Tsunade Senju merenungkan informasi yang di terimanya beberapa saat yang lalu di kediamannya. Hatinya terasa berat mengingat hal hal yang di alami Naruto sepanjang hidup Naruto sampai saat ini. Dia bersyukur Naruto mampu mengalahkan kegelapan dalam hatinya menghadapi kenyataan yang di terima namun Tsunade ingin memastikan pengkhianatan desa Konoha terhadap klan Uzumaki akan di bereskan.

Sepeninggal Tsunade yang kembali ke kediaman Senju untuk mengurus beberapa hal berkaitan dengan kenyataan antara Naruto dan Tsunade ada hubungan darah dari Mito Uzumaki, Naruto kembali memasuki ruang rahasia di rumahnya. Naruto kembali mengecek gulungan gulungan yang belum dia cek kemarin. Tampak ratusan gulungan fuinjutsu dengan logo Uzumaki ada di tempat ini.

Ternyata banyak juga gulungan fuinjutsu di tempat ini. Aku pasti harus bekerja keras mempelajari dan memasteri fuinjutsu. Sejarah klan Uzumaki adalah klan dengan specialis fuin aku rasa itu tetap menjadi ciri khas klan ini kedepannya. Naruto menghela nafas mengingat ratusan gulungan ini tentu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mempelajarinya.

"Gaki,kau memang bodoh walau otakmu mengalami perubahan." suara demonic terdengar dalam pikiran Naruto yang sedang memikirkan cara untuk mempelajari gulungan gulungan tersebut.

"Kurama! apa maksudmu mengatakan aku bodoh bola bulu?" perempatan muncul di kening Naruto.

"Kau memang bodoh toping ramen." Nada malas terdengar jelas ketika Kyuubi mengucapkannya.

"Sialan kau gumpalan bulu."

"Kenapa tak kau gunakan kagebushin untuk mempelajarinya." mata kyuubi berputar bosan melihat tingkah jinchiurikinya.

"Eh."

"Sudah kubilang kau itu bodoh hahahaha." Kyuubi tergelak melihat reaksi Naruto yang menbuka mulut lebar.

"Brengsek kau bola bulu." Naruto memutuskan link antara dirinya dan Kyuubi dengan rona merah di wajahnya antara marah dan malu.

'Bodoh mengapa aku melupakan kagebunshin. Aku bisa mempercepat proses mempelajari dan memasteri gulungan fuinjutsu ini.' Naruto kemudian membentuk segel tangan

KAGEBUNSHIN NO JUTSU

di sekitar Naruto muncul puluhan bunshin Naruto.

"Ada apa memanggil kami oyabun?" tanya seorang bunshin Naruto.

"Aku ingin kalian mempelajari gulungan fuinjutsu ini dan memasterinya. Aku akan melakukan aktivitasku seperti biasa di desa." Naruto menunjukkan tumpukan gulungan kepada para bunshinnya.

"Kenapa harus kami? bukankah kau bisa melakukan sendiri oyabun."

"Lagian tak ada ramen?

"Tak seru. padahal aku ingin berduaan dengan Hinata-hime."

"Kau ingin membunuhku oyabun."

"Aku ada acara yang ingin aku kunjungi."

"Aku ingin kencan dengan Sakura-chan."

dan berbagai ocehan tak jelah dari para bunshin.

twich

twich

twich

perempatan semakin banyak muncul di kening Naruto akibat ulah absurd para bunshin. Aura hitam sedikit menguar dari tubuh Naruto yang sedang menahan marah melihat para bunshinnya.

"Ne kalian rupanya mencari masalah. Siapa yang bos disini?" Naruto tersenyum seringai sambil meremas kepalan tangan di depan dadanya. Sontak para bunshin bergidik ngeri dan langsung mengambil gulungan untuk di pelajari. Naruto yang puas dengan keputusan bunshinnya meninggalkan wilayah klan Uzumaki.

Setelah menyelesaikan beberapa hal yang ada di kediamannya Tsunade segera pergi ke gedung Hokage dan meminta Kakashi mengumpulkan dewan Konoha karena ada hal yang perlu di bicarakan. Kakashi segera memerintahkan anbu untuk memanggil anggota dewan dan klan agar segera berkumpul. Melihat aura yang di keluarkan Tsunade membuat Kakashi menghela nafas karena ini akan merepotkan dan memakan pikiran.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya orang orang yang di panggil anbu mulai berkumpul di ruang rapat sehingga Kakashi segera memulai rapat

"Selamat siang anggota dewan Konoha,maaf mengumpulkan kalian secara mendadak karena Godaime-sama ingin membahas beberapa hal. Saya mohon untuk anggota dewan dapat dengan tenang menyikapi jalannya rapat." Kakashi membuka rapat yang diadakan secara mendadak ini. Hal ini membungkam kasak kusuk anggota dewan yang bingung kenapa diadakan rapat mendadak. Setelah melihat bahwa anggota dewan memberikan perhatian penuh Kakashi memberikan kode kepada Tsunade untuk memulai pembahasan rapat kali ini.

"Terima kasih Rokudaime Hokage. Mohon maaf mengumpulkan kalian semua namun kali ini berkaitan dengan masa lalu masa sekarang dan masa depan desa dan sebuah klan di desa ini." Sontak anggota dewan yang hadir saling memandang satu sama lain heran apa maksud perkataan sang Senju terakhir ini.

"Kali ini aku ingin mengumumkan secara resmi keputusan Hokage bahwa klan Uzumaki akan di restorasi dan pembangkitan klan ini di perlukan mengingat hanya ada dua orang klan uzumaki yang tersisa yaitu Naruto Uzumaki dan Karin Uzumaki."

"Bagaimana dengan klan Uchiha mengingat hanya Sasuke Uchiha yang tersisa?" seorang tetua desa perempuan yang sudah lanjut usia memandang sinis kepada Tsunade.

"Berdasarkan pertimbangan lima desa besar terutama dari Kumo,Iwa dan Kiri pada waktu pertemuan lima kage hanya di putuskan bahwa klan Uzumakilah yang akan di restorasi sebab..."

BRAKKK suara meja di gebrak memotong pembicaraan Tsunade. membuat seluruh mata memandang pelaku gebrakan tersebut yakni Homura.

"Mohon bersikap tenang ini rapat dewan Konoha." Kakashi segera mengingatkan supaya terkendali.

"Kau tahu tua bau tanah,tadinya aku berniat menghormatimu di rapat kali ini karena cucuku namun sikapmu membuatku habis kesabaran." mata anggota dewan yang hadir membulat terkejut dengan pernyataan Tsunade. Sepengetahuan mereka Tsunade tidak memiliki anak dan anggota keluarga yang masih tersisa.

"Mohon maaf Tsunade-sama, boleh kami tahu siapa cucu anda" Hiashi Hyuuga menanyakan karena dia penasaran dengan hal itu.

"Kalian akan tahu nanti. Kami tidak melakukan restorasi klan Uchiha mengingat kami belum mempercayai Sasuke berubah menjadi baik. Memang Naruto tidak merasakan niat jahat waktu Sasuke pulang ke desa setelah pertarungan mereka di lembah akhir namun bukan berarti setelqh itu tidak ada jaminan bahwa ambisi jahatnya tentang klan uchiha,kekuatan dan kekuasaan hilang seketika apalagi 2 tahun setelah sembuh dia pergi dari desa dengan alasan menebus dosa."

Perkataan ini membuat Hiashi teringat kembali pertemuannya dengan Sasuke dan keributan antara dirinya dengan tetua Hyuuga mengenai masalah ini yang sampai sekarang belum menemukan titik temu jalan keluarnya. Dalam hati Hiashi Hyuuga ingin Hinata tetap menjadi istri Naruto namun hal itu dapat memicu pembantaian klan Hyuuga atau perang saudara di Konoha.

"Mengenai hal tersebut kami akan membangkitkan klan Uchiha setelah terbukti Sasuke memang benar benar berubah menjadi orang baik melupakan semua niat jahat dan ambisi gilanya." Kakashi menambahkan pernyataan Tsunade.

"Aku tahu saat ini Naruto menjalani hubungan kekasih dengan Hinata namun aturan pembangkitan klan harus memiliki istri lebih dari satu, apakah Hyuuga san dapat menerima hal ini? Shikamaru menatap malas Hiashi dengan sudut matanya. Dia hanya ingin memastikan bahwa sahabatnya tidak mengalami masalah dengan hal ini.

"Aku menyerahkan pada Hinata. Kalau dia mampu berbagi suami dengan yang lainnya aku menerimanya. Anggap saja ini sebagai balasan karena aku mengabaikan keturunan sahabatku karena aku tidak menerima kehilangan sahabatku yang juga ayah Naruto. Aku merasa aku melakukan kesalahan besar membuat Naruto mengalami masa kecil yang menyedihkan."

"Ucapanmu membuatmu serasa berkhianat terhadap persahabatanmu dengan Yondaime-sama." pria bertubuh besar dari klan Akamichi membuat Hiashi menundukkan kepalanya.

"Seperti yang di katakan Hiashi mengenai pasangan Naruto seharusnya terserah Naruto dan Hinata namun alangkah baiknya Karin Uzumaki di tetapkan sebagai istri Naruto mengingat satu klan dan untuk menjaga supaya keturunan Karin tetap berdarah uzumaki sesuai tujuan pembangkitan klan." Ino Yamanaka yang menjadi kepala klan menggantikan ayahnya benar benar mampu memisahkann bagaimana dia harus bersikap dan berkata.

"Bagaimana kalau kau juga Yamanaka-san? Bukankah akan lebih bagus jika Hyuuga-san Haruno-san dan Yamanaka-san menjadi istri Naruto." wakil dewan dari pihak sipil menggoda Ino yang berhasil dengan sukses yang terlihat dari rona merah di pipi Ino. Hal tersebut memancing tawa orang orang yang hadir kecuali pendukung klan Uchiha.

"Aku anggap semua setuju mengenai klan Uzumaki dan untuk wilayah klan Uzumaki meminta tanah kosong di sudut desa sebagai milik mereka. Kebetulan tanah itu dulu adalah kepunyaan Minato Namikaze. Sekarang aku akan menjelaskan alasan mengapa aku membangkitkan klan Uzumaki. Terlepas dari jasa Naruto, aku menganggap hal ini sebagai penebusan atas pengkhianatan desa Konoha kepada desa Uzushiogakure." Tsunade melitik koharu dan Homura yang menegang ketika Tsunade menyebut desa asal klan Uzumaki tersebut.

"Apa maksud anda Tsunade-sama?" Ino memandang Tsunade dengan heran.

"Kalian pasti tahu sejarah desa Konoha dahulu menjalin aliansi dengan desa Uzushio. Ketika perang dunia Shinobi ke dua desa Uzushio di serang tiga desa Kumo,Iwa dan Kiri. Mereka sudah mengirimkan permohonan bantuan namun pihak konoha menolak." Kemudian Tsunade menunjukkan sebuah gulungan berlogo dan terdapat segel uzumaki. Kemudian memberikan masing masing orang gulungan yang berbeda tampilan dengan gulungan yang di pegang Tsunade.

"Gulungan ini berisikan informasi tentang apa yang terjadi sejak Mito Baa-sama menikah dengan Hashirama Jii-sama dan membangun Konoha. Gulungan yang kalian baca merupakan tiruan dari gilulungan ini namun dengan isi yang sama. Ada banyak hal yang menjadi rahasia hitam desa ini di dalamnya. Untuk itu aku menyatakan agar kalian tidak menyebarkan ke muka umum." Tsunade memberikan glare ke setiap orang yang ada di ruangan tersebut.

"Aku beruntung cucuku menemukan gulungan ini sehingga menguatkan tekadku untuk menebus pengkhianatan desa ini. Klan Uzumaki memang menakutkan dengan keahlian mereka dalam fuinjutsu yang mampu mereka aplikasikan dalam kemampuan shinobi mereka,bukankah hal itu yang menyebabkan beberapa klan menolak bantuan untuk desa Uzushio Homura Koharu?"

"Apa maksudmu Tsunade?" Homura menatap nyalang Tsunade.

"Informasi gulungan ini tidak pernah salah. Mungkin kalian masih muda saat itu namun karena ketakutan kalian kehilangan posisi klan dalam desa akibat perpindahan beberapa anggota klan Uzumaki yang ada kemungkinan membentuk klan kecil di desa dengan adanya Mito Baa-sama membuat kalian dan Danzo melakukan hal hal keji agar Konoha tidak memberikan bantuan."

Mata setiap orang sedang fokus membaca kata demi kata yang tertulis dalam gulungan sembari mendengar perkataan Tsunade. Mata mereka membulat menandakan keterkejutan yang sangat mudah di tebak. Mereka benar benar merasa malu dan hanya bisa berharap informasi itu salah,tak habis pikir dengan berbagai informasi kotor tentang desa mereka.

"Jadi antara anda dan Naruto masih ada hubungan darah sehingga otomatis dia adalah cucu anda Tsunade-sama?" Kiba Inuzuka yang menggantikan ibunya menghadiri rapat dewan menggaruk garuk kepalanya.

"Tentu saja Kiba. karena informasi ini sudah di terima dewan maka aku mengumumkan seluruh aset dan hal yang berhubungan dengan klan senju di berikan kepada Naruto sebagai kepala klan Uzumaki."

Setelah semua orang selesai membaca gulungan tersebut tiba tiba gulungan tiruan itu menjadi abu. Hal ini mereka maklumi karena informasi yang terkandung di dalamnya berbahaya dan rahasia.

"Selain itu hal ini juga berkaitan dengan pengkhianagan terhadap wasiat terakhir Minato. Aku menganggap desa berkhianat terhadap nafas desa yang menjadi dasar berdirinya desa. Sebuah tekad yang bergerak atas keinginan saling mepindungi sesama warga Konoha,tempat dimana mereka dapat tinggal dan menerima perlakuan tanpa perbedaan,tempat dimana setiap orang di terima dengan baik. Minato adalah pahlawan Konoha yang mengorbankan nyawa bersama Kushina Uzumaki demi kelangsungan desa dengan mengorbankan nyawa dan anaknya. Wasiatnya mengatakan supaya warga desa melihat anaknya sebagai pahlawan namun kenyataannya warga desa memperlakukan dia sebagai sampah monster dan bebagai hal buruk. Pada akhirnya desa selalu di selamatkan oleh Naruto. Untuk itu Aku selaku Godaime dan Kakashi sebagai Rokudaime menyatakan klan Uzumaki sebagai klan utama sejajar dengan klan klan besar lainnya di Konoha." Tsunade menyelesaikan perkataannya kemudian duduk di samping Kakashi.

"Setelah Tsunade-sama menyampaikan semuanya apakah ada yang ingin di sampaikan oleh anggota dewan?" Kakashi memandang anggota dewan yang sedang bergelut dengan pikirannya.

"Kami mohon maaf atas nama warga sipil yang selama ini memperlakukan Naruto dengan tidak baik. Anggota dewan dari warga sipil akan berusaha memberikan pengertian kepada warga untuk meluruskan hal hal yang salah mengenai naruto-san." seorang anggota dari warga sipil yang berusia paruh baya yang nampak paling senior di antara anggota dari warga sipil lainnya.

"Mendokusai, kurasa si duren itu akan sangat kerepotan setelah ini." Shikamaru menguap malas.

"Akhirnya segala hal yang di lakukannya mendapat pengakuan juga." Kiba tersenyum.

"Semoga Naruto bisa lebih bahagia." Ino menganggukkan kepala.

sementara yang lain tersenyum senang kecuali Koharu dan Homura yang tersenyum kecut. Mau tak mau mereka berdua mengikuti apa yang di putuskan kali ini demi keamanan rahasia mereka.

"Baiklah dengan demikian semua hal mengenai Naruto sudah di putuskan,kalian boleh meninggalkan tempat ini." Kakashi menampilkan eye smilenya dan terlihat Tsunade juga tersenyim manis melihat sedikit usahanya membahagiakan sang cucu membuahkan hasil.

SUNAGAKURE

Gaara sedang tersenyum melihat awan dari ruangan Kazekage. Mengingat kembali masa lalunya setelah bertemu Naruto, ingatan yang selalu membuatnya bersyukur bisa mengenal seorang Naruto Uzumaki. Tanpa Gaara sadari di pintu ruangan berdiri seorang gadis berambut coklat yang memandangnya intens.

"Astaga baru kali ini aku melihat kazekage seperti orang gila." Gadis itu berkata sambil melangkah mendekati meja kerja Kazekage.

"Hmm"

"Atau memang kau sudah gila. Aku bisa memanggilkan petugas rumah sakit jiwa."

"Kau...!"

"Kenapa?"

"Aku tidak gila Matsuri. Aku hanya mengingat seseorang."

"Wow rupanya ada seorang gadis yang menarik hatimu."

"Bukan seorang gadis." Gaara memalingkan muka melihat Matsuri cemberut.

"Lalu?"

"Ninja terkuat di elemental nation." sahut Gaara santai sambil duduk di kursinya.

"Naruto-san?"

"Siapa lagi?" Gaara terkekeh. "Kau cemburu Matsuri?"

"Ti ti tidak. si siapa yang cemburu?" mendadak Matsuri tertular gagapnya Hinata.

Suasana menjadi sunyi ketika dua insan dalam ruangan itu terdiam memikirkan sesuatu masing masing dalam pikirannya.

"Ne Matsuri apa kau mengetahui orang yang memiliki hubungan dengan klan Uzumaki di desa kita?" Gaara menatap Matsuri seraya mengetukkan jari di meja.

"Entahlah. Akan ku minta divisi intelijen menyelidikinya. Untuk apa menanyakannya?" Matsuri kebingungan dengan pertanyaan mendadak dari Gaara.

"Temari-nee memberikan kabar kalau desa Konoha berniat membangkitkan kembali klan Uzumaki. Untuk membalas jasa Naruto aku ingin mengirimkan orang yang ada hubungan darah dengan klan Uzumaki menjadi anggota klan di Konoha."

"Membangkitkan klan?"

" Ya. klan Uzumaki dinyatakan hancur ketika penyerangan tiga desa besar di masa lalu karena ketakutan akan klan yang memasteri fuinjutsu yang sangat berbahaya. Untuk itu Konoha ingin membangkitkan mengingat salah satu pendiri desa itu adalah istri Shodaime Hokage Mito Uzumaki-sama."

"Hmmm. Berarti Naruto-san boleh memiliki istri banyak." ucapan Matsuri membuat Gaara tersentak karena ada sedikit nada nakal dalamnya. Entah mengapa hati Gaara takut.

"Apa maksudmu?"

"Kalau memang ada pembangkitan klan maka laki laki di anggota utama klan tersebut boleh beristri banyak.." Matsuri menjeda ucapannya sembari melihat Gaara. Matsuri melihat wajah Gaara menegang dan nafasnya sedikit memburu. "Mungkin aku akan berusaha menarik hari Naruto untuk masuk dalam haremnya." Matsuri tersenyum nakal melihat Gaara yang nampak marah.

"Kau.." Gaara menjadi geram melihat tingkah Matsuri. 'Harusnya tadi aku tidak memberitahukan kabar dari Konoha. Aku tidak ingin kehilangan dia namun bila dia memilih Naruto apakah aku bisa menerimanya' batin Gaara menahan emosinya.

"Ada apa Kazekage-sama?" Matsuri semakin mengoda Gaara yang menunjukkan emosinya. Selama bersamanya Gaara termasuk pelit menunjukkan emosinya.

Gaara membuang muka memandang keluar jendela. Hatinya terasa panas melihat tingkah Matsuri. Gaara merasa dia harus siap siap melepas Matsuri ke pelukan Naruto.

"Kau marah?" Matsuri memiringkan kepala mencoba melihat wajah Gaara yang memerah menahan emosi. Rasanya menyenangkan menggoda Gaara sehingga keluar dari karakternya selama ini. Tiba tiba Matsuri tertawa melihat Gaara yang menurutnya lucu.

"Apa yang kamu tertawakan baka onna?" Gaara nampak sebal dengan tingkah Matsuri.

"Gomen Gaara-kun. Menggodamu itu menghiburku hehe. Kamu lucu sekali kalau sedang merajuk."

Gaara mendengus mendengar Matsuri terkekeh setelah mengucapkan hal itu.

"Ne Gaara-kun apa kamu pikir aku benar benar memilih Naruto-san? hehe.. Aku tetap bersamamu kok.

Matsuri berjalan menghampiri Gaara dan memeluknya dari belakang. Membiarkan wajahnya menempel di punggung sang Kazekage. Gaara bernafas lega mendengar ucapan Matsuri,gadis yang menaklukkan hatinya membuatnya merasakan cinta. memandang awan yang bergerak perlahan tertiup angin Gaara berharap Naruto segera menemukan kebahagiaannya. Gaara berharap menemukan orang berdarah Uzumaki yang bisa dia berikan untuk klan Naruto sebagai balas jasanya kepada Naruto.

KONOHAGAKURE.

Kesibukan di dalam gedung Hokage nampak berbeda pagi ini. Situasi yang kacau ini disebabkan hasil laporan dari jounin yang berpatroli di bagian utara desa. Jounin ini menemukan bebrapa pergerakan mencurigakan dan bukti ada pembunuhan di sekitar desa.

Shikamaru yang sedang menikmati masa cutinya harus bergegas menuju Gedung Hokage bersama anbu yang memanggilnya. Sebagai orang yang terkenal kejeniusannya membuat Shikamaru menjadi salah satu orang yang diperlukan Hokage bila ada situasi situasi genting seperti ini.

"Syukurlah kau sudah tiba Shika. Aku perlu bantuanmu menganalisa laporan laporan laporan ini." Kakashi menunjukkan setumpuk kertas di sudut meja.

"Mendokusai." Shikamaru menguap melihat tumpukan kertas itu.

"Kasus kali ini misterius. Firasatku tidak baik untuk hal ini Shika." Kakashi melihat Shikamaru dengan tatapan tajam.

"Baiklah aku akan membawa dokumen dokumen ini dan menganalisanya. Kalau begitu aku permisi dulu Hokage-sama." Shikamaru membungkukkan badan dan mengambil tumpukan kertas yang di tunjuk Hokage.

'Hah kasus kali ini tentu tidak akan mudah. Aku harap tidak terjadi sesuatu yang buruk. Akan sangat beresiko memberi misi kepada Naruto di tengah situasi ini. Perasaanku tidak nyaman' batin Kakashi seraya menatap kepergian Shikamaru.

Jalanan Konoha ramai dengan hilir mundik orang orang yang beraktivitas di dalam desa. Berbagai kegiatan dilakukan dengan tenang tanpa was was karwna jaminan keamanan pihak Hokage dan para shinobi. Warga sipil dapat menuntaskan segala aktivitas dwngab penuh kegembiraan walaupun rasa letih dan wajah penuh kerja keras lekat dalam pribadi mereka. Daerah yang tenang dan aman membuat para shinobi juga dapat menikmati hari mereka lebih leluasa seperti yang nampak pada sepasang kekasih paling populer di Konoha. Naruto dan Hinata berjalan santai menikmati hari kencan mereka selagi libur dari aktivitas misi mereka. Hinata yang beberapa hari jarang bertemu Naruto tentu sangat senang bisa menghabiskan waktu. Sejak pagi tadi Naruto mengikutinya kemanapun dia pergi itu membuat Hinata merasa bahagia dan terlindungi. Bahkan membuatnya tertawa lepas dengan tingkah tingkah konyol Naruto. Hinata melihat banyak sisi lain dari Naruto yang selama ini jarang dia tahu karena kesibukan misi dan perbedaan tim. Yah mungkin hanya Sakura yang benar benar mengerti Naruto. Hinata tersenyum melihat Naruto yang spontan berlari ke arah seorang nenek yang sedang membawa banyak belanjaan lalu tanpa permisi membuat bunshin dan mengambil belanjaan nenek tersebut serta menggendongnya untuk di antar ke rumahnya. Sementara Naruto yang asli kembali ke sisi Hinata sambil membawa beberapa tusuk dango kesukaan Hinata. Segala bentuk perhatian Naruto membuat Hinata semakin mencintai Naruto. Hinata menatap mata Naruto yang menurutnya paling indah di antara mata yang pernah dia lihat.

"...ta."

"...nata." Naruto melambaikan tangan di depan Hinata yang melamun.

"Eh..!" Hinata terkesiap melihat tangan Naruto yang melambai di depannya. "Maaf Naruto-kun aku melamun."

"Apa yang kamu pikirkan Hinata?" Naruto menatap wajah kekasihnya dengan khawatir kalau ada apa apa dengannya.

"Ummm.. Aku hanya memikirkan kenapa akhir akhir ini kamu jarang terlihat Naruto-kun bahkan selain waktu bersamaku kamu selalu melewatkan kebiasaanmu." Hinata memiringkan kepalanya yang membuat Naruto menahan diri untuk tidak mencubit pipinya dan berteriak 'kawai'.

"A a ano.. hehe aku hanya sibuk berlatih dan menjalankan misi supaya aku cepat menyusul dirimu yang sudah jounin sayang." Naruto menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum kecut karena terpaksa membohongi Hinata. Naruto hanya ingin memberikan kejutan di kemudian hari tentang status shinobinya dan hasil latihannya.

"Benarkah? tapi jangan terlalu keras melakukannya. Aku ingin kamu tetap menjaga kondisi dan aku harap kamu bisa berhati hati. Aku dengar akhir akhir ini kamu juga tidak menggoda Sakura-chan lagi." Hinata melirik Naruto ketika menyebut nama Sakura. Hatinya merasa dia akan berbagi Naruto dengan Sakura dan dia sudah memikirkannya sejak mendengar Ino memberitahu soal klan Naruto. Hinata berharap wanita yang dipilih Naruto hanya dia dan Sakura.

"Kamu ingin aku mati ya Hinata." Naruto meriding sambil memasang muka horor ketakutan mendengar ucapan Hinata kemudian menunjuk Hinata. "Kamu tahu kalau aku melakukannya teme akan menghajar wajah tampanku ini. Dan aku belum siap bertemu shinigami."

Hinata hanya bisa sweetdrop sesaat melihat tingkah Naruto kemudian Hinata terkekeh dengan punggung tangan menutupi mulutnya. Naruto yang melihat tingkah Hinata semakin menjaga jarak sambil ketakutan.

"hihihi. Kamu lucu Naruto-kun. Aku hanya bercanda." Hinata tersenyum manis. "Lagipula kalau memang kamu masih mencintainya aku rela berbagi dengannya demi klanmu."

"Apa maksudmu Hinata? Aku hanya ingin kamu seorang." Naruto membulatkan mata karena terkejut dengan ucapan Hinata bahkan dango yang dia pegangpun jatuh.

Hinata memasukkan dango terakhirnya ke mulut dan menguyahnya memberikan suasana hening sejenak. Seolah mengerti ada kecanggungan diantara dua insan ini,tiba tiba angin berhembus agak kencang memainkan rambut Hinata. Naruto yang melihat rambut Hinata bergoyang merona merah karena Hinata terlihat cantik di matanya. Entah kenapa Naruto tiba tiba teringat mendiang Kushina Uzumaki yang sempat dia temui waktu pelatihan kontrol bijuu.

"Aku tahu kamu akan menjalani pembangkitan klan Naruto-kun mengingat jasa jasamu dan mendiang Yondaime Hokage. Aku mencintaimu sungguh sungguh, awalnya aku tidak rela harus berbagi dengan yang lainnya mengingat pembangkitan klan harus memiliki beberapa istri. Aku hanya berharap kamu bisa memperlakukan kami dengan adil."

"Hinata. kamu..."

"Aku berharap salah satu orang itu Sakura-chan. Dan Naruto apakah kamu berjanji untuk menerima aku apapun yang akan terjadi nanti?" Hinata memotong ucapan Naruto.

Naruto melihat Hinata dengan intens,entah kenapa seolah olah Hinata akan mengalami sesuatu sehingga berkata seperti itu. Naruto bimbang apakah dia harus mengungkapkan hal mengenai pembangkitan klan ini

"Hinata! Kenapa kamu berkata seolah olah terjadi hal buruk."

"Entahlah Naruto namun aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi."

"Hinata. Mengenai pembangkitan klan ini bukan keinginanku. Tsunade Baachan dan Kakashi sensei... ittai! belum selesai Naruto menyelesaikan ucapannya tiba tiba ada yang menjitak kepalanya karena dengan santai Naruto memanggil kedua Hokage seenaknya. Naruto menoleh sambil mengelus kepalanya yang menjadi korban KDP (kekerasan dalam persahabatan).

"Baka, bisakah kamu lebih sopan Naruto menyebut Hokage-sama ini tempat umum. Kamu ingin menjatuhkan kehormatan Hokage? gadis bersurai merah muda dengan baju dokter mendadak muncul di samping Naruto dengan tangan terkepal yang sedikit berasap dan perempatan di keningnya.

"Sakit Sakura chan. Bisakah kamu tidak memukul kepalaku lama lama aku bisa bodoh sungguhan." Naruto meringis menatap Sakura sementara Hinata hanya bisa sweetdrop melihat interaksi Naruto dan Sakura.

"Sakura-chan kenapa tiba tiba ada disini?"

"Hehe kalian saja yang terlalu asyik. Ternyata benar kalau dua orang mencintai sedang bersama dunia terasa milik berdua. Aku memanggil kalian dari tadi ketika kalian melewati toko obat."

"Eh..." Naruto dan Hinata kompak menoleh ke samping menghindari tatapan Sakura seraya menyembunyikan rona merah di wajah mereka.

"Hahaha, tenanglah Hinata aku hanya ingin menyapa kalian sekaligus menyampaikan pesan Tsunade-sama untuk Naruto kalau kamu di tunggu di kediaman Tsunade-sama nanti sore. Nah aku permisi dulu jaa." Sakura tersenyum jahil kepada Hinata kemudian segera pergi ke rumah sakit.

Suasana hening sejenak membuat Naruto dan Hinata saling menatap mata. Tanpa di sadari senyuman tiba tiba mengembang dan tangan mereka tertaut satu sama lain. Entah apa yang mereka pikirkan hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Dua orang yang saling mencintai dan mengerti sering kali hanya bisa berkata kata lewat tatapan mata untuk menyampaikan hal hal yang tak bisa terungkap lewat ucapan. Karena cinta hadir untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda dalam kelebihan dan kekurangan menjadi satu ikatan yang utuh. Naruto hanya berharap sang waktu bisa menjawab berbagai hal yang membuat dia bertanya dalam hati dan membongkar semua rahasia kepada Hinata. Naruto mempercayai Hinata tidak akan mengkhianati cinta yang dia berikan untuknya karena Naruto yakin Hinata adalah yang terutama untuknya sekalipun dia terpaksa harus bersanding dengan yang lain karena tuntutan pembangkitan klan yang Hokage tetapkan dan diperkuat oleh sidang dewan Konoha.

Menikmati waktu bersama orang terkasih sering membuat waktu berlalu tanpa disadari. Naruto dan Hinata menghabiskan waktu dengan saling berbagi cerita dan canda tawa. Berulang kali nampak Naruto membuat Hinata memerah pipinya dengan menggoda dengan berbagai tingkah konyolnya. Mereke menikmati kebersamaan yang terjalin untuk semakin mengeratkan mereka.

Di sebuah tempat tersembunyi di sudut desa Konoha, tempat yang tidak pernah di ketahui oleh shinobi Konoha tampak berkumpul puluhan orang dengan atribut anbu ne. Anbu yang nampaknya bubar setelah kematian Danzo Shimura ternyata tetap eksis,mereka bertahan karena selain sudah tidak ada lagi emosi dalam dirinya juga telah tenggelam dalam kegelapan hatinya. Anbu yang selama ini bergerak dalam bayangan Konoha untuk mengerjakan hal hal kotor Konoha berhasil di kumpulkan dan di aktifkan tanpa sepengetahuan Hokage. Di sebuah ruangan, dua pemuda duduk berhadapan dengan meja yang di tengahnya menyala sebuah lilin untuk menerangi ruangan itu sebagai pemisah.

" Kamu dulu adalah anggota ne Sai dan ku harap kamu masih mengingat masa masa Anbu ne di bawah Danzo." Seorang pemuda berambut raven model pantat ayam menatap lawan bicaranya dengan sharingan tiga tomoe yang aktif.

"Apa tujuanmu mengaktifkan anbu ne? apa kamu ingin kami bergerak untuk pekerjaan kotor dan sebagai senjata desa?" Seorang pemuda yang bernama Sai memandang Sasuje dengan senyum palsu yang membuat Sasuke mengangkat sebelah alisnya.

"Kau akan melihat apa yang akan kita lakukan nanti. Sekarang tugasmu adalah mempersiapkan anggota baru anbu ne supaya mereka mampu menjadi senjata."

"Aku merasa akan ada hal besar yang kamu lakukan Sasuke-san."

"Hn" Sasuke hanya memejamkan matanya mendengar Sai beranjak berdiri.

"Ku harap kau benar benar memikirkannya." Sebelum pergi Sai melirik Sasuke yang acuh tak acuh dengan dirinya.

Sasuke membuka matanya setelah merasakan Sai meninggalkan tempat itu, kemudian tangannya melambai mem buat seseorang muncul di dekatnya.

"Aku ingin kau mempersiapkan mereka di persembunyian."

"Akan aku persiapkan sebaik mungkin Sasuke-sama, sehingga kita dapat membangkitkan kembali kejayaan klan Uchiha dan merebut desa ini."

"Bagus Shin juga cari Kabuto, dia akan membantu penelitianmu dan mungkin bisa membangkitkan lagi zetsu putih."

"Baiklah.Apakah ada yang perlu aku lakukan lagi?"

"Cukup. Kau boleh pergi."

Segera sesosok orang yang di panggil Sasuke menghilang dalam kegelapan. Sementara Sasuke menatap tembok dengan eternal mangekyo sharingan.

'Dobe, tak ku sangka kamu memang sangat bodoh dan mudah di manfaatkan. Kamu pikir aku suka rela mengakui kekalahanku di petarungan terakhir kita. Kali ini aku akan mewujudkan ambisi ku, aku akan membangkitkan kembali klan Uchiha dan untuk itu aku akan merebut Hinata apapun caranya termasuk harus membuatnya terikat padaku secara paksa. Sakura hanyalah alat untuk menutupi apa yang aku siapkan selama ini. Kemudian aku akan merebut desa ini dan menjadi Hokage untuk menunjukkan kehebatan dan kejayaan klan Uchiha. Aku akan membunuh orang orang di sekitarmu dan dirimu jika kamu menghalangiku.Mengingat rivalnya tersebut membuat darah Sasuke mendidih.

TBC.

terimakasih atas segala dukungan dari senpai semua. kritik dan saran baik yang di sampaikan dengan positif maupun negatif saya terima karena bagaimanapun pro dan kontra tetap ada.

Blood line uzumaki yang berupa fuinjutsu tentu tetap saya pertahankan mengingat ini salah satu alasan klan uzumaki menjadi op.pengkhianatan yang dialami naruto bukan hanya berbicara soal pengkhianatan kepada pribadinya tapi semua yang ada di sekitarnya.

mohon maaf bila masih ada kesalahan dan ketidakpuasan reader sekalian.