TWINS?!
Summary :
Kembar tapi beda marga?! Itulah yang terjadi pada Jung Daehyun dan Byun Baekhyun.
YAOI! It's Daejae Fanfiction. Chanbaek, Banghim, Kaisoo, Jonglo and others. B.A.P and EXO.
Yang penasaran mending langsung baca ajja^^
Cast : Yoo Youngjae
Jung Daehyun
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Others Cast : B.A.P member
EXO member
(DAEJAE,BAP, EXO, YAOI,BL,FANFICS)
Chaptered
T
/Romance/Drama/Mystery/Hurt-Comfort/
-Jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah kebetulan semata(?)-
Typo mungkin bertebaran…..
Cerita ini keluar secara tiba-tiba dari otak kacau saya o_o(?). jadi jika ada kesamaan jalannya cerita, mungkin itu hanyalah sebuah kebetulan saja.
Ini hanya sekedar FF yang aku buat sesuai dengan isi pikiran/khayalan saya^^, jadi jika ada kesamaan tolong di maklumi yahh :).
Karena saya anak kembar, jadilah kepikiran bikin nih FF gaje^^
Cerita ini hanya milik saya! Tapi B.A.P dan Daejae belum jadi milik saya(?) /Plakk/ XD wkwkwkkkk,.
You Happy, I'm Happy too(?)
.
Daejae
.
Happy Reading….
Chapter 16
"Berkunjunglah kerumahku." Daehyun menyeringai.
"Nde?!"
"Berkunjunglah kerumahku... Dan.. Aku akan menceritakan segala sesuatunya padamu..." ada nada sedih dalam ucapan Daehyun yang dapat didengar oleh Youngjae. Youngjae pun tersenyum, lalu kembali memeluk kekasihnya ini.
"Baiklah.." Youngjae mengangguk dalam pelukannya. Dan Daehyun semakin erat memeluk Youngjae.
Sepertinya Himchan dan Yongguk mendengarkan percakapan mereka. lalu Yongguk pun meminta pada Himchan untuk membiarkan Youngjae pulang lebih awal.
.
Hoseok masih setia berada diluar cafe milik Himchan, dan menunggu untuk melihat hyungnya keluar dari cafe tersebut.
Beberapa menit kemudian ia melihat hyungnya itu keluar dari cafe tersebut bersama seorang namja manis. Hyungnya terlihat sangat bahagia mengobrol dengan namja tersebut, bahkan hyungnya melingkarkan lengan kanannya disekeliling pinggang namja tersebut. Tak pernah Hoseok melinat Daehyun tersenyum seperti itu. Tanpa disadari ia pun ikut tersenyum.
Sepertinya sesi untuk memata-matai hyungnya cukup sampai disini saja. Ia pun melajukan mobilnya kembali meninggalkan cafe tersebut.
.
"Haha Daehyun-ah~"
"Wae~?"
"Jangan menggodaku terus!"
"Habisnya kau sangat menggoda," Daehyun melingkarkan tangan kanannya dipinggang Youngjae agar tidak ada jarak lagi diantara mereka. Mereka berdua pun tersenyum dengan bahagianya. Lalu memasuki mobil Daehyun. Mobil itu melaju menuju penthouse milik seorang Jung Daehyun.
"Wahhh, aku ingat saat pertama datang kerumahmu Dae," Youngjae berkeliling dipenthouse milik kekasihnya ini, karena sebelumnya ia hanya melihat dapurnya saja."kau tahu aku sangat gugup saat itu."
"Wae?" tanya Daehyun yang sudah duduk disofa dan memerhatikan namja manisnya itu. Dan menyuruh Youngjae untuk duduk disampingnya.
Youngjae pun duduk disamping Daehyun. Dan Daehyun langsung merangkul bahu kekasihnya itu. Begitu pun Youngjae, ia melingkarkan kedua tangannya diperut Daehyun."entahlah." sambil mendaratkan kepalanya didada bidang milik seorang Jung Daehyun.
"Kenapa kau tidak tahu~"
"Apakah harus ada alasan untuk segala sesuatu?" tanya Youngjae dan mendongakkan kepalanya untuk menatap Daehyun.
"Hmm tidak juga sihh..."
"Jadi... Kau ingin bercerita sekarang?"
Daehyun mengangguk."cerita ini sangat panjang, jadi dengarkan baik-baik," Youngjae mengangguk."jangan menyela atau bertanya sebelum ceritanya selesai. Mengerti?" Youngjae mengangguk lagi seperti anak kecil. "Kalau kau memotongnya. Satu ciuman panas akan datang padamu~" Daehyun menyeringai.
"Yak! Apa-apaan itu?!" Youngjae memukul pelan dada Daehyun."dasar byuntae." pipi berisinya jadi merona.
"Pokoknya itu syaratnya."
"Aish, arra arra. Tenang saja aku tidak akan memotongnya sama sekali." ujar Youngjae yakin dengan wajah sombongnya.
"Hah tidak mungkin. Aku yakin kau akan melakukannya."
"Lihat saja nanti!"
Youngjae siap mendengarkan dengan kaki yang disilangkan diatas sofa serta sebuah bantal yang sudah ada dipangkuannya dan menghadap Daehyun. Daehyun pun menghadap Youngae. Daehyun menarik napas dalam sebelum memulai ceritanya.
"Saat itu umurku 7 tahun saat aku dibawa ke kediaman keluarga Jung.
Aku tidak tahu kenapa aku dibawa ke rumah besar itu. Karena mungkin aku masih kecil dan tidak mengerti apa pun jadi aku menurut saja saat seorang pria baruh baya mengatakan bahwa itu adalah rumah ku sekarang.
Eommaku tentu saja tidak ikut, karena eomma bilang dia tidak bisa." Daehyun menjeda sebentar ceritanya dan memulainya lagi."tentu saja aku tahu alasannya sekarang."
"Yah tentu saja karena kau sudah besar sekarang huahaha ha ha ha..." tawa Youngjae jadi makin kecil saat ia menyadari sesuatu dan menatap kekasihnya, dan...
"Emphhh Daemmpphhh~" Deahyun langsung memegang belakang kepala Youngjae dengan satu tangannya agar kekasihnya itu tidak terdorong kebelakang oleh ciuman dadakannya, sedangkan satu tangannya memegang sandaran sofa disisi kepala Youngjae.
"Daeemmppphhhh~" Daehyun tidak berhenti dan terus melumat bibir kecil Youngjae dengan sangat ganas. Dan terakhir Daehyun menghisap bibir Youngjae dengan keras.
"Hah hah kau gila! Kau ingin membunuhku?!" Youngjae terengah-engah saat ciuman panas tadi telah selesai.
Dan Daehyun, tentu saja dia tersenyum penuh kemenangan."kau lihat baru saja dimulai kau sudah menyelanya. Aku menantikan ciuman berikutnya~. Dan itu akan lebih ganas! Dari sebelumnya~"
Youngjae jadi bergidik ngeri dan menatap kekasihnya itu dengan horor.'ya tuhan! Kenapa kekasih ku seperti ini!' batin Youngjae frustasi.
"Hahaha aku sangat menantikannya. Ayo kita mulai lagi.
Hahh.. Hari berikutnya aku mendengar percakapan antara kakek dan ayahku.
"Aku akan memberikan seluruh hartaku pada Daehyun."
"Hah setelah semua yang kau lakukan pada Somin?"
"Maafkan appa soal itu.."
"Bagaimana dengan Hoseok?"
"Kau tahu sendirikan, dia bukan anak kandungmu."
Yah.."
Youngjae ingin sekali membuka mulut. Tapi ia urungkan. Ya ia melihat Daehyun seperti sedang terpuruk.
"Saat itulah semuanya dimulai.
Aku melihat bahwa eomma tiriku juga mendengarkan mereka dibalik pintu. Lalu kami saling bertatapan. Aku hanya seorang anak kecil jadi aku hanya tersenyum tidak jelas saat itu, sedang dia menatap ku...
Aku tahu tatapan itu sekarang.
Tatapan penuh kebencian."
Daehyun mengepalkan kedua tangannya yang bergetar dengan erat. Lalu Youngjae menggenggam tangan Daehyun terkepal itu dan tersenyum lembut kearah Daehyun.
Saat itu juga entah kenapa hati Daehyun terasa damai dan tenang. Seperti sedang berada disurga. Dan Daehyun balas menggenggam tangan Youngjae dan tersenyum."gomawo, Youngjae-ya." senyum tak pernah lepas dari wajah manis Youngjae. Youngjae mencium pipi Daehyun. Daehyun jadi... Teringat sesuatu.
"Eommaku bilang... Jika kau merasa berterima kasih, kau harus mencium orang tersebut." tiba-tiba kata-kata itu terlintas dibenaknya.
"Daehyun-ah?" Youngjae melambaikan-lambaikan tangannya didepan wajah tampan Daehyun.
"Eo eoh nde?"
"Kau kenapa?"
"Gwaenchanha." Daehyun tersenyum."mari kita lanjutkan.." Youngjae menggeleng.
"Tidak perlu... Kau tahu?, sepertinya kau tidak ingin melanjutkannya.."
"Tentu saja tidak Youngjae-ya.."
"Gwaenchanha, kau bisa menceritakannya lain kali, atau aku akan bertanya pada Baekhyun hyung, dia pasti tahu segalanya." saat itu juga Daehyun memeluk Youngjae dengan erat. Dan tentu saja Youngjae membalasnya dan menepuk-nepuk punggung kekasihnya itu."sudah larut, sebaiknya kau tidur." lalu Daehyun menatap Youngjae.
"Ingin menemaniku?" Youngjae terkejut awalnya. Tapi setelah menatap wajah Daehyun dengan insten akhirnya ia mengangguk setuju. Daehyun seperti... Ketakutan.
Daehyun terus memeluk Youngjae dengan erat diatas ranjang miliknya. Ia menyimpan kepalanya diceruk leher Youngjae dan menutup kedua matanya. Dan Youngjae pun memeluk Daehyun sembari menepuk-nepuk punggung Daehyun. Posisi ini sangat nyaman menurut Daehyun. Sangat nyaman dari segalanya.
"Dae?"
"Hm." Daehyun bergumam.
"Emm.. Aku selalu ingin tahu... Himchan hyung bilang kau tidak mudah mengatakan kata 'maaf' dan 'terima kasih'. Wae?"
"Tidak. Tadi aku bilang 'gomawo' padamu, kau lupa?"
"Iya sihh, tapi mungkin sebelumnya kau jarang menggunakan dua kata itu. Ingat saat pertemuan pertama kita, kau tidak mau bilang maaf padaku?" tiba-tiba Youngjae merasa kesal.
Daehyun terkekeh, lalu menatap kekasihnya itu yang juga menatapnya."kau menggemaskam sekali~" Daehyun menarik-narik gemas hidung mancung Youngjae. Youngjae mencoba menjauhkan wajahnya." 'maaf', kau tahu arti kata 'maaf'?" Daehyun bertanya.
Youngjae mengangguk." tentu saja. Saat kau merasa bersalah atau kau memang bersalah kau harus meminta maafkan?"
Daehyun menggeleng." tapi aku tidak."
"Wae?"
"Karena aku tidak merasa bersalah dan tidak bersalah. Jadi untuk apa mengatakan maaf?"
"Aish kau ini," Daehyun mangangkat bahu tidak peduli."mungkin kau ini tidak ingin disalahkan."
"Siapa bilang. Aku memang tidak pernah bersalah."
"Terserahmu." Youngjae mem-pout-kan bibirnya. Yang tentu saja itu menggoda menurut Daehyun, dan menarik tengkuk Youngjae agar ia dapat meraih bibir plumnya itu.
"Aish Dae!" Daehyun hanya terkekeh.
"Gomawo." Daehyun mencium pipi Youngjae."kau tahu. Dulu saat-setelah kejadian itu, ada seorang anak kecil yang bilang padaku, bahwa kita harus mencium orang itu saat kita merasa berterima kasih."
"Jadi itu sebabnya kau tidak mudah mengucapkan kata terima kasih juga?"
Daehyun mengangguk."BINGO."
"Ck kau ini ada-ada saja." Daehyun hanya terkikik."sebaiknya kita tidur sudah larut." Youngjae mematikan lampu yang ada dimeja nakas sebelahnya.
"Jalja~" Daehyun mencari posisi yang nyaman dengan dagunya berada dipuncak kepala Youngjae dan menciumnya secara bertubi-tubi.
Begitu pula Youngjae, ia sudah nyaman dengan sebelah pipi chubbynya menempel didada bidang kekasihnya itu dan memeluk pinggangnya dengan sebelah tangannya."jalja~"
Dunia serasa milik mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
TBC✌🐰😘😆
SAM gak bisa berkata apa-apa :X, pasti kurang memuaskan yah nih chapter? Udah mah pendekkk gaje lagiii, maaf kan SAM huweeee, SAM selalu usahain kok untuk bikin wordnya panjang tapi tetep gak bisaaa huweee hiks! Jadi Mianhae~ mianhae~ (ala ala Yongguk saat ngambil telur ayam di B.A.P Untact Life hahahahaa :D XD)
Terima kasih sama yang selalu berkunjung ke nihh FF^^*BOW*, semoga selalu memuaskan!
Makasih juga yang udah berkunjung ke FF SAM yang 'Recurring Dreams', terima kasih atas Review, Favorite sama Follownya yah~, tuh FF minggu depan SAM UPnya :D(adegan NC nya sedang dalam proses XD) hehehehe
Ake deh A-yo! Kta belas Review~
daejaeeeeee :
adduuuhhh youngjaeee kalo sebuah ciuman mah udah bukan hadiah lagi buat daehyunn wkwkwkwkkw *plak*/gaje/
SAM usahain next chapter lebih panjang yaaa... kurang puas bacanyaaaaa..
:
Hahaha iyah ihh Yjae, kalau bagi SAM mah itu mah hadiah paling memuaskan bisa dapet ciuman dari mu /plak/ wkwkwkwkkk hehehehee
Huhuweeee udah diusahain tapi tetap ajja pendek yahh huweee… iyah emang kurang memuaskan kan ini juga? Maafkan SAM T-T. Makasih udah Review^^;).
Kwonie18 :
Iya SAM dimaafin ko karena ku paham menulis itu memang tidak mudah hehe semoga next chapt bisa lebih banyak ya SAM
Iya pokoknya hoseok harus baik disini ya hehehe maksa
Iya didrama sih biasanya gitu ternyata mereka pernah ketemu waktu kecil gitu tapi tak apa ceritanya beda koBtw itu youngjae disuruh kerumah daehyun mau dikenalin ke papa ilwoo aka camer wkwk
:
Makasih udah di maafin T-T, iyah emang gak mudah TT,, huweee maaf ini sedikit lagi kan chapternya? Maaf lagi…
Inginnya juga Hoseok jadi anak baik disini, liat ajja nanti :D
Iyah iyah emang begitu yah kebanyakan drama Korea pasti udah saling ketemu sejak dulu, apanan sudah jodoh dari sananya wkwkwkwkkkk, hehehe belum waktunya pergi kerumah besar keluarga Jung Cuma ke penthousenya Daehyun doang hehehe. Makasih udah Review^^;*.
jungyoungjae :
apa alasan ibu tiri daehyun nyulik si daehyun?
lanjutt SAM
:
Ya pasti kamu bisa nebaklah(angkat-angkat alis XD), karna harta mungkin yah?
Ini udah dilanjut~. Makasih udah Review^^;*.
Guest : Sooya :
kurang panjang ,,,di tunggu chap selanjutnya yaa sam
:
Huhu iyah ini juga kurang panjang maaf kan SAM*bow*, makasih udah mau nunggu~ ini udah dilanjut. Makasih udah Review^^;*.
moonblossom616 :
hoseok gak boleh jahat kayak eommanya,dia harus baik baikan ma hyungnya!iyakan?harus dong?T-T
daejae momentsnya:D bikin ngiri aja:v
oh ya aku shipper banghim(sayang bgt ma mereka)tapi semua shipper di bap aku suka kok(semua biasku hehehe:v)aku juga gak tau tentang usernamekuT-T
semangat terus buat nerusin ff ini!:)slalu ditunggu
:
Iyah Hoseok gak boleh jahaddd TT, iyah harus banget! Tapi entah lah dia bimbang huweee
Iyahhh, pengen yah :D, aku juga XD
Iyah aku juga, tapi aku sangat nge-shipper-in Daejae^^, makannya FF aku Daejae semuakan? Ada kok 1 Banghimnya, nanti aku usahain deh bikin FF Banghim lagi sama Jonglo, di tunggu ajja n_ titiknya harus diilangin XD hehehe
Iyah semangat mah selalu~ makasih udah nyemangatin^^, makasih udah mau selalu nunggu juga. Makasih udah Review^^;*.
Jung Rae Gun :
yaampun ternyata peran jongup udh ada wkwk duhh keliru nih bacanyaa
berarti pengawalnya yg meninggal bukan jongup wkwwk salah prediksi nih *mian*
jadi guest yaa? hmmm gitu deh pokonya aku juga gak bisa jelasin sam wkwk intinya bisa revirw ff mu dah
:
Iyah ihh masa lupa sih Jung Rae Gun-ssi kan dari awal juga Jongup mah udah ada, jadi pembuat coffe di café nya Himchan itu lho :D
Gak papa salah prediksi juga XD
Ohh terus cara cari ceritanya gimama? :D hehehe. Makasih udah Review^^;).
Makasih sama yang udah berkunjung ke nih FF^^
RnR again Juseyoooo~~
Senang Anda menikmatinya^^
© SAM or Daejae24 2018
See You Next Time^^ pai pai~~~
