TWINS?!

Summary :

Kembar tapi beda marga?! Itulah yang terjadi pada Jung Daehyun dan Byun Baekhyun.

YAOI! It's Daejae Fanfiction. Chanbaek, Banghim, Kaisoo, Jonglo and others. B.A.P and EXO.

Yang penasaran mending langsung baca ajja^^

Cast : Yoo Youngjae

Jung Daehyun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Others Cast : B.A.P member

EXO member

(DAEJAE,BAP, EXO, YAOI,BL,FANFICS)

-Jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah kebetulan semata(?)-

Typo mungkin bertebaran…..

Cerita ini keluar secara tiba-tiba dari otak kacau saya o_o(?). jadi jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah sebuah kebetulan saja.

Ini hanya sekedar FF yang aku buat sesuai dengan isi pikiran/khayalan saya^^, jadi jika ada kesamaan tolong di maklumi yahh :).

Karena saya anak kembar, jadilah kepikiran bikin nih FF gaje^^

Cerita ini hanya milik saya!

You Happy, I'm Happy too(?)

.

Daejae

.

Happy Reading….

CHAPTER 9

Dipagi hari yang cerah dan dingin ini terlihat seorang namja yang masih asyik bergelung dibawah selimutnya. Dan tissue pun berserakan dimana-mana, diatas kasurnya.

Drrrrt

Drrrrt

Sebuah handphone genggam bergetar diatas nakasnya, dan namja ini pun mengangkat panggilannya dengan malas."wae?"

'apakau tidak akan pergi kuliah?.' Tanya seseorang diseberang sana.

"aku tidak akan kuliah hari ini." Jawabnya sembari bersin.

'wae? Apakau sedang sakit?' Tanya orang disebrang sana dengan sangat khawatir.

"nde sepertinya aku demam hyung."

'jinjja? Aku akan menelfon eomma dan menyuruhnya untuk datang kerumahmu.'

"nde? Gwaenchana Baekhyun hyung, aku tidak ingin merepotkan eomma. Aku bisa mengurus diriku sendiri."

'jinjja? Baiklah kalau begitu, nanti sepulang kuliah aku akan langsung datang kerumahmu.'

"hmm." Namja ini pun langsung menutup panggilan telponnya.

.

Sementara itu Baekhyun terlihat sedang berbicara ditelpon dengan seseorang, saat Youngjae datang untuk menyapanya.

"eoh Youngjae-ya, sepertinya Daehyun sedang sakit." Kata Baekhyun saat melihat Youngjae datang bersama Himchan dan duduk disebelahnya.

"jinjja?" kaget Youngjae.'apakah karenaku?'

"aku akan pergi kerumahnya sepulang kuliah nanti. Tapi aku akan pergi kerumah eommaku juga." Kata Baekhyun terlihat sedih, berusaha untuk meyakinkan Youngjae. Ya Baekhyun sedang melancarkan aksinya agar membuat Youngjae mau pergi kerumah Daehyun.

'apakah harus aku? Akukan penyebab dia sakit?' batin Youngjae. Himchan tahu bahwa saat ini Baekhyun sedang berbohong dan melihat Youngjae yang sedang berpikir-pikir. Baekhyun dan Himchan pun saling mengedipkan matanya.

"oh iya aku kemarin meninggalkan kalian berdua, kemarin Daehyun terlihat baik-baik saja. Apakah terjadi sesuatu kemarin." Tanya Himchan kepada Youngjae. Himchan pun berusaha untuk membantu Baekhyun.

"eh?! A..ani…" jawab Youngjae gelagapan.

"kau pasti membuatnya kedinginan."

"jinjja? Daehyun ku tidak kuat berlama-lama diudara dingin." Ujar Baekhyun memasang wajah sedih andalannya.

"ehh a..ani bukan seperti itu hyung."

"kau harus bertanggung jawab Youngjae-ya." Ucap Himchan. Youngjae pun tidak bisa berkata-kata lagi.

Dan disinilah Youngjae. Didepan sebuah pintu berukuran besar dan ditangan kanan dan kirinya Youngjae membawa banyak belanjaan yang tadi dibelinya bersama Himchan dan juga Baekhyun disupermarket. Baekhyun mengantar Youngjae sampai pinggir jalan tempat tinggal Daehyun dan memberi tahu dinomor berapa Daehyun tinggal. Youngjae ragu-ragu untuk menekan bel pintu yang tepat berada dismping kanan pintu. Akhirnya Youngjae pun menekan belnya. Dan terdengarlah suara seseorang didalam sana.

"nugu? Baekhyun-hyung? Biasanya kau langsung masuk." Kata seseorang didalam sana.

"bu..bukan ini saya, Youngjae."

"nde?!" Daehyun pun langsung membuka pintunya dan betapa kaget dan bahagianya saat melihat Youngjae berada didepannya sembari tersenyum. Tersenyum canggung. Daehyun pun mempersilahkan Youngjae untuk masuk.

Daehyun terus memerhatikan Youngjae yang sedang memasak bubur didapur miliknya. Setelah beberapa saat Youngjae pun selesai dan menyimpan buburnya diatas meja makan tepat dihadapan Daehyun." Nah sudah selesai aku akan langsung pulang." Kata Youngjae.

"tunggu dulu." Seru Daehyun, Youngjae pun berhenti dari kegitannya yang akan mengambil blazer nya yang disimpan disalah satu kursi yang ada disana. Daehyun pun berpikir-pikir agar tidak membiarkan Youngjae untuk pergi, nah sudah dapat ide Daehyun pun memakan buburnya. Dan Youngjae menatapnya dengan tatapan aneh."ini tidak enak!"

"nde? Jinjja?"

"nde. Aku ingin kau membuatnya lagi."

"mwo?!" youngjae pun terpaksa untuk membuat kembali buburnya. Daehyun tersenyum penuh kemenangan, padahal bubur buatan Youngjae sangatlah enak, tapi Daehyun terpaksa untuk berbuat begitu agar ia bisa lebih lama menatap Youngjae.

Ini sudah yang keempat kalinya Daehyun menyuruhnya untuk mengulangi membuat buburnya, Youngjae sudah sangat sangat kesal. "yak! Apa menurutmu aku adalah robot?!" youngjae mengepalkan kedua tangannya dan menggeram."aku ingin pulang saja." Youngjae pun berusaha untuk mengambil kembali blazernya, tapi dicegah lagi oleh Daehyun.

"tu..tunggu. apa kau tidak kasihan padaku, aku bahkan belum meminum obatku."

"itu bukan urusanku!" Youngjae pun beranjak pergi meninggalkan Daehyun. Daehyun pun akhirnya hanya diam membiarkan Youngjae pergi. Setelah mendengar pintu ditutup Daehyun pun langsung menyantap semua bubur buatan Youngjae.

"wahh ini enak sekali~~~."

.

Youngjae keluar rumah Daehyun dengan sangat sangat kesal."aish dasar si Jung itu!"

"eh tapi bagaimana kalau dia tidak minum obat? Dan tambah sakit. Apakah aku harus kembali?" setelah cukup berpikir Youngjae pun kembali menuju rumah Daehyun.

Setelah sampai Youngjae hanya memerhatikan pintu didepannya. Youngjae ragu-ragu untuk menekan tombol yang berada tepat disebelah pintu. Pikiran Youngjae sedang berantem(?) sekarang, antara tidak peduli dan kasihan juga pada Daehyun.'bagaimana kalau Daehyun meninggal?'. Oke pikiran Youngjae mulai berlebihan sekarang. Ia pun menekan belnya. Lamaaa Youngjae menunggu.

.

Daehyun sudah hampir selesai menyantap buburnya sekarang. Dan ia pun mendengar suara seseorang menekan bel pintu rumahnya.

"cih mengganggu saja." Gerutunya lalu ia pun pergi kearah pintu, Daehyun juga membawa segelas air karena ia kehausan setelah banyak memakan bubur barusan dan melihat dilayar monitor yang tertemtel dengan sempurna ditembok dekat pintu, dan betapa kagetnya Daehyun saat melihat Youngjae berdiri didepan pintunya, dan Daehyun pun menyemburkan air yang ada dimulutnya dan tentu saja ia tersedak. Ia pun heboh sendiri."ba…bagaimana ini… masa aku harus memuntahkan kembali buburnya? Aish, dan lagi kenapa dia datang lagi kemari?!"

"Jung Daehyun-ssi aku tahu kau ada didalam." Suara Youngjae diluar sana. Daehyun pun semakin panic. Daehyun pun berlari kearah dapur dan membereskan semua mangkuk yang sudah kosong itu kedalam wasteful. Setelahnya ia keluar dan membuka pintu untuk Youngjae.

"ada apa kau kemari lagi?"

"aku hanya harus bertanggung jawab padamu, jadi aku akan memastikan kau memakan obatmu."

"kau perhatian sekali." Ucap Daehyun cuek.

"jangan salah paham." Youngjae pun melotot.

"minggir aku akan memasak sekali lagi untukmu." Youngjae mencoba mendorong Daehyun yang berada didepan pintu, tapi Daehyun menahannya.

"ti..tidak perlu, kita makan diluar saja."

"kita?"

"hm, katanya kau ingin bertanggung jawab. Jadi traktir aku." Ujar Daehyun sembari tersenyum dan menarik Youngjae menuju lift, untung saja Daehyun sudah memakai baju hangat."dasar aneh." Batin Youngjae.

Didalam lift Youngjae terus memerhatikan Daehyun yang sepertinya masih demam, ya terlihat dari hidungnya yang memerah terus dan juga tangannya yang sedari tadi memeluk dirinya sendiri."kalau kau tidak kuat untuk keluar, mending tidak usah dipaksakan. Aku akan memasak lagi untukmu."

"gwaenchana." Jawab Daehyun sembari tersenyum. Youngjae hanya bisa mendengus.

.

.

.

.

Akhir pecan pun tiba, dan Youngjae sedang bersiap-siap untuk membawa barang apa saja yang akan ia bawa untuk camping hari ini. Setelah selesai semua Youngjae langsung pergi menuju kampus tempat dimana mereka akan berkumpul.

.

Sementara dikediaman ibu Daehyun dan juga Baekhyun, Baekhyun masih sibuk mengatur barang-barang yang akan ia bawa.

"hyung barang bawaanmu banyak sekali." Kata Daehyun yang memang melihat banyak sekali barang yang dibawa oleh hyungnya Baekhyun.

"biar saja." Jawabnya cuek. Daehyun pun hanya bisa memutar kedua bola matanya.

"hyung ini aneh."

"apanya yang aneh?"

"masa kamping disungai dekat villa keluargamu, itu namanya bukan camping tapi liburan."

"hm!" Baekyun memoloti Daehyun yang sedang tiduran disofa, karena Daehyun sudah selesai menyiapkan barang bawaannya."sekarang sedang musim dingin, bagaimana kalau hujan yang turun nantinya? jadi kita langsung bisa mengungsi kevilla saja. Nah sudah selesai." Kata Baekhyun sembari tersenyum."aku kita pergi sekarang~~~~."

.

Sementara dirumah milik seorang Kim Himchan, Himchan disibukkan oleh rengekan sang adik yang memaksa ingin ikut camping bersama Himchan.

"hyung~~~ aku ingin ikut bersamamu~~~" rengek Junhong manja.

"tidak bisa, ini hanya boleh diikut oleh anak remaja saja. Dan kau! Kau masih anak-anak." Himchan pun mencubit gemas hidung mancung milik Junhong.

"ish Hyung aku bukan anak kecil lagi!." Katanya sembari menepis tangan Himchan yang masih setia berada dihidungnya dan mengerucutkan bibirnya. Aih itu sangat menggemaskan, hingga Himchan pun hanya bisa cekikkan.

"kau bermain saja dengan Jongup hyung, aku akan memanggilnya untuk datang kemari." Tiba-tiba saja mata Junhong jadi berbinar-binar.

"jinjja? Aku boleh bermain dengan Jongup hyung disini?"

"nde anak manja." Kata Himchan sembari mencubit pipi mulus milik Junhong."kan eomma dan appa sedang berada diluar kota, jadi akupun akan meminta Jongup untuk menemanimu disini." Lagi. Mata Junhong berbinar-binar lagi.

"jinjja hyung?! Yey~~ tapi apakah orangtua Jongup hyung mengijinkannya?" mata Junhongpun mengerjap lucu.

"molla. Sampai sekarang pun aku tidak pernah tahu asal usulnya, yang kutahu dia hanya bersekolah yang sama denganmu." Jelas Himchan dan Junhong pun hanya bisa mengangguk-ngaggukkan kepalanya.

"ohh aku harus pergi sekarang~~~." Kata Himchan sembari tersenyum bahagia.

"ohhh pasti Yongguk hyung sudah menjemputmu." Tebak Junhong tepat sasaran, yang membuat pipi Himchan jadi merona.

"kau ini. Bye bye, hyung pergi sekarang yah. Jaga dirimu."

"nde hyung. Sampai jumpa hari rabu." Himchan pun tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Junhong.

.

.

.

.

.

.

TBC

"eh Chanyeol hyung pun belum datang."

"apakah kita boleh menentukan dengan siapa kita akan setenda?"

"kalau tidak aku ingin bersama Daehyun oppa."

"sudah sudah selanjutnya Youngjae dengan…"

"aish dasar Yoo Youngjae!"

"nanti malam aku akan membawamu kesini lagi, dimalam hari tempat ini lebih indah."

"Aish jinjja. Jadi bagaimana nasibku sekarang?"

"Selamat datang kembali di Seoul."

Di Chap ini juga banyaknya Daejae momentnya kan? Bentar lagi mereka jadian lho~~(dikasih bocoran tuh dikit). Dan perlahan-lahan permasalahan dalam FF ini akan naik dari permukaan(?) sebentar lagi. Yah aku selalu berterimakasih sama yang Review nih FF abal-abal, gaje, absur, semua adamakasih banyak.*bow*. Dan makasih juga sama yang udan Read, Favorite dan Follow~~~, makin hari makin bertambah saja^^ bahagianya~~~,ayo dong yang belum Review, dipajang Reviewnya^^ walau pun hanya "ditunggu chapter selanjutnya…" gitu ajja aku udah seneng^^ oke deh oya kita bales Review~~ yang My Sweet juga ada disini balesan Reviewnya^^(dipaling bawah).

Kwonie18 :

Aaaaaa ko moment daejae nya sweet sih :3 ayo ayo authorn-nim up chapt selanjutnya hehe udah mulai ada benih benih nih kayanya daejae hehe

:

Jinjja?! Apakah sangat Sweet moment Daejaenya? Padahal itu ketik hapus ketik hapus :D. iyah ini udah di up^^. Iyah bentar lagi mereka juga jadian^^, tuh aku kasih bocoran^^ hehehe. Makasih udah Review^^:*

Guest : Jung rae gun :

duhh ilahh yjae kiyowo bgtbsiiiiiiii

:

Iyah sangat lucu kaya aku XD hahaha. Makasih udah Review^^:*.

My Sweet(sequel)

Miss Ngiweng :

suka momen mereka pas di pantai tu, sekalipun ada momen sedihnya tpi ngena banget cz disitu mereka bener2 ngelepas segala bebannya dan berasa dunia milik berdua. kirain mah Dae bakal ngejarnya ke Busan dan bakal ada jeda waktu untuk Dae nyusul Jae balik ke Seoul.

aaahhh kelar juga, tapi masih pengen lanjut dan baca kisah mereka. lanjut lagi lah, nyeritain gimana karir Daehyun

:

Iyah aku juga suka^^, benaer-bener ngena? Ih gak kepikiran buat Daehyun ngejarnya sampe Busan, Miss sih baru kasih tahu sekarang XD (abaikan_-) hehehe.

Iyah kelar juga^^, lanjut gak yah? Aku itu pusing, ini udah sangat buntu, mungkin nanti kalau aku udah dapet ilham aku lanjut deh^^ tapi entah kapan, doakan saja semoga otakku ini encer(?). makasih udah Review^^:*.

Kwonie18 :

Huweee kan baper masa baca chapter 5 hehe. Kalo minta dibikin sequel sechapter kira kira dikabulin ga? Mau ending yg lebih greget lagi wkwk bagaimana kah dengan karir daehyun setelahnya

:

Gak nyangka tulisan aku bisa bikin baperin kamu XD. Kabulin gak yah? Entah lah… Aku itu pusing, ini udah sangat buntu, mungkin nanti kalau aku udah dapet ilham aku lanjut deh^^ tapi entah kapan, doakan saja semoga otakku ini encer(?). makasih udah Review^^:*.

Senang Anda menikmatinya^^

© SAM or Daejae24 2018

See You Next Time^^ pai pai~~~