chapnya rada panjang bor. klo mau ke wc ato makan minum dulu sok atuh
ntar situ lg enak-enak kena pause gua mampusin ye
WARNING
FULL ENCEH
Dont like dont read Juseyo
Jungwoo terbangun di sebuah ruangan kosong. Kepalanya pusing, dunia seakan berputar mengelilinginya. Berusaha untuk menyentuh dahinya agar dapat mengurangi pusing yang mendera. Namun, yang didapat hanyalah kedua tangannya yang terbelenggu di masing-masing sudut ranjang. Begitu pun dengan kakinya.
Jungwoo mengedarkan pandangannya ke dinding. Terkejut dengan ornamen-ornamen yang menghiasi dinding.
Bukan hiasan biasa seperti yang dibayangkan, melainkan, potret dirinya lah yang terpampang. Terdapat potretnya dengan segala pose, segala aktivitas yang ia jalani sehari-hari.
Potretnya saat berpidato. Bermain bola. Bahkan saat Jungwoo baru saja keluar dari toilet.
Ia berusaha mengalihkan tatapannya. Kemanapun! Asal jangan ke arah potret dirinya. Ia mengalihkan pandangannya ke langit-langit.
Ia tertegun. Melebarkan matanya, kaget. Disana, di atas sana. Terdapat potretnya yang tengah tersenyum gembira.
Ya tuhan..
Sebesar apa?
Sebesar apa obsesi Lucas terhadapnya?
Apa salahnya?
Mengapa? Mengapa Lucas begitu terobsesi padanya?
"Menikmati apa yang kau lihat hyung?"
Suara Lucas menyadarkannya
Ditatapnya tajam Lucas yang tengah memandanginya dengan kilat nafsu yang besar
"Lepaskan aku bajingan brengsek" geramnya. Berusaha melepaskan rantai yang membelenggu pergerakannya.
"Melepaskanmu?" Lucas bertanya meremehkan. Lalu terkekeh dengan apa yang ia katakan.
"Jangan bodoh hyung. Aku tak kan melepaskan kesempatan berharga ini" ujarnya sembari melangkah mendekat..
"Jangan mendekat! " Jungwoo panik. Apa yang akan dilakukan si brengsek itu padanya? Bersyukur ia masih mengenakan hoodie birunya yang cukup tebal. Mengira bahwa Lucas tak kan bisa melepaskannya dengan mudah.
"Tenanglah princess. Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri"
Lucas beranjak menaiki ranjang. Memerangkap Jungwoo dalam rengkuhannya. Meletakkan tangannya diantara Jungwoo. Menatap Jungwoo seakan-akan Jungwoo adalah masterpiece paling berharga yang pernah ada.
"Apa yang akan kau lakukan? "
Jungwoo tidak bodoh. Jungwoo tahu pasti apa yang terjadi setelah ini. Ia hanya menolak kenyataan, masih tak percaya bahwa Lucas. Seseorang yang mulai ia anggap berharga melakukan ini padanya. Mengkhianatinya.
"Tentu saja aku akan membuatmu menjadi milikku, Jungwoo. Tidakkah kau mengerti akan perasaanku?"
Lucas berucap sedih. Mengelus pipi sang pujaan hati di depannya ini
Cuihh!
Jungwoo meludah. Tepat mengenai sisi bibir Lucas. Ia menatap tajam pada manusia di atasnya. Seakan tak sadar dengan posisinya yang sama sekali tak menguntungkan.
"Dalam mimpipun. Aku tak kan pernah sudi!"
Lucas terdiam. Hanya merasakan aliran lembut yang menempel di bibirnya. Masih berusaha menahan amarah terhadap kelincinya yang lucu.
"Bahkan sampai aku mati...
Aku tak kan pernah mau berada di sisimu!"
Mata Jungwoo berkaca-kaca. Menahan semua sakit yang ia rasakan. Tidak! Jungwoo tak kan menangis hanya untuk bajingan dihadapannya. Ia sudah terlatih untuk kuat sejak dulu.
"Matilah kau. Dan penyakit busukmu itu, Lucas. Aku menyesal telah mengenalmu!"
Sungut Jungwoo. Ia benar-benar telah membangkitkan sisi keji Lucas.
Lucas menggeram. Ia marah! Berani-beraninya Jungwoo menjatuhkan harga dirinya yang selangit.
"Sudah?"
"SUDAH SELESAI KAU DENGAN MULUTMU YANG TAJAM ITU?! KAU AKAN MENYESAL TELAH MENGATAKANNYA PADAKU! "
Sedetik setelah Lucas mengatakannya. Ia merobek hoodie Jungwoo. Merobeknya menjadi berkeping-keping hanya dengan tangan kosong.
Jungwoo terkejut. Tak menyangka kekuatan Lucas begitu besar. Perasaan takut mulai menyusupi relung hatinya sekarang. Mati mungkin lebih baik
Lalu diciumnya Jungwoo dengan cepat. Kasar dan terburu-buru. Membuat bibir Jungwoo yang semula mulus berubah bengkak dengan goresan yang mengeluarkan darah.
Jungwoo memberontak. Menggelengkan kepalanya kekiri dan ke kanan. Berharap Lucas berhenti menyakitinya. Tapi apalah daya. Ia hanyalah tahanan disini. Rambutnya dijambak. Membuatnya tak bisa menolak ciuman Lucas yang memaksa.
Tak puas hanya dengan bibir. Lucas mencubit nipple kemerahan Jungwoo. Membuat Jungwoo berjengit dan membuka bibirnya.
Tak menyia-nyiakan kesempatan. Lucas memasukkan bibirnya. Mengecap dan mengingat bagaimana manisnya bibir yang tengah ia rasakan. Tak seberapa lama, hingga ia rasakan nyeri pada lidahnya. Jungwoo menggigit lidahnya dengan kuat
Lucas meludahkan darah di mulutnya. Menatap tajam Jungwoo yang menghirup nafas dengan tergesa.
"Kau sangat nakal baby. Tak apa, aku suka" menyeringai lalu turun dari ranjang dan memeriksa laci di meja samping kasur.
Jungwoo memandang takut. Apa? Apa yang Lucas pikirkan sekarang? Dilihatnya Lucas mengambil sebuah benda berbentuk bola dengan tali pengait di masing-masing sisi.
"Anjing liar memang harus dijinakkan dulu agar tidak menggigit ya" Lucas memasang ballgag ditangannya ke mulut Jungwoo. Menepuknya senang saat benda itu cocok dengan dewi didepannya.
menggelengkan kepala berusaha menolak. tapi tentu ia kalah dengan tenaga besar Lucas.
"Dengan begini. Aku bisa makan malam dengan tenang" lanjutnya sembari tersenyum
Melanjutkan aktivitasnya yang tertunda. Mengecup, menjilat, dan menandai Jungwoo-nya. Memberitahu pada dunia bahwa Jungwoo adalah miliknya.
Tangan Lucas tak tinggal diam. Tangan kanannya memilin puting kemerahan di dada Jungwoo. Sedang tangan kirinya meremas penis Jungwoo yang masih tertutup celana.
Dirasakannya benda itu mulai mengeras. Ia tersenyum, bagaimanapun, Jungwoo tetaplah seorang pria. Yang akan terangsang jika kebanggaanya dimanjakan.
Sedangkan Jungwoo, ia mencoba menahan hasratnya sebisa mungkin. Menggigit keras benda di mulutnya. Hh rangsangan Lucas membuat sekujur tubuhnya menegang. Geli, sakit, tapi enak. Entah apa yang Jungwoo pikirkan sekarang.
Lucas membuka celana Jungwoo. Merobeknya dengan mudah. Membuat Jungwoo telanjang bulat didepannya. Sungguh, tubuh Jungwoo sangat indah.
Diperhatikannya penis Jungwoo yang menegang
"Lihat sayang, penismu bahkan lebih jujur dari mulutmu" ujar Lucas. Mengelus pelan benda yang mulai menegak itu
Jungwoo menggeleng. Ini tidak benar, ia tak kan pernah menikmati sentuhan menjijikkan orang didepannya. Matanya berair, pandangannya kabur. Harga dirinya perlahan melebur bersama keringat yang keluar dari tubuhnya.
"Ayolah sayang. Berhenti menolak. Dan nikmati saja"
Lucas meregangkan kaki Jungwoo. Memainkan lidah di sela paha dalam Jungwoo. Menikmati pahatan indah yang diperuntukkan untuknya.
Licas tersenyum saat ia melihat benda itu. Ya! Benda yang akan mengantarkan ia ke surga dunia. Menjilatnya sedikit demi sedikit. Dan semakin bersemangat saat Jungwoo mengetatkan lubangnya. Kaget akan apa yang ia katakan.
"Eummm. Hhggg" Jungwoo mencoba berteriak, melarang apapun yang akan Lucas lakukan dibawah sana. Berusaha mengetatkan kakinya agar Lucas terjepit dan menghentikan perbuatannya
Tapi Jungwoo salah. Tindakannya hanya membuat Lucas semakin senang karena menganggap Jungwoo tak ingin kehilangan lidah Lucas yang nikmat.
Lucas terus menjilat lubangnya. Hingga ia dapat mendengar nafas Jungwoo yang memburu. Lucas semakin bersemangat melakukan rimming pada Jungwoo. Hingga dirasakannya Jungwoo menggeleng kuat dan mengeluarkan hasratnya.
Lucas menegakkan tubuhnya, dilihatnya Jungwoo yang melemas sembari bernafas tersengal. Mata sayu nan berair itu, pipi merah itu, membuat Jungwoo berkali lipat lebih indah.
Jungwoo melihat Lucas yang mengambil cairannya. Mengoleskan pada jarinya menyeluruh.
Tidakkk!
Jangan!
Jangan Lucas!
Kumohon..
Jungwoo menggeleng kuat saat dirasakannya jari Lucas menerobos celahnya. Semakin kuat ia menggeleng saat semakin banyak jari yang Lucas masukkan
Jungwoo tak mau. Jungwoo tak ingin. Ia tak mau menangis dan memohon untuk manusia keji seperti Lucas.
"Bersiaplah sayang. Kau akan menjadi milikku"
Lucas memposisikan penisnya tepat didepan lubang Jungwoo. Jungwoo semakin memberontak. Ia tak sudi!
Tapi Lucas tak peduli. Ia memasukkan penis itu ke lubangnya. Dengan sekali hantam
"arrgghhh"
Jungwoo mendongak. Air mata yang sudah berusaha ia tahan sejak tapi mengalir begitu saja
Sakitt!
Ini sangat menyakitkan..
Kumohon berhenti Lucas..
Kumohon...
Jungwoo menangis sejadi-jadinya. Tak pernah terbayang dalam hidupnya, ia akan berakhir menyedihkan seperti ini. Sakit...
Harga dirinya hancur.. Ia tak ubahnya seperti pelacur sekarang.. Berbaring, mengangkang, menunggu dihujam.
Ia menangis sesugukan. Di dalam hidupnya ia tak pernah se-kecewa ini pada dirinya sendiri...
Lucas melihat Jungwoo. Baru sekali ini ia melihat Jungwoo menangis pilu. Ia tak tega, Jungwoo menangis karenanya
Tapi...
Apa yang salah dengannya? Mengapa dirinya malah semakin terangsang dengan wajah berantakan Jungwoo?
Mata yang sayu nan berair
Pipinya yang memerah
Hidungnya yang memerah
Bibirnya yang membengkak
Mengapa terlihat semakin menggairahkan bagi Lucas?
Salahkan ia. Ia memang sudah benar-benar gila sekarang. Diraihnya ballgag dimulut Jungwoo. Melepaskannya. Sembari menghentakkan penisnya kedalam lubang hangat itu
"Ahhhnggg... " desah Jungwoo.
Ia sangat manis saat mendesah seperti ini. Dicumbunya Jungwoo begitu dalam. Menjelajah gigi rapi Jungwoo. Merasakan kehangatan di sana. Memang, Jungwoo tak membalasnya. Tapi setidaknya, Jungwoo tak menolaknya sama sekali
Just give it give it give it gibun naekineun daero
Jom deo Closer closer closer mitgo dagaseojwo
Nada dering dari handphone Jungwoo terdengar.
"Ckk!" Lucas berdecak. berhenti sebentar untuk melihat siapa yang berani-beraninya menelpon kelincinya ini tepat tengah malam. sedang Jungwoo mengatur nafas lelah.
Ko eun Calling
Lucas menggeram. ingin membanting benda di genggamannya, namun sebuah ide terlintas saat melihat wajah Jungwoo yang kepayahan.
"Oppa"
Suara lembut nan merdu dari seberang sana terdengar. membuat Jungwoo membulatkan matanya, tidak!Jungwoo menggeleng panik. Koeun tak boleh tau sedang apa dia sekarang. jungwoo berusaha keras untuk tidak menjawab, berharap Lucas mengerti dan tak mempermainkannya. harapan Jungwo sirna saat Lucas mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu
"Jawablah sayang, Keluarkan lah suaramu. agar ia tau, siapa pemilikmu sebenarnya"
bisik Lucas pelan dengan suaranya yang dalam. Lucas menyeringai menghentak penisnya yang masih bersarang di gua hangat itu
"hHeungghh... a-ada apa koeun-ie hmngg"
Jungwoo mendesah, mengeluarkan suaranya tepat didepan handphonenya yang terhubung dengan Koeun.
"Aku tak bisa tidur oppa. tolonng temani aku"
Lucas kesal. ia makin menghentakkan penisnya, menghisap dan memilin puting Jungwoo. sedang tangannya masih memegang handphone Jungwoo
"arrghh Y-yess please ahh heunghh" Jungwoo pusing. ia bimbang, kenikmatan ini terlalu keras menderanya. ia bingung apa yang harus ia katakan pada koeun
"ahmm arg m-maaf Koeun.. ahhh. oppa tidak biss.. ahhhh"
plak plak plak
Lucas menubruk kencang, hingga terdengar bunyi benturan antara kulit mereka. menjadikan suasana semakin panas dengan desahan Jungwoo
Koeun diseberang sana terdiam. Tanpa sadar, airmatanya mengalir. Ia tak percaya bahwa oppanya melakukan itu. hatinya menolak namun otaknya berlainan pendapat. dipikirannya berputar-putar. seakan menghipnotisnya bahwa Jungwoo mengkhianatinya. hatinya sakit..
"Oppa"
sahutnya menahan tangis
"ah ah nghh ndee?"
Jungwoo kepayahan
"Mulai besok. jangan pernah temui aku lagi"
putusnya di seberang
Jungwoo menangis. Ia, Ia tak tahu. sakit hatinya bertumpuk-tumpuk. seakan tak cukup dirinya diperkosa. cintanya juga pergi. sementara bajingan diatasnya enak-enakan menikmati tubuhnya
"hah..hah.. bagaimana sayang? enak?" Seringai Lucas. Ia benar-benar senang jalang itu menjauhi Jungwoo. dengan begini tak ada lagi yang akan merebut Jungwoonya
"ashhh hah mati sanaahhhh"
"kitt..aaa.. akan mati. bersama sayang Hmmmpphh" Tawanya sambil mencium Jungwoo. mengocok penis Jungwoo cepat agar pria dibawahnya ini makin keenakan
"ah... k-keluarrr gaah" Jungwoo mendongak. Ia klimaks. tak pernah menyangka ia bisa menikmati permainan bajingan ini
"sebut namaku faghhh ahhh jungwooooo" Lucas menyusul. menggeram kesal karena namanya tak disebut Jungwoo. merasa sia-sia dengan tenaga yang dikeluarkannya.
Jungwoo lemas. ia lelah. lelah badan, lelah batin, dan lelah pikiran. ia ingin tidur. saat matanya mulai memberat, Lucas melepaskan rantai Jungwoo, menariknya hingga Jungwoo terduduk tepat diatas penisnya
"siapa yang bilang ini sudah berakhir sayang" ucapnya sembari memegang dagu Jungwoo
"hh aku lelah lucas,, tolongghhh. kumohon hentikaann." menatap memohon pada Lucas didepannya. yang ia rasa percuma memohon
"tidak. sampai aku puas" Lucas menyeringai.
Menghentakkan Jungwoo kembali, membiarkan Jungwoo yang terkulai lemas di bahunya.. tak peduli Jungwoo telah pingsan atau tidak. hari ini, malam ini. ia akan mewujudkan apa yang selalu ada di dalam mimpi di setiap tidur panjangnya...
TBC
maaf ya berantakan. soalnya ini cuma di copas dari wp aku
aku mager baca ulang hehe
klo ada yg mau mampir ke wp aku. cari aja nama Kidxoyaaaaa sama aja kok sama akun yg ini
