JaeYong

Epik High - Happen Ending

.

.

Am I really in love?

Or am I dating to break up?

Once again, it comes to me

An easy ending

.

.

Jaehyun menatap malas pemandangan di sekitarnya. Pemandangan yang sama setiap malam yang -terpaksa- harus ia lihat akibat patah hatinya lagi, untuk kesekian kalinya. Jaehyun bukan lelaki lemah, tentu saja. Hanya saja, kekasih—coret- mantan kekasihnya yang baru ini, adalah seseorang yang amat sangat Jaehyun cintai. Mereka sudah lama saling mengenal, namun baru akhir tahun kemarin mereka menjalin hubungan karena berbagai alasan. Dan hampir satu tahun menjalin hubungan, tiba-tiba saja kekasihnya itu memutuskan hubungan mereka dengan alasan yang membuat Jaehyun pusing —karena saking tak mengertinya dia.

Jaehyun menggenggam foto Taeyong —mantan kekasihnya— dengan helaan nafas panjang. Jaehyun menyingkirkan botol whisky yang sudah kosong di mejanya sebelum menatapi foto itu dengan tatapan mata sayu, akibat dirinya yang sudah mabuk.

.

.

What's the use of telling you?

I won't beg for being comforted

I hate selling my emotions

I'm stingy with happiness

Words I hate more than "you pay" is "have strength"

.

.

Jaehyun mengambil ponselnya yang bergetar di saku celananya sebelum membaca pesan yang rupanya dari sahabat baiknya, Kim Mingyu.

From : Mingyu Kim

'Hei bro, ku dengar kau baru putus. Aku turut berduka cita. Tapi, tetap semangat ya bro!'

Jaehyun mendengus kesal membaca pesan itu. Mencoba tak peduli, Jaehyun kembali memanggil bartender untuk memesan minuman lagi, kali ini cocktail. Jaehyun benar-benar suka minum. Dan dia tak peduli, meskipun ia mudah mabuk dan suka mengganggu orang lain nantinya, dan pastinya akan berakhir berantakan, Jaehyun hanya ingin mengkosongkan pikirannya dulu saat ini.

.

.

I end things as if I hate it so much,

I could kill I'm still perfectly breathing after the break up anyway

So don't do the thing that kills and buries the heart

Don't ask me if I'm alright

What I want is the indifference that resembles me

The whole world is acting so damn dramatic

There's no use in keeping track of love, it's just instinct

It's funny, what separates humans from beasts

What turns humans into beasts

.

.

Jaehyun tiba di depan pintu kamar apartemennya ketika waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Dan wajah tampan Jaehyun sudah amat berantakan dengan luka lebam di sekitar wajahnya. Jaehyun diantar sahabatnya, namun hanya sampai parkiran. Karena Jaehyun berkeras kepala untuk sampai di kamarnya sendirian. Tanpa bantuan siapapun. Jaehyun mencoba mandiri.

"Jaehyun-ah?" Suara lembut seseorang terdengar dari arah belakang Jaehyun. Jaehyun melirik melalui ekor matanya dan menemukan Taeyong yang berjalan terburu-buru menghampirinya.

"Kau mabuk?" Suara Taeyong kembali terdengar. Kini ia mencoba untuk membantu Jaehyun. Jaehyun mencoba untuk menolak, namun rasa pusing di kepalanya tidak memungkinkan untuknya mengelak dari bantuan -mantan- kekasihnya itu.

Taeyong merangkul Jaehyun dan membuka pintu apartemen Jaehyun. Dalam hati, Taeyong mendesah lega. 'Untunglah Jaehyun belum mengganti kode password apartemennya,' batin Taeyong lega.

Taeyong membantu Jaehyun untuk memasuki apartemen, tak lupa ia mencari saklar agar ruangan tamu apartemen Jaehyun menjadi lebih terang. Setelahnya, Taeyong meletakkan Jaehyun di sofa ruang tamu. Lagi, Taeyong mendesah lega karena sudah berhasil membawa Jaehyun. Mata Taeyong kemudian memperhatikan penampilan Jaehyun yang amat berantakan. Pakaiannya sudah tak rapi, bahkan beberapa kancing kemeja pemuda itu lepas. Dan juga, wajahnya yang babak belur, membuat Taeyong sedikitnya merasa khawatir.

"Jangan menatapku seperti itu, Taeyong hyung." Ujar Jaehyun seraya memijit kepalanya yang terasa berat. Dia benar-benar hangover sekarang.

"Aku hanya khawatir kau kenapa-kenapa Jae. Apa salah?" Taeyong menggigit bibir bawahnya, ketika mata sayu Jaehyun menatap tepat ke dalam kedua bola matanya.

Jaehyun tertawa mengejek, ia menyandarkan tubuhnya ke sofa kali ini. "Memangnya aku begini karena siapa? Tapi Taeyong hyung, bukan berarti aku menyalahkanmu. Jangan bertanya aku baik-baik saja atau tidak, karena yang pasti meskipun kita sudah putus, aku masih bernafas, okay? Dan lagi, cinta itu bukanlah hal penting bukan? Cinta hanya sebuah naluri manusia yang bahkan dengan cinta kita bisa jadi seperti binatang. Dan lagi, aku harap ini terakhir kali aku melihatmu. Aku hanya ingin, kau tidak peduli lagi padaku, hyung. Seperti yang aku lakukan akhir-akhir ini, karena agar aku bisa cepat melupakanmu."

Mata Taeyong membesar begitu mendengar ucapan Jaehyun. Taeyong tak menyangka jika Jaehyun mengingat kata-katanya malam itu. Taeyong berniat mendekati Jaehyun namun pemuda yang lebih muda malah berdiri dan menatapnya tajam, dan hal itu membuat Taeyong kaget.

.

.

Words I say to a broken mirror

Every time I difficultly start dating

And easily break up

.

.

"Kau tahu hyung? Bukan hal mudah bagiku untuk berkencan. Kau sudah tahu jika aku menyukaimu sejak lama namun kau juga sepertinya tahu bagaimana membuat patah hati seseorang dengan mudah." Sinar mata Jaehyun semakin redup. Ia mengepalkan tangannya guna meredam emosi yang ada di dalam hatinya.

Taeyong menggeleng pelan, ia mendekati Jaehyun dan memegang bahu yang lebih muda. "Tidak Jaehyun, aku tidak bermaksud untuk menghancurkanmu. Aku rasa, alasanku waktu itu sudah jelas, Jae. Aku tidak lagi mau memaksakan dirimu, aku tahu bahwa banyak orang yang masih lebih baik daripada diriku."

"Apa itu berguna hyung?! Hatiku hanya memilihmu, aku hanya mencintaimu, Taeyong hyung! Bukankah kau mengerti akan hal itu?" Jaehyun menaikkan nada bicaranya. Jaehyun sudah benar-benar sadar sekarang. Karena memang, berapa botol pun yang Jaehyun minum tadi, pengaruhnya akan hilang jika ia bertemu dengan Taeyong.

Taeyong menggeleng pelan. Ia terdiam, hanya menatap Jaehyun dengan mata yang sudah berair.

.

.

Don't you know that although love is just a game to you

To others, it's their everything?

After you buy pity with those expensive tears

Other people pay your debt for you

Who knows the reason, just do whatever you want

Treat people you like the opposite of how you feel

For you, who lives such a lonely life

No, for me I hope things go well

.

.

"Aku tahu bagaimana kehidupan percintaanmu, hyung. Meski kita baru mengenal beberapa tahun, tapi aku tahu semua tentangmu. Dan bagimu, cinta seperti permainan. Ketika kau sedang suka, maka kau akan terus memainkannya, namun saat kau sudah bosan, kau akan meninggalkannya. Dan kau sangat senang melihat mantan kekasihmu yang menangis karenamu." Jaehyun menjeda perkataannya, ia menghirup udara karena rasa sesak yang hinggap di dalam hatinya.

"Tapi aku sudah bosan melihat hal itu. Aku sudah bosan melihat orang-orang yang rela membuang air matanya hanya dirimu, hyung. Makanya, aku mencoba memberanikan diriku untuk menjalin hubungan denganmu dan berharap kau akan berubah. Aku awalnya senang, karena hubungan kita lebih lama dari hubunganmu dengan orang lain. Tapi aku tak menyangka, jika minggu lalu kau berhasil mematahkan impian indahku, hyung." Sambung Jaehyun.

Taeyong mengusap air mata yang entah sejak kapan membasahi pipinya. Bibirnya bergetar, sulit untuk berkata-kata. Taeyong pun mengatur nafasnya, mencoba menenangkan dirinya dan menjelaskan apa yang sebenarnya ia rasakan.

.

.

It's different this time

I deceive myself every time

But without fail

Like always

It will come to an end

.

.

"Aku tahu aku salah. Aku salah mengartikan semua perasaan orang-orang padaku selama ini. Aku tertutupi rasa dendam, Jae. Aku ingin, orang-orang tahu bagaimana rasanya sendirian. Dan saat aku bersamamu, aku merasakan hal yang berbeda. Aku mencoba menipu diriku sendiri, aku selalu mengatakan pada diriku agar aku tidak jatuh cinta padamu. Tapi itu semua gagal. Aku gagal menahan perasaan itu padamu." Air mata kembali menetes dari mata Taeyong. Pandangannya kabur saat melihat Jaehyun yang saat ini menangkup kedua pipinya.

"Jika kau mencintaiku, kenapa kau memutuskanku, hyung?" Tanya Jaehyun pelan.

"Karena aku mencoba mencari jawaban yang sesungguhnya. Aku ingin mencoba, jika aku hidup tanpamu, apa aku bisa? Tanpa mendengar suaramu, tanpa melihat senyummu. Dan jawabannya tidak, Jae. Aku terlalu mencintaimu, maka dari itu aku kembali ke sini hari ini."

"Apa itu artinya kau akan kembali padaku, Taeyong hyung?" Jaehyun tersenyum manis dan menatap dalam mata Taeyong.

Taeyong menggenggam tangan Jaehyun yang berada di kedua pipinya dan mengangguk semangat.

"Tentu saja, Jaehyun-ie." Balas Taeyong dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.

Jaehyun tak bisa menahan senyumnya, ia menarik tubuh Taeyong dan menenggelamkannya ke dalam pelukannya.

"Saranghae, Taeyong hyung."

"Nado saranghae, Jaehyun-ie."

.

.

Happy ending

Happy

No, easy

Me

From hello to goodbye

Ending things with the same word as the beginning

There's a reason to it all

Am I really in love?

Or am I dating to break up?

Once again, it comes to me

An easy ending

.

.

.

END

.

.

Special for

Guest and JaeYong Shipper

A/N :

Hallo! Sudah berapa lama saya tidak muncul? Jawabannya lama banget ya. Kali ini saya bawa requestan Guest semoga suka ya (Kalo kamu baca). Maaf jika tidak sesuai lagu juga tidak sesuai ekspetasi.

Maaf juga buat kangajii14 yg minta JaeYong - Symphoni. Saya udah buat tapi JohnTen, dan kalo dibuat JaeYong kayanya susah, beda feel. Lagu lain aja kalo bisa /nawar.

Request kembali dibuka. Saran dan kritik juga dipersilahkan.

Sampai jumpa!

.

.

Author : staruniverse17

Uploader : Wi!