Chapter 5
"Aku Menemukanmu"
Ditengah perjalanan tetsuya terus menerus memikirkan kehidupannya. Dia memutuskan pergi jauh dari negeri Seirin. Kemana saja, tidak masalah.
Dia harus berpindah-pindah tempat setiap beberapa tahun.
Tahun demi tahun dilewati, zaman demi zaman tetsuya lewati. Tanpa sadar takdir membawanya untuk kembali bertemu sang kekasih tercinta.
.
.
.
.
Unmei
Kuroko no Basuke
Disclaimer to Fujimaki Tadatoshi
Pairing : Akakuro
Warning: Shounen-ai (boyxboy)
Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari cerita ini. Cerita ini dibuat hanya untuk kesenangan saja, jika ada kesamaan atau kemiripan cerita, itu murni ketidaksengajaan.
Storyline by : JT_Chan
.
.
.
~Selamat Membaca~
.
100 tahun kemudian
Tetsuya melangkahkan kakinya melewati jalan pinggiran kota tokyo yang sudah sangat berubah. dia menjadi saksi semua perubahan yang terjadi di negara ini.
Rasanya sudah lama sekali dia hidup. Memanipulasi ingatan seseorang tentang dirinya dengan kekuatannya. Dengan begitu tidak akan ada yang sadar dengan kehidupan tetsuya yang sudah lebih dari satu abad.
Dia memutuskan untuk bergabung di tengah masyarakat. Berkeliling mencari tempat baru yang nyaman. Dan berakhirlah dia di ibukota. Dia hanya mengunjunginya beberapa kali. Karena tetsuya tidak suka tempat yang ramai. Maka dari itu dia selalu mencari kota yang tak begitu ramai dan asri.
Dia memutuskan memasuki sebuah restoran barat. Dia sangat suka tempat ini. Dia selalu berkunjung ke tempat ini karena disini dia bisa menemukan minuman favoritnya, vanila milkshake. Susu kocok. Tapi menurut dia rasanya lebih enak. Sangat enak.
"saya pesan burger ukuran sedang, sama vanila milkshake jumbonya ya" ucap tetsuya pada salah satu pelayan disana.
"Baik" ucap si pelayan restoran.
Tetsuya menunggu pesannya. Tak lama kemudian pesanannya siap. Dia melangkahkan kakinya mencari tempat duduk. Dan pilihannya jatuh pada kursi pojok dekat jendela.
Tetsuya mulai mamakan makanannya. "oishii" ucap tetsuya. Manik birunya berbinar senang. Namun ekspresinya masih datar. Saking enaknya minum minuman favoritnya, tetsuya tidak menyadari ada sepasang mata belang yang memandanginya.
"Kawaii" ucap pemuda dengan manik belang tersebut.
"Huh?" tetsuya yang mendengar suara, mengalihkan pandangannya pada pemuda tersebut. Sedetik kemudian maniknya membulat kaget.
DEG .. mereka berdua terkejut saat tatapan mata mereka bertemu.
"Sei..kun?" ucap tetsuya. Dia tak percaya. Seikunnya ada di depan matanya.
"Kau mengenalku?" tanyanya bingung. Setaunya dia tak pernah bertemu dengan pemuda biru mungil ini.
"Sei-kun.. Sei-kun.. tetsuya langsung memeluk pemuda merah tersebut. "akhirnya a..aku menemukanmu sei-kun.. hiks". Tetsuya menangis bahagia. Dia senang akhirnya bisa bertemu dengan kekasihnya kembali.
Pemuda merah tersebut bingung. Dia hanya diam seperti patung. Namun anehnya jantungnya berdebar lebih cepat. Dia merasa rindu pada pelukan ini.
"heii jangan menangis.." si pemuda merah mengusap lembut rambut biru tetsuya. Dia merasa aneh. Hatinya sakit mendengar pemuda di pelukannya ini menangis. Dia menangkup kedua pipi gembul tetsuya dengan tangannya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya si pemuda merah.
Tetsuya yang mendengar ucapan si pemuda merah sedih. Ternyata akashi tidak mengingat dirinya. Namun tak bisa di pungkiri dia sangat senang bisa bertemu kembali dengan akashi.
"Ah.. maaf, kau mirip dengan kekasihku. aku kira tadi kau itu dia.." ucap tetsuya. Dia menundukkan wajahnya. Hati tetsuya berdenyut sakit. Dia ingin mengatakan yang sesungguhnya kalau dia kekasihnya di masa lalu, namun akashi tidak mungkin akan percaya.
"lantas kekasihmu sekarang dimana hmm?" tanya akashi penasaran.
"Dia sudah pergi jauh ke alam yang tak bisa aku datangi sekarang". Ucap tetsuya. 'dia ada di hadapanku sekarang' ucap tetsuya lagi dalam hati. Manik birunya sudah berkaca-kaca.
Akashi sedikit kaget. "maaf, aku tak bermaksud membuatmu sedih". Akashi mengusap air mata tetsuya. tetsuya menatap akashi. Begitupun dengan akashi yang menatap tetsuya.
Akashi merasa rindu. Rindu dengan manik biru muda cerah itu. Rindu yang sangat dalam.
"boleh aku memelukmu" tanya akashi tiba-tiba.
Tetsuya yang mendengar permintaan akashi tersentak kaget , namun dia menganggukan kepalanya dan tersenyum. Akashipun memeluk tetsuya erat. Tetsuya membalas pelukan akashi tak kalah erat. Tidak peduli seluruh pengunjung restoran itu memandangi mereka. Dunia terasa milik mereka berdua.
Mereka terus berada di posisi itu. 'nyaman.. dan aroma vanila pemuda ini.. benar-benar sangat menenangkan' fikir akashi. Akashi yang sadar dengan tingkah lakunya yang aneh, perlahan melepas pelukannya.
"maaf.. aku.. tidak tau mengapa aku seperti ini.. sekali lagi aku minta maaf" ucap akashi, dia merasa bersalah karena memeluk orang yang baru di kenalnya ini.
"tak masalah" ucap tetsuya. dia sebenarnya masih ingin memeluk akashi. Namun dia tak bisa.
"Akashi Seijuuro, kau?" ucap akashi. Dia mengulurkan tangannya.
"Kuroko Tetsuya" tetsuya menjabat tangan akashi.
"Salam kenal Tetsuya"
"Salam kenal juga akashi-kun" tetsuya tersenyum manis pada akashi. Dan tak di pungkiri senyuman kuroko membuat akashi ikut tersenyum juga. Melihat senyum itu, akashi merasa ikut senang.
Drrtt Drrtt (handphone akashi bunyi)
"ya ada apa sayang?" akashi menerima panggilan dari seseorang.
Tetsuya tersentak kaget saat akashi menyebutkan kata tersebut. 'sayang? Apa sei-kun sudah punya kekasih?' fikir kuroko sedih.
"iya aku kesana sekarang" akashi mengakhiri pembicaraannya di telepon.
"kuroko maaf, aku harus pergi. Seseorang menungguku" ucap akashi.
"ya tak apa akashi-kun. Pergilah" ucap kuroko datar.
"Baiklah. Sampai jumpa lagi kuroko"
Akashipun pergi keluar dari restoran tersebut. Tetsuya ingin mencegah hal tersebut. Dia masih rindu, namun dia sadar. Akashi yang di temui tadi berbeda dengan Sei-kunnya. Akashi yang itu sama sekali tidak mengingatnya.
Selera makan kuroko tiba-tiba hilang. Dia memutuskan untuk kembali ke rumah.
"Tadaima nii-chan" ucap tetsuya.
"Ahh okaeri tetsuya" ucap Mayuzumi Shintarou. Dia adalah kakak angkat tetsuya. dia memiliki dua kakak angkat. Shintarou adalah kakak ke dua tetsuya.
Tetsuya memanipulasi ingatan keluarga ini. Dia membuat seolah-olah dia adalah anak angkat di keluarga ini yang di adopsi sedari kecil. Dia membuat ingatan-ingatan palsu tentang masa kecilnya bersama keluarga ini. Namun dia memutuskan untuk tetap memakai nama belakangnnya sendiri yaitu kuroko.
Tetsuya tidak bermaksud jahat. Dia hanya ingin punya keluarga. Sudah banyak keluarga lain yang tetsuya manipulasi ingatanya. Dan kali adalah keluarga mayuzumi.
"chihiro-nichan belum pulang?"
"belum, dia bilang ada meeting dadakan. Dia akan pulang sedikit larut". Ucap
"oh.. ya sudah aku ke atas dulu nii-chan, kepalaku sedikit pusing"
Tetsuya memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Kepalanya sedikit pusing. Pertemuannya tadi dengan sei-kunnya membuatnya sedikit drop.
"kau tidak apa tetsuya? tapi bukannya aku peduli atau apa nanodayo.. Tapi kau sedikit pucat" shintarou menaikkan kacamatanya yang menurut tetsuya sama sekali tidak melorot. Tetsuya juga heran dengan kebiasaan kakaknya itu.
Tetsuya tersenyum, kakaknya ini memang tsundere akut. Tapi dia tau kalau shintarou benar- benar mengkhawatirkannya.
"aku baik-baik saja nii-chan, kau tak perlu khawatir"
"aku tidak khawatir nanodayo" shintarou membantah perkataan tetsuya.
"iya iya.. aku mau mandi dulu"
"baiklah nanodayo, habis itu turunlah untuk makan malam".
"ya nii-chan"
Tetsuya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi di atas. Shintarou melanjutkan kegiatannya membuat makan malam.
Setelah tetsuya selesai mandi dia berbaring sebentar di kasurnya. Di berfikir keras.
"apa yang tadi benar sei-kun? Tapi kenapa dia tak ingat padaku?" tetsuya bingung memikirnya. Orang bernama akashi tadi jelas jelas mirip sekali dengan sei-kunnya. Suaranya, wajahnya, tubuhnya bahkan namanya. Semuanya benar benar sama.
"Tetsuya makan malam siap. Turunlah" teriak shintarou dari bawah tangga.
"ya nii-chan aku akan turun sebentar lagi" teriak tetsuya dari kamarnya.
Shintarou menunggu duduk di meja makan. Tak lama tetsuya turun dari kamarnya dan menghampirinya ke meja makan.
Tetsuya medudukan tubuhnya di kursi. "chihiro-niichan belum pulang?" tanya tetsuya.
Samar-samar terdengar suara mobil di halaman depan rumah. "aaa sepertinya dia sudah pulang" ucap shintarou.
"biar aku yang buka pintunya". Tetsuya beranjak dari duduknya. Dia berjalan ke pintu depan.
"Okaeri Chi-nichan" ucap tetsuya. dia menyambut kepulangan kakaknya.
"Tadaima tetsuya.." ucap chihiro. Dia mencium kening tetsuya.
Jika shintarou akan malu menunjukkan kasih sayangnya pada tetsuya. maka kakak angkat pertamanya ini tak segan menunjukkan kasih sayangnya secara terang terangan. Dan membuat shintarou kadang kesal bahkan cemburu.
Chihiro memang sangat menyayangi adiknya yang satu ini. Mungkin lebih. Dan dia berjanji akan membuat adiknya yang manis ini bahagia. Tetsuya sangat rapuh dan polos, maka dari itu tetsuya harus selalu dia lindungi.
"nii-chan mau makan atau mandi dulu?" tanya tetsuya.
"Aku ingin makan saja dulu, perutku sudah lapar sekali.."
Chihiro pun langsung duduk di kursi meja makan, diikuti oleh tetsuya. dia membuka sebuah light novel untuk di baca.
"Nii-chan, sebenarnya kau mau makan atau baca buku?" ucap tetsuya.
Kakaknya ini memang tidak pernah lepas dari light novelnya.
"benar nodayo, dan cover light novelmu itu buat aku sakit mata" shintaro menambahi. Di sebenarnya aneh dengan hobi kakaknya yang suka baca light novel dengan gambar cover cewe-cewe loli.
"kalau kau mau pinjam.. bilang saja. Tak usah malu-malu" ucap chihiro santai.
"siapa yang mau pinjam nodayo!" ucap shintaro kesal.
"sudah-sudah kenapa malah ribut. Kepalaku jadi sakit" tetsuya pusing. Kakaknya memang sering bertengkar kecil seperti ini. Dia sudah biasa. Namun kepalanya memang sedikit pusing sejak bertemu dengan akashi tadi.
"kau tidak apa tetsuya? kau sakit.. kita ke rumah sakit sekarang" chihiro langsung menghampiri tetsuya.
"biarkan aku memeriksamu" shintaro pun berdiri menghampiri tetsuya.
"aku tak apa nii-chan, aku hanya sedikit pusing. Aku rasa aku hanya butuh istirahat"
"benar tidak apa? Lebih baik ke rumah sakit saja?" ucap chihiro. Terlihat jelas dia sangar khawatir pada adik bungsunya.
"kita ke kamar saja nanodayo, aku akan memeriksamu" ucap midorima.
"bailklah nii-chan"
Chihiro dan shintaro membawa tetsuya ke kamarnya. Mereka membaringkan tetsuya di kasurnya. Shintaro pun segera memeriksa keadaan tetsuya.
"kita perlu dokter yang lebih ahli" ucap chihiro.
"kau fikir aku tak ahli!?" shintarou kesal. Dia memang masih magang di rumah sakit, karena dia memang masih kuliah kedokteran. Namun dia ini ahli, dan sudah di akui kehebatannya oleh dokter-dokter senior.
"kau kan masih magang shintarou. Jadi aku kurang bisa mempercayakan keselamatan adik kesayanganku padamu"
"chi-niichan.. shin-nichan juga adikmu loh. Aku percaya pada shin-nichan. Dia dokter yang hebat" ucap tetsuya.
Wajah shintarou pun memerah. Dia menaikkan kacamatanya seperti biasa.
"kau lihat sendiri nanodayo. Tetsuya percaya padaku."
Chihiro hanya diam. Dia tak suka tetsuya memuji orang lain selain dirinya.
"aku akan mengambilkan obat untukmu tetsuya" chihiro pun keluar kamar untuk mengambil obat.
"aku rasa kau benar tidak apa. Mungkin hanya kelelahan. Atau ada sesuatu yang kau fikirkan tetsuya?" shintarou bertanya.
"mmm.. aku hanya lelah saja nii-chan" bohong tetsuya. dia memang sedang memikirkan sesuatu sampai kepalanya sakit.
"ya sudah. Kalau begitu istirahatlah nodayo.." ucap shintarou. Dia mengusap lembut rambut tetsuya.
Shintarou pun meninggalkan kamar tetsuya. dia membiarkan adiknya untuk istirahat. Tak lama setelah shintarou pergi, chihiro masuk ke kamar tetsuya membawa obat sakit kepala.
"tetsuya.. nii-chan bawakan obat untukmu" chihiro mengahampiri tetsuya, dia perlahan duduk di pinggir tempat tidur tetsuya.
"Tapi aku ngantuk nii-chan.." ucap tetsuya. dia memang sudah sangat mengantuk. Terlihat metanya yang sudah setengang menutup.
"kau harus minum obat dulu tetsuya.. ayo duduk" chihiro perlahan mendudukan tubuh adik kesayangannya.
"mmm" tetsuya hanya bergumam tak jelas. Namun akhirnya dia duduk di bersandar pada bantal di bantu oleh chihiro.
Tetsuya mulai meminum obatnya. Chihiro menatap tetsuya penuh arti.
"apa kau ada masalah hari ini tetsuya? atau kau sedang memikirkan sesuatu? Kau terlihat seperti banyak masalah.." ucap chihiro.
Namun tak ada jawaban dari sang adik. Hanya suara dengkuran halus yang merdu. Kelopak mata biru cerah itu sepenuhnya telah tertutup oleh kelopak mata dengan bulu mata lentik nan anggun.
Chihiro selalu mengagumi tetsuya. menurutnya tetsuya itu cantik dan indah. Walau wajahnya yang selalu datar. Namun tidak mengurangi kecantikannya. Dan chihiro merasa tergoda. Sangat tergoda. Adiknya adalah cobaan duniawi yang sangat berat untuknya.
Dia mengusap lembut wajah tidur tetsuya. 'benar-benar seperti malaikat yang polos' fikirnya.
"jika seperti ini terus, mungkin aku bisa kehilangan kendali". Chihiro mendekatkan wajahnya pada tetsuya. manik abunya menatap bibir merah muda mungil di depannya. Dia mengecupnya perlahan. Lalu mengecup lagi untuk kedua kalinya namun lebih lama.
"mungkin aku sudah gila"
Setelah mengucapkan hal tersebut, chihiro pergi meninggalkan kamar tetsuya. dia menutup pintu secara perlahan, agar adiknya tidak terbangun dari mimpi indahnya.
Di lain tempat, di sebuah cafe dan bar Kiseki
Seorang bersurai scarlet telah menikmati makan malamnya dengan kekasihnya yang entah ke berapa. Perempuan itu memandang akashi dengan pandangan memuji. Dia senang akhirnya bisa menjadi kekasih si surai scarlet.
Semua orang tau siapa akashi seijuuro, dia adalah seorang CEO muda. Siapa yang tak kenal dengan akashi corp? Perusahaan terbesar di jepang. Bisa menjadi kekasih dari akashi adalah harapan semua orang. Apalagi bisa menjadi menantu di keluarga itu, di jamin hidupmu akan bergelimangan harta selama sepuluh keturunan.
Namun sifatnya yang suka ganti-ganti pasangan alias playboy sudah tersebar seantero kota ini. Tapi tetap saja banyak perempuan dan laki-laki yang antri untuk menjadi kekasihnya, walaupun mereka tau pada akhirnya mereka Cuma akan di jadikan mainan oleh si mata belang itu.
"sayang.. mari kita bersulang" ucap si wanita mengangkat gelas winenya.
Seijuuro mengangkat gelasnya juga. Mereka bersulang untuk hari jadi mereka. Si wanita terlihat sangat senang.
"Akashi-kun!" tiba-tiba seseorang berteriak memanggil nama akashi dan menghampirinya. Sontak pemandangan tersebut menarik perhatian pengunjung cafe lainnya.
"kau dasar wanita j****g! Akashi-kun itu pacarku! Kau kenapa bisa bersama dengannya hah!" si wanita yang baru datang tadi marah-marah dengan wanita lainnya.
"pacar?! Heh.. aku ini pacarnya! Kau jangan ngaku-ngaku!"
"aku yang pacarnya bukan kau! Dasar tak tau diri"
Dua wanita itu mulai saling menjabak satu sama lain. Akashi mulai berang. Dia mengeluarkan gunting kesayangannya.
"berhenti atau ku gunting semua rambut yang ada di kepala kalian!" ucap akashi dingin. Suasana mulai mencekam. Semua yang menonton pertengkaran dua wanita tadi merinding dan buru-buru pergi meninggalkan cafe tersebut.
"kalian yang berperilaku seperti tak berpendidikan tak pantas menjadi kekasih apalagi istri dari keluarga akashi. Camkan itu!"
Setelah berkata seperti itu. Akashi pun pergi meninggalkan cafe tersebut dengan kesal. J****g j****g itu hanya membuatnya sakit kepala. Dia memasuki mobil merah metaliknya.
"maka dari itu aku lebih suka dengan laki-laki".
Akashi pun melajukan kendaraannya menuju apartemennya. Semenjak lulus SMA memang dia memilih untuk tinggal di apartemen sambil kuliah dan mengurus pekerjaannya. Jangan salah bahkan dia mulai terjun ke dunia bisnis semenjak duduk di bangku kelas satu SMA. dan saat kuliah dia sudah menjabat sebagai CEO di Akashi Corp cabang Jepang. Ayahnya mengurus bisnisnya di luar negeri. Mereka lama tak bertemu. Tapi akashi tak peduli. Hubungannya dengan ayahnya memang tak pernah baik sejak dulu.
Setelah memakirkan mobilnya, dia menuju ke kamar apartemennya di lantai paling atas. Tempat paling elit yang hanya bisa di tempati orang-orang yang berkantung tebal.
Dia memasuki kamar apartemennya yang megah bergaya eropa. Dia memutuskan untuk membersihkan dirinya dari bau parfum menyengat wanita wanita tak perpendidikan tadi. Baunya sangat menyengat dan membuat akashi ingin muntah.
Setelah membersihkan dirinya. Dia memutuskan berbaring di ranjang king sizenya. Manik merah gold nya mulai menutup perlahan. Bayangan seorang pemuda manis bermata biru cerah yang bulat dan menggemaskan menghantuinya. Akashi tersentak kaget. 'siapa sebenarnya kuroko itu? Wajahnya benar benar tak asing dan mengapa merasa sangat rindu padanya' fikir akashi.
"tapi dia benar-benar sangat manis dan aroma vanilla yang keluar dari tubuhnya itu membuatku candu. Sungguh. Aku ingin memilikinya. Dia harus jadi milikku. secepatnya" ucap akashi, tak lupa dengan seringai andalannya.
Dengan pernyataan tersebut, akashi memutuskan untuk menemukan si biru muda manis itu. Dia akan menjadikan tetsuya miliknya. Tak peduli dia sekarang berstastus kekasih orang. Dia tetap akan mencari si biru muda manis itu.
TBC
Hallo..
Ketemu lagi sama saya di cerita aneh ini.. haduhh saya merasa cerita ini makin aneh (?) tapi pada akhirnya setelah sekian lama dari chapter awal saya memisahkan mereka dengan tragis dan pada chapter ini saya senang bisa mempertemukan kembali pasangan favorit saya ini hiks..
Selamat untuk tet-chanku yang manis yang akhirnya bisa ketemu dengan bebebnya hahaha..
Terimakasih buat semuanya yang udah mampir di cerita saya ini..
Terimakasih juga buat yang udah memberi suara dan coment juga..
Yang punya kritik, saran atau uneg-uneg dengan cerita saya ini, silahkan di coment aja hehe.. saya akan sangaaaat senang...
Akhir kata..
.
.
.
Salam "AkaKuro Forever Yeaahhhhh"
.
.
Sampai jumpa di Chapter 6 "Kau Milikku"
