"Aku tidak tau. Aku tidak sempat melihat wajahnya apalagi bertanya namanya. Aku hanya mendapat gelang ini. Gelangnya tersangkut di kancing bajuku waktu ia menyelamatkan aku. " Hoseok menunjukkan gelang yang dipakainya. Gelang berdesain simpel namun tampak elegan.

"Itu milikku Hoseok-ah. "

Srettt

"Ssaem??"

"Bagaimana bisa ssaem masuk apartemen ini?" Hoseok pergi menghampiri Taehyung.

"Kau lupa? Kau yang memberitahuku kemarin saat kau sudah terlalu lelah. " Jungkook menatap kearah Hoseok dengan tatapan membunuhnya.

"Lalu apa maksud ssaem dengan ini milikmu? Apa benar kau yang menyelamatkanku 8tahun lalu?" Taehyung mengangguk.

"Tch. Jangan mengaku ngaku. "Ujar Jungkook tak senang.

"Apa bukti kau pemilik gelang ini?" Tanya Jungkook mengintimidasi.

Taehyung hanya diam.

"Lihat! Dia bahkan tidak bisa memberi bukti!" Kekeh jungkook.

"Tapi di gelang ini tertulis KIM. Marga ssaem juga kim. Kurasa ssaem benar benar penyelamatku. " Simpul Hoseok. Taehyung pun tersenyum.

"Hoseok-ah. Jangan langsung menyimpulkan begitu saja! Banyak marga kim di dunia ini. "

"Iya kau benar. Ssaem kau harus memberi bukti lebih. "

"Baiklah aku akan bercerita tentang 8 tahun lalu. 8 tahun lalu, kau aku dan saudara tiriku yang paling kubenci pergi bermain ke sebuah danau. Saat itu kita bertiga menaiki perahu menelusuri danau itu. Tiba tiba saudara tiriku mendorongmu, dia tau kau tidak bisa berenang. Ia memang sangat membencimu. Karena kau akan dijadikan pewaris tunggal perusahaan kakek. Aku langsung menyelamatkanmu dan membawamu secepatnya ke tepi danau. Setelahnya aku memanggil bibi untuk memanggil ambulans membawamu ke rumah sakit." Jelas taehyung panjang lebar. Hoseok perlahan mengerti.

"Hoseok-ah jangan percaya dengan omong kosong nya." Hoseok menatap jungkook. Ia merasa aneh dengan sikap jungkook.

"Ada apa denganmu jungkook-ah?"

"Cerita sebenarnya bukan seperti itu. Pemilik gelang itu adalah aku. Bukan pria bangsat ini. " Hoseok membelalak.

"Apa! Cerita yang mana yang benar sekarang! Kalau memang benar ini milik mu kenapa tertulis nama kim disini. " Taehyung bersmirk kala Jungkook menatapnya.

"Bukti menunjukkan akulah pemiliknya!" Jungkook menggeram.

"Gelang itu adalah pemberian ayahku. Marga ayahku adalah KIM. Karena sudah bercerai,ibuku tidak lagi membiarkanku menggunakan marga ayahku. Ia memakaikan marga dari suami barunya. Dan sialnya ayahku juga ayah dari pria keparat ini. Ibunya adalah wanita perusak sebuah keluarga. "

"Jungkook jaga ucapanmu!" Taehyung menggeram.

"Apa aku salah? Kau sudah ada 5 tahun sebelum aku. Dan selama itu kau hidup tanpa sosok ayah. Menyedihkan. Harusnya ibumu tidak perlu mencari ayahku, selama 5 tahun kalian baik baik saja. Kalian hadir malah merusak hidupku. "

"Jungkook kau kasar sekali. " Hoseok menarik lengan jungkook yang sudah mencengkram kerah Taehyung sedari tadi.

"Tak apa hoseok. Aku biasa diperlakukan seperti ini. " jungkook mendecih.

"Biasa katamu? Omong kosong yang menjijikkan. " Jungkook mendecih lagi.

Suasana seketika diam. Hoseok yang merasa bosan pun mulai berkicau lagi.

"Aku sangat penasaran. Yang menyelamatkanku sebenarnya ssaem atau kau?" Hoseok menatap kedua individu yang saling membuang muka.

"Baiklah. Aku ingin bertanya pada kalian berdua. Kalian harus menjawab diwaktu bersamaan. "

Hoseok berdiri dan berjalan mondar mandir.

"Saat itu warna baju yang kalian kenakan apa?"

"Putih. "Seru jungkook.

"Merah. "Seru Taehyung. Mereka berseru diwaktu yang sama.

Hoseok menunduk. Lama kemudian bahunya tanpa bergetar. Hoseok menangis.

"Yak. Kenapa kau malah menangis ?" Teriak jungkook khawatir melihat kondisi hoseok sekarang.

"Aku sedih...hikss... aku sedih jungkook-ah. " Hoseok mengusap pelan airmatanya yang terys mengalir.

"Aku sedih. Karena aku tak ingat penyelamatku memakai baju warna apa !!" Teriak Hoseok frustasi. Ia kembali menangis. Ia sangat sedih.

"Yakss paboya. Kau bisa mengingatnya seiring waktu. Berhentilah menangis. Cup ..cup.." Jungkook mencoba menenangkan Hoseok. Hoseok memang aneh. Ia akan menangis akan hal hal kecil. Bahkan saat ia membunuh nyamuk,ia menangis sesegukkan dan mengubur nyamuk tersebut. Yaa, seperti yang author bilang tadi. Hoseok mudah tersentuh.

"Kyaa. Jungkookie. "Suara pria yang tak ingin didengarnya kini menyapa telinganya.

"Ada perlu apa kau?" Jungkook berhenti dari langkahan kakinya dan menghadap pemilik suara itu.

"Hyung. Panggil aku hyung bodoh. " Taehyung menaruh angkuh tangannya di saku celananya.

"Cih. Kau dengar baik baik. Aku tidak sudi memanggilmu hyung!"

"Hahaha. Kau tampaknya masih membenciku. Ah. Ku kesini ingin berbicara denganmu tentang Hoseok. "

"Aku mencintainya. "Lanjut Taehyung.

"Lalu ?"

"Bantu aku mendapatkannya. Kau tau bukan dia akan memberi apa yang aku minta jika aku adalah penyelamatnya. Dan aku ingin dia jadi milikku. "Jawab Taehyung tanpa malu.

"Tidak. Aku tidak mau. " Jungkook menggeleng cepat.

"Kenapa? Memangnya apa yang mau kau minta dari dia? Uang? Dia saja tidak punya. Biarkan aku yang menggunakan kesempatan itu. "

"Aku juga ingin memilikinya. Jika kau memang benar mencintainya kau harus memperjuangkannya bodoh bukan menggunakan kesempatan yang ada. Terlihat sekali kau seperti pengecut takut kalah. Dan lagi, perlu kau ingat kaulah yang 8tahun lalu ingij membunuhnya bukan? Lucu sekali sekarang kau malah jatuh hati padanya. " sontak Taehyung mematung.

"Aku sudah berubah jungkookie. Kau lihat aku sekarang. Aku tidak seperti gangster lagi. Dan masalah perasaan kau tidak bisa menduganya. Aku pun tak menduga bisa jatuh hati pada hoseok. " Ujar Taehyung berdiri tegak menanpilkan penampilan rapih.

"Aku ragu Taehyung-ssi. Kau bisa berubah secepat itu. Tidak ku biarkan Hoseok bersamamu. " Taehyung tertawa.

"Kau benar Jungkookie. Kau pintar sekali adik kecilku. Aku hanya ingin menjadikannya milikku karena Appa akan memberi perusahaan peninggalan kakek padanya. Appa merasa bersalah pada Hoseok kurang ajar itu. Dan kau lihat saja nanti aku pasti akan membuat dia menjadi milikku jungkookie. Caranya sangat mudah. Kau ingin tau?" Taehyung berjalan angkuh.

"Dengan menghamilinya. " Jungkook mengeram.

"Brengsek kau! "

Bug ...

Satu pukulan keras menyambar pipi tegas Taehyung.

"Jangan mimpi kau Iblis. Aku akan menjauhkanmu darinya. "

Taehyung tertawa kembali.

"Coba saja jika kau bisa. Asal kau tau, Hoseok sudah berjanji padaku akan berkencan denganky selama sebulan. Dan aku tau Hoseok tidak akan pernah mengingkari janjinya. "Taehyung berdiri, ia mengusap kasar rambut jungkook dan bersmirk ria.

"Jadilah adik yang baik. " Jungkook menepis tangan Taehyung dan berdecih.

"Hoseok-ah!" Seru Jungkook membuyarkan lamunan Hoseok.

"Wae? Kenapa kau berteriak bodoh. "

"Kau berkencan dengan pria kurang ajar itu kah? " Jungkook penasaran.

"Siapa maksudmu?"

"Si ssaem mu itu. Taehyung. "

"A... Iya jungkookie. Aku sudah membuat kesepakatan dengannya. Aku akan berkencan dengannya selama 1 bulan. Dan jika aku tidak mencintainya. Aku boleh menolaknya. " Jawab Hoseok sambil mengambil snack yang dibawanya.

" Maksudmu? Kau bisa menolaknya menjadi pacarmu begitu?" Hoseok mengangguk.

"Hoseok-ah. "

"Mmmm..."

"Aku mencintaimu..."

Cup

Sorry slow update... yang panas panas di simpen dulu