku Mama Lirio, aku aku tidak sengaja…" anak lelaki itu memberanikan dirinya untuk meminta maaf

Mereka tengah didepan ruang UGD, Felicia mendapat telefon anak perempuannya terjatuh dari ayunan akibat dorongan dari tempatnya dan berdarah agak hebat. Tentu saja Felicia agak ketakutan apalagi Lirio tergolong anak yang lemah. Dia tengah focus berdoa hingga tak menyadari bahwa ada sepasang orang tua yang datang memeluk anak laki-laki itu. Dokter keluar dari ruang UGD itu

"Bagaimana keadaan anak saya dok? Apakah stok darah disini cukup?" Pertanyaan Felicia membuat semua orang tersebut takut.

"Maaf sekali aku harus mengatakan jujur stok darah disini berkurang untuk darah AB, apakah ada yang akan mendonorkan darahnya?" Felicia sudah hampir runtuh mendengarnya dengan cepat Yugyeom menahan Felicia agar tidak terjatuh

"Darahku AB dok.. Kau bisa mengambil darahku." Suara Jaebum memecahkan ketegangan diantaranya.

Proses penyembuhan Lirio berlangsung agak lama, Felicia sudah lemas, tidak menghiraukan sekitarnya, dia bersandar pada dada bidang Yugyeom dan terus terisak menangis dan berdoa tanpa henti. Dokter tersebut dari ruangan dan Felicia langsung berdiri mengahmpirinya

"Anak anda sudah sadar nyonya, silahkan masuk." Felicia langsung menangis melihat putri kecilnya terbaring tak berdaya disana

"Maafkan mommy,,, Mommy is here dear, come on wake up," dengan pelan dan hatinya teriris sakit mencium tangan kecil malaikat kecilnya

"Yugyeom tolong kau urus biaya ini, dan aku tidak mau diganggu sekarang." Yugyeom mengerti dan melangkah keluar, disana masih ada sepasang keluarga dan guru sekolahnya

"Aku minta maaf sebelumnya tuan dan Nyonya, namun Nyonya Felicia tidak ingin diganggu saat ini, anda sekalian bisa pulang terlebih dahulu.."

"Apa maksudmu? Bahkan dia belum berterimakasih atas bantuan suamiku. Dan kami belum meminta maaf."

"Mohon maaf Nyonya. Saya tidak memaksa nya saat ini, mungkin anda bisa kembali besok. Kumohon pengertiannya dari anda, anak kecil itu hanya satu-satunya yang dimiliki Nyonya, kuharap anda mengerti. Saya permisi terlebih dahulu." Yugyeom melangkah menuju arah bagian keuangan.

"Felix sama Mama dan guru masuk ke mobil dulu ya.. Papa akan mengobrol dengan om tadi.." Semuanya menuruti perkataan Jaebum

"Tunggu, saya fikir kita harus berkenalan dulu.. Im Jaebum.."

"Kim Yugyeom…"

"Kalau boleh tau apa hubungan dengan wanita tadi?"

"Dia adalah boss saya Tuan Im, CEO perusahaan brand FL.." Jaebum terkejut mendengarnya,

"Ah, perkenalkan aku CEO IMS Crop. Wah tak kusangka aku membuat masalah dengan CEO FL product, yang brandnya tengah melejit saat ini. Bisakah kita tukar kartu nama, suatu kehormatan bagi saya bisa mengobrol langsung dengan anda Tuan Kim." Yugyeom dan Jaebum bertukar kartu nama dan berjabat tangan.

Jaebum tersenyum melihat kartu nama itu, tidak salah lagi, wanita yang ia tunggu.