Lima tahun kemudian...

'Perhatian kepada penumpang jomblo airlines! Pendaratan menuju bandara incheon akan mulai 5 menit dari sekarang. Harap bersiap.'

Mendengar itu dari pramugari cantik tersebut, seorang cowok berkacamata hitam dan bertopi putih yang duduk didekat jendela tersebut segera mengikuti arahan sang pramugari.

Sebenarnya ia lebih memilih tinggal di aussie dan melanjutkan bisnis butik onlinenya daripada kembali lagi ke tanah kelahiran.

Karena dirinya,

Takut untuk bertemu sang mantan..

Mantan majikan maksudnya,

Tapi mau bagaimana, jika tidak pulang ia akan di cap anak durhaka oleh emaknya dan dikutuk menjadi dugong. Maka dari itu ia memberanikan diri untuk pulang ke tanah kelahiran.

Ya, dia adalah min yoongi yang sekarang sedang nglangkahin kakinya untuk mencari taksi agar ia segera sampai di apartemen yang udah dia sewa sebelum kembali ke seoul.

Setelah ujian kejar paket c yang ia lalui beberapa tahun lalu dan mendapat nilai yang memuaskan, yoongi ditawari beasiswa untuk berkuliah di aussie oleh pak hoseok–guru kejar paket yoongi–, dan ia langsung menelpon ibunya yang ada dikampung daegu untuk meminta restu, tentu saja langsung diberi restu. Kemudian tanpa babibu ia menerima tawaran tersebut.

Yoongi menyetop taksi yang lewat didepannya dan langsung masuk kedalam mobil tersebut.

"Pak, Jl. Uhh ahh blok coli no.123 ya..." si sopir taksi merinding ketika ndenger suara yoongi yang agak mendesah desah itu, mungkin yang punya jalan horny-an ya sampe bikin nama jalan kek gitu –pikir si sopir.

Gak ada suara waktu perjalanan. Karena yoongi yang terlalu cuek dan juga si sopir taksi yang takut takut ngliat yoongi natep tajem keluar jendela.

Selang beberapa menit akhirnya yoongi sampai diapartemennya dan ngrebahin tubuhnya di kasur empuk yang ada dikamar apartemen tersebut tanpa ganti pakaian atau sekedar beres beres dulu.

Ia memiringkan tubuhnya kesamping dan merogoh saku jaketnya untuk mengambil ponsel, setelah itu ia mengecek kabar kabar yang ada di beranda e-mailnya, jika mungkin ada kabar mengenai butik onlinenya di aussie.

Tiba-tiba ponselnya nunjukin panggilan masuk

'Kak yoongi! Penjualan long dress yang kakak desain minggu lalu meningkat pesat! Inipun ada customer yang mau order sebanyak 200 pcs, aku sama felix udah mulai motongin bahan, tapi kakak tau kan kami gak bisa njahit? Jadi kalau aku kirim potongannya ke korea aja gimana kak?'

Yoongi ngerutin dahinya, tiba tiba pening melanda waktu denger suara tupai berkicau diseberang sana.

"Apa sih jis? Pelan-pelan dong ngomongnya, gue kagak paham"

Terdengar helaan napas dari seberang sana.

'Gini kak yoongi... Long dress minggu lalu itu lho yang kakak desain, laku keras.'

"Lalu?"

'Ini ada yang order 200pcs! Aku sama felix udah motongin pola dapet separuhnya, kemarin kami lembur lho kak.'

"Terus?"

Penelpon berdecak malas ndenger respon yoongi yang singkat singkat itu.

'Kak yoongi mah! Gini kakak yoongi yang manis, customernya bilang ia mau barangnya diorder bulan depan... Sedangkan kami gak ada yang bisa jahit, kalau polanya besok aku kirim ke korea gimana? Kakak yang jahit ya~'

"Hah! Gila! Pesen 200 mau bulan depan ngambilnya, dikira tenaga kuli apa?! Lo juga napa ngambil itu orderan?!" yoongi memijit pangkal hidungnya, lelah bro... Baru sampai kasur udah dapet kerjaan kayak gitu.

'Yah... Gimana kak, customernya ngeyel, bahkan dia udah bayar lunas orderannya, dua kali lipat kak. Padahal aku udah nolak lho.'

Yoongi mendengus kasar lalu dudukin dirinya di kursi deket kasurnya.

"Yang order siapa, alamatnya mana?"

Si penelpon memekik kegirangan saat yoongi bertanya begitu, itu artinya yoongi mau ngerjain jahitnya.

'Namanya kim taehyung, kak. Pemilik perusahaan kim di seoul. Kan kebetulan nih kakak dikorea jadi nanti kakak bisa ngirim langsung, gak usah pake jasa kurir. Alamatnya aku wa ya nanti. Besok aku kirim potongan polanya'

"Ya deh ya... Gue tutup ya"

Pip

Yoongi menyandarkan punggungnya di kursi yang ia duduki sambil memejamkan matanya perlahan.

Tring~

Bunyi notifikasi wa mecahin keheningan yang yoongi ciptain, ia mengambil ponselnya dan mengecek wa yang masuk.

Han_jisung

Kak ini alamat perusahaannya Jl. In aja dulu no.4419 atas nama kim taehyung. Alamat kakak mana? Nanti aku bingung lagi ngirimnya.

Mygswg!

Jl. Uhh ahh blok coli no.123

Read

Han_Jisung

Oke kak! Semangat jahitnya yaa~

Mygswg!

Y

Read

Yoongi mengetuk-ngetukan jemarinya pada meja didepannya. Seperti mengingat-ingat sesuatu tapi ia tidak kunjung mengingat sesuatu itu.

'Kim taehyung? Kayak kenal'

"Aiisshh!!!" lelaki itu mengerang keras dan mengacak surai ash grey-nya sambil menggebrak meja yang ada didepannya. Karyawan yang ada didepannya ini benar benar tidak becus dalam mengerjakan tugasnya.

"Sudah kubilang! Perhitunganmu ini salah! Sebenarnya kau bisa bekerja tidak, hah?!"

"T-ta-tap-tapi—"

"Kau dipecat!" mutlak lelaki itu tanpa bisa dibantah.

Sang karyawan yang terkena amarah si bos hanya menunduk dan segera pergi meninggalkan ruang si bos bersamaan dengan masuknya orang lain diruangan tersebut.

"Pecat lagi?" si bos melirikkan matanya malas mendengar suara yang tidak asing baginya.

"Jimin, jimin... Kalo kayak gini terus, lama lama perusahaan lo bangkrut." lanjut sang tamu dan dengan lancang duduk di sofa yang berada didekatnya tanpa disuruh sang pemilik.

"Gak usah ikut campur lo tae,"

"Wow, selow jim, selow... Gue temenan ama lo gak sehari dua hari lho jim, tapi dari orok kita udah temenan. Kenapa hmm? Kepikiran yoongi?" jimin menghela napasnya kasar, sudah lima tahun ini ia tidak menemukan keberadaan yoongi, dan semakin lama emosinya tidak bisa terkontrol sejak ia menemukan sebuah amplop putih dimeja ruang tamu apartemennya lima tahun lalu.

Taehyung nglangkahin kakinya deketin jimin yang terlihat sangat berantakan itu, dan menepuk bahunya pelan. Jimin mendongakan kepalanya menghadap taehyung.

"Apa?" tanya jimin malas, taehyung nampilin senyum kotaknya..

"Ohhhh calon kakak ipar gue yang malanggg~ kasihan sekali dirimu~"

Jimin menggeplak tangan taehyung yang dengan kurang ajar nyubit pipi jimin yang udah gak se chubby waktu teka.

"Bangsul lo kaleng khong guan! Mentang mentang mau nikah sombong amat!"

Taehyung terkekeh pelan ngeliat reaksi jimin,

"Nah ini jimin yang gue kenal, tunggu bulan depan ya, ada sesuatu buat lo. Gue pergi dulu~"

BLAM

Pintu ruangan jimin ditutup oleh sahabat bobroknya itu. Dia sempet mikir sesuatu yang dimaksud taehyung itu sebenarnya apa?

Tapi jimin gak mau muluk-muluk. Dia udah tau kalo taehyung itu cuma bercanda...

Yeuuu, kutu kebo...

TBC