Pengintaian asahina bersaudara oleh tania A.K.A Author

.

.

.

.

.

Chapter 3 : mengintai masaomi

.

Di hari ini aku akan mengintai masaomi dengan catatan :

Kemana saja dia saat tidak berada dirumah

Dimana dia membuat permen

Dengan begitu pengintaian dilakukan sekarang. Karena di kantong masaomi tidak ada permen lagi, dia pasti akan membuatnya lagi. Dengan begitu aku mengikutinya seperi orang yang sedang jalan jalan. Saat dia lewat taman dia mendekati kolam. Aku bersembunyi, dia melihat kesekitar untuk memastikan tidak ada orang. Sesudah itu dia menekan sesuatu di pohon dan air di pinggir kolam menjadi sebuah pintu. Dia masuk kedalam situ, tetapi sebelum pintunya tertutup aku dengan cepat masuk ke dalam.

Saat aku di dalam, aku merasakan hal yang sangat berbeda dari luar

"tempat apa ini ?" tanyaku pada diriku sendiri

"apa itu? Penjaga? Dia terbuat dari permen!?" kataku kaget

"siapa itu ?" kata penjaga itu mendengar suaraku

"(sial, aku ketahuan)" kataku dalam hati

"(aku harus lari)" kataku sambil mengambil aba aba lari

"berhenti!" kata penjaga itu

"aaaaah..." aku terjatuh dari tangga

*bruk*

Saat terjatuh, aku tidak jatuh ke lantai melainkan ditangkap oleh seseorang

" aah, lepaskan aku!" kau berteriak

"apa kamu tidak apa apa ?" tanya orang yang menangkapku

"masaomi-san!" kataku kaget karena orang yang menagkapku

"semuanya, tinggalkan dia" kata masaomi menyuruh pengawalnya pergi

"baiklah" kata pengawal itu

"mari ikut bersamaku" katanya sambil tersenyum

"ha...hai" kataku kaget dan sedikit malu karena dia menangkapku tadi

"silahkan duduk di sini" katanya dengan sopan

"arigatou" jawabku

Tiba tiba sebuah penghalang mengurungku dan mengangkatku tinggi ke atas

"masaomi-san, apa maksudnya ini? " tanyaku kaget

"kamu akan menjadi bahan percobaan untuk rasa permen baru" katanya dengan wajah jahat

"apa!? Lepaskan aku" kataku marah

"hentikan itu, itu membuatku muak" katanya marah

"penjaga, masukan dia ke mesin sekarang" katanya menyuruh pengawalnya

"hai" jawab mereka

"onegai, hanashite" kataku

"aaaaah!" aku berteriak

Ternyata semua itu hanya mimpi, ternyata yang ku lakukan dari tadi hanya mimpi. Tapi, karena mimpi itu aku kehilangan niat untuk mengintai masaomi dan aku membatalkan hal itu.

Next up : kaname dan iori