[1] Bagian 1

"Besok kalian berdua harus membawa wali kalian menemui saya. Ini sudah kesekian kalinya kalian membuat onar di lingkungan sekolah." Pak Lee, sang guru konseling sedang menceramahi kedua murid nakal yang ada di depannya.

"Tapi Lee saem, ini bukan salah saya. Ini ulah si Dobby tiang listrik ini. Hukum saja dia bukan saya saem." Baekhyun menunjuk pria yang ada di sebelahnya dengan wajah kesal.

"Kenapa kau jadi menyalahkan ku Byun pendek. Kau yang melemparkan sepatu mu ke kepala ku." Jawab Chanyeol dengan nada yang tak terima di salahkan oleh manusi kurcaci yang sedang menatapnya tajam.

"Kau yang memulainya duluan yoda jelek. Kalau kau tak mengejek ku terlebih dahulu aku tak mungkin melemparkan sepatu ku ke kepala mu bodoh." Baekhyun menjawab dengan nada kesal dan hampir ingin memukul kepala Chanyeol.

tapi Chanyeol langsung menangkap tangan Baekhyun "Kau kira kau bisa memukul ku bacon."

Lee Saem yang melihat tingkah 2 muridnya langsung menggebrak meja "Diam!!" Lee saem mengeluarkan nada yang begitu menyakitkan telinga hingga mereka berdua menghentikan aksi mereka.

"Jika wali kalian tidak datang besok saya akan menambah hukuman kalian dan bisa jadi saya akan menskors kalian berdua selama 2 minggu. Tidak ada alasan apa pun, kalian berdua paham." Lee saem mengatakan dengan nada kesal menahan amarah sementara Baekhyun dan Chanyeol hanya mengangguk tanpa membantah lagi.

"Kalau begitu, kalian berdua bisa keluar dari ruangan saya dan mulai mengerjakan hukuman kalian."

"Kalau begitu, kami permisi dulu Saem." Chanyeol dan Baekhyun membungkuk dalam kemudian pergi meninggalkan ruang konseling.

"Aku benci pada mu yoda jelek. Gara-gara kau, aku harus mengepel seluruh kamar mandi di sekolah ini." Baekhyun terus saja mengumpat sambil mengerjakan hukumannya mengepel lantai kamar mandi sekolah.

"Kau kira hanya kau saja yang kesal dengan hukuman ini, aku juga." Chanyeol terus saja membersihkan toilet tanpa mendengarkan gerutuan Baekhyun.

"Aku lelah, aku sudah tidak mau melanjutkan nya. Kau saja yang membersihkan semuanya Park dobby." Baekhyun membanting alat pel yang di pegangnya dan hendak keluar dari kamar mandi sebelum pergelangan tangannya di tarik oleh Chanyeol.

"Sakit." Baekhyun meringis saat chanyeol menggengam pergelangan tangannya sedikit kuat. Chanyeol yang tersadar karena genggamannya yang menyakiti Baekhyun langsung melepaskannya "maaf." Chanyeol mengatakan dengan raut wajah bersalah. Baekhyun hanya mengangguk sambil memegangi pergelangan tangannya yang masih terasa sakit. Baekhyun tidak memaki Chanyeol karena ia masih heran kenapa seorang Chanyeol bisa mengatakan maaf dengan wajah bersalah karena itu bukan tipe Chanyeol sekali.

"Kau tidak bisa pergi sekarang Baek, kita harus menyelesaikan hukuman kita. Kau tak mau kan hukuman kita di tambah oleh Lee Saem lagi untuk kali ini saja baiknya kita berdamai menyelesaikan hukuman kita bersama." Chanyeol berusaha membujuk baekhyun.

"Baiklah hanya untuk kali ini." Baekhyun setuju dengan ucapan Chanyeol dan mengambil pel yang ia jatuhkan untuk melanjutkan membersihkan kamar mandi.

~ooOOoo~

"Akhirnya selesai juga." Luhan meregangkan otot tubuhnya yang kaku karena hampir 5 jam ia hanya menatap layar monitor untuk mengerjakan laporan sialan yang diberikan oleh presdir keparat Oh Sehun. Luhan melihat jam tangannya menunjukkan pukul 10 malam. "Sebaiknya aku pulang sekarang." Luhan membereskan meja kerjanya kemudian mengambil tasnya dan keluar dari ruangan yang sudah sepi sedari tadi. Luhan melangkahkan kaki keluar dari gedung perkantoran besar itu. Ia berjalan kaki menuju halte bus untuk mendapatkan bus terakhirnya.

Luhan duduk sendiri menikmati malam kota seoul di halte bus sambil menunggu bus terakhir datang. Saat Luhan masih menikmati kegiatan nya sebuah audi hitam berhenti tepat di halte bus. Luhan tahu siapa pemilik audi hitam tersebut, jadi dia pura-pura melihat kearah lain seolah-olah mobil itu tak berada di depannya.

Kaca jendela mobil terbuka menampakkan sang pemilik mobil, Oh Sehun. "Masuk." Katanya dengan suara memerintah. Luhan tidak bergeming di tempatnya, ia malah mengacuhkan perintah presdirnya tersebut. "Masuk Sekarang Lu, atau aku yang akan menggendong mu masuk." Sehun sekali lagi memerintah dengan nada yang mengintimidasi. Luhan memutar bola mata malas dan melangkah dengan terpaksa masuk ke dalam mobil sementara Sehun hanya tersenyum penuh kemenangan.

"Temani aku makan malam setelah itu aku akan mengantar kan mu pulang."

"Tidak, aku tidak mau. Antarkan aku langsung ke apartemen." Luhan menjawab dengan penolakan.

"Tidak ada penolakan. Kau tau kan kalau aku tak suka ditolak." Jawab Sehun masih fokus pada jalanan.

"Kau kira kau bisa seenaknya menyuruhku. Aku lelah dan aku ingin segera pulang dan tidur." Jawab Luhan ketus sambil memberikan tatapan tajam pada pria yang ada di sampingnya itu.

"Ini hanya sebentar Lu, tak akan membutuhkan waktu lama." Sehun menjawab santai sambil mengalihkan pandangan ke arah Luhan.

"Ini semua juga karena mu Presdir Oh Sehun. Aku lembur karena kau memberikan pekerjaan yang menumpuk pada ku." Omel Luhan.

"Temani aku makan dan jika kau lelah besok kau tak usah pergi bekerja. Aku selaku presdir memberikan mu libur." Sehun menatap Luhan dan memberikan senyuman manis pada pria cantik itu.

Luhan yang melihat Sehun tersenyum membuat hatinya berdebar 2 kali lebih cepat. Ia sudah lama tak melihat senyum itu lagi dari bibir Oh Sehun 'Ku mohon berhenti lah berdebar.' Batinnya sambil memegangi dadanya. Sehun yang melihat gelagat berbeda dari Luhan mempunyai ide untuk menjahili pria cantik tersebut.

"Kau mulai menyukai ku lagi kan." Sehun menaik turunkan alisnya sambil memulai permainan mari menggoda Luhan.

"Ti..tidak..." Luhan menjawab dengan gugup takut ketahuan oleh Sehun karena ia memang tak pandai berbohong.

"Kau tak usah bohong Lu, wajah mu memerah." Sehun tertawa melihat perubahan raut wajah Luhan.

"I-ini...karena cuaca diluar sedang dingin jadi wajah ku memerah. Lagi pula mana mungkin aku menyukai orang yang jelas-jelas sudah berkhianat." Luhan mengalihkan pembicaraan dan Sehun tahu kemana arah pembicaraan yang Luhan maksud.

"Aku tidak Lu. Mana mungkin aku mengkhianati mu."

"Jadi disebut apa ketika kau melihat langsung dengan mata kepalamu sendiri kekasih yang kau cintai tidur tanpa busana dengan seorang wanita di malam kelulusan." Luhan menatap wajah Sehun nyalang, terbersit luka di raut wajah Luhan.

"Kau salah Lu, itu tidak seperti yang kau kira. Aku sudah berulang kali menjelaskan padamu bahwa aku di jebak dan kau tak pernah mau mendengarkan ku dan malah percaya gosip bahwa aku yang menghamili Irene." Sehun berusaha meyakinkan Luhan untuk yang kesekian kalinya.

Luhan menghela nafas panjang. " ck.. sudahlah itu juga sudah jadi masa lalu nyatanya kau menikah dan memiliki anak darinya. Aku juga sudah mengikhlaskan dirimu dan menerima keadaan karena mungkin kita tak ditakdirkan untuk hidup bersama. Sekarang fokuslah menyetir aku tak mau kita kecelakaan dan mati konyol."

Sehun hanya menghela nafas dalam dan kembali fokus ke jalanan. Selalu begini jika mereka membahas masa lalu mereka sebagai mantan kekasih yang harus berakhir dengan tragis. Luhan yang hanya terdiam dan mengalah dan tak ingin mengungkit lagi sementara Sehun yang sudah lelah berkali-kali menjelaskannya pada Luhan.

~ooOOoo~

Sorak sorai tepukan penonton menggema di seluruh gedung. 8 namja tampan membungkukan badan tanda berterima kasih atas pertunjukan mereka yang telah usai. Itu lah debut showcase pertama mereka sebagai grup yang bernama Exo. Satu persatu member menuruni panggung.

"Akhirnya pertunjukan selesai dengan lancar seperti yang kita harapkan." Itu Suho sang leader grup.

"Ya akhirnya kita bisa memberikan pertunjukan yang terbaik untuk penggemar." Chen menambahi.

"Baiklah semua, mari kita pulang ke dorm. Besok kita ada lebih banyak jadwal dan harus segera istirahat." Suho menyuruh semua member bersiap untuk masuk ke mobil yang akan membawa mereka ke dorm. Semua member berjalan mengikuti Suho dan manager mereka.

Kris yang berjalan di belakang Kyungsoo berjalan cepat untuk bisa berjalan berdampingan dengannya "Kau menampilkan yang terbaik tadi. Seperti biasa suara mu bagus kyung." Kris memuji Kyungsoo.

Yang dipuji hanya tersenyum. "Terima kasih Kris, rap mu juga bagus seperti biasa. Kau rajanya rap. Kris jjang." Kyungsoo balik memuji Kris sambil memberikan 2 jempolnya. Kris sangat gemas dengan tingkah polos Kyungsoo lalu mengacak pelan rambutnya.

Jongin yang berjalan di belakang mereka panas melihat tingkah 2 orang yang ada di depannya. Lalu ia menyelinap diantara Kyungsoo dan Kris.

"Kris Hyung kau harus naik mobil pertama karena para hyung disana. Aku dan Kyungsoo akan naik mobil kedua karena disini para maknae. Ayo hyung kita naik." Jongin menarik tangan Kyungsoo untuk naik ke mobil kedua. Kris hanya bisa melambaikan tangan pada Kyungsoo lalu masuk ke dalam mobil yang pertama sebenarnya tak masalah jika Kris menaiki mobil kedua bersama Kyungsoo toh tak ada peraturan bahwa member tertua di larang masuk. Tapi itu hanya alasan Jongin saja untuk menjauhkan Kris Hyung bersama Kyungsoo Hyung kesayangannya.

'Aku tak akan membiarkan Kris mendekati Kyungsoo hyung.' Batin Jongin sambil mengepalkan tangannya.

*

Tbc