MANIAC OR NOT?

By ParkBaek267

Cast: Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Rated: M

Genre: Romantic

Humor

Summary: Hampir setiap hari Baekhyun dipertemukan dengan seorang yang berprofesi sebagai pembersih kaca jendela yang mengintipnya berganti baju dan yang lebih parahnya ia akan berurusan denganya selama dua minggu!. YAOI/BOYS LOVE/NC/Typos.

Disclaimer: Cerita milik saya, ChanBaek milik anak-anaknya!

Warning! Sebelumnya saya mau kasih peringatan lagi konten ini terdapat adegan percintaan sesama jenis dan unsur DEWASA jadi bagi yg homophobic/chanbaek haters/salak lapak/anak polos dibawah umur 19tahun silahkan keluar! Terima kasih. ^^

.

.

BYURR

Jas bermerk itu basah seketika saat baekhyun menyiramnya dengan air yang ada dimejanya. Reflek yang dilakukannyalah yang membuat baekhyun baru sadar didetik berikutnya.

"Kau!"

"Dasar pengintip mesum sialan!"

"Berani-beraninya kau muncul di hadapanku! Mau kulempari lagi hingga wajah jelekmu itu tambah jelek?! "

"Kau pasti mengikutiku sampai kesini, mengakulah!"

"Maa-"

"YA JANGAN PEGANG-PEGANG TANGANKU!" Jari ramping yang masih mengacung tepat beberapa senti dari hidungnya itu coba ia alihkan dan berbuah hempasan kasar dari sang pemilik. Manager tersebut bahkan tak bisa mengucapkan satu patah katapun untuk membela diri ataupun sekedar perkataan maaf.

"Ah~ aku tahu kau pasti merencanakan ini semua agar aku terjebak disini. Kau! Kau sengaja menjebaku! Dan..dan oh kau pasti ingin berniat jahat padaku bukan?!"

"Aku tahu rencanamu hah.. Kau pikir bisa menjebaku seperti ini?! Kau dendam padaku karena aku melemparimu tadi pagi, benarkan jawab mesum brengsek!"

"Siapa yang mesum?"

"KAU!" Mengabaikan perasaan bersalahnya setelah menyiram pria di hadapannya -sedikit- ia mengacungkan jarinya tepat didepan hidung sang manager. Tindakannya tersebut disertai umpatan dan makian untuk seonggok pria basah didepannya. Tetapi mata bulat di hadapannya memandang sosok lain di belakang sang mahasiswa.

"Eh?"

"S-selamat pagi sajangnim maaf telah menduduki kursi anda."

"Ekhem. Aku tak tahu apa masalah kalian tapi kurasa kalian sudah saling mengenal. Jadi Park Chanyeol sesuai perkataanku tempo hari, akan ada mahasiswa yang akan melakukan riset di perusahaan kita, dan Byun Baekhyun ini adalah yang kumaksud. Byun Baekhyun anda saya serahkan kepada assistant saya. Park Chanyeol. Ia baru menjalani masa training untuk perusahaan ini selama sisa waktu dua bulan, ia adalah salah satu lulusan terbaik di SNU. Chanyeol, mahasiswa ini yang akan menjadi tanggung jawabmu selama dua minggu kedepan, kuharap kalian bisa bekerjasama dengan baik."

"Baik tuan Wu, saya akan membimbingnya dengan penuh tanggung jawab." Chanyeol seraya tersenyum tipis melirik baekhyun yang masih syok dengan perkataan seorang manager yang lain.

"T-tapi-"

"Ah~ tuan byun jika anda mengalami kesulitan anda bisa bertanya langsung pada saya."

"Kurasa aku bisa meninggalkan kalian sekarang, selamat beraktivitas tuan-tuan." Dengan berakhirnya kalimat perpisahaan itu, meninggalkan dua orang dalam satu ruangan yang entah sejak kapan suasana menjadi canggung. Atau mungkin itu hanya untuk baekhyun, tidak untuk sang assistant manager.

.

"Ini adalah mekanisme global sistem pemasaran kami, perusahaan kami menggunakan sistem pada umumnya perusahaan lain, seperti yang bisa kau lihat pada diagram ini, ada beberapa data yang menggunakan data komposit. Maksudnya, untuk pengelompokan data agar gambar konteks dalam diagram tidak terlalu kompleks. Didalamnya juga terdapat struktur organisasi beserta nama-" perkataanya sempat terhenti ketika netranya menoleh pada baekhyun yang tidak memperhatikanya. Kedua lengannya menyilang didepan dada dan tubuhnya ia sandarkan pada mejanya yang akan di gunakan baekhyun juga untuk dua minggu kedepan. Menatap datar bibir mengerucut dan wajah tertekuk baekhyun.

"Oke sekarang apa masalahmu hingga kau tak mendengarkan penjelasanku? Kau pikir aku tak memiliki perkerjaan lain selain membimbingmu huh?"

"Masih tak ingin menjawab?"

"Jika ada yang tidak kau mengerti tak apa akan kujelaskan sekali lagi."

"Baiklah kita ulangi se-"

Ketukan pintu kayu itu mengalihkan atensi chanyeol yang dengan sabar membimbing baekhyun. Seseorang muncul dari balik pintu setelah mendapat ijin dari pemilik ruangan. Pria dengan tubuh hampir sama mungilnya dengan baekhyun berjalan santai menuju chanyeol seraya menyerahkan sebuah file.

"Kris Wu menyuruhku untuk menyerahkan ini padamu dan- oh siapa dia chanyeol?"

"Dia baekhyun. Byun Baekhyun. Mahasiswa yang melakukan riset untuk dua minggu kedepan."

Staff divisi perencanaan dan pengembangan itu menatap baekhyun yang membungkuk sopan padanya. Menilai penampilan pemuda dihadapannya dari ujung rambut hingga setelan atasnya. Sayang karena penampilan bawahnya terhalangi meja besar milik chanyeol. Meja chanyeol dan Kris Wu saling berhadapan dalam ruangan besar itu.

"Selamat siang saya Byun Baekhyun. Mohon bimbingannya." tangan baekhyun terjulur berniat menyalami seorang karyawan di perusahaanya dengan sopan, tapi tatapan meneliti pria di hadapannya yang ia dapatkan. Jujur baekhyun sedikit risih dengan itu. Dengan sedikit canggung ia menarik kembali tangannya.

"Xi Luhan" Luhan adalah seorang yang akan dengan terang-terangan menunjukan semua ekspresi dan emosionalnya, entah itu hal yang ia sukai maupun tidak. Dan melihat pahatan lembut dan sempurna pemuda di depannya membuat ia tidak suka. Ia tidak suka memiliki saingan, apalagi lebih menawan darinya. Seperti memiliki sebuah fetish tersendiri.

"Luhan kau-"

"Dan apa yang kau lakukan di kursi chanyeol? Tidakkah perbuatanmu itu tidak sopan?"

Chanyeol selesai mengecek tugas yang di berikan kris lalu meletakannya di atas tumpukan file lain, dan ketika perkataanya dipotong dengan pertanyaan yang membuatnya menoleh tak mengerti.

"Ah maaf saya akan pindah-"

"Tetap disitu baekhyun. Aku yang menyuruhnya duduk di kursiku, ia lebih membutuhkannya luhan."

"Chanyeol?"

"Lagipula aku tak masalah, selama mahasiswa ini mengerjakan tugasnya dengan baik." Mata chanyeol melirik baekhyun yang seperti tersindir oleh ucapannya.

"Bukankah kau juga memiliki pekerjaan lain yang harus dikerjakan?"

"Ya, tapi itu bisa ditunda. Kris memberiku tugas ringan jadi aku tak perlu terburu-buru menyelesaikannya."

"Oke terserah padamu aku akan kembali keruanganku."

.

.

Ini sudah kesekian kalinya chanyeol mengoreksi laporan milik pemuda bermarga Byun itu, dan kesabaran dirinya seakan diuji oleh baekhyun. Sungguh ia ingin menarik pipi gembul baekhyun jika ia tidak ingat apa itu tata krama. Oh ingatkan ia mengenai insiden terindah tadi pagi.

"Baekhyun ini sudah yang keempat kalinya aku melihat pekerjaanmu, lihat grafikmu tidak sinkron dengan data yang kau miliki, bukankah aku sudah menjelaskan ini berulang kali?"

"Ini tugasku dan ini seharusnya sesuai pemikiranku kau tidak ada hak untuk ikut campur!"

"Aku tidak akan seperti ini jika tabelmu sesuai dengan data yang kuberikan. Tapi milikmu tidak, dan aku tidak akan membiarkan kesalahan sekecil apapun itu, terlepas itu tugasmu ataupun bukan, selama itu menyangkut nama perusahaan dan aku yang membimbingmu maka aku akan terus mendesak untuk pembenaran."

"Kau banyak bicara, kesalahan bisa saja terjadi pada setiap orang, itu manusiawi." Chanyeol menatap tak percaya baekhyun yang masih menatap lurus laptop miliknya, tanpa repot-repot melirik chanyeol sedikitpun. Oh katakan itu pada seseorang yang melemparinya dengan SANGAT tidak manusiawi tadi padi.

"Itu karena kau tidak memperhatikan penjelasanku, aku sudah mengulangnya berkali-kali tapi kau mengacuhkanku. Oh atau kau masih marah dengan kejadian tadi pagi? Kau ingin membahasnya sekarang?!"

Cukup. Chanyeol merasa sia-sia memberikan kesabaranya pada mahasiswa ini, sudah cukup sabar ia menjabarkan pengetahuannya tentang bisnis perusahaannya tapi baekhyun seolah tak berniat mengerjakan tugasnya. Dirinya sedikit dongkol, jika baekhyun tidak bisa bekerja sama dengan cara ini, mungkin cara lain bisa.

"Aku sudah bekerja di sini selama... kau seharusnya bersyukur mendapatkanku sebagai pembimbingmu disini, karena semua orang tengah sibuk dengan tender yang akan dimulai minggu depan, setidaknya hanya aku dan kris yang hanya perlu menerima setiap laporan dan mempersiapkan hal-hal kecil lainnya. Tapi setahuku kris bukan orang yang pengertian dalam urusan bisnis, apalagi mengenai pekerjaannya."

"Apa maksudmu berkata seperti itu? Berniat menyindirku eh?"

"Tidakah kau sadar itu? Aku bisa saja melemparmu pada kris daripada bersusah payah dan membuang-buang waktuku hanya untuk meladeni mahasiswa tak tahu diri ini. Kris pasti menerimamu dengan tangan terbuka. Tentu saja. Tapi kau belum melihat seperti apa ia bekerja."

"Jadi kau berniat melepas tanggung jawabmu? Sungguh manager teladan, jika kau berniat menakut-nakutiku dengan omong kosongmu, sebaiknya berhentilah. Aku bisa menyelesaikan tugasku sendiri tanpa bantuanmu."

"Oke jika itu maumu, kalau begitu selamat bekerja keras baekhyun." selesai dengan ucapannya chanyeol berjalan keluar ruanganya dengan seringai tersemat di bibirnya. Tungkainya melangkah tegas menyusuri lorong untuk mencari seseorang. Melirik setiap ruangan yang berdindingkan kaca, mencari seorang general manager tak semudah kelihatannya.

.

.

Suasana hati yang buruk kali ini lebih buruk dengan perginya sang pembimbing, baekhyun tidak mau mengakui kesalahannya tapi juga bersikap kekanak-kanakan. Ia tahu manager itu jengah padanya dan akhirnya pergi, mungkin bicara pada general manager untuk dialih tugaskan, atau mungkin jika seseorang yang bernama chanyeol itu licik ia akan melaporkan sikapnya yang merugikan sang manager, oh yang terburuk adalah ia akan ditendang keluar karena laporan chanyeol?. Bibir bagian dalamnya ia gigit, sedikit khawatir dengan kelangsungan tugasnya jika ia benar-benar dikeluarkan. Mau kemana lagi ia mengajukan proposalnya, dan mau sampai kapan tugasnya ini selesai?. Baekhyun mematikan laptopnya dan berjalan keluar ruangan itu dengan kepala celingak-celinguk mencari sosok tinggi pembimbingnya.

"ayolah dimana kau tiang? aku akan 'sedikit' bersikap baik jika kau masih mau membantuku mengerjakan tugas sialan ini.."

.

.

TO BE CONTINUE

.

Halooo masih dalam rangka kobam moment chanbaek di jepang, aku post ini dengan nekat karena tangan udah gatel pengen post di tengah euforia moment chanbaek, yahh meskipun daddy yeol udah balik duluan buat istirahat siap-siap cari uang lagi kekeke. Sejujurnya aku kurang percaya diri sm ff ini, secara ni ff udah tenggelem sekian tahun di laptop dan baru dipost setelah dapet faedahh/?.

Oke aku mau minta saran apa ff ini ada yang kurang atau apapun aku butuh masukan banget karena aku bener2 kurang pede sama ff ini. Yahh makasi yang udah mau baca. See yaaaa~~