TWINS?!

Summary :

Kembar tapi beda marga?! Itulah yang terjadi pada Jung Daehyun dan Byun Baekhyun.

YAOI! It's Daejae Fanfiction. Chanbaek, Banghim, Kaisoo, Jonglo and others. B.A.P and EXO.

Yang penasaran mending langsung baca ajja^^

Cast : Yoo Youngjae

Jung Daehyun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Others Cast : B.A.P member

EXO member

(DAEJAE,BAP, EXO, YAOI,BL,FANFICS)

-Jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah kebetulan semata(?)-

Typo mungkin bertebaran…..

Cerita ini keluar secara tiba-tiba dari otak kacau saya o_o(?). jadi jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah sebuah kebetulan saja.

Karena saya anak kembar, jadilah kepikiran bikin nih FF gaje^^

You Happy, I'm Happy too(?)

.

Daejae

.

Happy Reading….

Chapter 2

Disebuah rumah mewah berdiri dua orang namja yang saling berhadapan dengan penuh amarah. Mata mereka saling memelototi seperti ada petir yang berkekuatan besar keluar dari mata mereka masing-masing. Mereka menggeram.

" yak! Byun Baekhyun!" ucap namja berkulit tan ini keras kepada namja yang disebut Baekhyun.

" yak! Aku ini Hyung mu Jung Daehyun.!" Jawabnya tidak kalah keras.

Eh, jangan lupakan diantara mereka berdua pun berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan bertubuh kecil.

" ehh, anak-anakku hentikanlah. Apa kalian tidak kasihan pada eomma kalian ini? Setiap kalian berkunjung kesini,kalian berdua selalu saja bertengkar." Lerainya. Yang ternyata adalah ibu dari Byun Baekhyun dan Jung Daehyun.

" tapi eomma… dia menumpahkan tinta eyelinerku yang sangat berharga." Rengek Baekhyun sembari menunjuk-nunjukkan jari telunjuknya kearah muka Daehyun dan kedua kakinya yang dihentak-hentakkan kelantai. Daehyun yang melihat itu pun hanya memutar kedua bola matanya kesal.

" heh seperti yeoja saja, memakai barang seperti itu. Apakah benar kau itu kembaranku?" daehyun pun meledek Baekhyun yang seperti yeoja, berbeda dengannya yang terlihat sangat gentle.

" eomma apakah benar kami ini kembar?" Tanya Baekhyun.

" ya tentu saja." Jawab ibu mereka santai.

" tapi itu tidak mungkin eomma. Dia sangat berbeda dengan ku. Lihat warna kulit kami pun beda dan marga kami pun berbeda." Keluh Daehyun.

" eomma kan sudah pernah bercerita kepada kalian berdua kenapa marga kalian berbeda. Dan lihatlah wajah kalian yang sangat mirip. Jangan ragukan eomma kalian ini, kan eomma yang melahirkan kalian."

" tapi itu mustahil eomma…" jawab mereka berdua bebarengan.

" tuh lihat.." eommanya pun hanya tertawa kecil mendengar jawaban mereka.

Sedangkan Baekhyun dan Daehyun hanya saling berpandangan dengan penuh kekesalan.

"ck, membuat moodku rusak saja." Daehyun pun pergi meninggalkan Baekhyun dan eommanya.

"ck, dasar adik tak tahu diri."

.

.

Twins?!

.

.

Daehyun pun pergi dengan mobilnya untuk mencari udara segar di Kota Seoul menjelang senja ini. Ditemani dengan radio yang menyala memenuhi seisi mobil yang hanya ada Daehyun saja didalam mobilnya. Sembari menengok-nengokkan kepalanya kekanan dan kiri Daehyun pun terus melajukan mobilnya diatas rata-rata untuk mencari tempat yang akan disinggahinya. Hingga tanpa disadari Daehyun, lampu penyebrangan sudah bertanda hijau pertanda untuk orang-orang menyebrangi jalan tersebut. Daehyun hampir menabrak seorang pemuda dengan mobilnya, tanpa basa-basi pemuda itu pun langsung mendatangi Daehyun yang masih betah berada didalam mobil.

'aissh sial. Aku sedang tidak ingin berusan dengan siapapun. Mana dia mengetuk-ngetuk kaca mobilku lagi. Tidak bisakah dia pergi saja? Akukan sama sekali tidak menabraknya hanya berhenti didepannya saja.' Daehyun pun menggerutu dalam hati.

"chogiyo, apakah kau tidak ingin keluar dan meminta maaf?" ucap pemuda ini dengan kesal dan masih terus mengetuk kaca mobil Daehyun.

Daehyun pun membuka sedikit kaca mobilnya untuk memberikan beberapa lembar uang kepada pemuda tersebut. Karena Daehyun bukan seseorang yang mudah mengeluarkan kata 'maaf' dan 'terima kasih'.

" kenamja! Yak! Aku tidak meminta uang, aku hanya ingin kau meminta maaf!" pemuda ini pun marah dan langsung menendang pintu mobil Daehyun dengan keras, tidak peduli bahwa mobil ini terlihat sangat mahal baginya.

"my Car!" Daehyun membuka kaca mobilnya lebih besar lagi agar bisa lebih jelas melihat pemuda yang berada diluar mobilnya." Yak! Apa yang kau lakukan?! Apa kau tidak tahu berapa harga mobil ini huh?! Ini pun tidak akan bisa dibayar dengan seluruh uangmu, bahkan dengan tubuhmu juga masih tidak akan cukup."

" mwo! Tubuhku?! Byuntae namja!"

" oke kali ini kau ku maafkan, tapi jika aku bertemu denganmu lagi, aku ingin memintamu membayarnya." Daehyun pun pergi dengan kecepatan penuh meninggakanl pemuda itu. Karena Daehyun saat ini sedang tidak ingin berurusan dengan siapapun.

"YAK! AKU AKAN MENGINGATMU! LIHAT SAJA!"

Daehyun dapat mendengar dan melihat melalui kaca spionnya bahwa pemuda itu masih berdiri disana dengan sanngat kesal.

" cihh lihat saja!"

.

Disisi lain, Baekhyun terlihat sangat khawatir karena hari sudah malam tapi adiknya belum pulang juga. Walaupun mereka sering bertengkar, tapi tetap saja mareka masih saling menyayangi. Apalagi Baekhyun sebagai kakaknya dia merasa lebih bertanggung jawab atas Daehyun.

Melihat Baekhyun mondar-mandir seperti setrikaan ibunya pun menyuruh Baekhyun untuk duduk.

" dimana sih si Jung itu, bikin khawatir saja."

" sudahlah Baek, Dae kan sudah besar." Ibunya pun langsung mengusap-ngusap punggungnya dengan lembut, karena Baekhyun sudah duduk disebelahnya.

" tapi eomma, walaupun begitu dia itu adikku."

" sedang mengkhawatirkanku?" tiba-tiba Daehyun sudah berada dibelakang mereka berdua.

" yak! Jung pabbo, dari mana saja kau?"

" ingin tahu saja." Daehyun pun langsung pergi menuju kamarnya.

"Aishh si Jung itu, bisanya mengabaikan ku saja. Ya sudah eomma aku juga akan pergi tidur saja. Besok sekolah. Selamat malam eomma." Baekhyun pun ikut pergi meninggalkan ibunya, tidak lupa ia pun mencium pipi ibu tersayangnya.

" dasar anak-anak."

.

.

Daejae

.

.

"yak Jung pabbo, ini sudah siang. Apa kau tidak ingin pergi ke kampus?" namja ini-Baekhyun- menggedor-gedor pintu kamar Daehyun dengan keras, karena si penghuni kamar tidak kunjung keluar dari sarangnya." Yak apa harusku-" perkataannya pun terpotong kala Daehyun membuka pintu kamarnya. Dahyun sudah berpakaian dengan rapih saat ini." Kukira kau belum siap-siap. Ayo kita sarapan."

.

" selamat pagi anak-anakku." ibu mereka menyapa dengan senyuman hangatnya. Nama ibu Baekhyun dan Daehyun adalah Jung Somin memiliki marga yang sama dengan Daehyun.

" selamat pagi eomma." Jawab mereka berdua.

" apakah tidak ada cheese cake?" Tanya Daehyun setelah melihat meja makan yang hanya ada beberapa makanan rumahan dan sayur-sayuran.

" ini masih pagi Daehyun, lebih baik kita makan nasi saja." Kata Baekhyun sembari memberikan semangkuk nasi kepada Daehyun.

"Hmm baiklah."

Baekhyun pun mengacak surai hitam Daehyun dengan gemas." Anak pintar."

"aishh.." Daehyun terlihat kesal dan kembali merapikan rambutnya yang berantakan, sedangkan Baekhyun hanya cekikikan.

.

"eoh eomma sampai jumpa minggu depan. Aku akan sangat merindukan eomma." Kata Baekhyun manja kepada ibunya. Karena Baekhyun tinggal bersama dengan ayahnya sedangkan Daehyun dia lebih memilih hidup sendiri disebuah penthouse, karena tidak ingin tinggal bersama dengan ayahnya.

" nde selamat bersenang-senang disekolah."

" Hyung apa kau ingin menumpang lagi?"

" tentu saja, aku tidak mau membawa mobil sendiri. Malas."

"dasar."

"hehe…"

.

.

Chanbaek

.

.

Walaupun mereka sekampus dan sama jurusan, tapi jika mereka sudah berada diarea sekolah mereka akan berjalan masing-masing bahkan teman mereka pun beda-beda. Mereka berdua termasuk siswa terpopuler dikampusnya. Daehyun dengan ketampanan dan kecuekannya sedangkan Baekhyun dengan kecantikkan dan kebaikannya. Mau namja ataupun yeoja banyak yang menyukai mereka, tapi belum pernah ada yang mendapatkan hati mereka, kecuali Baekhyun dia sudah memiliki kekasih. karena mereka berpikir bahwa penggemar mereka mungkin hanya menginginkan harta dan wajah mereka saja, karena Daehyun dan Baekhyun selalu mendengar orang-orang berbicara tentang ayah mereka. Ya siapa lagi kalau bukan Jung Ilwoo ayah dari seorang Jung Daehyun, pemilik perusahaan JungLand (dunia fantasy) dan beberapa perusahaan IT dan perhotelan juga mereka memilikinya. Dan ayah dari seorang Byun Bakhyun adalah Byun Jaehyun ( Ahn Jaehyun), yang juga memilik perusahaan kontruksi yang sangat besar di Korea bernama Byuncorp dan juga memiliki beberapa perusahaan IT juga. Pokoknya ayah mereka berdua orang yang sangat dihormati di Negara Korea ini.

.

Baekhyun sudah berada didalam kelas bersama dengan temannya yang bernama Do Kyungsoo. Ehh Daehyun sama Baekhyun pun sama mengambil jurusan manajemen dan bisnis, karena kan mereka pastinya akan melanjutkan perusahaan ayah mereka nantinya.

Baekhyun dan Kyugsoo selalu duduk dipaling belakang, entah kenapa katanya kalau duduk didepan pusing(?). Sedangkan Daehyun belum masuk kelas sama sekali, karena Baekhyun sedari tadi mengedarkan pandangannya kesana-kemari untuk mencari Daehyun.

Tapi tiba-tiba Baekhyun mendengar suara seseorang berteriak dan berbarengan dengan itu Baekhyun pun melihat sang adik berada didepan kelas dengan wajah terkejutnya.

"nn…neo…neo!"

Semua mata tertuju pada seseorang yang berada dibelakang kelas yang dengan tak tahu malunya menunjukkan jari telunjuknya kearah Daehyun.

"ohh si pemuda yang menyebalkan itu ternyata bersekolah disini juga." Ujar Daehyun dengan sinis kepada pemuda yang ternyata adalah Youngjae.

"yak! Dasar Byuntae, kau berhutang maaf padaku." Kata Youngjae dengan sangat sangat kesal pada Daehyun. Dan jangan lupakan pandangan seisi kelas yang terlihat tidak percaya akan tingkah Youngjae yang berkata seperti itu kepada seorang Jung Daehyun.

Baekhyun pun tidak percaya akan hal itu. Baru pertama kali hal ini terjadi, karena setahu Baekhyun yang berani melawan dan meneriakinya hanyala dirinya saja. Wahh namja manis itu sangat berani, tapi rasanya aku sudah pernah melihatnya. Dimana ya?.

Daehyun pun perlahan menjalan mendekat kearah Youngjae, Youngjae yang melihat itu pun langsung memasang wajah menantangnya.

" yak! Yak! Sudah hentikan saja." Himchan pun mencoba menenangkan Youngjae. Karena Himchan tidak tahu apa yang terjadi diantara Youngjae dengan si Daehyun itu.

" Hyung diamlah, kau ini tidak tahu apa-apa." Kata Youngjae sedikit berbisik kepada Himchan, dan arah matanya tidak lepas pada mata tajam Daehyun yang semakin mendekat kearahnya.

" jadi siapa namamu ma-nis?!" Tanya Daehyun dengan penuh penekanan.

" dasar byuntae! Untuk apa kau menanyai namaku?"

" untuk-" ucapannya terpotong kala seseorang masuk kedalam kelas dan langsung sedikit mendorong tubuh Daehyun agar tidak berhadapan lagi dengan Youngjae.

" Youngjae-ya sudah lama tidak bertemu."

.

.

.

.

TBC….

" wahh sepertinya kau menyukai si namja itu."

" berhenti menggodaku Hyung."

"wow, siapa itu…"

"hyung, sepertinya aku akan setiap hari datang ke café ini."

"wae?"

.

Haha saya kembali lagi^^~~~~ adakah yang menunggu FF gaje ini? Saya harap ada^^

Sebelumya terima kasih sama yang udah baca, review, favorite sama follow^^ jeongmal kamsahamnida*bow*

Haha maaf juga karena saya bawa beberapa nama actor dan aktris favorite saya:D hehe…

Ayo ayo yang pada belum review, review dong~~~ kasih aku kritik dan saran karena itu sangat sangat penting bagi saya…. Yang belum review, review ya;) yang belum favorite sama follow juga ditunggu yaaaa.

Sampai jumpa di chapter berikutnya…;) dan di FF Daejae berikutnya…..ayo kita perbanyak FF Daejae!

Senang anda menikmatinya^^