Chanbaek Story by Yasaenghwa

Proundly Present:

The Devil's Spawn

Teufelsbrut

Birth of Demon

WARNING:

Chanbaek, YAOI, Boyslove, Supranatural/horror/Angst/MPREG, NC-21, Typo(es)

Disclaimer:

this fic is mine,

FANFIC REMAKE DARI FIC KYUMIN "THE DEVIL'S SPAWN"

Terimakasih untuk tidak plagiat, Bash dan flame..

.

.

.

don't like, just click close (X)

Happy reading and enjoy..

Main cast:

Park Chanyeol

Byun Baehyun

Support cast:

Oh Sehun

Kim Junmyun

Do Kyungsoo

Bae Joo-Hyun (Irene/RV)

Park Chae Young (Rose/BP)

Dan akan bertambah sesuai kebutuhan cerita

Summary:

Baekhyun seorang mahasiswa arkeologi yang menemukan perkamen dalam hutan terkutuk mendapatkan kejadian mengerikan di dalam hidupnya, ia di perkosa oleh 'iblis' yang menanamkan benih dalam perutnya. Apakah dia akan mati? Bisakah ia lepas dari 'iblis' itu? apa yang terjadi dengan Chanyeol sahabatnya?


Previous chapter

"YAK.. BANGUN PARK CHANYEOL! SADARLAH!" Baekhyun mencoba menepuk- nepuk pipi Chanyeol dengan tangannya. Bahkan sampai menamparnya, berharap bahwa Chanyeol akan segera bangun dan sadar. Sungguh perasaan Baekhyun saat ini adalah takut, panik, bingung, menyesal dan merutuki dirinya sendiri. Baekhyun mendekatkan telinganya kedada Chanyeol, berharap pikiran negatifnya tidak terjadi. 'oh shit..'

"PARK CHANYEOL!"

.

.

Teufelsbrut

The Devil's Spawn

.

.

Chapther 2

Tubuh itu masih terbaring tak berdaya di sebuah ranjang Rumah sakit dengan infus yang menancap di punggung tangan kirinya dan selang oksigen yang terpasang pada hidungnya. Disampingnya seorang namja mungil masih setia duduk dengan kedua tangan yang menggenggam erat tangan kanan namja tersebut. Tatapan namja mungil itu tampak sayu memandang namja lain didepannya yang selama hampir 2 hari ini tidak sadarkan diri. Manik mata itu menyiratkan kekhawatiran dan rasa bersalah di dalamnya.

"Chanyeol,,, bangunlah, kumohon." ujar namja mungil itu yang di ketahui adalah Baekhyun dengan raut sendu.

Namun, namja yang ternyata adalah Chanyeol tersebut masih tidak bergeming.

"Yeol,,, jangan membuatku cemas, kumohon bangunlah." masih dengan permohonan yang sama Baekhyun semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Chanyeol.

Baekhyun masih mengingat dengan jelas kejadian di mansionnya 2 hari yang lalu tepat saat Chanyeol membaca isi perkamen itu. Kejadian yang membuat jantungnya terpacu lebih cepat karena kepanikan, rasa takut, khawatir dan bingung bercampur menjadi satu. Bagaimana tidak, jika kau tiba – tiba seperti mengalami bencana puting beliyung dan gempa bumi yang memporak porandakan ruangan tempatmu berpijak.

Baekhyun masih ingat dimana dia dengan kalut membawa Chanyeol kerumah sakit setelah menyaksikan Chanyeol yang seperti orang sekarat jatuh tidak sadarkan diri. Sungguh, tidak ada tempat lain yang terpikirkan oleh Baekhyun selain rumah sakit. Baekhyun masih tidak bisa mencerna dengan baik kejadian aneh tersebut.

'Apa yang terjadi? Kenapa dengan Chanyeol? Apa semua kejadian mengerikan itu akibat dari isi perkamen itu? Lalu kenapa?' pertanyaan – pertanyaan itulah yang kini memenuhi otaknya. Baekhyun masih tidak habis pikir mengapa dokter mengatakan bahwa Chanyeol baik – baik saja dan hanya mengalami serangan sesak nafas mendadak akibat panik sementara dirinya sendiri menyaksikan dengan begitu detail saat – saat dimana Chanyeol mengalami sekarat dan hampir meregang nyawa.

"Serangan sesak nafas mendadak dan terasa tercekit adalah tanda gejala yang timbul dari kepanikan yang tidak terkontrol Baekhyun-ssi, kemungkinan Chanyeol-ssi memendam suatu masalah atau takut pada suatu hal tapi anda tidak usah cemas. Tidak ada yang perlu di khawatirkan dari kondisi Chanyeol-ssi, semuanya normal." begitulah penjelasan yang di berikan oleh dokter yang menangani Chanyeol saat dengan kondisi panik dan tertekan Baekhyun menanyakan kondisi Chanyeol.

'Hey, bagaimana aku tidak cemas. Jelas – jelas aku merasakan sendiri jika Chanyeol sempat tidak bernafas!' ingin Baekhyunl meneriakkan kata – kata itu di depan muka sang dokter yang memasang senyum memuakkan di saat kondisi yang tidak tepat ini.

Namun, Baekhyun segera mengendalikan emosinya. Dihirupnya udara dalam – dalam dan mengembuskannya pelan, ia berusaha menenangkan diri. Ia berusaha untuk menjernihkan pikiran dan berfikir logis. 'Mungkin benar yang dikatakan dokter itu, jika Chanyeol hanya terserang sesak nafas karena panik.' pikirnya.

Baekhyun sedikit merasa tenang setelah mengetahui kondisi Chanyeol, namun belum sepenuhnya perasaan khawatir itu hilang mengingat Chanyeol yang sampai saat ini belum sadarkan diri.

.

.

Tangan itu mulai menunjukkan pergerakan, secara perlahan mata namja bermarga Park itu terbuka, menampakkan manik mata berwarna dark brown miliknya. Baekhyun yang baru keluar dari kamar mandi di dalam kamar rawat tersebut terpekik gembira dan segera menghampiri Chanyeol dengan tergesa setelah menemukan orang yang selama ini ia cemaskan akhirnya sadar kembali.

"CHANYEOL! Kau sudah sadar? Oh tuhan, terimakasih." cecar Baekhyun sumpringah sembari menggenggam erat tangan kanan Chanyeol.

Chanyeol masih berusaha menyesuaikan retina matanya dengan cahaya ruangan yang menyilaukan. Samar – samar ia melihat seseorang di depannya yang ternyata adalah Baekhyun.

"Baek..." itulah kata pertama yang di keluarkan oleh suara serak Chanyeol.

"Ne Chanyeol-ah, ini aku. Bagaimana perasaanmu? Sebentar, aku akan panggilkan dokter" Baekhyun segera menekan tombol yang ada di sebelah kiri ranjang Chanyeol.

Beberapa menit kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi Chanyeol. Dokter itu mengatakan kepada Baekhyun bahwa kondisi Chanyeol sudah stabil. Semua tes laboratorium menunjukkan hasil yang normal, selang oksigen yang bertengger (?) di hidung mancungnyapun sudah dilepas. Namun Chanyeol masih harus menjalani rawat inap beberapa hari lagi untuk di nyatakan sembuh. Dokter harus memantau apakah panic attack yang di alami Chanyeol dapat terulang kembali.

Baekhyun menghembuskan nafas lega dan kembali menghampiri ranjang Chanyeol setelah mengantarkan dokter ber-nametag Kim Jaehyun itu keluar ruangan.

Chanyeol memandang Baekhyun yang duduk di samping ranjangnya dengan rasa berkecamuk. Banyak pertanyaan yang bergentayangan di otaknya untuk di lontarkan kepada sahabat di depannya ini.

"Bae, apa yang terjadi? Ada apa denganku? Mengapa aku di rumah sakit?" tanya Chanyeol dengan suara parau.

"Kau—"suara Baekhyun tercekat, semua kilasan kejadian 2 hari yang lalu membuatnya tidak kuasa untuk menerjang dan memeluk Chanyeol.

"Pabbo! Ku kira kau akan mati, bodoh.. hiks.. Kau membuatku tidak bisa bernafas dengan benar karena takut.. Kau hampir membuatku setengah gila karena khawatir hiks.. Dasar Park Dobby Bodoh!" Baekhyunpun terisak di bahu Chanyeol. Cengeng memang, tapi entah mengapa ia begitu lega mendapati Chanyeol baik – baik saja sehingga ia tidak bisa membendung lagi perasaan lega itu dan air mata lolos begitu saja. seperti ada yang mengangkat batu besar dari atas pundaknya saat ini.

Chanyeol tersentak mendengar isakan Baekhyun. Terasa bahunya yang basah menandakan Baekhyun sedang berderai air mata. Chanyeol mencoba membalas pelukan Baekhyun dan mengusap punggung sempit itu, berusaha untuk menenangkan Baekhyun.

"Mianhae..." Chanyeol hanya bisa membisikkan kata maaf karena membuat Baekhyun khawatir.

Baekhyun melepaskan pelukan mereka dan menghapus air matanya kasar. Dia merasa kesal, kenapa Chanyeol yang harus minta maaf.

"Bodoh! kenapa kau yang meminta maaf?! Sudahlah, lupakan. Aku tidak apa – apa" Baekhyun berujar sendu di akhir kalimatnya.

"Lalu apa yang terjadi denganku Bae?"

"Kata dokter kau mengalami sesak nafas karena panik, entahlah aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja setelah kau membaca perkamen itu kau mengalami sesak nafas dan seperti orang sekarat, kemudian aku membawamu ke rumah sakit. Kata dokter serangaan panik itu kemungkinan muncul karena kau memendam suatu masalah atau takut akan suatu hal.. Sebenarnya apa yang kau takutkan Yeol? Tolong jangan memendam masalahmu sendiri, ada aku yang bisa kau ajak berbagi." ungkap Baekhyun menggenggam erat tangan Chanyeol.

Jujur saja dia merasa tidak berguna karena sebagai sahabat tidak tahu akan masalah apa yang Chanyeol pendam maupun ketakutan apa yang Chanyeol miliki sampai menimbulkan serangan panik sehebat kemarin.

Chanyeol di buat bingung dengan penjelasan dan pertanyaan Baekhyun.

"Serangan panik? Ketakutan dan masalah apa maksudmu Bae? Kurasa aku tidak pernah memendam masalah atau ketakutan sampai menjadi panik seperti yang kau jelaskan." jelas Chanyeol.

Baekhyun mengernyit bingung, 'Tidak mungkin? Mendapatkan serangan panik tanpa sebab? Itu konyol atau—' batinnya.

"Perkamen? Kau bilang aku mengalami sesak nafas seperti orang sekarat setelah membaca perkamen bukan? Atau jangan – jangan—"

"Yak, tidak ada hal mistis semacam itu Park! Kau hanya terkena serangan panik, tidak ada hubungannya dengan perkamen." Baekhyun tiba-tiba memotong ucapan Chanyeol, untuk menghalau pikiran negatif Chanyeol. Sungguh dia hanya ingin melupakan kejadian yang ia akui masih ada bagian sisi dirinya yang sulit untuk menjabarkan hal ini secara logika.

Dalam hati ia juga masih belum yakin kejadian itu di sebabkan oleh isi dari pekamen itu atau hanya kebetulan.

'Hey, jika di fikir secara logika bisa saja bukan jika hari itu cuaca sedang buruk dan terjadi angin ribut, dan kebetulan saat itu Chanyeol mendapatkan serangan panik sehingga membuatnya sesak nafas maupun tercekik jadi seolah – olah seperti orang sekarat? Ya, semuanya akan masuk akal bukan?' pikiran dari sisi positif Baekhyun berkata. 'Tapi bagaimana kau menjelaskan lampu yang menyala kemudian tiba-tiba mati dan menyala lagi Baekhyun? Kenapa Chanyeol harus mendapat serangan panik saat itu?' sisi negatif dalam pikiran Baekhyun mendebat. 'Itu—itu, Argg... tidak usah kau pikirkan hal-hal semacam itu Byun Baekhyun, toh semuanya berjalan baik – baik saja selama hampir 2 hari ini setelah kejadian itu. Tidak ada yang terjadi pada dirimu maupun Chanyeol bukan? Jadi hilangkan pikiran negatifmu itu. Tidak ada hal mistis semacam itu' elak fikiran positif Baekhyun.

"Begitukah?!" tiba – tiba Chanyeol menyela lamunan Baekhyun.

"Eoh, apa?" Baekhyun tersentak dari pikiran – pikiran yang berkecamuk dalam otaknya.

"Apa ada sesuatu yang kau pikirkan? Ada yang tidak beres?" tanya Chanyeol menyelidik dengan sikap Baekhyun yang tiba-tiba melamun.

"T-tidak ada" jawab Baekhyun sekenanya.

"Kau yakin?" Chanyeol seolah mengintimidasi.

"Haish— Sudahlah aku tidak mau membahas hal ini. Buang jauh-jauh pikiran konyolmu itu yang percaya akan tahayul Chanyeol! Dan sekarang kau harus istirahat, kau sudah terlalu banyak bicara! Aku akan pulang setelah kau tidur." perintah telak Baekhyun.

Chanyeol hanya mendecih,

"Ck,,aku baru saja bangun dan kau menyuruhku tidur kembali?" Baekhyun yang mendengar itu seketika memberi deathglare tergagalnya kepada Chanyeol.

"Baiklah, baiklah... aku akan istirahat." ujar Chanyeol sembari memutar bola matanya malas. Kemudian dia memejamkan matanya untuk kembali tidur.

Baekhyun merapikan selimut Chanyeol setelah terdengar dengkuran halus dari Chanyeol. Kemudian ia beranjak pulang dan besok dia akan datang kembali untuk menemani Chanyeol di rumah sakit setelah selesai dengan urusan kuliahnya.

.

.

.

Hari ini sudah hari ke 3 Chanyeol di rawat dirumah sakit. Kondisi Chanyeol semakin membaik, kemungkinan lusa Chanyeol di bolehkan untuk pulang. Lagi pula Chanyeol mengatakan sudah tidak betah dan ingin kembali mengikuti perkuliahan yang ia tinggalkan. Setelah kejadian aneh di mansion waktu itu, tidak ada kejadian aneh lagi yang menimpa Baekhyun. Dia mencoba untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Mengunjungi Chanyeol di rumah sakit, berkuliah, bertemu dengan dosen untuk membahas tugas, dan kegiatan sehari – hari lain yang sering ia lakukan.

Lalu bagaimana dengan perkamen itu?

Perkamen itu Baekhyun simpan di tempat yang aman.

Malam ini udara begitu dingin sampai menusuk tulang, jika saja kau tidak menggunakan mantel yang tebal mungkin kau akan mati membeku. Baekhyun, namja mungil nan cantik itu sedang menapaki jalan menuju mansionnya. Dia baru saja pulang dari bimbingan tugas akhirnya bersama dosen bernama Kim Joonmyun.

Sepanjang jalan ia mengeratkan jaket tebalnya dan menggosok kedua tangannya untuk menghalau dingin. Jalanan yang sepi dan senyap menambah suasana mencekam bagi Baekhyun agar lebih waspada. 'Siapa tahu ada orang yang ingin bertindak jahat' pikirnya. Baekhyun melirik jamnya sekilas. Sudah menunjukkan pukul 23.12 malam. 'Pantas saja' batinnya. Jarak ke mansionnya tinggal 3 km lagi, jika di tempuh dengan mobil mungkin dia sudah sampai di mansion dan menikmati kasurnya sejak dari 15 menit yang lalu, akan tetapi sialnya mobil yang sering ia gunakan ke kampus harus mendiami bengkel mobil untuk perbaikan.

Tepat ditikungan terakhir menuju mansionnya, Baekhyun merasakan ada sesuatu yang ganjil. Ia merasa seperti sedang di ikuti. Namun setiap kali ia menengok kebelakang, tidak ada orang satupun disana. Sepi. Tiba-tiba bulu kuduknya meremang. Rasa takut mulai merayap dalam dirinya, tetapi Baekhyun mencoba untuk tenang dan mempercepat langkah untuk segera sampai di mensionnya. Baekhyun berharap itu hanya perasaannya saja.

.

.

Teng.. Teng..

Jam kuno yang berada di ruang tengah itu memecah keheningan malam, menandakan jika kini sudah mengijak pukul 01.00 tepat tengah malam. Baekhyun sudah tiba di mansionnya kurang lebih 45 menit yang lalu. Sekarang namja cantik bermarga Byun itu sudah mendengkur halus tanda ia sedang mengarungi mimpi.

Hawa dingin mulai menyeruak di dalam kamar Baekhyun yang hanya diterangi lampu tidur itu. Tirai transparan yang berada pada pintu menuju balkonpun tersibak tertiup oleh angin.

Sesuatu seperti gerombolan butiran debu berwarna hitam yang terbawa angin dengan cepat menyelinap ke kamar namja yang masih terlelap itu melalui celah bawah pintu balkon.

Butiran debu berwarna hitam tersebut berputar membentuk pusara dan lambat laun menampakkan sosok seperti manusia berjubah hitam layaknya hollow dengan mata semerah darah menyeringai penuh makna kearah Baekhyun. Urat-urat diwajah makhluk itu tampak jelas, namun dalam kondisi lampu tidur yang tiba-tiba mati dan hanya di terangi sinar bulan dari balkon wajah sosok itu sulit untuk dilihat. Sosok itu bagaikan bayangan dan perlahan mendekat kearah dimana Baekhyun berbaring.

Sosok itu merayap keatas ranjang Baekhyun dan perlahan menindih tubuhnya. Seringaian tercetak dengan samar disana, matanya berkilat merah seolah ingin menelanjangi namja cantik yang berada dibawahnya. Sorot itu menampakkan dendam, kebencian, kepedihan dan tunggu kerinduan.

Sosok itu menghirup dalam – dalam aroma tubuh Baekhyun pada perpotongan lehernya, kemudian menjilat perpotongan leher Baekhyun sampai ke dagu dengan lidah hitam panjang dan berlendir. Sosok diatas tubuh Baekhyun itu mengalihkan bibirnya ketelingan Baekhyun dan berbisik dengan suara berat mengerikan..

"Sie graben!" (You mine)..

.

.

"Nghh..." Baekhyun mengeliat gelisah dalam tidurnya. Ia merasakan ada sesuatu yang ganjil pada tubuhnya. Gejolak aneh itu timbul dan semakin lama semakin nyata besamaan dengan sesuatu yang kenyal, basah dan dingin menyapu bagian leher, dada dan telinganya.

Mata Baekhyun perlahan membuka untuk mengetahui sesuatu yang sedang mengusik tidur lelapnya. Samar-samar dalam keadaan setengah sadar Baekhyun melihat ada dua kilatan merah tepat diatas wajahnya. Baekhyun menajamkan penglihatannya dan lambat laun, dengan penerangan sinar bulan purnama dari atas balkon ruangan itu ia bisa melihat dengan jelas sosok hitam yang kini berada diatasnya dan menindih tubuhnya. Sosok mengerikan dengan urat wajah yang menonjol, mata merah dan bibir yang hitam meneteskan cairan anyir dengan seringaianya. Sosok itu mengungkung diri Baekhyun bagaikan kepompong. Baekhyun terperanjat dan memekik nyaring.

"Arrgggg... "

.

.

.

"Arrggg,, hah.. hah.. hh." Baekhyun bangun terduduk dari tidurnya dengan nafas yang memburu dan tersengal – sengal. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan dengan panik dan takut. Namun, kelegaan itu muncul, ketika ia tidak mendapati sosok mengerikan yang tadi berada diatas tubuhnya dimanapun. Ia mengedarkan sekali lagi pandangannya dan kondisi kamar itu masih sama seperti saat dirinya akan tidur dengan lampu tidur yang masih menyala diatas nakas tempat tidurnya.

'Hah, hanya mimpi.' monolog Baekhyun dalam hati, namun..

Wush─

hawa dingin mulai merayapi tubuh Baekhyun. Baekhyun tiba – tiba merinding dan bersedekap mengusap masing-masing sisi lengannya.

Kriet—

Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Baekhyun menuju pintu balkon. Baekhyun mengernyit, 'Kenapa pintu balkon bisa terbuka? Bukankah tadi sebelum tidur aku sudah menguncinya?' pikir Baekhyun.

Deg—

Seketika rasa takut itu muncul. Jangtung Baekhyun berdebar sangat kencang mengingat mimpinya tadi. 'Jangan-jangan...' Namun segera ia tepis pikiran negatif itu. 'Ah tidak mungkin, mungkin saja aku lupa menguncinya'. Begitu selesai dengan pikirannya, Baekhyun beranjak untuk menutup pintu yang menuju balkon luar kamarnya.

.

.

Baekhyun melihat sekilas kondisi luar sebelum menutup pintu balkon kamarnya. 'Purnama.' batin Baekhyun melihat bulan yang bertengger besar diatas langit. 'Besar sekali' batinnya lagi.

Seusai menutup pintu, Baekhyun berbalik untuk beranjak ke ranjangnya berniat melanjutkan tidur yang sempat terganggu. Namun, baru saja ia beranjak 3 langkah, Baekhyun merasakan ada sekelebat bayangan melintasi belakang punggungnya. Dengan gerakan cepat Baekhyun memutar tubuh. Ia kembali mengedarkan pandangannya ke arah pintu balkon. Mata Baekhyun bergerak gelisah mencari – cari sesuatu yang berkelebat tadi. Akan tetapi, nihil. Hanya korden tipis yang tadi di tutup oleh Baekhyun tengah bergoyang seperti tertiup angin.

'Aneh, padahal sudah ku kunci. Mengapa masih ada angin yang masuk?' monolognya. Namun, dengan cepat Baekhyun menggelengkan kepala untuk menghalau pikiran paranoidnya dan mensugesti dirinya sendiri jika semua baik – baik saja.

Tepat saat dia membalik badannya, tubuh Baekhyun membatu, tercekat hingga Baekhyun tidak mampu berteriak ketika menyaksikan pemandangan yang ada di depannya. Sosok hitam bagai bayangan dengan postur tegap dengan kedua manik mata yang merah serta seringaian yang masih jelas terekam di memori Baekhyun dan hadir di dalam mimpinya beberapa menit yang lalu itu kini tampak nyata bediri beberapa langkah dari dirinya. Baekhyun gemetar, jantungnya terpacu lebih cepat dari biasanya. Jujur saja Baekhyun merasa takut luar biasa melihat sosok yang kini berada di depannya

Namun, dengan mengumpulkan keberaniannya Baekhyun mengeluarkan suara.

"S-SIAPA KAU!"

Sosok itu semakin melebarkan seringaiannya sehingga cairan berbau karat dan anyir keluar dari sela bibirnya. Baekhyun melotot horor ketika sosok itu perlahan mendekat ke arahnya. Otak Baekhyun segara meminta tubuh gemetarnya itu untuk mundur. Namun, Baekhyun tidak bisa. Ia semakin di buat panik tatkala sosok itu tiba – tiba dengan secepat angin menerjangnya.

Baekhyun tidak mampu berkata apapun. Ia hanya bisa berdiri mematung dan memalingkan wajahnya sembari menutup mata. Tidak di pungkiri jantungnya bergemuruh dan rasa takut itu mulai menjadi.

Namun,, setelah beberapa menit Baekhyun tidak merasakan apapun. Ia mengernyit dan perlahan mulai membuka matanya. Tidak ada apapun. Ia dengan panik mengecek kondisi tubuhnya. Tidak ada yang berubah. Kemudian ia edarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Tidak ada apapun.

'Itu tadi apa? Apa aku berhalusinasi?' pikirannya mulai di penuhi oleh keanehan yang tadi sempat ia alami.

Dengan tubuh yang masih dilanda gemetar dan jantung yang masih belum berdetak normal, Baekhyun mencoba melangkah untuk menyalakan lampu saklar guna menerangi ruang tidurnya. Sungguh dengan kondisi ruangan yang hanya di terangi lampu tidur saja, Baekhyun tidak yakin dia masih bisa bernafas lega. Dia masih merasa takut dan di hantui oleh mimpinya tadi. Jadi Baekhyun memutuskan untuk menyalakan lampu utama yang lebih terang.

Akan tetapi baru saja Baekhyun berjalan 2 langkah, dia di kejutkan dengan suara pintu balkon yang seketika membuka dengan keras disusul dengan masuknya angin ribut tepat seperti kejadian 3 hari yang lalu.

Baekhyun terhempas jatuh tersungkur di lantai.

"AHHKKKK" pekiknya..

Dia tidak bisa mencerna keadaan yang sedang terjadi. Ia hanya mampu melindungi diri dengan menyembunyikan kepala di balik tangkupan kedua tangannya. Badan Baekhyun lebih gemetar dari sebelumnya. Ia merunduk dan merapalkan doa- doa keselamatan yang dulu sempat di ajarkan oleh sang ibu.

"Kumohon selamatkan aku tuhan" racaunya tak jelas. Sungguh ia merasa takut luar biasa dan hampir menangis, meraung.

Barang – barang di kamar itu berhamburan dan berjatuhan, kursi dan meja bergetar dan bertubrukan dengan lantai. Suasana makin mencekam tatkala lampu satu-satunya yang menerangi kamar itu yaitu lampu tidur yang berada di atas meja nakas tiba-tiba padam.

Deg—

Baekhyun semakin kalut. Ia tidak mampu melakukan apapun. Ia hanya meringkuk sembari menutup matanya rapat – rapat dan meracau meminta perlindungan tuhan.

Beberapa saat keadaan tiba – tiba menjadi tenang. Suara gemuruh itu telah hilang. Baekhyun, mulai mengangkat kepalanya dan mengedarkan pandangan kesekeliling. Terlihat, barang – barang di kamar itu berantakan tak beraturan.

Baekhyun mencoba berdiri diatas kakinya yang gemetar. Ia harus keluar dari ruangan ini, harus! Dengan langkah yang tertatih dan keberanian yang di paksakan Baekhyun mencoba menggapai pintu keluar dengan tergesa.

Ckrek—

'Oh shit!' Baekhyun menatap horror pegangan pintu tersebut. 'Terkunci! Tidak mungkin! Bagaimana bisa!'

Ckrek,, Ckrek..

'Tidak bisa.. Sial! Apa – apaan ini!'

"YAK.. BUKA PINTUNYA! SHIT... BUKA!" Baekhyun semakin kalut menggedor pintu keluar kamarnya itu. Ia panik sehingga tanpa sadar ia tidak mengetahui ada sesosok makhluk di balik punggungnya yang menatap tajam pada namja mungil itu.

Wush—

"AARRGGGG..." Baekhyun terhempas dan terpelanting ke atas ranjang.

Brugk— bunyi hantaman tubuh Baekhyun diatas ranjang king size miliknya terdengar dengan jelas. Baekhyun meringis. Kepalanya pening. Belum sempat ia memahami situasi yang di alaminya saat ini, Baekhyun di kejutkan kembali dengan munculnya sulur hitam, seperti akar pohon merayap keatas rangjangnya dan menghampiri tubuhnya. Baekhyun membelalakkan matanya ngeri. Ia beringsut mundur menghindari sulur – sulur menjijikkan itu.

Namun, dengan cepat sulur itu melilit tangan kanannya. Terasa kenyal dan berlendir saat sulur itu melilit pada tangannya. Bau amis darah menguar dari sulur itu.

"AAA... TIDAK, LEPAS!" Baekhyun mencoba meronta dengan melepaskan cengkraman sulur itu dari tangan kananya menggunakan tangan kirinya yang bebas. Tetapi, belum sempat tangan kanannya terlepas, sulur lain malilit tangan kiri Baekhyun dan menghempaskan tubuhnya ke sandaran ranjang. Demi apapun, punggungnya terasa sakit menghantam dashboard dan kepalanya semakin pusing. Ia seperti terpasung dengan posisi 2 tangan terentang masing – masing diikat oleh sulur dan 2 sulur lain yang mengikat kedua kakinya secara berlawanan.

Baekhyun masih meronta, ia mencoba melepaskan diri. Namun, semakin Baekhyun memberontak lilitan itu semakin kuat. Hingga tubuh Baekhyun menggigil hebat dikali ia mendapati sosok mengerikan yang ada di mimpinya kini berada tepat didepan ranjangnya.

"SIAPA KAU! LEPASKAN AKU! BRENGSEK! LEPAS!" Baekhyun memaki kesetanan kepada sosok yang memandang dengan kedua mata merah tajamnya menelusuri tubuh Baekhyun yang mengeliat bagai cacing yang terkena panas matahari.

Baekhyun semakin frustasi, kesal dan ketakutan ketika sosok itu perlahan mendekat kearah Baekhyun dengan seringaian yang mengerikan sekaligus memuakkan itu.

Sosok itu merayap diatas ranjang Baekhyun dan hampir sampai di kedua kakinya. Baekhyun menggeleng frustasi. Dia dengan brutal semakin memberontak dan melepaskan diri. Panik, kalut dan takut.. itulah yang Baekhyun rasakan saat ini, sehingga tidak sadar pertahanannya sebagai laki – laki runtuh. Ia meraung dan menangis.

"Hiks... LEPASKAN AKU! TIDAK,,,, JANGANN!" Baekhyun memekik histeris dan menggeleng frustasi tatkala sosok itu mulai merayap diatas tubuhnya. Nafas Baekhyun memburu... ia tidak bisa mengendalikan ketakutannya. Tubuhnya semakin menggigil. Ia menutup matanya rapat-rapat saat sosok itu kini tepat berada di depan wajahnya. Baekhyun memalingkan wajahnya kekiri sehingga leher bagian kanannya terekspos sempurna diterangi oleh sinar bulan yang masuk ke kamar itu.

Baekhyun bisa merasakan sesuatu yang kenyal, basah dan dingin menyapu leher, menjalar ke dagu, kemudian telinga dan pipi bagian kanannya. Baekhyun semakin terisak, mengejang hebat karena takut, terlebih bau anyir khas darah menguar dari sosok yang kini sedang menjilati bagian yang dirasakan Baekhyunl tadi.

Baekhyun sontak membuka matanya seketika saat sosok itu semakin liar menggerayangi tubuhnya dan merobek baju piayama Baekhyun dengan membabi buta.

.

.

.

Flashback end

.

"ARRRGGG...Jangan.. Nghh.." suara rontaan itu terdengar dari tubuh mungil yang kini sedang terkapar tak berdaya diatas tempat tidurnya dengan baju yang robek di sana-sini. Bahkan tubuh bagian bawahnya sudah terekspos tanpa adanya selembar kainpun yang menutupi. Peluh bercucuran dikeningnya dan air mata tidak berhenti untuk mengalir. ketakutan itu yang kini tercetak pada kedua mata yang menatap sayu makhluk diatasnya itu. Entah apa yang terjadi pada diriya, iapun tak tahu. Seingatnya tadi ia sedang berkelana dalam alam mimpi, sebelum dia merasakan ada hal yang ganjil pada tubuhnya.

Hal ganjil yang ia pikir adalah mimpi kini menjadi kenyataan terburuk di dalam hidupnya.

Setelah berhasil menanggalkan celana piyama Baekhyun dengan merobeknya menjadi dua bagian dan melempar entah kemana. Sosok itu menjilati bagian tubuh bawah Baekhyun mulai dari bagian paha dalam Baekhyun, selangkangan sampai bagian genital Baekhyun, kemudian merambat naik melewati perut Baekhyun, dada dan terakhir leher jenjang miliknya. Baekhyun merasakan sensasi dingin, basah dan kenyal saat lidah hitam makhluk itu menyentuh bagian tubuhnya. Baekhyun lemas, Tidak dipungkiri Baekhyun merasakan sensasi nikmat saat lidah itu menjamah tubuhnya. Baekhyunpun menegang. Namun sepertinya rasa itu terkalahkan oleh rasa takut yang mendominasi pada dirinya.

Kini tubuh Baekhyun bagai bermandikan darah. Baekhyun merasa mual luar biasa. Ternyata makhluk itu mengeluarkan cairan kental berwarna merah kehitaman pekat selama ia mengerjai tubuh Baekhyun dengan lidahnya. Benar – benar tidak ada satu jengkalpun dari bagian tubuh depan Baekhyun yang terlewat dari jilatan makhluk mengerikan itu.

"ARRRGGG..." Baekhyun memekik ketika sulur – sulur yang melilit kakinya semakin memperlebar dan menekuk kedua kakinya, mengekspos lubang anal Baekhyun yang belum pernah terjamah sama sekali.

Baekhyun semakin menggeleng kalut saat mendapati makhluk itu berhenti menjilati tubuhnya, akan tetapi Baekhyun bisa melihat dengan jelas dari pancaran cahaya bulan apa yang kini di perbuat oleh makhluk di depannya itu.

Mengarahkan genetalnya tepat di lubang sempit Baekhyun.

Jleb—

"ARRGGGGG! TIDAK! JANGAN...! Nghh.." Baekhyun meraung histeris saat ia merasakan sesuatu yang keras memaksa memasuki bagian bawah tubuhnya. Sesuatu itu terus di dorong menerobos masuk. Baekhyun menggeleng serabutan, demi apapun ini sangat sakit. Lubang anusnya seolah di belah menjadi dua dan terasa panas serta perih.

"ARRRGGGGG... BER-HEN-TIHH! Hhh... Berh- hen-tihh...! hiks..."

Baekhyun masih meronta, ia mengeratkan masing-masing tangannya pada dashboard sampai buku tangannya memutih untuk menyalurkan rasa sakit yang luar biasa pada daerah bawah tubuhnya. Air mata bodoh itu terus mengalir dari pelupuk mata Baekhyun. Peluh semakin membanjiri keningnya. Persetan dengan predikat namja. Yang jelas ia ingin meraung karena ini terlalu menyiksa.

Sosok itu menyeringai, di cabutnya alat genitalnya dan menyisakan kepala genital itu di lubang Baekhyun. Tanpa aba – aba makhluk itu menyentakkan begitu kuat kedalam lubang Baekhyun.

"AAARRRRGGGG... NNNGGHHH!" Baekhyun mendongak, matanya membelalak. Sesuatu di dalam tubuhnya di hantam begitu kuat dan kasar, membuat tubuhnya meremang dan merasakan sensasi nikmat luar biasa.

Jerit kesakitan itu kini berubah menjadi desahan yang tidak di sadari oleh Baekhyun ketika daging sensitif di dalam tubuhnya dihantam oleh genital panjang dan keras milik si makhluk mengerikan itu.

"AKKHH... NNNgghh " Baekhyun terhentak seirama dengan hentakan pinggul makhluk yang kini sedang meng in-outkan genitalnya.

"AAKKHH... A-AKKU.." Baekhyun hampir dibuat gila dengan sensasi aneh yang melilit perutnya dan hampir meledak pada kejantanannya. Baekhyun menggigit bibirnya keras, ia meremas dengan kuat sulur yang melilit kedua tangannya, meresapi gejolak yang sebentar lagi akan membucah seiring semakin cepat dan kasarnya genital itu menumbuk titik terdalamnya..

"AAAKKKHHHHHHHH..."Akhirnya Baekhyun mencapai puncak pertamanya di iringi dengan semburan sperma yang keluar dari kejantanannya. Baekhyun merasa melayang di bawa ke langit tertinggi. Dengan tersengal-sengal dan nafas yang memburu Baekhyun menutup matanya mencoba meresapi jika kenikmatan itu benar – benar nyata. Ia tidak memungkiri jika melakukan sex akan senikmat ini. Perasaan takut yang tadi ia rasakanpun entah raib kemana.

Makhluk itu seolah tidak peduli dengan keadaan Baekhyun yang lunglai setelah orgasmenya yang pertama kali. Makhluk itu tetap menggempur lubang Baekhyun secara brutal, untuk mencari kenikmatannya sendiri.

Baekhyun yang mulai terangsang kembali, mendesah tertahan saat dirasakan genital di dalam dirinya semakin brutal menusuk. Kepalanya mendongak keatas dengan mulut yang menganga lebar. Telihat sensual secara bersamaan.

"AAKKHHH... NNNggghh... Nnggh.."

Baekhyun lagi – lagi membelalak lebar saat merasakan genetal di dalamnya semakin lama semakin membesar, berkedut dan terasa sangat penuh. Rasa panas menjalari bagian dalam tubuh bawahnya ketika tusukan genetal itu semakin dalam dan ia bisa merasakan kedutan itu semakin pada puncaknya. Baekhyunpun mengejang.

"ARRRGGGGGGGGG!" Baekhyun memekik diiringi dengan keluarnya orgasme yang kedua dari genitalnya dan geraman dari makhluk diatasnya yang berhasil menuntaskan hasrat miliknya di dalam tubuh Baekhyun.

Baekhyunl tersentak, matanya membulat kosong, pupil matanya melebar. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang mengalir dan menerobos masuk dengan deras ke dalam perutnya. Sesuatu itu terasa panas dan membuat perutnya penuh, sebelum akhirnya pening menghantam kepalanya dan perlahan Baekhyun menutup matanya karena tidak mampu mepertahankan kesadarannya lagi.

.

.

.

.

Sinar matahari masuk menyelinap dari pintu bening transparan yang menghubungkan kamar itu dengan balkon. Sosok namja mungil yang masih terpejam itu mengernyit ketika sinar matahari menyapa kedua kelopak matanya. Merasa terusik dengan silau itu, namja penyuka strawberry tersebut perlahan membuka matanya dan mengeliat. Namja cantik itu mengerjap beberapa kali untuk membiasakan matanya menerima cahaya untuk memperoleh kesadaran penuh. Setelah kesadarannya kembali dan mata itu membuka sempurna, namja itu terperanjat dari tidurnya dan segera terduduk. Badannya terasa pegal seperti persendiannya semua akan patah, terutama bagian punggung.

Tiba-tiba Ia teringat akan kejadian mengerikan yang dialaminya tadi malam. Kilasan kejadian saat 'Angin yang tiba-tiba berhembus kencang, kamar yang berantakan, kehadiran sesosok makhluk mengerikan, sulu-sulur yang mengikat tangannya dan makhluk itu telah... Tidak!' Baekhyun menggeleng panik. Segera ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, berharap semua kejadian yang dialaminya tadi malam hanyalah sebuah mimpi.

Namun Baekhyun seperti di hempas ke dasar jurang terdalam. Syok.. bagaimana tidak jika yang ia lihat adalah isi kamarnya yang memang berantakan! Jangan – jangan...

Baekhyun seketika menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Ia perlahan mengalihkan pandangannya ke bawah tubuhnya sendiri dan— Baekhyun tercekat.

'Tidak mungkin!' batinnya masih tidak percaya. Baekhyun membelalakkan matanya lebar, ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya sekarang juga.

Hey lihatlah apa yang ia temukan pada tubuhnya, bagian atas piyama yang berantakan dan robek terkoyak disana – sini dan bagian tubuh bawahnya yang tidak mengenakan selembar kainpun. Baekhyun bahkan bisa melihat genetalnya sendiri terekspos di bawah sana.

'Tidak... ini tidak nyata! Ini— A-Aku... tidak!' Baekhyun menjerit di dalam batin. Tangannya mengerat kuat seprai putih yang sudah tampak kusut itu. Baekhyun tidak mampu berkata apapun, ia syok, terkejut, bingung, dan takut hingga tidak terasa air matanya sudah menggenang di pelupuk mata.

Belum sempat keterkejutan itu hilang dan Baekhyun masih syok akan keadaan dirinya saat ini, tiba - tiba ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Ia merasa perutnya bergejolak. Terasa seperti sesuatu yang abstrak berputar di dalam sana.

"AHKK..." pekik Baekhyun memegangai perutnya ketika perut itu seperti dihantam gelombang dari dalam. Baekhyun menggigit bibirnya dengan keras. Ia mengernyit, kepalanya tiba-tiba terasa pusing dengan dorongan yang semakin lama semakin menjadi untuk di keluarkan dari dalam perutnya. Baekhyun merasa sangat mual.. Tangan kanannya reflek membekap mulut sedangkan tangan kiri masih meremas erat perutnya yang semakin melilit seperti di aduk.

Baekhyun segera berlari kekamar mandi tanpa memperdulikan dirinya yang masih berantakan dan tanpa mengenakan baju yang layak dengan bagian bawah tubuhnya yang masih terbuka tanpa ditutupi apapun.

Baekhyun memuntahkan apapun itu yang mendesak keluar dari dalam perutnya. Ia membungkuk di depan wastafel kamar mandinya.

"Huekk... Hkk.." terasa sesuatu mengalir dari tenggorokannya dan keluar dengan deras dari dalam mulutnya.

Rasanya sangat aneh di lidah Baekhyun. Bau itu sangat familiar. Baekhyun melotot horor dengan sesuatu yang ia muntahkan tadi di washtafel. Tubuhnya gemetar, keringat membanjiri pelipisnya, tubuhnya perlahan mundur menjauhi wastafel. Apa yang ia lihat ini benar – benar nyata, sungguh ia ketakutan lebih dari apapun. Baekhyun merasa lemas dan tidak sanggup untuk berdiri sehingga—

"ARRRRRRGGGGGGGGGG...!"

.

,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC...

.

.

Hohoo.. sesuai janji kemarin review 30 keatas aku updet fast, dan Tara chapter 2 up! Alurnya masih aku buat sama… heheehee.. Jangan kecewa yaa..

Okey, Terimakasih banyak yang udah Review di chap kemarin:

ChanByunbee, bublle106, partyconfetti, hyunaaa, apanger614, Ema Kim2, realmnf1412, Kiyoshikey, LordLoey, JSBTS, dhantieee, seira minkyu, anfsh, Min Sweet Cheonsa, milkybaek, Byunwonu, paddra, imasssoh, xiobee97, Ahnyona, novitaayu3, AkagamiShimura27, Guest, Ikaisoo, guess9, edirizm, babybaekki.

Note:

Yang tanya apa Chanyeol dirasukin iblis? Ikutin terus ceritanya ya…

Yang tanya apakah member exo yang akan kebunuh kaya di versi Kyumin? Jawabannya ada di chap selanjutnya….

Yang minta fast update dan dilanjut? Udah aku kabulin ya…

Oke, gimana ceritanya yeorobuunn?

Apa yang terjadi sama Baekhyun selanjutnya? Siapa yang berani ngegrepe si Byun Baeknya Chanyeol?

Terimakasih banyak buat respondnya yang WOW dan menantikan remakean ini. *aku pikir responnya bakal dikit soalnya udah ketebak alurnya, tapi sungguh kalian LUAR BIASAA…

Review ditunggu... #biar aku antusias buat update kilat..

Sampai jumpa di Next Chapter...

Saranghae yeorobuuunnn! LOVE U CBHS… SCOOTER COUPLEEE…

Annyeong...!