gapapakan klo gua bkin Jaehyun rada blangsak dikit?

hehe

Lucas terbangun saat seseorang mengetuk pintu kamar yang ia tempati.

"Heh kingkong bodoh! Bangun! Ada rapat penting hari ini" ucap Jaehyun dari luar

"..." sahut Lucas

Meski Lucas tak membalas perkataannya, Jaehyun tahu bahwa Lucas type mandiri. Ia akan bangun dengan sendirinya sesuai alarm tubuh setiap hari. Jaehyun tahu, karena ia adalah sahabat sekaligus tangan kanan si Tuan muda wong itu.

Lucas melirik Jungwoo yang terbaring dalam dekapannya, wajah Jungwoo yang tetap cantik meski tengah tak sadarkan diri. Keningnya berkerut saat ia melihat raut Jungwoo yang terlihat ketakutan, belum lagi keringat dingin yang terus bercucuran dari dahi mulus itu. Kekhawatirannya semakin menjadi saat Jungwoo mulai menangis sesugukan di dadanya. Dipeluknya Jungwoo dengan penuh kasih sayang, dikecupnya kening Jungwoo sembari mengelus punggung polosnya. makin mengeratkan pelukannya, menenangkan Jungwoo yang sepertinya sedang bermimpi buruk. meskipun, tak dapat dipungkiri bahwa penyebabnya tak lain adalah dirinya sendiri.

Lucas tersenyum kecut, mengingat betapa mengerikannya ia semalam. tak pernah Lucas gagal dalam mengendalikan emosinya, ia sadar seberapa mengerikan dirinya saat marah, kemarahannya hanya akan menyakiti hati orang-orang disekelilingnya. Dan sekarang, kemarahan itu telah merusak Jungwoo-nya. Orang paling berharga selama ia hidup di dunia. Lucas menangis, untuk pertama kalinya, ia benar-benar menyesal telah menjadi dirinya sendiri, menyesal telah tersulut api cemburu.

ia menangis keras sembari memeluk Jungwoonya. merengkuh badan ringkih itu erat. benar-benar tak ingin kehilangan sosok itu...

seseorang terbangun dari tidurnya yang sepi. bergerak gelisah mencari seseorang yang selalu menemaninya

"Jungwoo-yaa, kamu kemana hiks"

mencoba mencari dan melihat sekeliling kamar tidurnya. Sadar jika yang ia cari tak ada membuatnya kembali mencoba untuk tidur lagi, berharap sosok yang ia cari datang dan tak meninggalkannya sendiri

Jungwoo menatap tajam orang di depannya ini. Bagus, setelah bajingan itu puas, ia meninggalkannya begitu saja dengan pria yang tak tahu asal usulnya. Tipikal brengsek sejati. ia tak tahu siapa orang ini, mengapa tiba-tiba muncul dan mengatakan akan mengurusnya selama Tuannya pergi. Apa orang ini semacam pelayan si brengsek Lucas?

"berhenti menatapku seperti itu. Bergegaslah membersihkan tubuhmu. Aku telah menyiapkan air hangat di bathup untuk mengistirahatkan tubuhmu"

"Pergilah... aku hanya ingin pulang" Jungwoo mengalihkan pandangannya. malu saat orang di depannya ini menatapnya yang hanya tertutupi selimut sebatas leher

"Tak perlu canggung, aku Jaehyun, Teman si Wong sialan yang memperkosamu"

'Ah benar. Seluruh rumah pasti sudah tahu kejadian semalam batin Jungwoo bersedih. belum sempat ia membalas omongan kejam Jaehyun, ia telah di gendong bridal menuju kamar mandi. Jungwoo yang diperlakukan seperti itu hanya mampu terdiam sembari menyembunyikan wajahnya di lekuk leher Jaehyun

Jaehyun menaruhnya di Bath up yang dipenuhi air hangat serta rendaman mawar. Harum dan memanjakan siapa saja yang menghirupnya.

"Mandilah.. Pulihkan dirimu" ucap Jaehyun sembari tersenyum

Jungwoo hanya diam tak menanggapi. Tubuhnya terasa remuk redam sekarang, ntah apa saja yang telah Lucas lakukan padanya

"Jika ada perlu atau kau sudah selesai. Panggil saja aku, tak perlu malu" Jaehyun menepuk kepala Jungwoo lembut. Mengelusnya perlahan

Membuat Jungwoo menaruh perhatian padanya. Jaehyun yang merasa dipandang pun hanya tersenyum manis ke arah Jungwoo. Berpikir bahwa senyumnya dapat mengurangi beban yang tengah diderita sosok manis didepannya.

Jungwoo menatap polos ke Jaehyun. Ingin hatinya membalas senyum yang menawan itu, tapi apalah daya. Semua rasa dalam dirinya seolah hilang, ditarik paksa. Sekarang dihati dan pikirannya hanya kosong. Tak terasa apa pun.

Setelah dirasa perhatiannya cukup, Jaehyun beranjak pergi. Memberikan waktu untuk Jungwoo sejenak agar dapat menenangkan diri.

Sepeninggalnya Jaehyun. Jungwoo tertunduk, hatinya terisi kekecewaan yang mendalam. Merasa bahwa ia adalah manusia paling malang sehingga sampai pada kondisinya sekarang.

Ia menangis...

Meratapi nasib yang tak pernah berpihak padanya

Menyalahkan semua orang yang hadir dan membawa sengsara dalam hidupnya.

Ia menjambak rambut, kepalanya sakit. Terlalu banyak yang terpikir dikepala mungilnya.

Terus menjambak hingga ia berhenti di satu titik...

Titik dimana...

Hidupnya sudah tak berharga lagi...

Ia menenggelamkan tubuhnya
Menenggelamkan kepalanya hingga tak sempat baginya meraup nafas walau hanya sedikit...

Mencoba mengakhiri hidupnya yang tak lagi berharga...

Mencoba menghilang dari dunia...

Menghilang dari hidupnya yang kejam...

TBC

Kependekan ya? Hehe sorry
Abisnya gada peningkatan di review aku
Di unpub aja kali ya wkwk