"Menyebalkan!"

"Kau kenapa lagi?"

"Kau tak akan percaya apa yang ku alami hari ini." ujar Kyuubi mendramatisir, lalu mendaratkan dirinya di sofa yang berada di tengah ruang kerjanya.

"Ah,, biar ku tebak, ini pasti ada hubungannya dengan Itachi,,,,,, lagi." tebak sang sepupu Yamanaka Deidara dengan nada bosan, sama sekali belum menoleh ke arah sepupunya.

"Cih, siapa lagi!" dengusan kesal keluar dari bibir plum Kyuubi.

"Memang dia melakukan apa lagi kali ini?" tanya Deidara, ia terus fokus pada laporan yang sedang ia baca.

"Dia sama sekali tak mengenali ku. Brengsek"

Deidara mengerutkan kening. "Tidak mengenalimu bagaimana?"

"Satu lagi, jangan mengumpat di depanku Kyuu. " meletakkan dokumen yang sudah ia tanda tangani, Deidara beranjak ke kulkas dan mengambil dua kaleng jus jeruk dan apel.

"Urrghh, si keriput itu tidak mengenaliku saat aku keruangannya tadi. Apa aku sebegitu jeleknya hingga dia seperti itu. " gerutu Kyuubi.

"Untuk apa kau ke ruangannya pagi-pagi begini?" tanya Deidara penasaran,

'Huh, dasar tsundere tingkat akut, bilangnya tidak suka tapi masih juga pergi mencari Itachi pagi-pagi begini.' Deidarala nafas panjang.

Sepupu merahnya ini selalu saja mendramatisir hal-hal yang berbau 'Uchiha'.

Setelah menutup kulkas, Deidara berbalik ke arah Kyuubi. Deidara membatu, matanya nyaris melotot saat melihat sosok di depannya yang sedang sibuk menggerutu di sofa ruang kerjanya.

"Kyuu,,,,? "

.

.

.

.

.

_A Naruto Fiction_

Disclaimer by Mr. Masashi Kishimoto

This fict belong to me Dan (Daniel. Sandra aka Daniela Alexsandra)

"Unsuccessful plan"

Main Pair : Uchiha Itachi x Namikaze Kyuubi (female)

Rating : T +

Genre : Romance

Warning: As always human and female Kyuubi, GS of course.'

Penganut aliran mainstream, so ide cerita tentu saja mainstream maksimal. Typo bikin sakit mata plus EYD yang nggak tau kapan sempurnanya. OOC jangan tanya. But hope you like.

.

.

.

Mood Kyuubi benar-benar hancur hari ini. Alasannya karena orang-orang di gedung Namichiha tak satu pun yang mengenalinya, bahkan Itachi dan sepupunya sendiri. Sungguh Kyuubi tak habis pikir. "Apa mereka semua sudah buta?" gerutu Kyuubi.

"Atau memang aku sangat jelek." mood Kyuubi terjun bebas seketika.

"Tidak." Serunya dengan nada satu oktaf lebih tinggi, "Tidak ada dalam sejarah seorang Namikaze Kyuubi itu jelek." ujarnya menggebu.

"Cih, mereka saja yang terlalu bodoh."

'Atau kau yang bodoh' batin Kyuubi berkata tiba-tiba, seolah ikut mengolok-olok nasib buruknya hari ini.

"Aaaarrgggghhhhh, sialllllll" nafas Kyuubi tak beraturan setelah berteriak meluapkan emosinya.

"Tunggu!" serunya tiba-tiba, "Jika Itachi tidak mengenaliku, bukankah itu bagus. Dengan begitu dia juga tidak akan lagi terus menggangguku." ekspresi Kyuubi langsung berubah cerah. "Dengan begini rencanaku berhasil."

"Yatta,,,,, Mission succes" Kyuub bersorak gembira. Namun seketika itu juga ekspresi Kyuubi berubah 180 derajat. "Tapi,,," Kyuubi kembali terdiam, 'kenapa aku tidak rela'

"Cih, apa yang barusan kau pikirkan aho-Kyuu. Kenapa kau harus merasa tidak rela kalau si Keriput mesum itu menjauhimu. Sudah hentikan memikirkan manusia keriputan itu.

Sekarang kau harus fokus pada rapat pagi ini. Iya benar sekali ra-"

Sekarang sudah pukul 10.00 tapi Kyuubi masih saja berkutat dengan pikirannya sendiri. Dia bahkan tidak sadar bahwa Deidara sudah meninggalkan ruangan sejak 30 menit yang lalu. Saat denting jam ke-10 dia baru sadar.

"Oh, shit. Aku terlambat" umpat Kyuubi sebelum dengan tergesa ia membereskan meja kerjanya. Mengambil file yang akan ia gunakan untuk rapat pagi ini. 'Sial, ini semua gara-gara si keriput itu.' Dengan terburu-buru Kyuubi meninggalkan ruang kerjanya. Melesat menuju lift dan menekan tombol lift secara brutal.

.

Ting.

.

Kyuubi langsung melesat masuk saat pintu lift akhirnya terbuka. "Astagaaa,,, " pekik Kyuubi saat sadar akan penampilannya yang berantakan terpantul jelas di dinding lift. Dengan menggunakan jari-jarinya, Kyuubi membenahi rambutnya yang berantakan.

.

.

.

Brak.

.

"Maaf aku terlambat." seru Kyuubi sambil membungkuk dan menormalkan pernafasannya. Hampir seluruh mata di ruang rapat itu menatap heran padanya.

"Maaf nona, selain direktur dan manager, karyawan biasa dilarang mengikuti rapat ini. Silahkan anda keluar."

"Kau jangan membuat moodku pagi ini hancur Yamato atau kau mau aku pecat, huh." Kyuubi menegakkan tubuhnya dan menatap sinis Yamato, manager bagian perencanaannya.

"No,,nona Kyuubi." mendenges kasar Kyuubi berjalan melewati Yamato sambil menyibakkan rambut panjangnya."

"Kau dari mana saja aho-Kyuu? Kau tak tahu jam berapa sekarang?" omel Deidara saat Kyuubi sampai di kursinya.

"Aiz,, sudah jangan cerewat. Ini semua juga gara-gara kau."

"Aku? Apa yang kulakukan?"

"Ck, sudah diamlah."

"Kau ini kebiasaan sekali. Sudah terlambat, tidak merasa bersalah lagi." Kyuubi melotot pada Deidara.

"Apa? Aku bicara apa adanya. Sudahlah, tapi paling tidak kau harus minta maaf pada tuan Sabaku dan tuan Uchiha yang sudah kau buat menunggu."

"APA?"

.

Plak.

.

"Pelankan suaramu, ini bukan stadion. Cepat sana minta maaf." Kyuubi melemparkan pandangan memelas ala anak anjing terbuang.

"Kau tau itu tidak akan mempan melawanku." Deidara memutar matanya bosan.

"Cih, baiklah." sambil mempoutkan bibirnya sebal Kyuubi menanggapi ucapan Deidara. Lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri para petinggi perusahaan yang ikut rapat hari ini. Kyuubi tidak sadar sedari tadi dia menjadi pusat peehatian semua orang di ruang rapat itu.

"Sabaku-san, aku minta maaf atas keterlambatanku." Kyuubi sedikit membungkukkan badannya saat meminta maaf pada direktur Sabaku corp. aka Sabaku Garra.

"Hn, tidak apa-apa. Kau hanya terlambat lima menit, aku masih bisa memakluminya." ujar Garra sambil tersenyum tipis

"Terima kasih atas pengertiannya." Kyuubi menyelipkan rambutnya yang sedikit mengganggu matanya.

"Kau sedikit berbeda hari ini."

"Ah, benarkah?" Kyuubi tersenyum canggung menanggapi perkataan Garra.

"Hn, kau terlihat lebih feminim, cantik."

"Eh?"

"Ehem, bisakah kita segera memulai rapatnya sekarang." suara bariton berujar dengan sedikit keras, menjadikannya pusat perhatian. Sekatika semua anggota rapat menuju kursi mereka masing-masing, termasuk Kyuubi.

.

.

.

.

"Semoga kerja sama tiga perusahaan kita bisa menuai kesuksesan besar." Gara mengakhiri rapat dan disambut tepuk tangan semua anggota rapat.

"Ahh,,, akhirnya selesai juga." Kyuubi mulai membereskan file-file yang ia gunakan saat rapat tadi.

"Aku sudah kelaparan dari tadi." keluh Kyuubi

"Tumben sekali, biasanya kau baru makan siang selepas jam 1, sekarang bahkan belum jam 12."

"Itu karena tadi pagi aku belum sarapan." gerutu Kyuubi, 'ini semua gara2 rencanaku untuk menjauhkan Itachi dariku.'

"Apa? Tidak salah? Seorang Kyuubi melewatkan sarapannya!"

"Yak, kau terlalu berlebihan, Dei."

"Namikaze-san."

"Sabaku-san, ada apa? Ada yang bisa ku bantu?"

"Ah, begini. Aku berencana makan siang, apa kau besedia bergabung bersamaku?"

"Hah?"

"Bagaimana?"

"Ba-"

"Maaf menyela anda Sabaku-san. Tapi aku dan Kyuubi sudah ada janji untuk makan siang bersama."

"Eh?"

"Ah, begitu rupanya. Baiklah, mungkin lain kali kita bisa makan siang atau mungkin makan malam bersama, Kyuubi-chan."

'Chan?'

'Kyuubi-chan'

'Apa-apaan panda merah itu'

"Kalau begitu saya permisi."

"Hn/Ya"

"Kau, apa maumu, huh? Kapan aku membuat janji makan siang denganmu, keriput?"

"Aku mau kau dan janjinya sekarang, saat ini, waktu ini dan detik ini juga." dengan santainya Itachi menggenggam tangan Kyuubi dan menariknya keluar dari ruang rapat.

"Yak, lepaskan aku. Sejak kapan aku menyetujui ajakan makan siangmu?"

"Aku tidak butuh persetujuanmu, sayang." tiba-tiba Itachi menghentikan jalannya, sontak hal itu membuat Kyuubi sukses menabrak punggung kokoh Itachi.

"Aduh,,, yak, kenapa berhenti mendadak!" Itachi mengacuhkan omelan Kyuubi. Dengan cepat dia berbalik menghadap Kyuubi yang menatap garang ke arahnya.

.

Glup.

.

'Menyeramkan.'

"Ma,,mau apa kau."

"Pakai." Itachi melepaskan jas miliknya dan menyodorkannya pada Kyuubi.

"Hah."

"Kubilang pakai.

"Untuk apa aku harus memakai jasmu?" Kyuubi melempar jas Itachi ke lantai. Itachi cukup terkejut melihat reaksi Kyuubi. Dengan kasar Itachi mengusap wajahnya.

"Ada apa denganmu?"

"Huh?"

"Apa yang terjadi padamu?"

"Apa maksudmu?"

"Kau jangan pura-pura bodoh, Kyuu."

"Cih, kalau bicara yang jelas."

"Apa kau sudah gila? Sejak kapan kau memakai baju kurang bahan seperti itu?"

"Kau bahkan memakainya ke kantor, astaga! aku bahkan sampai berencana mencongkeli seluruh mata laki-laki di ruang rapat tadi. Terutama panda merah itu." geram Itachi.

"Apa kau tidak malu."

"Malu?" Kyuubi mendengus, "Ini fashion, lagi pula pakaian yang ku pakai masih jauh lebih baik dari pada pakaian wanita-wanita genit yang selalu menempelimu itu."

"Kau cemburu?"

"Aku? Cemburu? Kau bercanda!"

"Kalau tidak cemburu, lalu apa? Kau ingin menyamakan dirimu dengan wanita-wanita murahan itu dengan bergelayut pada para pria yang diincarnya!"

"Cih, tak kusangka, ternyata kau sama saja dengan mereka. Kupikir selama ini aku sudah salah menilaimu." hati Kyuubi berdenyut sakit mendengar penuturan Itachi tentang dirinya. Ditambah ekspresi datar nan sinis yang di tampilkan Itachi padanya.

"Kau pikir siapa dirimu seenaknya menilaiku seperti itu?"

Dengan tenang Itachi mengambil jasnya yang tergeletak di lantai. "Aku memang bukan siapa-siapa bagimu."

"Aku saja yang sudah membuang waktuku hanya untuk memikirkan dirimu. Nona Namikaze."

"Maaf sudah mengganggumu selama ini." setelah itu, Itachi pergi beranjak meninggalkan Kyuubi yang masih terdiam di tempatnya

.

Tes.

.

'Apa ini?' Kyuubi menyentuh pipinya yang tiba-tiba basah.

Saat dirinya sadar kalau air itu turun tak terbendung dari kedua matanya, Kyuubi malah tertawa. Tawa yang terdengar sumbang, bahkan di telinganya sendiri.

"Ada apa denganku?" Kyuubi mencoba menghapus air matanya

"Kenapa jadi seperti ini."

"Kau,,, baik-baik saja, Kyuu?"

"Dei!" Kyuubi langsung memeluk erat Deidara dan menumpahkan semua perasaannya.

.

.

.

.

.

.

Tebece

.

.

.

.

.

R : Pendek?

D : Emang

R : Sengaja ya?

D : Ihh,,, kog tau sihh

R : (nyiapin senjata, batu, parang)

D : -glup- Hehe,, kabuuurr ?

Abaikan dialog di atas yg sepenuhnya bener ?

Fict ini sebenernya udah End di Watty. Karena rencana awalnya cuma bikin one shoot.

Meskipun dari sekian FF buatan Dan, FF ini peminatnya yg paling sedikit (p′︵‵。) Dan ra popo kog

Dan masih tetep semangat buat FF IFK lain

.

.

.

.

-Dan out-