THE BOND
(KOOKV GS)
By : Shawokey
CHAPTER 1
Kim Taehyung menatap pantulan dirinya pada cermin besar di kamarnya. Sudah beberapa menit ia berdiri diam, tidak menghiraukan punggungnya yang terasa panas dan terbakar. Seharusnya ia panik. Siapa yang tidak akan panik ketika saat sedang tidur pulas-pulasnya di malam hari, tiba-tiba punggungmu terasa sangat panas? Entah kenapa, ia mempunyai firasat buruk atas apa yang terjadi padanya malam itu. Taehyung membalikkan badan, sehingga pantulan punggungnya yang terlihat di cermin. Kedua tangannya membuka seluruh kancing baju piama tidurnya. Dan kemudian, ia melepaskannya.
Taehyung sempat terkejut ketika mengetahui apa yang terjadi pada punggungnya, tetapi kemudian raut wajahnya kembali datar. Ia bahkan tersenyum, senyuman yang terlihat terpaksa, senyuman yang berusaha menguatkan dirinya untuk percaya bahwa saat itu hanya mimpi buruk. Kalaupun saat itu nyata, ia berusaha percaya bahwa ada seseorang yang membuat lelucon padanya. Lelucon yang luar biasa mengerikan hingga Taehyung bersumpah jika memang apa yang terjadi padanya adalah keisengan dari seseorang, ia tidak segan-segan akan memberikan pelajaran padanya.
Sungguh lelucon yang sama sekali tidak lucu ketika ia melihat di punggungnya tercetak jelas sebuah tato naga yang memenuhi seluruh punggungnya dengan sebuah nama tertulis di bawahnya. Sebuah nama yang tidak ingin ia ingat seumur hidupnya.
"Sepertinya aku perlu mandi sekarang," ujar Taehyung. Ia akan membersihkannya sampai tak berbekas. Ia tidak sudi jika nama musuh besarnya tercetak di kulitnya.
Sudah hampir 5 menit Hoseok mengetuk-ngetuk pintu kamar Taehyung. Tetapi tidak ada respon dari dalam.
"Tae-tae…. Cepat buka! Perutku sudah keroncongan minta diisi! Tae-tae!" teriak Hoseok.
"Apa kau mati?"
"Taeee!"
PLAK
"Ouch! Eomma, mengapa kau memukul kepalaku?" protes Hoseok. Baekhyun mencibir, "Kau baru saja menyumpahi putri kesayanganku mati, bodoh!"
"Eomma, mengapa kau selalu membela Tae-tae? Padahal setiap Tae-tae menyumpahiku, eomma tidak pernah memukulnya, eomma bahkan malah lebih keras menyumpahiku!" protes Hoseok lagi. "Eomma tidak menyayangiku ya?" tanya Hoseok pelan dengan memainkan ujung kemejanya.
Baekhyun menghela nafas melihat tingkah putranya. 'Drama lagi-drama lagi…' entah Baekhyun ngidam apa ketika mengandung Hoseok hingga menjadi tukang drama. Sungguh, semua orang tahu jika Baekhyun sangat menyayangi keluarganya, termasuk putra pertamanya itu, walaupun sangat menyebalkan – kalau boleh ditambahkan.
"Eomma pernah bermimpi kalau memukul kepalamu setiap hari adalah cara untuk mengurangi kebodohanmu. Eits- jangan berbicara apa-apa lagi. Eomma mau membangunkan putri kesayangan eomma."
"Taehyung sayang."
Baekhyun melihat Hoseok mencibir, tetapi Baekhyun tidak menghiraukannya, "Tae-tae sayang!" kali ini Hoseok yang berbicara dengan nada mengejek.
Lagi-lagi tidak ada jawaban. Baekhyun dan Hoseok menjadi khawatir.
"Ambil palu atau apapun untuk membuka pintu. Seingatku kunci cadangan kamar Taehyung hilang," perintah Baekhyun.
"Mengapa tidak didobrak saja!"
"Kau pikir pintu ini seperti di drama-drama yang terbuat dari triplek? Pintu di rumah ini terbuat dari kayu berkualitas paling bagus, bodoh! Bahkan sampai bahumu remuk pun pintu ini tidak akan terbuka!" sembur Baekhyun.
"Panggil Channie juga!" perintah Baekhyun. Hoseok tetap saja merasakan sensasi geli setiap eomma nya memanggil appa- nya dengan nama Channie. Kim Baekhyun memang masih kekanakan.
BRAK!
BRAK!
BRAK!
Chanyeol mengayunkan kapak ke pintu kamar Taehyung. Ketiganya segera masuk. Mereka bertiga terkejut, bukan karena Taehyung tetapi karena bau yang sangat wangi dan menggiurkan langsung menguar setelah kamar Taehyung terbuka. Secara tidak sadar bola mata Chanyeol dan Hoseok berubah menjadi warna merah, mata para alpha ketika mencium bau feromon yang menggiurkan.
PLAK!
PLAK!
Baekhyun menggeplak kepala suami dan anaknya. "Ini bukan waktunya untuk tergoda, bodoh!" Keduanya tersadar. "SIAL!" umpat Chanyeol. "Dimana Taehyung?" tanya Chanyeol dengan panik. Hoseok dan Baekhyun yang mendengar kucuran air sontak berlari ke arah kamar mandi. Hoseok mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil-manggil Taehyung, tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Hoseok segera mendobrak pintu kamar mandi.
"Taehyung!" teriak Baekhyun panik. Yang mereka temukan adalah Taehyung yang pingsan di bawah kucuran air shower. Chanyeol segera menggendong Taehyung dan membaringkannya ke tempat tidur. "Hoseok, telepon Heechul! Suruh dia datang cepat!" perintah Chanyeol. Baekhyun kemudian segera mengganti baju basah Taehyung dengan baju kering kemudian menyelimuti tubuh putri nya yang sangat pucat dan dingin.
"Apa kau melihatnya?" tanya Chanyeol lirih pada Baekhyun sesaat setelah Hoseok keluar kamar. Baekhyun mengangguk. "Lambang keluarga Jeon di punggungnya. Itu kan yang kau maksud?" jawab Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari Taehyung. "Mengapa dari sekian laki-laki di dunia ini, mengapa harus Jeon Jungkook yang menjadi mate Taehyung?" tanya Baekhyun lirih. Chanyeol terdiam. 'Ini tidak akan mudah,' batin Chanyeol.
"Bagaimana keadaan Taehyung, Heechul?" tanya Baekhyun setelah Kim Heechul, dokter yang memang menangani Taehyung sejak kecil selesai melakukan pemeriksaan.
"Taehyung demam, sepertinya tadi malam ia mengalami 'mimpi atau sejenisnya' sehingga feromon yang keluar dari tubuhnya semakin pekat. Aku sudah menyuntikkan suppressant untuk meredam feromonnya. Dia hanya perlu istirahat yang cukup," ujar Heechul.
"Tetapi ada hal yang penting yang harus kusampaikan kepada kalian. Bagaimana kalau kita membicarakan ini di ruang tamu. Biarkan Taehyung istirahat," lanjut Heechul. Chanyeol, Baekhyun, dan Hoseok mengangguk setuju.
"Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan, Heechul?" tanya Chanyeol setelah mereka duduk di ruang tamu.
"Kalian pasti sudah tahu siapa mate Taehyung?" tanya Heechul. Chanyeol dan Baekhyun mengangguk, Hoseok terlihat bingung, "Kalian sudah tahu mate Taehyung? Siapa?" tanya Hoseok.
"Jeon Jungkook. Mate Kim Taehyung adalah Jeon Jungkook," jawab Heechul. Kedua bola mata Hoseok membesar, ia sungguh terkejut dengan fakta yang baru saja ia dengar.
"Jeon Jungkook yang itu?" tanya Hoseok tidak percaya sambil menatap Baekhyun, menuntut penjelasan. Baekhyun mengangguk, "Iya, orang yang paling dibenci Taehyung."
Baik Chanyeol, Baekhyun, dan Hoseok sangat khawatir dengan perasaan Taehyung setelah ini. Apa yang dilakukan Taehyung tadi malam bisa jadi adalah sebuah kefrustasian Taehyung atas takdir yang harus Taehyung jalani. Mereka bertiga berusaha menepis kuat-kuat pikiran buruk tentang apa yang terjadi pada Taehyung kedepannya. Mereka yakin, Taehyung adalah perempuan yang kuat.
Heechul sebagai dokter Taehyung sejak kecil pun tahu bagaimana bencinya Taehyung pada Jungkook. Jungkook lah yang membuat kehidupan masa kecil Taehyung menjadi sangat berantakan dan Jungkook lah yang membuat Taehyung memutuskan untuk melanjutkan sekolah menengah pertamanya di Jepang. Dan baru seminggu Taehyung kembali ke Seoul, Taehyung malah dihadapkan pada kenyataan bahwa Jeon Jungkook adalah mate nya.
"Lalu apa yang harus kami lakukan, Heechul. Taehyung tidak bisa lepas dari takdirnya sebagai omega. Dia tidak bisa lepas dari Jungkook," ujar Chanyeol.
"Tidak Chanyeol. Dia bisa lepas," jawab Heechul.
Chanyeol, Baekhyun, dan Hoseok menyernyit heran. Bagaimana mungkin bisa lepas? Seorang omega harus menerima alpha nya, jika tidak omega itu akan mati. Itulah yang mereka pikirkan.
"Heechul, kau jangan bicara omong kosong. Dia-"
"Dia bisa lepas dari takdirnya karena dia bukan omega," ujar Heechul memotong Chanyeol.
"Karena Kim Taehyung adalah seorang alpha," lanjut Heechul.
Hening.
Akan tetapi baik Hoseok maupun kedua orang tuanya tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Taehyung memang memiliki paras yang sangat rupawan dan suara yang dalam nan indah hingga Hoseok berani bertaruh jika tidak ada satupun perempuan yang dapat mengalahkan kesempurnaan yang dimiliki Taehyung. Tetapi pikir Hoseok Taehyung tetaplah seorang omega. Kenyataannya, Taehyung adalah seorang alpha.
"Heechul, itu tidak mungkin. Sudah lama wanita alpha tidak dilahirkan di dunia ini. Lagipula kami tidak ada hubungan darah dengan Kim Taeyon. Dan bagaimana kau bisa berpikir bahwa Taehyung adalah seorang omega padahal kau hanya melakukan pemeriksaan biasa?" tanya Baekhyun.
"Baek, Aku memiliki ketertarikan tentang hal-hal yang menyangkut wanita alpha. Selama ini aku melakukan penelitian kecil tentang hal itu. Aku memang tidak bisa memberikan bukti yang jelas saat ini sebelum aku melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tetapi yang membuatku yakin adalah tanda di punggungnya karena di dalam sejarah dituliskan bahwa Kim Taeyon juga mengalami hal itu. Tidak perlu memiliki hubungan darah untuk ditakdirkan sebagai seorang alpha," jawab Heechul.
"Bisa saja itu hanyalah pertanda seorang omega untuk mengetahui siapa mate nya. Seperti aku dulu ketika memimpikan Chanyeol," ujar Baekhyun yang masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Heechul.
"Itu adalah perkara yang berbeda, Baekhyun. Seorang omega mengetahui siapa mate nya bisa dari bau, mimpi, atau cara lain tetapi masih terkesan samar. Ketika kau bermimpi tentang Chanyeol, apakah kau melihat secara jelas wajah Chanyeol?" Baekhyun menggeleng.
"Aku mengetahui Leeteuk sebagai mate ku pun butuh waktu beberapa minggu sejak pertama kali aku tertarik pada bau feromonnya. Begitu pula dengan omega-omega yang lain. Tetapi tidak untuk seorang alpha. Wanita alpha akan secara jelas mengetahui siapa mate nya karena akan ada tanda seperti yang terjadi pada Taehyung. Sedangkan mate dari wanita alpha tersebut mengetahui bahwa ia adalah mate nya dari bau nya. Artinya, jika Jeon Jungkook mencium bau Taehyung sekali saja, aku yakin Jungkook akan langsung tahu jika Taehyung adalah mate nya," jelas Heechul.
Mereka bertiga terdiam. Apa yang dikatakan oleh Heechul sangat masuk akal. Heechul adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Kim dan mereka yakin bahwa penjelasan Heechul bukanlah sekadar bualan.
"Tadi kau berkata jika Taehyung dapat lepas dari takdirnya karena dia adalah seorang alpha. Apakah itu berarti Taehyung dapat lari dari Jeon Jungkook?" tanya Chanyeol.
Heechul mengangguk, "Ya.. Tetapi aku akan menjelaskan hal itu nanti. Aku akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dulu tentang status Taehyung."
Heechul cukup lama terdiam hingga kemudian ia melanjutkan, "Tetapi yang aku tahu, ikatan antar alpha adalah yang paling kuat. Jika Taehyung tetap pada jalannya untuk menjadi mate Jungkook, maka mereka akan menjadi pasangan sehidup semati. Ketika salah satu diantara mereka mati, maka pasangannya pun akan mati. Tetapi jika Taehyung memutuskan untuk melepaskan ikatan itu, maka ia tidak bisa menyambungkannya kembali. Kuharap kalian memikirkan ini baik-baik," dan setelah mengatakan hal itu, Heechul undur diri.
Hoseok menatap wajah adiknya yang masih terlihat pucat. Adiknya yang cantik, adiknya yang menggemaskan, adiknya yang cerewet, dan adiknya yang terbaring lemah dan terlihat begitu rapuh. Sungguh, hal yang paling ia benci di dalam hidupnya adalah melihat ia tak bisa berbuat apa-apa untuk Taehyung.
Ia masih ingat ketika kecil adiknya juga sering sakit-sakitan hingga ayahnya menjadikan Kim Heechul sebagai dokter pribadi Taehyung. Masih segar di kepala Hoseok hari-hari menyenangkan bersama Taehyung ketika kecil, seolah-olah baru terjadi kemarin. Termasuk hari dimana Taehyung mulai membicarakan Jungkook.
FLASHBACK (Hoseok dan Taehyung masih di Sekolah Dasar)
Hoseok kecil sudah menduga jika adiknya akan tumbuh menjadi perempuan yang cantik. Sebagai kakak, ia tidak bisa menahan rasa gemasnya setiap melihat adiknya tersenyum. Senyuman adiknya memang sangat indah, lucu, dan menenangkan sehingga orang-orang disekitar adiknya berusaha untuk dapat melihat selalu senyuman itu. Ketika adiknya tersenyum atau tertawa, secara otomatis orang-orang di sekitarnya pun ikut melakukannya.
Hoseok dan Taehyung kecil hidup di lingkungan yang penuh dengan kasih sayang. Curahan kasih sayang selalu mereka dapatkan dari keluarga maupun dari sahabat-sahabat mereka. Akan tetapi, Taehyung termasuk anak yang ceroboh. Ia bisa jatuh di jalan yang datar, sering tersandung batu, dan terpeleset yang membuat orang-orang di sekitarnya selalu menjaganya kemanapun ia pergi. Namun itu bukanlah apa-apa, entah apa yang terjadi, adiknya sering mengalami sakit pada dada kirinya, tepat dimana jantungnya berada.
Bukan sakit biasa, karena para dokter pun tidak mengetahui apa penyakit yang diderita adiknya. Sudah banyak dokter yang memeriksa, tetapi semua mengatakan jika adiknya baik-baik saja. Ayah dan ibu mereka sempat frustasi, bingung atas apa yang menimpa Taehyung sedangkan Hoseok kecil pun hanya bisa berdoa setiap malam agar adik kecilnya akan selalu baik-baik saja.
Hoseok memang merasa kasihan ketika melihat Taehyung kecil ketika di sekolah dasar hanya bisa melihat teman-temannya bermain di taman sedangkan adiknya hanya duduk melihat dengan ditemani oleh dirinya sambil minum susu coklat kesukaan mereka. Taehyung memang tidak diperbolehkan untuk melakukan sesuatu yang membuatnya lelah, mengingat Taehyung kecil sering sekali masuk UKS karena mendadak jantungnya sakit.
Hingga pada suatu hari ketika Taehyung duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, Hoseok menyadari jika Taehyung tidak pernah lagi masuk UKS.
"Hyung sangat senang melihat Tae-tae sembuh. Hampir satu bulan ini Tae-tae tidak pernah masuk UKS lagi. Jangan sakit lagi ya," ujar Hoseok sambil menepuk-nepuk kepala Taehyung yang saat itu baru selesai mengikuti jam olahraga.
Taehyung mengangguk senang, "Iya Hyung. Aku senang bisa bermain dengan teman-teman. Tetapi Hyung…. Aku benci. Aku benci pada anak itu, Hyung. Ia lagi-lagi menggangguku. Aku benar-benar ingin menghajarnya. Ia benar-benar menyebalkan! Aku sangat berharap dia jatuh ke jurang dan mati!"
"Hush! Tae-tae tidak boleh berbicara seperti itu. Eomma, Appa, dan Hyung tidak pernah mengajari Tae-tae berbicara kasar seperti itu. Eomma dan Appa akan sedih jika mendengar Tae-tae berbicara seperti itu," ujar Hoseok kecil.
"Habisnya dia jahat Hyung…." Taehyung menggerutu kemudian menceritakan tentang keburukan temannya itu.
Hoseok kecil hanya tersenyum ketika mendengar adiknya bercerita. Rutinitas nya di sekolah untuk menemani Taehyung di UKS telah berubah menjadi tempat curhat adiknya. Sekitar satu bulan yang lalu, ada anak baru di kelas Taehyung. Anak baru yang menurut Taehyung sangat menyebalkan. Hampir setiap hari Taehyung mempunyai hal-hal yang bisa diceritakan tentang anak baru itu. Dari ekspresi Taehyung, Hoseok tahu jika adiknya benar-benar membenci anak itu. Hoseok pun tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya anak kecil yang masih suka bermain. Tetapi yang Hoseok ingat sampai ia dewasa adalah bahwa anak yang diceritakan oleh Kim Taehyung bernama Jeon Jungkook.
FLASHBACK END
Baekhyun yang saat itu sedang ingin memanggil Hoseok untuk makan malam dikejutkan dengan Taehyung yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.
"Ya Tuhan, Taehyung! Kau seharusnya masih istirahat di kamar, sayang…" seru Baekhyun yang kemudian duduk di samping Taehyung.
"Aku juga lapar, eomma," rajuk Taehyung dengan nada manja seperi biasa membuat Baekhyun tersenyum lega.
"Eomma kan dapat mengantarkan makan malammu ke kamar," ujar Baekhyun. Taehyung menggeleng. "Aku ingin makan malam bersama kalian. Hoseok Hyung masih di kamarnya?" tanya Taehyung yang dibalas dengan anggukan Baekhyun.
"Aku akan memanggil Hoseok Hyung," ujar Taehyung.
"Tapi-" Baekhyun ingin mencegahnya tetapi Taehyung sudah berlari menuju kamar Hoseok.
"Hyung! Ayo makan malam! Tae-tae sudah lapar!"
Taehyung mendengar suara gedebuk dari dalam, tak lama kemudian pintu kamar terbuka, "Taehyung! Kenapa kau-"
"Jangan bilang kalau aku harus istirahat, Hyung! Aku sudah lelah seharian tidur di kamar. Lebih baik kita segera turun karena aku sudah sangat lapar," pinta Taehyung.
"Baiklah. Tetapi Hyung akan menggendongmu. Dan jangan membantah!" perintah Hoseok yang kemudian mengambil posisi jongkok agar Taehyung naik ke punggungnya.
"Baiklah," ujar Taehyung kemudian.
Makan malam hari itu adalah makan malam paling tenang bagi Taehyung. Biasanya kakaknya akan membicarakan sesuatu yang tidak penting. Tetapi malam itu, Taehyung bisa mendengar suara nafasnya sendiri. Kesunyian itu bertahan hingga makan malam selesai.
"Taehyung, malam ini ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan Heechul. Akan lebih baik jika kau ikut dalam pembicaraan ini. Tetapi jika kau masih lelah, kau bisa istirahat di kamar," ujar Baekhyun.
"Aku ikut. Tetapi please, eomma. Jangan terlalu serius! Sejak tadi aku berusaha menahan tawaku melihat hyung bodohku ini memasang wajah seperti sedang sakit perut," ejek Taehyung yang dibalas dengan delikan tajam dari Hoseok.
"Kau… Kau tidak apa-apa kan sayang?" tanya Baekhyun sedikit takut.
Taehyung mengangguk mantap. "Aku baik-baik saja. Tidak ada gunanya untuk meratapi apa yang terjadi padaku saat ini. Lagipula aku sudah kapok tidur di bawah guyuran shower. Hahaha…" Baik Baekhyun maupun Hoseok juga ikut tertawa mendengarnya. Mereka lega ketika melihat Taehyung tertawa. Walaupun di dalam hati mereka, ada keyakinan jika Taehyung sedang tidak baik-baik saja.
"Baiklah, apa yang ingin kau sampaikan, Heechul?" Chanyeol membuka pembicaraan. Saat itu seluruh keluarga Kim telah duduk di ruang tamu bersama Kim Heechul.
"Yang pertama, aku akan memberitahukan hasil pemeriksaan tentang status Taehyung. Taehyung positif adalah seorang alpha," jelas Heechul. Semua nya hanya diam mendengarkan. Lagipula di dalam pikiran mereka sudah meyakini jika Taehyung adalah alpha, jadi fakta itu tidak lagi mengejutkan bagi mereka.
"Yang kedua, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu, Taehyung. Apakah kau bersedia untuk menjadi mate dari Jeon Jungkook?" tanya Heechul yang langsung mendapatkan gelengan dari Taehyung. Taehyung pun tak mengucapkan sepatah katapun.
"Sebagai seorang wanita alpha, ada cara untuk lepas dari mate mu dan mencari pria lain untuk kau jadikan pasanganmu. Tetapi, sekali kau melepas mate mu maka kau tidak bisa bersamanya lagi. Apa kau yakin dengan putusanmu, Taehyung?" Taehyung mengangguk. Ia sudah malas untuk mendengar basa-basi dari Heechul. Akan lebih baik baginya jika Heechul segera memberi tahu bagaimana cara agar dia bisa lepas dari mate nya untuk selamanya.
Heechul mengeluarkan sebuah botol dari tasnya dan meletakkannya di atas meja, "Ini adalah suppressant khusus untuk menekan feromonmu hingga kau sama sekali tidak mengeluarkan feromon. Pada intinya, kau tidak akan berbau apapun.
Taehyung mengambil botol berisi suppressant itu. Dari luar tampak terlihat bahwa itu obat sakit kepala. "Aku menggunakan botol obat sakit kepala untuk menyamarkan bahwa di dalamnya adalah suppressant. Itu adalah suppressant yang biasanya digunakan oleh para omega tetapi dengan dosis yang lebih tinggi. Kau harus meminumnya setidaknya 5 jam sekali. Jika kau terlambat minum sedetikpun, maka bau feromonmu akan keluar. Jadi berhati-hatilah!" jelas Heechul.
"Maksudmu aku harus menghabiskan seumur hidupku dengan meminum obat ini agar dia tidak pernah mencium feromonku?" tanya Taehyung sarkastik.
"Tidak Taehyung. Cukup 1 bulan saja atau lebih tepatnya sampai bulan purnama di bulan yang akan datang, kau tidak ditandai oleh mate mu, maka kau bisa lepas dari takdirmu. Kau bisa lepas dari Jeon Jungkook," jawab Heechul. Taehyung menatap botol obat di tangannya. Tanpa pikir panjang Taehyung mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan sekolah Taehyung? Kita sudah mendaftarkan Taehyung untuk masuk di sekolah yang sama dengan Hoseok. Padahal Jeon Jungkook juga bersekolah di sekolah itu. Apa perlu kita memindahkan Taehyung ke sekolah lain?" tanya Baekhyun.
"Aku rasa itu tidak perlu dilakukan, Baekhyun. Biarkan Taehyung melanjutkan sekolahnya di sekolah itu. Lagipula ada Hoseok. Aku juga bisa meminta tolong Siwon dan staff guru kenalanku untuk turut serta menjaga Taehyung. Sekolah ini adalah sekolah terbaik di Korea dan aku tidak akan rela jika putriku bersekolah di sekolah lain yang memilliki banyak preman. Itu akan lebih berbahaya untuk Taehyung," jawab Chanyeol. Hoseok mengangguk setuju.
Taehyung pun mengangguk setuju. Tidak ada gunanya melarikan diri. Ia akan menghadapi semuanya. Lagipula bukankah menyenangkan bermain kucing-kucingan dengan mate tersayangnya nanti di sekolah?
TBC
Halooo..
Sebenarnya ff ini juga aku upload di wattpad. Tapi jujur aku belum tahu cara kerja wattpad xD.
Aku ingin bertanya kepada readers sekalian, apakah yang bisa melihat cerita kita di wattpad adalah yang telah memfollow kita sebelumnya?
Yang mengikuti ku di wattpad cuma 1 orang, berarti yang baca ceritaku cuma satu orang itu atau bagaimana?
Terima kasih jika ada readers yang mau menjawab pertanyaan ku di atas…
Ooh dan terima kasih juga bagi readers yang telah menyempatkan untuk membaca ff ini…
Makasihhhhh…
Jika ada yang punya akun wattpad, bersediakah untuk memfollow saya? Nanti saya follow balik xD
Akun wattpadku : shawokeu
