"Hoseok jika memang kau tak bisa menerimaku bisakah kau membiarkan aku mencintaimu?" Lanjut Taehyung.

Hoseok diam dan menatap manik Taehyung ia mencari kata yang tepat untuk ssaemnya itu.

"Ssaem..."

"Ssaem... sepertinya aku tak bisa. Aku khawatir hal itu akan menyakitimu. Aku pikir kita harus memberi jarak agar kau bisa melupakan perasaanmu padaku." Hoseok berdiri menatap mata Taehyung yang kini hampir menumpahkan airmata.

"Hoseok, kumohon jangan menjauh dariku. Membayangkan itu saja rasanya jiwaku ingin mati. Kita berhubungan seperti biasa saja. Anggap saja aku tidak pernah melakukan pengakuan ini. " jelas Taehyung sekilas menghapus airmata yang berhasil meluncur di pipinya.

"Tapi ssaem aku tidak bisa memperlakukanmu seperti biasanya setelah ini. Itu tidak mungkin. Tidak mungkin aku bisa melupakan kejadian ini begitu saja. Ssaem kita memang harus sedikit memberi jarak." Hoseok beranjak dan keluar dari ruangan itu.

Namun...

"Kalau begitu lebih baik aku mati Hoseok. " Taehyung membuka jendela ruangan tersebut. Sialnya ruangan itu berada di lantai 4 museum ini. Hoseok tampak terkejut dengan apa yang akan dilakukan Taehyung.

"Ssaem!!!Jangan bertindak gila! Tetap diam disitu. Dan jangan mencoba melompat!" Teriak Hobie yang sudah sampai di ambang pintu.

Taehyung tak mengubrisnya ia menarik kursi yang berada tak jauh dari nya. Ia menaiki kursi itu dan tinggal selangkah lagi baginya untuk terjun bebas.

"Selamat tinggal Hoseok. Karena kau ingin menjauh. Baiklah aku akan menjauh darimu selamanya. Aku bahagia sudah menyatakan perasaanku padamu. Setidaknya aku tidak ada penyesalan saat aku mati nanti.

Seketika mata Hoseok membulat. Entah apa yang sudah dipikirkan oleh Ssaemnya ini.

Tap...

"Tunggu ssaem!!" Hoseok berlari menuju pria itu. Menarik lengannya dengan kuat sampai pria itu terjatuh.

"Kenapa kau mencegahku? Bukankah ini yang kau mau?" Taehyung berdiri dan ingin kembali keposisi semula. Namun Hoseok dengan cepat menarik kembali tangan kekar itu dan mulai menangis.

"Ssaem...ku mohon jangan lakukan itu. Aku tidak mau jadi penyebab seseorang meninggal. Itu akan membuatku menyesal seumur hidup. " ujar Hoseok sambil menunduk dan menangis sendu.

"Kalau begitu, kau harus mau menjadi pacarku. " Taehyung menatap Hoseok dengan ekspresi memohon.

"Tapi ssaem mengertilah aku tidak bisa menerimamu. Aku tidak mau menjalani hubungan tanpa rasa cinta. Aku tidak mencintaimu ssaem. " Hoseok sedikit berteriak tanda ia sangat kesal karena pria dihadapannya ini tak mau mengerti.

"Aku akan membuatmu cinta padaku. " Taehyung mengenggam tangan mungil Hoseok dan mencium pucuknya.

"Karena yang aku inginkan sekarang adalah kau. Jika aku tidak mendapatkannya lebih baik aku mengakhiri hidupku. Aku tidak bisa menerima kegagalan sebelum berusaha Hoseok-ah. " Manik mereka saling bertemu. Airmata Taehyung tertahan diujung matanya. Hoseok tidak bisa melihat orang lain seperti ini karenanya. Salahkan dirinya yang memiliki hati yang mudah tersentuh seperti saat ini.

"Baiklah. Tapi aku akan memberimu waktu. Satu bulan saja. Jika kau tidak berhasil, tolong jauhi aku. " Hoseok berbicara sambil menunduk.

"Baiklah. Satu bulan terhitung dari hari ini aku akan membuatmu cinta padaku Hoseok-ah." Ujarnya percaya diri dan mengusap airmata sial yang membasahi pipinya. Seketika senyumnya mengembang dan tangan kekarnya menggenggam tangan Hoseok.

"Hoseok kau darimana saja?" Hoseok berjalan ke arah Jungkook. Diikuti oleh seorang pria yang penuh kharisma.

"Siapa dia?"

"Hai. Aku Kim Tae Hyung. Calon pacar Jung Ho Seok. " Taehyung menjulurkan tangannya menjabat tangan Jungkook. Senyuman manisnya membuat siapapun pasti jatuh hati. Termasuk authornya. Eh malah buka kartu .

Jungkook menjabat tangan kekar Taehyung. " Jeon Jungkook. Teman satu atap Jung Ho Seok. " Jungkook menyunggingkan senyum jahatnya. Melihat reaksi apa yang dikeluarkan Taehyung.

"Apa benar Hoseok-ah?" Hoseok mengangguk tanda itu benar.

"Kenapa kau bisa tinggal dengannya?" Tanyanya lebih jauh.

"Jadi begini ssaem. ..." Hoseok menjelaskan secara rinci alasannya tinggal bersama Jungkook agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Ah... baiklah aku mengerti. Hoseok-ah , ayo pergi berkencan hari ini. "

Hoseok mengangguk pelan. Jungkook terdiam menatap punggung mereka berdua berlalu dari jangkauan pandangannya. Ada perasaan sedih menyelubungi hatinya.

"Hoseok-ah?" Hoseok menoleh dan membuat ekspresi wajah yang seakan berkata "Apa?"

"Boleh aku menyentuhmu?" Hoseok diam. Apa maksudnya berkata seperti itu? .

"Maksudku bolehkah aku menggenggam tanganmu dan berpelukan denganmu saat aku ingin ?" Taehyung membenarkan kalimatnya.

"Ah...ku kira apa. Tentu saja boleh. Tapi ssaem tidak boleh lebih dari itu. "

"Maksudnya lebih dari itu?" Hoseok meletakkan burger large sizenya. Dan melap ujung bibirnya yang sedikit kotor.

"Kau tidak boleh melakukan lebih dari itu ssaem. Seperti mencium bibirku. Aku tidak memperbolehkannya. " Taehyung tiba tiba tertawa mendengar perkataan Hoseok.

"Kau tidak bisa menolaknya nanti Hoseok-ah. Saat kau terbawa suasana hal itu tidak bisa dihindari. Ya meskipun bisa. Tapi Aku tidak yakin. " Hoseok coba mencerna perkataan Taehyung. Apa maksudnya?

Sudah larut malam, namun tidak ada tanda tanda Hoseok akan pulang. Apa yang sebenarnya dilakukan namja itu?

Bip

Ada seseorang yang membuka apartemen bersandinya ini. Sudah pasti itu adalah orang yang sedang dikhawatirkan oleh Jungkook. Jungkook bergegas menghampirinya dengan ekspresi sedikit marah.

"Hoseok-ah. Kenapa kau lama sekali? Apa yang kau lakukan bersamanya?" Hoseok terlihat sangaaaaaat lelah. Terlihat matanya yang sipit tak menampakkan mata indahnya. Bibirnya sedikit pucat. Dan rambutnya... kenapa rambutnya acak acakan.

Hoseok melangkah dengan gontai mendudukkan dirinya di sofa ruang TV. Ia menyandarkan kepalanya kebelakang di kepala sofa itu.

"Hah...lelah sekali. " Ujar Hoseok menghembuskan nafas panjang.

Jungkook pun ikut bergabung duduk di samping Hoseok.

"Hoseok-ah jawab pertanyaanku! Kenapa kau lama?" Jungkook tidak sabaran.

"Aishh... Berhenti berteriak. Aku tidak tuli. Aku diajak makan, nonton film, dan bermain di taman hiburan. Taehyung ssaem memaksaku mengikutinya. Padahal aku tidak suka bermain di taman hiburan. Aku lebih suka bermain PS4 seharian dirumah. "Hoseok memejamkan matanya dan sedikit mengatur nafasnya.

"Kenapa kau tidak menolaknya saja. Kenapa kau mau berkencan dengannya. Apa kalian punya hubungan?" Jungkook menginterogasinya.

"Hufftt. Sebenarnya juga aku tak mau. Tapi aku sudah ada kesepakatan dengannya. Aku mau tak mau menerima ajakannya berkencan. " Hoseok menceritakan itu dengan sisa tenaganya. Ia terlalu lelah. Karena harus berteriak saat menaikki roller coaster dan masuk ke rumah hantu. Hoseok membenci itu.

Terdengar dengkuran halus dari mulut Hoseok. Ia sudah tertidur. Ia belum mandi dan belum mengganti pakaiannya. Apakah harus Jungkook menggantinya? Ini akan menjadi kesempatan yang bagus bagi dirinya.

"Aku akan memulainya..."

TBC

Thankyou semua yang sudah sudi meluangkan waktu buat ma first FF ini. Semoga kalian suka ya. Aku sengaja slow alur nya biar ga maksa trus masuk akal.

Thankyou yang udah mau vomment. Aku kadang ketawa sendiri baca comment an nya. Thankyou untuk semua apresiasinya